• Latest
Review & Kritik The Odyssey 2026

Review & Kritik The Odyssey 2026

18 July, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
Review & Kritik The Odyssey 2026

Review & Kritik The Odyssey 2026

Review & Kritik The Odyssey 2026

by Nuty Laraswaty
18 July, 2026
in Drama, Movie Kritic, Movie Review
250 11
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film The Odyssey

 

Saya masuk ke bioskop berharap menyaksikan kisah epik Odysseus. Saya keluar justru terus memikirkan Penelope. Mungkin itulah keberhasilan terbesar Christopher Nolan. Dan mungkin juga, di saat yang sama, menjadi kesempatan terbesar yang belum sepenuhnya ia manfaatkan.

Selama ribuan tahun, Odysseus selalu ditempatkan sebagai pusat cerita.

Ia adalah jenderal yang berhasil menghancurkan Troya melalui strategi Kuda Troya yang legendaris.

Ia adalah simbol kecerdasan, keberanian, sekaligus kepahlawanan Yunani.

Maka wajar jika saya mengira The Odyssey akan kembali menceritakan perjalanan seorang laki-laki menuju rumahnya.

Namun Christopher Nolan memilih jalan yang berbeda.

Bukan berarti ia menghilangkan sosok Odysseus.

Justru sebaliknya.

Ia membuat Odysseus terasa jauh lebih manusia.

Christopher Nolan Membuat Odysseus Bukan Lagi Pahlawan yang Tak Terkalahkan

Sesuai trend masa kini.

Yang saya lihat sepanjang film bukanlah seorang pahlawan yang pulang membawa kemenangan.

Saya melihat seorang laki-laki yang membawa perang di dalam pikirannya.

Setiap ombak yang diterjangnya terasa seperti rasa bersalah yang terus mengejarnya.

Setiap pulau yang ia singgahi terasa seperti upaya berdamai dengan keputusan-keputusan yang pernah ia ambil.

 

Christopher Nolan berhasil mengubah The Odyssey menjadi perjalanan psikologis seorang veteran perang.

Hari ini mungkin kita mengenalnya sebagai trauma pascaperang (post-traumatic stress).

Film ini memang tidak pernah menyebut istilah tersebut secara langsung.

Namun rasa kehilangan, penyesalan, hingga kesepian yang dialami Odysseus terasa begitu nyata.

Menurut saya, inilah kekuatan terbesar film ini.

Nolan tidak sedang membuat film tentang monster.

Ia sedang berbicara mengenai manusia.

IMAX Bukan Sekadar Teknologi, Tetapi Cara Nolan Membuat Kita Masuk ke Kepala Odysseus?

Ada alasan mengapa film ini wajib ditonton di layar IMAX.

Bukan semata karena lanskap lautnya yang megah.

Bukan pula hanya karena adegan peperangannya yang spektakuler.

Yang jauh lebih menarik adalah bagaimana Christopher Nolan menggunakan kamera sebagai alat bercerita.

Ketika Odysseus merasa sendirian, kamera ikut terasa sunyi.

Ketika rasa bersalah mulai menghantuinya, tata suara perlahan mempersempit ruang sehingga penonton seperti ikut terjebak di dalam pikirannya.

Film ini bukan hanya ditonton namun untuk dialami.

Dan menurut saya, pengalaman seperti inilah yang mulai jarang diberikan oleh film blockbuster modern. Apakah akan dimulai dari titik ini?

Tetapi Tokoh yang Terus Saya Pikirkan Justru Penelope

Ironisnya…

Semakin lama saya mengikuti perjalanan Odysseus, semakin sering saya bertanya mengenai seseorang yang bahkan tidak banyak berbicara.

Penelope.

Selama bertahun-tahun, sejarah selalu mengenangnya sebagai perempuan yang setia menunggu suaminya pulang.

Padahal, jika kita benar-benar membaca mitologi Yunani, Penelope melakukan jauh lebih banyak daripada itu.

Selama Odysseus menghilang selama puluhan tahun…

Dialah yang mempertahankan Ithaca.

