Film Belgia berjudul The Baronesses atau Les Baronnes dipilih sebagai opening film di festival EoS 2026.
Film ini akan membawa nuansa komedi yang hangat sekaligus emosional tentang perempuan, keluarga, dan kebebasan di usia senja.
Film ini langsung menarik perhatian pecinta sinema internasional karena premisnya yang unik dan pendekatannya yang segar terhadap isu perempuan Muslim generasi tua di Eropa.
Disutradarai oleh Nabil Ben Yadir bersama ibunya sendiri, Mokhtaria Badaoui, film ini menjadi salah satu karya Eropa yang paling banyak dibicarakan sejak tayang di Tallinn Black Nights Film Festival 2025.
Sinopsis yang Langsung Menarik Perhatian
Ceritanya mengikuti Fatima, perempuan berusia 60 tahun yang hidupnya berubah setelah mengetahui sang suami ternyata memiliki keluarga kedua dengan istri yang jauh lebih muda. Bukannya tenggelam dalam kesedihan, Fatima justru mengambil keputusan impulsif: mementaskan Hamlet karya William Shakespeare dengan seluruh pemain perempuan di komunitasnya.
Yang awalnya hanya pelarian emosional berubah menjadi fenomena sosial yang ramai dibicarakan masyarakat Belgia. Dari situ, The Baronesses berkembang menjadi kisah tentang perempuan-perempuan yang selama ini “tidak terlihat”, namun akhirnya menemukan suara dan panggung mereka sendiri.
Kenapa Film Ini Banyak Dipuji?
Kritikus Cineuropa menyebut film ini sebagai karya yang “hidup, penuh energi, dan memiliki momen-momen puitis yang menyentuh.” Review dari Aurore Engelen menyoroti bagaimana film ini mengangkat sosok ibu-ibu keturunan Maghribi di Brussel — karakter yang jarang menjadi pusat cerita dalam sinema Eropa.
Film ini juga disebut memadukan:
- komedi absurd,
- drama keluarga,
- kritik sosial,
- hingga sentuhan surealisme teatrikal.
Sementara media film independen DMovies menyebut The Baronesses sebagai “vibrant and vital tale” tentang perempuan lansia Muslim yang selama ini dianggap tak terlihat di layar lebar.
Prestasi Festival Internasional
Sebelum hadir di EoS 2026, The Baronesses sudah mencuri perhatian di berbagai festival besar Eropa:
- Menang Best Film di kategori Rebels With a Cause di Tallinn Black Nights Film Festival 2025.
- Masuk Official International Competition di Göteborg Film Festival 2026.
- Mendapat banyak pujian karena menghadirkan perempuan usia lanjut sebagai pusat cerita, sesuatu yang masih jarang dalam perfilman arus utama Eropa.
Dari berbagai sumber, tersimpulkan bahwa ini kemungkinan alasan mengapa sebagai film pembuka festival, The Baronesses punya kombinasi yang sangat kuat:
- crowd-pleasing,
- lucu namun emosional,
- relevan dengan isu perempuan,
- sekaligus artistik dan festival-friendly.
Film ini juga terasa dekat dengan penonton Asia maupun Indonesia karena mengangkat tema keluarga, harga diri perempuan, dan pencarian jati diri setelah bertahun-tahun hidup untuk orang lain.
Banyak yang menyebut film ini seperti perpaduan antara komedi komunitas ala Eropa dengan semangat pemberdayaan perempuan yang hangat dan relatable.

Sumber :
Cinéart (Distributor Resmi Belgia)

































