• Latest

Film Before, Now and Then (Nana) karya Kamila Andini

21 January, 2022
Kafir Gerbang Sukma

Review Kafir Gerbang Sukma

24 January, 2026
Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

24 January, 2026
Senin Harga Naik

Starvision Rilis Trailer dan Poster Senin Harga Naik, Tayang Lebaran 2026

21 January, 2026
Para Perasuk

Maudy Ayunda Rilis Lagu “Aku yang Engkau Cari”, OST Film Para Perasuk

21 January, 2026
Live Action 5 centimeters

Film 5 Centimeters Per Second Live Action Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 30 Januari 2026

21 January, 2026
Tuhan Benarkah Kau Mendengarku

Review Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? (TBKM)

21 January, 2026
5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

21 January, 2026
Esok Tanpa Ibu

Review Film Esok Tanpa Ibu

21 January, 2026
Penerbangan Terakhir

Review Penerbangan Terakhir

13 January, 2026
Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

13 January, 2026
Review Film Musuh dalam Selimut

Review Film Musuh dalam Selimut

13 January, 2026
Aplikasi VIU

Viu Resmi Luncurkan Viu Shorts, Tayangan Drama Vertikal Pendek untuk Penonton Mobile

13 January, 2026
Ulasan Suka Duka Tawa

Ulasan Suka Duka Tawa

8 January, 2026
Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

8 January, 2026
Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

7 January, 2026
Anaconda 2025 review

Review Anaconda (2025): Film “Horor Komedi” Ular Raksasa yang Konyol tapi Menghibur

6 January, 2026
The Hand That Rocks the Cradle

Kritik Feminis The Hand That Rocks the Cradle (2025)

5 January, 2026
Review Film The Housemaid (2025)

Review Film The Housemaid (2025)

1 January, 2026
Humor Slapstick Pada Modual Nekad , Jaminan Kamu Tertawa Ngakak

Humor Slapstick Pada Modual Nekad , Jaminan Kamu Tertawa Ngakak

23 December, 2025
Dowajuseyo : Teror Urban Lintas Negara: Indonesia dan Korea Bertemu di Titik Ketakutan yang Sama

Dowajuseyo : Teror Urban Lintas Negara Indonesia dan Korea Bertemu di Titik Ketakutan yang Sama

18 December, 2025
VMS Studio Terbang Tinggi di 2026, Hadirkan Deretan Film Inovatif dari Penerbangan Terakhir hingga Laut Bercerita

VMS Studio Terbang Tinggi di 2026, Hadirkan Deretan Film Inovatif dari Penerbangan Terakhir hingga Laut Bercerita

16 December, 2025
Alur Dokumenter Arfan Sabran dalam Film Jodoh 3 Bujang

Alur Dokumenter Arfan Sabran dalam Film Jodoh 3 Bujang

16 December, 2025
Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air

Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air

16 December, 2025
The Carpenter's Son' Review

Apakah The Carpenter’s Son adalah Film Horor ?

13 December, 2025
Resmi! Paket Bundling HBO Max & Viu Kini Tersedia di Indonesia dengan Harga Lebih Hemat

Resmi! Paket Bundling HBO Max & Viu Kini Tersedia di Indonesia dengan Harga Lebih Hemat

9 December, 2025
Timur: Aksi Intens, Visual Brutal, dan Estetika Sinema

Film Timur: Aksi Intens, Visual Brutal,

8 December, 2025
merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
REEL LIFE Film Camp 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

3 December, 2025
ACFFEST 2025

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

2 December, 2025
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Press Release

Film Before, Now and Then (Nana) karya Kamila Andini

by Nuty Laraswaty
21 January, 2022
in Press Release
250 3
0
Share on FacebookShare on Twitter

Setelah tahun lalu sukses dengan film “Yuni”, Fourcolours Films kembali meluncurkan produksi film panjang karya Kamila Andini yang berjudul “Before, Now & Then (NANA)”. Film ini diadaptasi dari salah satu bab di novel JAIS DARGA NAMAKU karya Ahda Imran.

Film Before, Now and Then (Nana) karya Kamila Andini Inbox

Film ini dibintangi oleh Happy Salma yang memainkan karakter utama, Nana. Selain itu turut bermain di film ini adalah Laura Basuki, Ibnu Jamil, Arswendy Bening Swara, Rieke Diah Pitaloka, Arawinda Kirana dan aktris cilik pendatang baru, Chempa Putri.

Film NANA diproduksi dengan lokasi di Ciwidey Jawa Barat mulai pada Februari 2021.
“Before, Now & Then (NANA)” bercerita tentang seorang perempuan Indonesia yang hidup di daerah Jawa Barat di era 1960-an yang diangkat dari sebuah kisah nyata kehidupan Raden Nana Sunani.

Kisah seorang perempuan yang melarikan diri dari gerombolan yang ingin menjadikannya istri dan membuatnya kehilangan ayah dan anak. Ia lalu menjalani hidupnya yang baru bersama seorang menak Sunda hingga bersahabat dengan salah satu perempuan simpanan suaminya. Sesuai latar tempatnya, film ini akan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa utama yang dipakai di film.

