• Latest

Film Before, Now and Then (Nana) karya Kamila Andini

21 January, 2022
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Suanggi

Suanggi: Ilmu Kutukan, Horor Indonesia Timur yang Bawa Mitos Papua ke Bioskop

14 September, 2026
Obsession Inde Navarrette

Review Film Obsession

14 September, 2026
Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

14 September, 2026
Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel

Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel dan …

14 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Press Release

Film Before, Now and Then (Nana) karya Kamila Andini

by Nuty Laraswaty
21 January, 2022
in Press Release
251 2
0
Share on FacebookShare on Twitter

Setelah tahun lalu sukses dengan film “Yuni”, Fourcolours Films kembali meluncurkan produksi film panjang karya Kamila Andini yang berjudul “Before, Now & Then (NANA)”. Film ini diadaptasi dari salah satu bab di novel JAIS DARGA NAMAKU karya Ahda Imran.

Film Before, Now and Then (Nana) karya Kamila Andini Inbox

Film ini dibintangi oleh Happy Salma yang memainkan karakter utama, Nana. Selain itu turut bermain di film ini adalah Laura Basuki, Ibnu Jamil, Arswendy Bening Swara, Rieke Diah Pitaloka, Arawinda Kirana dan aktris cilik pendatang baru, Chempa Putri.

Film NANA diproduksi dengan lokasi di Ciwidey Jawa Barat mulai pada Februari 2021.
“Before, Now & Then (NANA)” bercerita tentang seorang perempuan Indonesia yang hidup di daerah Jawa Barat di era 1960-an yang diangkat dari sebuah kisah nyata kehidupan Raden Nana Sunani.

Kisah seorang perempuan yang melarikan diri dari gerombolan yang ingin menjadikannya istri dan membuatnya kehilangan ayah dan anak. Ia lalu menjalani hidupnya yang baru bersama seorang menak Sunda hingga bersahabat dengan salah satu perempuan simpanan suaminya. Sesuai latar tempatnya, film ini akan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa utama yang dipakai di film.

Film Before, Now and Then (Nana) cinemags

Film “Before, Now & Then (NANA)” berhasil lolos dan terseleksi dalam program kompetisi utama yang merupakan program inti dari festival. Total 18 film terpilih, baik dari sutradara yang telah mapan maupun dari sutradara muda yang sedang naik daun, akan berkompetisi untuk memperebutkan penghargaan ‘Golden Bear’ dan ‘Silver Bear’.

Dengan visi merangkul keragaman sinema dan cakupan produksinya yang luas di abad ke-21 ini, program kompetisi ini memiliki tujuan untuk memberi kejutan, menghibur, serta memperkaya tontonan pada para penonton dan profesional industri.

Tahun ini film “Before, Now & Then (NANA)” akan berkompetisi bersama film-film dari pembuat film dunia ternama seperti sutradara Carla Simon, Claire Denis, Rithy Panh, Denis Cote, Paolo Taviani, Ulrich Siedl, Andreas Dresen, Hong Sang Soo, Isaki Lacuesta, dan François Ozon.

Kamila Andini menjadi sutradara perempuan pertama Indonesia yang berkompetisi di Berlinale sejak terakhir kali Sofia WD lewat film “Badai Selatan” di tahun 1962. Di antaranya, Edwin juga muncul di tahun 2012 lewat “Postcards from the Zoo”.

Carlo Chatrian, Artistic Director Berlinale, memberikan pujian untuk film “Before, Now & Then (NANA)”, “Film ini adalah proyek yang sangat ambisius tanpa kehilangan perspektif perempuan yang berhubungan dengan masa lalu Indonesia dengan pendekatan pribadi dan orisinal. Cerita dijalin dengan perasaan yang tidak bisa kita hindari dengan cara bertutur melodrama seiring dengan penggunaan musik“.

Lebih lanjut Carlo mengatakan bahwa film-film yang terpilih tahun ini diseleksi dengan ketat, “Film-film Berlinale ke-72 memberikan deskripsi yang baik tentang dunia dalam keadaannya yang berubah saat ini, tetapi juga tentang bagaimana keadaannya, dan bagaimana seharusnya atau kemungkinannya. Dihadapkan dengan keinginan untuk memproduksi apa yang telah kita alami (dan kita penghuni planet Bumi tidak pernah terpisah begitu jauh namun begitu mirip dalam gaya hidup kita), banyak film telah merespons dengan kekuatan imajinasi, humor, emosi, dan konfrontasi fisik yang terkadang penuh gairah dan terkadang dengan
kekerasan.”

Berlin International Film Festival atau dikenal juga dengan sebutan Berlinale adalah festival film besar dunia yang mulai diadakan tahun 1951.

Festival ini rutin diadakan pada bulan Februari dengan lebih dari 65.000 pengunjung tiap tahunnya, menjadikan festival ini sebagai salah satu festival film terbesar dunia yang sangat dinanti-nanti pelaksanaannya.

Di tahun 2022 ini, Berlinale akan digelar secara offline pada tanggal 10 – 20 Februari.
Film berlatar waktu di akhir 1960-an ini membawa Kamila Andini ke eksplorasi baru dalam perjalanan kariernya sebagai sutradara, ia menggarap film periodik yang juga diinspirasikan dari kisah nyata.

Kamila Andini berbagi ceritanya, “Film periodik Indonesia selalu terkait dengan sesuatu yang besar atau tentang seorang tokoh penting, sedangkan ketika saya mengerjakan ini saya ingin menceritakan seorang tokoh perempuan pada umumnya, seperti nenek kita, kakak kita atau ibu kita, yang bisa disayangi dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Kebetulan saja ia hidup di masa itu. Tapi kita juga bisa berefleksi dengan masa itu dan masih bisa terhubung dengan masa kini. Saya ingin membuat jembatan dari masa lalu
ke masa sekarang.”

