• Latest
Film Petaka Gunung Welirang , Fakta atau Mitos ?

Film Petaka Gunung Welirang , Fakta atau Mitos ?

3 July, 2026
Seni Merayu Tuhan

Film Seni Merayu Tuhan Buat Geger Tokoh Lintas Agama

12 August, 2026
Update Bisikan Desa Gringsing

Update Bisikan Desa Gringsing

12 August, 2026
Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah

Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah

11 August, 2026
Dear you

Review Film Dear You (Gei A Ma De Qing Shu)

9 August, 2026
E:\Downloads\Festival Film Guandong Hadir di Indonesia, Dari Plaza Indonesia hingga PIK Avenue. Kenapa Pecinta Film Wajib Datang.png

Festival Film Guandong di Indonesia

9 August, 2026
Soundtrack Laut Bercerita

Soundtrack Laut Bercerita

31 July, 2026
The Affair Was Just the Beginning - nuty laraswaty

The Affair Was Just the Beginning : Drama Baru dari Kreator Squid Game Ini Dimulai dari Perselingkuhan, Berakhir dengan Penemuan Mayat

30 July, 2026
Final Trailer Dan Bandung Resmi Dirilis!

Final Trailer Dan Bandung Resmi Dirilis!

30 July, 2026
E:\Downloads\2026-07-29 03_19_08-Siaran Pers - MAXStream TV dan iQIYI Hadirkan Bunga di Tepi Jurang, Perkaya Pili.png

Review Bunga di Tepi Jurang

29 July, 2026
Lupakan Multiverse! Reaksi Perdana Spider Man: Brand New Day Sebut Ini Film Terbaik Tom Holland Sejauh Ini

Lupakan Multiverse! Reaksi Perdana Spider Man: Brand New Day Sebut Ini Film Terbaik Tom Holland Sejauh Ini

28 July, 2026
The Lord of the Rings: The Rings of Power Musim 3

The Lord of the Rings: The Rings of Power Musim 3

28 July, 2026
Review Deep Water (2026)

Review Deep Water (2026)

27 July, 2026
Film Ip Man: Kung Fu Legend 2026

Film Ip Man: Kung Fu Legend 2026

21 July, 2026
Review & Kritik The Odyssey 2026

Review & Kritik The Odyssey 2026

18 July, 2026
Kritik Film Evil Dead Burn

Kritik Film Evil Dead Burn

18 July, 2026
Review Love Barista web Nuty Laraswaty

Review Love Barista

13 July, 2026
Bukan Set Studio! Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata?

Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata? Bukan Set Studio!

13 July, 2026
Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

9 July, 2026
Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

9 July, 2026
Lapor Pak !

Lapor Pak! Resmi Hadir di Viu, Episode-Episode “Paling Pecah” Selama 5 Tahun Kini Bisa Ditonton Kapan Saja

8 July, 2026
Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

8 July, 2026
Aku Sebelum Aku

Netflix Hadirkan Video Trailer Film Terbaru Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku

3 July, 2026
Review Film The Death of Robin Hood

Review Film The Death of Robin Hood

2 July, 2026
Karena pada akhirnya, terkadang yang paling kita butuhkan bukan tepuk tangan dunia, melainkan satu kalimat sederhana: "Ya, itu memang karya kamu."

Review Power Ballad

26 June, 2026
Pendapat Soal Supergirl (2026)

Pendapat Soal Supergirl (2026)

26 June, 2026
E:\Downloads\2026-06-26 12_06_36-phi phong the blood demon - Google Search.png

PHI PHONG: THE BLOOD DEMON Film Horor Terlaris Vietnam Akhirnya Tayang di Indonesia.

26 June, 2026
Suaraga 2026 Siap Jadi Festival Musik dan Wellness Paling Unik di Solo

Suaraga 2026 Sudah Terasa Sebelum Festival Dimulai!

25 June, 2026
Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

18 June, 2026
Viu dan iQIYI Resmi Gabung, Paket Streaming Drama Korea, Drama China, dan Anime Hadir di Indonesia 2026

Viu dan iQIYI Hadirkan Paket Langganan Streaming Bersama di Indonesia Mulai 2026

18 June, 2026
Review Jangan Buang Ibu

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

17 June, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Film Petaka Gunung Welirang , Fakta atau Mitos ?

Film Petaka Gunung Welirang , Fakta atau Mitos ?