Film Before, Now and Then (Nana) cinemags

Film “Before, Now & Then (NANA)” berhasil lolos dan terseleksi dalam program kompetisi utama yang merupakan program inti dari festival. Total 18 film terpilih, baik dari sutradara yang telah mapan maupun dari sutradara muda yang sedang naik daun, akan berkompetisi untuk memperebutkan penghargaan ‘Golden Bear’ dan ‘Silver Bear’.

Dengan visi merangkul keragaman sinema dan cakupan produksinya yang luas di abad ke-21 ini, program kompetisi ini memiliki tujuan untuk memberi kejutan, menghibur, serta memperkaya tontonan pada para penonton dan profesional industri.

Tahun ini film “Before, Now & Then (NANA)” akan berkompetisi bersama film-film dari pembuat film dunia ternama seperti sutradara Carla Simon, Claire Denis, Rithy Panh, Denis Cote, Paolo Taviani, Ulrich Siedl, Andreas Dresen, Hong Sang Soo, Isaki Lacuesta, dan François Ozon.

Kamila Andini menjadi sutradara perempuan pertama Indonesia yang berkompetisi di Berlinale sejak terakhir kali Sofia WD lewat film “Badai Selatan” di tahun 1962. Di antaranya, Edwin juga muncul di tahun 2012 lewat “Postcards from the Zoo”.

Carlo Chatrian, Artistic Director Berlinale, memberikan pujian untuk film “Before, Now & Then (NANA)”, “Film ini adalah proyek yang sangat ambisius tanpa kehilangan perspektif perempuan yang berhubungan dengan masa lalu Indonesia dengan pendekatan pribadi dan orisinal. Cerita dijalin dengan perasaan yang tidak bisa kita hindari dengan cara bertutur melodrama seiring dengan penggunaan musik“.

Lebih lanjut Carlo mengatakan bahwa film-film yang terpilih tahun ini diseleksi dengan ketat, “Film-film Berlinale ke-72 memberikan deskripsi yang baik tentang dunia dalam keadaannya yang berubah saat ini, tetapi juga tentang bagaimana keadaannya, dan bagaimana seharusnya atau kemungkinannya. Dihadapkan dengan keinginan untuk memproduksi apa yang telah kita alami (dan kita penghuni planet Bumi tidak pernah terpisah begitu jauh namun begitu mirip dalam gaya hidup kita), banyak film telah merespons dengan kekuatan imajinasi, humor, emosi, dan konfrontasi fisik yang terkadang penuh gairah dan terkadang dengan
kekerasan.”

Berlin International Film Festival atau dikenal juga dengan sebutan Berlinale adalah festival film besar dunia yang mulai diadakan tahun 1951.

Festival ini rutin diadakan pada bulan Februari dengan lebih dari 65.000 pengunjung tiap tahunnya, menjadikan festival ini sebagai salah satu festival film terbesar dunia yang sangat dinanti-nanti pelaksanaannya.

Di tahun 2022 ini, Berlinale akan digelar secara offline pada tanggal 10 – 20 Februari.
Film berlatar waktu di akhir 1960-an ini membawa Kamila Andini ke eksplorasi baru dalam perjalanan kariernya sebagai sutradara, ia menggarap film periodik yang juga diinspirasikan dari kisah nyata.

Kamila Andini berbagi ceritanya, “Film periodik Indonesia selalu terkait dengan sesuatu yang besar atau tentang seorang tokoh penting, sedangkan ketika saya mengerjakan ini saya ingin menceritakan seorang tokoh perempuan pada umumnya, seperti nenek kita, kakak kita atau ibu kita, yang bisa disayangi dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Kebetulan saja ia hidup di masa itu. Tapi kita juga bisa berefleksi dengan masa itu dan masih bisa terhubung dengan masa kini. Saya ingin membuat jembatan dari masa lalu
ke masa sekarang.”

Nana
Bagi Kamila Andini lebih lanjut ia mengatakan, “Perempuan adalah korban jaman yang paling nyata. Tapi di setiap zaman, selalu ada sosok perempuan yang tidak pernah sekalipun menjadikan dirinya korban, meskipun tetap tidak lepas dari pengorbanan. Nana adalah kisah perempuan yang menjadi korban sebuah era; perang, politik, pemberontakan dan kehidupan sosial patriarki yang ingin mencari arti kebebasannya sendiri.”

Untuk memperkuat suasana ada banyak unsur seni. Salah satunya penggunaan lagu berbahasa Sunda yang diproduksi sekitar tahun 1960an yang berjudul Djaleleudja, lagu ini diproduksi oleh Jamin Widjaja dan Indrawati Widjaja dari Bali Records (Musica Studio’s).

Gagasan untuk membuat film “Before, Now & Then (NANA)” sebenarnya sudah ada sejak 2018, namun Kamila Andini memutuskan untuk membuat “Yuni” lebih dahulu. Maka film ini baru dikerjakan di tahun 2021 awal, di saat pandemi sedang berjalan. Meskipun begitu, ia mengaku pengerjaannya cukup nyaman. “Film ini dibuat seperti jamming session, karena dikerjakan dengan orang yang banyak dikenal,” jelasnya.

