• Latest
Review & Kritik The Odyssey 2026

Review & Kritik The Odyssey 2026

18 July, 2026
Kritik Film Evil Dead Burn

Kritik Film Evil Dead Burn

18 July, 2026
Review Love Barista web Nuty Laraswaty

Review Love Barista

13 July, 2026
Bukan Set Studio! Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata?

Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata? Bukan Set Studio!

13 July, 2026
Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

9 July, 2026
Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

9 July, 2026
Lapor Pak !

Lapor Pak! Resmi Hadir di Viu, Episode-Episode “Paling Pecah” Selama 5 Tahun Kini Bisa Ditonton Kapan Saja

8 July, 2026
Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

8 July, 2026
Film Petaka Gunung Welirang , Fakta atau Mitos ?

Film Petaka Gunung Welirang , Fakta atau Mitos ?

3 July, 2026
Aku Sebelum Aku

Netflix Hadirkan Video Trailer Film Terbaru Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku

3 July, 2026
Review Film The Death of Robin Hood

Review Film The Death of Robin Hood

2 July, 2026
Karena pada akhirnya, terkadang yang paling kita butuhkan bukan tepuk tangan dunia, melainkan satu kalimat sederhana: "Ya, itu memang karya kamu."

Review Power Ballad

26 June, 2026
Pendapat Soal Supergirl (2026)

Pendapat Soal Supergirl (2026)

26 June, 2026
E:\Downloads\2026-06-26 12_06_36-phi phong the blood demon - Google Search.png

PHI PHONG: THE BLOOD DEMON Film Horor Terlaris Vietnam Akhirnya Tayang di Indonesia.

26 June, 2026
Suaraga 2026 Siap Jadi Festival Musik dan Wellness Paling Unik di Solo

Suaraga 2026 Sudah Terasa Sebelum Festival Dimulai!

25 June, 2026
Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

18 June, 2026
Viu dan iQIYI Resmi Gabung, Paket Streaming Drama Korea, Drama China, dan Anime Hadir di Indonesia 2026

Viu dan iQIYI Hadirkan Paket Langganan Streaming Bersama di Indonesia Mulai 2026

18 June, 2026
Review Jangan Buang Ibu

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

17 June, 2026
Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

17 June, 2026
Upi

Apa yang Disiapkan Upi Kali Ini? Datang Akan Pergi Hadirkan Horor Misteri dengan Cast Spektakuler

17 June, 2026
Benda Apa Itu Liminal Space?

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Night Shift For Cuties

Monica Tedja Ungkap Inspirasi di Balik Serial Netflix tentang Persahabatan Perempuan dan Fandom K-Pop

6 June, 2026
Review  Sex, Love & 10 Million Dollars

Review Sex, Love & 10 Million Dollars

3 June, 2026
Disclosure Day

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
Review & Kritik The Odyssey 2026

Review & Kritik The Odyssey 2026

Review & Kritik The Odyssey 2026

by Nuty Laraswaty
18 July, 2026
in Drama, Movie Kritic, Movie Review
246 11
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film The Odyssey

 

Saya masuk ke bioskop berharap menyaksikan kisah epik Odysseus. Saya keluar justru terus memikirkan Penelope. Mungkin itulah keberhasilan terbesar Christopher Nolan. Dan mungkin juga, di saat yang sama, menjadi kesempatan terbesar yang belum sepenuhnya ia manfaatkan.

Selama ribuan tahun, Odysseus selalu ditempatkan sebagai pusat cerita.

Ia adalah jenderal yang berhasil menghancurkan Troya melalui strategi Kuda Troya yang legendaris.

Ia adalah simbol kecerdasan, keberanian, sekaligus kepahlawanan Yunani.

Maka wajar jika saya mengira The Odyssey akan kembali menceritakan perjalanan seorang laki-laki menuju rumahnya.

Namun Christopher Nolan memilih jalan yang berbeda.

Bukan berarti ia menghilangkan sosok Odysseus.

Justru sebaliknya.

Ia membuat Odysseus terasa jauh lebih manusia.

Christopher Nolan Membuat Odysseus Bukan Lagi Pahlawan yang Tak Terkalahkan

Sesuai trend masa kini.

Yang saya lihat sepanjang film bukanlah seorang pahlawan yang pulang membawa kemenangan.

Saya melihat seorang laki-laki yang membawa perang di dalam pikirannya.

Setiap ombak yang diterjangnya terasa seperti rasa bersalah yang terus mengejarnya.

Setiap pulau yang ia singgahi terasa seperti upaya berdamai dengan keputusan-keputusan yang pernah ia ambil.

 

Christopher Nolan berhasil mengubah The Odyssey menjadi perjalanan psikologis seorang veteran perang.

Hari ini mungkin kita mengenalnya sebagai trauma pascaperang (post-traumatic stress).

Film ini memang tidak pernah menyebut istilah tersebut secara langsung.

Namun rasa kehilangan, penyesalan, hingga kesepian yang dialami Odysseus terasa begitu nyata.

Menurut saya, inilah kekuatan terbesar film ini.

Nolan tidak sedang membuat film tentang monster.

Ia sedang berbicara mengenai manusia.

IMAX Bukan Sekadar Teknologi, Tetapi Cara Nolan Membuat Kita Masuk ke Kepala Odysseus?

Ada alasan mengapa film ini wajib ditonton di layar IMAX.

Bukan semata karena lanskap lautnya yang megah.

Bukan pula hanya karena adegan peperangannya yang spektakuler.