Nana
Bagi Kamila Andini lebih lanjut ia mengatakan, “Perempuan adalah korban jaman yang paling nyata. Tapi di setiap zaman, selalu ada sosok perempuan yang tidak pernah sekalipun menjadikan dirinya korban, meskipun tetap tidak lepas dari pengorbanan. Nana adalah kisah perempuan yang menjadi korban sebuah era; perang, politik, pemberontakan dan kehidupan sosial patriarki yang ingin mencari arti kebebasannya sendiri.”

Untuk memperkuat suasana ada banyak unsur seni. Salah satunya penggunaan lagu berbahasa Sunda yang diproduksi sekitar tahun 1960an yang berjudul Djaleleudja, lagu ini diproduksi oleh Jamin Widjaja dan Indrawati Widjaja dari Bali Records (Musica Studio’s).

Gagasan untuk membuat film “Before, Now & Then (NANA)” sebenarnya sudah ada sejak 2018, namun Kamila Andini memutuskan untuk membuat “Yuni” lebih dahulu. Maka film ini baru dikerjakan di tahun 2021 awal, di saat pandemi sedang berjalan. Meskipun begitu, ia mengaku pengerjaannya cukup nyaman. “Film ini dibuat seperti jamming session, karena dikerjakan dengan orang yang banyak dikenal,” jelasnya.

Untuk film panjang keempatnya, Kamila Andini kembali berpartner dengan produser Ifa Isfansyah yang sebelumnya sukses melahirkan film YUNI yang mendapatkan penghargaan Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021. Ifa Isfansyah kali ini menggandeng Gita Fara yang sebelumnya juga bekerja sama dengan Kamila Andini melalui film “The Mirror Never Lies” (2011) dan “Sekala Niskala (2017)”.

“Tentu kami bangga, dengan masuknya NANA di kompetisi Berlinale ini merupakan pencapaian besar untuk film Asia, terutama Asia Tenggara” ujar Ifa Isfansyah dan Gita Fara.
“Before, Now & Then (NANA)” merupakan proyek film yang disiapkan sejak tahun 2018, diproduksi oleh Fourcolours Films yang sebelumnya memproduksi film panjang Siti, Film Terbaik FFI 2015 karya Eddie Cahyono; Turah, film wakil Indonesia untuk Academy Awards 2017 karya Wicaksono Wisnu Legowo, dan Kucumbu Tubuh Indahku, Film Terbaik FFI 2019 karya Garin Nugroho.

Dalam produksi ini Fourcolours Films bekerja sama dengan Titimangsa Foundation. Happy Salma, pendiri sekaligus direktur dari Titimangsa juga berperan sebagai NANA. Ia juga menduduki kursi produser pendamping untuk film ini.

Titimangsa sebelumnya banyak memproduksi seni pertunjukan seperti Rumah Kenangan, Aku Istri Munir dan juga Bunga Penutup Abad.

Produksi film ini memperoleh dukungan pendanaan dari Purin Pictures Thailand untuk dukungan pendanaan pasca produksi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat untuk support produksi, dan juga berhasil memenangkan penghargaan CJ ENM Award di Asian Project Market Busan International Film Festival 2021.

Delegasi dari tim film “Before, Now & Then (NANA)” akan bertolak ke Berlinale pada tanggal 8 Februari 2022 dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, MLD Spot, Deltomed, dan
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Nana

Film “Before, Now & Then (NANA)” juga didukung oleh Goodrich Suites, Artotel Portfolio untuk lokasi special media announcement.
Untuk peredaran internasional, Wild Bunch International telah mengakuisisi ‘Before, Now & Then (Nana)’ menjelang pemutaran perdananya di program kompetisi Berlinale 2022.
Wild Bunch International adalah sales agent yang sebelumnya sukses memasarkan film-film besar seperti Shoplifters (Kore-eda Hirokazu), I Daniel Blake (Ken Loach), Blue is the Warmest Color (Abdellatif Kechiche), City of God (Fernando Meirelles), The Grandmaster (Wong Kar Wai), The Artist (Michel Hazanavicius), Climax (Gaspar Noe), 4 Month 3 Weeks and 2 Days (Cristian Mungiu) & Capharnaum (Nadine Labaki).

Tags: Ahda ImranBerlin International Film FestivalBerlinaleChempa PutriCJ ENM AwardFilm Before Now and ThenFilm NanaHappy SalmaJAIS DARGA NAMAKUKamila AndiniWild Bunch International
Previous Post

Berkenalan dengan Para Karakter All of Us Are Dead

Next Post

The Gilded Age rilis Teaser dan Foto Perdana

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Putri Jangan Gentayangan Lagi
Horror

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik
Article

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel
Article

Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel dan …

14 September, 2026
Seni Merayu Tuhan
Article

Film Seni Merayu Tuhan Buat Geger Tokoh Lintas Agama

12 August, 2026
Soundtrack Laut Bercerita
Article

Soundtrack Laut Bercerita

31 July, 2026
Suaraga 2026 Siap Jadi Festival Musik dan Wellness Paling Unik di Solo
Article

Suaraga 2026 Sudah Terasa Sebelum Festival Dimulai!

25 June, 2026
Next Post

The Gilded Age rilis Teaser dan Foto Perdana

Berkenalan dengan komunitas Kalap Sinema

4 Fakta yang Buat Bright Naksir Tu Tontawan dalam F4 Thailand: Boys Over Flowers

Kuasa gelap 2
Article

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

by Nuty Laraswaty
25 September, 2026
0

    Jakarta — Film horor Kuasa Gelap 2 resmi membuka babak baru perfilman Indonesia. Sekuel garapansutradara horor senior Rizal...

Read more

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In