Untuk film panjang keempatnya, Kamila Andini kembali berpartner dengan produser Ifa Isfansyah yang sebelumnya sukses melahirkan film YUNI yang mendapatkan penghargaan Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021. Ifa Isfansyah kali ini menggandeng Gita Fara yang sebelumnya juga bekerja sama dengan Kamila Andini melalui film “The Mirror Never Lies” (2011) dan “Sekala Niskala (2017)”.

“Tentu kami bangga, dengan masuknya NANA di kompetisi Berlinale ini merupakan pencapaian besar untuk film Asia, terutama Asia Tenggara” ujar Ifa Isfansyah dan Gita Fara.
“Before, Now & Then (NANA)” merupakan proyek film yang disiapkan sejak tahun 2018, diproduksi oleh Fourcolours Films yang sebelumnya memproduksi film panjang Siti, Film Terbaik FFI 2015 karya Eddie Cahyono; Turah, film wakil Indonesia untuk Academy Awards 2017 karya Wicaksono Wisnu Legowo, dan Kucumbu Tubuh Indahku, Film Terbaik FFI 2019 karya Garin Nugroho.

Dalam produksi ini Fourcolours Films bekerja sama dengan Titimangsa Foundation. Happy Salma, pendiri sekaligus direktur dari Titimangsa juga berperan sebagai NANA. Ia juga menduduki kursi produser pendamping untuk film ini.

Titimangsa sebelumnya banyak memproduksi seni pertunjukan seperti Rumah Kenangan, Aku Istri Munir dan juga Bunga Penutup Abad.

Produksi film ini memperoleh dukungan pendanaan dari Purin Pictures Thailand untuk dukungan pendanaan pasca produksi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat untuk support produksi, dan juga berhasil memenangkan penghargaan CJ ENM Award di Asian Project Market Busan International Film Festival 2021.

Delegasi dari tim film “Before, Now & Then (NANA)” akan bertolak ke Berlinale pada tanggal 8 Februari 2022 dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, MLD Spot, Deltomed, dan
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Nana

Film “Before, Now & Then (NANA)” juga didukung oleh Goodrich Suites, Artotel Portfolio untuk lokasi special media announcement.
Untuk peredaran internasional, Wild Bunch International telah mengakuisisi ‘Before, Now & Then (Nana)’ menjelang pemutaran perdananya di program kompetisi Berlinale 2022.
Wild Bunch International adalah sales agent yang sebelumnya sukses memasarkan film-film besar seperti Shoplifters (Kore-eda Hirokazu), I Daniel Blake (Ken Loach), Blue is the Warmest Color (Abdellatif Kechiche), City of God (Fernando Meirelles), The Grandmaster (Wong Kar Wai), The Artist (Michel Hazanavicius), Climax (Gaspar Noe), 4 Month 3 Weeks and 2 Days (Cristian Mungiu) & Capharnaum (Nadine Labaki).

Tags: Ahda ImranBerlin International Film FestivalBerlinaleChempa PutriCJ ENM AwardFilm Before Now and ThenFilm NanaHappy SalmaJAIS DARGA NAMAKUKamila AndiniWild Bunch International
Previous Post

Berkenalan dengan Para Karakter All of Us Are Dead

Next Post

The Gilded Age rilis Teaser dan Foto Perdana

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater
Article

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

24 January, 2026
Senin Harga Naik
Article

Starvision Rilis Trailer dan Poster Senin Harga Naik, Tayang Lebaran 2026

21 January, 2026
Para Perasuk
Article

Maudy Ayunda Rilis Lagu “Aku yang Engkau Cari”, OST Film Para Perasuk

21 January, 2026
5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You
Press Release

5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

21 January, 2026
Aplikasi VIU
Article

Viu Resmi Luncurkan Viu Shorts, Tayangan Drama Vertikal Pendek untuk Penonton Mobile

13 January, 2026
Resmi! Paket Bundling HBO Max & Viu Kini Tersedia di Indonesia dengan Harga Lebih Hemat
Article

Resmi! Paket Bundling HBO Max & Viu Kini Tersedia di Indonesia dengan Harga Lebih Hemat

9 December, 2025
Next Post

The Gilded Age rilis Teaser dan Foto Perdana

Berkenalan dengan komunitas Kalap Sinema

4 Fakta yang Buat Bright Naksir Tu Tontawan dalam F4 Thailand: Boys Over Flowers

Kafir Gerbang Sukma
Horror

Review Kafir Gerbang Sukma

by Nuty Laraswaty
24 January, 2026
0

Sinopsis dan Fakta Menarik Film Kafir: Gerbang Sukma Kesuksesan film horor “Kafir: Bersekutu dengan Iblis” (2018) rupanya membuka jalan bagi...

Read more

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

Starvision Rilis Trailer dan Poster Senin Harga Naik, Tayang Lebaran 2026

Maudy Ayunda Rilis Lagu “Aku yang Engkau Cari”, OST Film Para Perasuk

Film 5 Centimeters Per Second Live Action Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 30 Januari 2026

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In