Yang jauh lebih menarik adalah bagaimana Christopher Nolan menggunakan kamera sebagai alat bercerita.

Ketika Odysseus merasa sendirian, kamera ikut terasa sunyi.

Ketika rasa bersalah mulai menghantuinya, tata suara perlahan mempersempit ruang sehingga penonton seperti ikut terjebak di dalam pikirannya.

Film ini bukan hanya ditonton namun untuk dialami.

Dan menurut saya, pengalaman seperti inilah yang mulai jarang diberikan oleh film blockbuster modern. Apakah akan dimulai dari titik ini?

Tetapi Tokoh yang Terus Saya Pikirkan Justru Penelope

Ironisnya…

Semakin lama saya mengikuti perjalanan Odysseus, semakin sering saya bertanya mengenai seseorang yang bahkan tidak banyak berbicara.

Penelope.

Selama bertahun-tahun, sejarah selalu mengenangnya sebagai perempuan yang setia menunggu suaminya pulang.

Padahal, jika kita benar-benar membaca mitologi Yunani, Penelope melakukan jauh lebih banyak daripada itu.

Selama Odysseus menghilang selama puluhan tahun…

Dialah yang mempertahankan Ithaca.

Dialah yang membesarkan Telemachus seorang diri.

Dialah yang memainkan politik setiap hari untuk menghadapi para pelamar yang ingin merebut takhta.

Ia memahami bahwa siapa pun yang berhasil menikahinya otomatis memperoleh legitimasi untuk menjadi raja.

Artinya…

Penelope bukan sekadar istri.

Ia adalah pusat stabilitas kerajaan.

Namun sayangnya, film ini hanya menyinggung semua itu sepintas.

Penelope tetap lebih sering diposisikan sebagai simbol cinta sejati dibandingkan seorang pemimpin politik yang berhasil menjaga negaranya tetap berdiri.

Dan di situlah saya merasa Christopher Nolan sebenarnya memiliki kesempatan besar.

Patriarki yang Masih Terasa Sangat Relevan Hari Ini

Hal lain yang cukup mengganggu pikiran saya adalah bagaimana standar ganda itu tetap dipertahankan.

Sepanjang film, Odysseus terus mempertanyakan apakah Penelope masih setia kepadanya.

Namun siapa yang mempertanyakan Odysseus?

Dalam mitologi, ia hidup bersama Circe.

Ia juga menghabiskan waktu bertahun-tahun bersama Calypso.

Hubungan-hubungan tersebut hampir selalu dianggap sebagai bagian alami dari perjalanan seorang pahlawan.

Sementara kesetiaan Penelope justru dijadikan ukuran utama cintanya.

Bukankah ini cara patriarki bekerja sejak ribuan tahun lalu?

Perempuan diminta menjaga kesetiaan.

Laki-laki diberi ruang untuk memiliki pengecualian.

Film ini memang tidak mencoba membahasnya lebih jauh.

Namun justru karena hanya disentuh sedikit, pertanyaan-pertanyaan itu terus tinggal di kepala saya bahkan setelah lampu bioskop menyala.

Kesimpulan

The Odyssey adalah salah satu karya Christopher Nolan yang paling matang secara emosional.

Ia berhasil mengubah kisah kepulangan seorang pahlawan menjadi refleksi tentang trauma perang, rasa bersalah, dan pencarian makna hidup.

Namun bagi saya, kejutan terbesar film ini bukanlah Odysseus.

Melainkan Penelope.

Perempuan yang selama ribuan tahun hanya dikenang karena kesetiaannya.

Padahal mungkin dialah sosok yang paling cerdas secara politik dalam seluruh kisah ini.

Saya datang ke bioskop untuk menyaksikan perjalanan Odysseus.

Saya pulang justru memikirkan Penelope.

Dan mungkin…

itulah keberhasilan terbesar Christopher Nolan.

Sekaligus kesempatan paling berani yang belum sepenuhnya ia manfaatkan untuk menulis ulang cara kita memandang seorang pahlawan.

Rating: 4,5/5

 

 

Review & Kritik The Odyssey 2026

I walked into The Odyssey expecting an epic about Odysseus. I walked out thinking about Penelope. That may be Christopher Nolan’s greatest achievement and perhaps his biggest missed opportunity.

Tags: kamera IMAXOdysseuspahlawan besar YunaniPenelopePolitik PatriarkiThe Odyssey
Previous Post

Kritik Film Evil Dead Burn

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Kritik Film Evil Dead Burn
Horror

Kritik Film Evil Dead Burn

18 July, 2026
Review Love Barista web Nuty Laraswaty
Article

Review Love Barista

13 July, 2026
Bukan Set Studio! Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata?
Article

Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata? Bukan Set Studio!

13 July, 2026
Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!
Article

Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

9 July, 2026
Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki
Action

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

9 July, 2026
Lapor Pak !
Article

Lapor Pak! Resmi Hadir di Viu, Episode-Episode “Paling Pecah” Selama 5 Tahun Kini Bisa Ditonton Kapan Saja

8 July, 2026
Review & Kritik The Odyssey 2026
Drama

Review & Kritik The Odyssey 2026

by Nuty Laraswaty
18 July, 2026
0

Film The Odyssey   Saya masuk ke bioskop berharap menyaksikan kisah epik Odysseus. Saya keluar justru terus memikirkan Penelope. Mungkin...

Read more

Kritik Film Evil Dead Burn

Review Love Barista

Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata? Bukan Set Studio!

Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In