Saat Horor Pendakian Tak Lagi Hanya Soal Hantu, tapi Ego Manusia

by Nuty Laraswaty
3 July, 2026
in Article, Movie Review
239 18
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

“Kalau alam sudah memberi tanda untuk berhenti, masih berani lanjut?”

Pertanyaan itu mungkin terdengar klise.

Film Petaka Gunung Welirang, membawa sebuah  pertanyaandan ini merupakan inti dari seluruh perjalanan lima sahabat yang nekat mendaki demi merayakan kelulusan.

Sinopsis Petaka Gunung Welirang adalah kisah lima sahabat yang merayakan kelukusannya dengan mendaki gunung.

Perjalanan berubah menjadi mimpi buruk saat mereka mendengar suara gamelan di Alas Lali Jiwo.

Teror mistis mulai memisahkan dan mengancam nyawa mereka satu per satu di tengah hutan

Mari dibahas satu persatu :

1.Formula yang Terasa Familiar, tapi Masih Menarik Diikuti

Kalau kamu sudah menonton Petaka Gunung Gede, mungkin akan merasa sedang familiar dengan gaya penceritaan film tersebut.

Lima anak muda. Tiga laki-laki, dua perempuan.

Mendaki gunung untuk merayakan momen spesial.

Lalu muncul teror gaib.

Satu per satu mulai terpisah.

Tim SAR turun tangan.

Formula ini memang terasa aman. Bahkan di beberapa bagian cukup mudah ditebak.

Namun menariknya, film ini lebih menekankan bagaimana karakter-karakternya bereaksi saat rasa panik mulai mengambil alih logika.

Horor yang muncul bukan cuma berasal dari sosok gaib, tetapi juga dari ego, rasa takut, hingga keputusan-keputusan buruk yang dibuat manusia sendiri.

Karena di gunung, satu keputusan kecil bisa berujung petaka.

2.Alas Lali Jiwo Jadi Bintang Utama

Kalau ada “tokoh utama” selain para pemainnya, jawabannya adalah Alas Lali Jiwo.

Hutan yang memang dikenal dalam berbagai cerita rakyat Jawa Timur ini menjadi pusat teror film.

Suara gamelan yang tiba-tiba terdengar di tengah hutan, penampakan Sang Ratu beserta para penari gaib, hingga ilusi yang membuat para pendaki kehilangan arah berhasil membangun misteri yang cukup menarik.

Meski begitu, buat penonton yang mengharapkan jumpscare bertubi-tubi,terasa kali ini penonton dibawa ke suasana lebih kalem.

Terornya lebih banyak dibangun lewat atmosfer daripada ledakan suara yang bikin refleks menutup mata.

3.Visual Gunungnya Juara

Satu hal yang sulit dibantah adalah visualnya.

Pemandangan Gunung Welirang benar-benar menjadi nilai jual utama.

Alih-alih memakai color grading gelap seperti kebanyakan film horor Indonesia, film ini justru membiarkan keindahan alam tampil apa adanya. Kabut tipis, jalur pendakian, hingga hutan yang terlihat tenang justru membuat ancaman yang datang terasa lebih nyata.

Ironisnya, tempat seindah itu justru menjadi lokasi mimpi buruk.

4.Chemistry Para Pemain Jadi Nilai Plus

Antonio Blanco Jr., Giulio Parengkuan, Alika Jantinia, Razan Zu, dan Jinan Safa berhasil membangun chemistry sebagai lima sahabat yang terasa natural.

Candaan mereka terasa seperti tongkrongan anak kuliah sungguhan. Karena itulah ketika satu per satu mulai diteror, penonton ikut merasa kehilangan rasa aman yang sejak awal dibangun.

Sementara Ramon Y. Tungka sebagai pemimpin tim SAR kembali menjadi sosok yang paling membumi. Gesturnya saat memimpin operasi pencarian terasa meyakinkan dan menjadi penyeimbang ketika cerita mulai masuk ke wilayah supranatural.

Kesimpulan

Bukan Horor Paling Seram, tapi Punya Pesan yang Relate

 

Kalau dibandingkan dengan Petaka Gunung Gede, desain makhluk gaib di sini memang terasa tidak seikonik pendahulunya.