Dialah yang membesarkan Telemachus seorang diri.

Dialah yang memainkan politik setiap hari untuk menghadapi para pelamar yang ingin merebut takhta.

Ia memahami bahwa siapa pun yang berhasil menikahinya otomatis memperoleh legitimasi untuk menjadi raja.

Artinya…

Penelope bukan sekadar istri.

Ia adalah pusat stabilitas kerajaan.

Namun sayangnya, film ini hanya menyinggung semua itu sepintas.

Penelope tetap lebih sering diposisikan sebagai simbol cinta sejati dibandingkan seorang pemimpin politik yang berhasil menjaga negaranya tetap berdiri.

Dan di situlah saya merasa Christopher Nolan sebenarnya memiliki kesempatan besar.

Patriarki yang Masih Terasa Sangat Relevan Hari Ini

Hal lain yang cukup mengganggu pikiran saya adalah bagaimana standar ganda itu tetap dipertahankan.

Sepanjang film, Odysseus terus mempertanyakan apakah Penelope masih setia kepadanya.

Namun siapa yang mempertanyakan Odysseus?

Dalam mitologi, ia hidup bersama Circe.

Ia juga menghabiskan waktu bertahun-tahun bersama Calypso.

Hubungan-hubungan tersebut hampir selalu dianggap sebagai bagian alami dari perjalanan seorang pahlawan.

Sementara kesetiaan Penelope justru dijadikan ukuran utama cintanya.

Bukankah ini cara patriarki bekerja sejak ribuan tahun lalu?

Perempuan diminta menjaga kesetiaan.

Laki-laki diberi ruang untuk memiliki pengecualian.

Film ini memang tidak mencoba membahasnya lebih jauh.

Namun justru karena hanya disentuh sedikit, pertanyaan-pertanyaan itu terus tinggal di kepala saya bahkan setelah lampu bioskop menyala.

Kesimpulan

The Odyssey adalah salah satu karya Christopher Nolan yang paling matang secara emosional.

Ia berhasil mengubah kisah kepulangan seorang pahlawan menjadi refleksi tentang trauma perang, rasa bersalah, dan pencarian makna hidup.

Namun bagi saya, kejutan terbesar film ini bukanlah Odysseus.

Melainkan Penelope.

Perempuan yang selama ribuan tahun hanya dikenang karena kesetiaannya.

Padahal mungkin dialah sosok yang paling cerdas secara politik dalam seluruh kisah ini.

Saya datang ke bioskop untuk menyaksikan perjalanan Odysseus.

Saya pulang justru memikirkan Penelope.

Dan mungkin…

itulah keberhasilan terbesar Christopher Nolan.

Sekaligus kesempatan paling berani yang belum sepenuhnya ia manfaatkan untuk menulis ulang cara kita memandang seorang pahlawan.

Rating: 4,5/5

 

 

Review & Kritik The Odyssey 2026

I walked into The Odyssey expecting an epic about Odysseus. I walked out thinking about Penelope. That may be Christopher Nolan’s greatest achievement and perhaps his biggest missed opportunity.

Tags: kamera IMAXOdysseuspahlawan besar YunaniPenelopePolitik PatriarkiThe Odyssey
Previous Post

Kritik Film Evil Dead Burn

Next Post

Film Ip Man: Kung Fu Legend 2026

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Film Perayaan Pertama
Movie Review

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png
Movie Review

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit
Movie Review

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut
Article

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries
Article

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?
Article

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Next Post
Film Ip Man: Kung Fu Legend 2026

Film Ip Man: Kung Fu Legend 2026

Review Deep Water (2026)

Review Deep Water (2026)

The Lord of the Rings: The Rings of Power Musim 3

The Lord of the Rings: The Rings of Power Musim 3

Film Perayaan Pertama
Movie Review

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

by Nuty Laraswaty
16 October, 2026
0

Bisakah film Perayaan Pertama  dengan perspektif personal dan latar sejarah yang kuat sekaligus menjadi tontonan bioskop yang relatable bagi banyak...

Read more

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In