Namun film ini justru lebih fokus pada hubungan antarteman, rasa tanggung jawab, dan pentingnya menghormati alam.

Pendakian di sini bukan digambarkan sebagai ajang mencari konten atau sekadar liburan setelah wisuda.

Gunung digambarkan sebagai ruang yang memiliki aturan sendiri. Ketika manusia datang dengan rasa terlalu percaya diri, alam punya cara untuk mengingatkan.

Pesan ini terasa relevan, apalagi di era media sosial ketika mendaki gunung sering kali hanya dipandang sebagai bagian dari gaya hidup tanpa persiapan yang matang.

Petaka Gunung Welirang memang membawa standar pakem genre horor pendakian Indonesia.

Formula ceritanya masih terasa familiar dan beberapa konfliknya mudah ditebak.

Namun film ini tetap berhasil menyuguhkan pengalaman yang cukup menghibur lewat visual pegunangan yang indah, chemistry para pemain yang solid, serta nuansa folklore lokal yang masih jarang dieksplorasi secara serius.

Kalau kamu mencari horor penuh jumpscare, mungkin film ini bukan pilihan utama.

Tapi kalau kamu suka kisah survival, persahabatan, mitos gunung, dan horor yang perlahan membangun atmosfer, Petaka Gunung Welirang layak masuk daftar tontonan.

Karena pada akhirnya, yang paling menakutkan di gunung bukan selalu makhluk gaib.

Kadang… manusianya sendiri yang lupa batas.

Catatan

Belakangan ini, Starvision seperti menemukan "jalur favorit" baru. Setelah Petaka Gunung Gede (2025) dan Pencarian Terakhir (2025), kini hadir Petaka Gunung Welirang. Ketiganya sama-sama mengangkat kisah pendakian gunung yang berubah menjadi mimpi buruk, tetapi masing-masing memiliki identitasnya sendiri.

Yang menarik, Petaka Gunung Welirang bukan sekadar horor fiksi. Film garapan Indra Gunawan ini diadaptasi dari pengalaman nyata pendaki sekaligus kreator konten alam, Maya Azka, yang mengalami kejadian mistis saat mendaki Gunung Welirang di Jawa Timur. Ceritanya kemudian dikembangkan menjadi skenario oleh Upi. Fakta ini juga dikonfirmasi oleh Lembaga Sensor Film (LSF). (Lembaga Sensor Film Republik Indonesia)

Penulis : Anya

Sumber analisa pokok

Tags: Alas Lali Jiwoeview Petaka Gunung Welirangfilm horor Indonesia 2026Gunung Welirangvisual pegunangan
Previous Post

Netflix Hadirkan Video Trailer Film Terbaru Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku

Next Post

Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Seni Merayu Tuhan
Article

Film Seni Merayu Tuhan Buat Geger Tokoh Lintas Agama

12 August, 2026
Update Bisikan Desa Gringsing
Article

Update Bisikan Desa Gringsing

12 August, 2026
Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah
Movie Kritic

Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah

11 August, 2026
Dear you
Article

Review Film Dear You (Gei A Ma De Qing Shu)

9 August, 2026
E:\Downloads\Festival Film Guandong Hadir di Indonesia, Dari Plaza Indonesia hingga PIK Avenue. Kenapa Pecinta Film Wajib Datang.png
Article

Festival Film Guandong di Indonesia

9 August, 2026
Soundtrack Laut Bercerita
Article

Soundtrack Laut Bercerita

31 July, 2026
Next Post
Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

Lapor Pak !

Lapor Pak! Resmi Hadir di Viu, Episode-Episode "Paling Pecah" Selama 5 Tahun Kini Bisa Ditonton Kapan Saja

Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki

Netizen Salah Fokus!", "Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh"

Seni Merayu Tuhan
Article

Film Seni Merayu Tuhan Buat Geger Tokoh Lintas Agama

by Nuty Laraswaty
12 August, 2026
0

SPIRITUAL · FILM LOKAL Bukan Cuma Nobar Biasa, Ini Momen Adem Waktu Tokoh Lintas Agama Kompak Nonton Seni Merayu Tuhan...

Read more

Update Bisikan Desa Gringsing

Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah

Review Film Dear You (Gei A Ma De Qing Shu)

Festival Film Guandong di Indonesia

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In