• Latest
Kritik Film Evil Dead Burn

Kritik Film Evil Dead Burn

18 July, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Suanggi

Suanggi: Ilmu Kutukan, Horor Indonesia Timur yang Bawa Mitos Papua ke Bioskop

14 September, 2026
Obsession Inde Navarrette

Review Film Obsession

14 September, 2026
Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

14 September, 2026
Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel

Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel dan …

14 September, 2026
Gebrakan Amal Film Memburu Pemangsa

Gebrakan Amal Film Memburu Pemangsa

14 September, 2026
Kamu Bisa Nonton Gratis di K-Drama Day Rakuten Viki yang Kembali untuk Tahun Keempat

Kamu Bisa Nonton Gratis di K-Drama Day Rakuten Viki yang Kembali untuk Tahun Keempat

12 September, 2026
Agensi Rumah Tangga, Enzy Storia dan Afgan Buktikan Komedi Relate Masih Juara

Agensi Rumah Tangga, Enzy Storia dan Afgan Buktikan Komedi Relate Masih Juara

12 September, 2026
E:\Downloads\Hungry Ghost Festival, disutradarai sekaligus ditulis oleh Imam Darto..png

Rame Video Rebutan Sembako di FYP? Ternyata Ini Alasannya

12 September, 2026
Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

11 September, 2026
Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

11 September, 2026
Bisikan Desa grising

Review Bisikan Desa Gringsing: Horor yang Bikin Takut Sama Tetangga Sendiri

4 September, 2026
FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

4 September, 2026
Love in Disguise

Love in Disguise Resmi Tayang 19 Oktober di Prime Video, YIM SI WAN dan SEORINA Siap Bikin Penonton Susah Move On

4 September, 2026
Review Munafik: Melawan Iblis

Review Munafik: Melawan Iblis

31 August, 2026
Review By Any Means

Review By Any Means

31 August, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Horror
Kritik Film Evil Dead Burn

Kritik Film Evil Dead Burn

by Nuty Laraswaty
18 July, 2026
in Horror, Movie Kritic, Movie Review
244 13
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kritik Film Evil Dead Burn: Brutal Masih Iya, Tapi Kehilangan “Ruh” Evil Dead yang Sesungguhnya

Franchise Evil Dead kembali lewat film terbarunya, Evil Dead Burn, dan ini tentunya yang langsung menjadi perbincangan para pecinta film horor.

Kesuksesan Evil Dead Rise (2023) membuat film ini memiliki beban yang tidak ringan. Ekspektasi penggemar begitu tinggi, terutama karena franchise ini selalu identik dengan horor brutal, gore ekstrem, serta sentuhan black comedy yang menjadi ciri khas sejak era Sam Raimi.

Lalu, apakah Evil Dead Burn berhasil melampaui pendahulunya?

Menurut saya, jawabannya belum.

Meski secara teknis film ini sangat kuat, namun ada beberapa hal yang membuatnya terasa belum mampu menjadi salah satu film terbaik dalam franchise ini.

Hal-hal yang menjadi daya tarik sekaligus kelemahan film ini adalah:

1. Penyutradaraan Sébastien Vaniček Menjadi Nilai Terbaik Film Ini

Sébastien Vaniček memahami bagaimana membangun ketegangan khas Evil Dead.

Jika diperhatikan dengan saksama, permainan sudut pengambilan gambar bergerak sangat dinamis. Penyuntingannya mampu membungkus setiap jump scare dengan ritme yang cepat sehingga penonton nyaris tidak diberi kesempatan untuk bernapas.

Saya rasa gaya seperti ini juga akan sangat sesuai dengan selera penonton Indonesia yang memang menyukai horor dengan tempo cepat dan intens.

Hal lain yang patut diapresiasi adalah penggunaan efek praktikalnya. Darah, luka, hingga transformasi para Deadites tampil sangat brutal tanpa terlihat berlebihan secara digital.

Sayangnya, menurut saya kekuatannya berhenti sampai di sana.

Film ini memang berhasil mempertahankan identitas visual franchise, tetapi belum menawarkan sesuatu yang benar-benar baru. Gore tetap menjadi senjata utama, namun terasa sekadar mengulang formula yang sudah dikenal para penggemarnya.

Yang cukup berhasil justru bagaimana rumah keluarga dijadikan pusat seluruh teror. Lokasi tersebut dimanfaatkan dengan sangat maksimal sehingga rasa terisolasi benar-benar dapat dirasakan sepanjang film.

2. Ceritanya Mencoba Baru, Tetapi Justru Terasa Terlalu Familiar

Berbeda dengan franchise sebelumnya, Evil Dead Burn mencoba memperluas cerita melalui trauma, kutukan keluarga, hingga relik yang kembali membangkitkan kekuatan jahat.

Alice yang kehilangan suaminya menjadi fondasi emosional cerita. Ketika anggota keluarganya mulai dirasuki Deadites, konflik tidak lagi sekadar bertahan hidup, melainkan juga menghadapi masa lalu dan rahasia keluarga.

Ide tersebut sebenarnya menarik.

Namun justru di sinilah masalahnya.

Alih-alih terasa segar, film ini malah mengikuti pola horor modern yang saat ini sedang menjamur. Saya bahkan sempat merasa penulis naskah berusaha mengadopsi pendekatan seperti yang dilakukan film Hokum maupun Obsession.

Sayangnya, semuanya terasa masih mentah.

Konflik yang dibangun kurang mendalam dan tidak memiliki identitas yang benar-benar membedakannya dari film horor lain.

Risiko meninggalkan formula lama ternyata belum menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Mungkin komentar penggemar franchise ini perlu diperhatikan , masih merindukan sentuhan khas Sam Raimi yang liar, kreatif, sekaligus penuh kejutan.

3. Horor Psikologis Mendominasi, Tetapi Mengurangi Identitas Franchise

Keberanian film ini mengangkat isu trauma, hubungan keluarga yang toksik, hingga kekerasan dalam rumah tangga memang patut diapresiasi.

Saya merasakan juga bagaimana lapisan emosional tersebut membuat konflik terasa lebih personal dibandingkan film-film Evil Dead sebelumnya.

Namun menurut saya, pendekatan ini justru membuat franchise kehilangan sebagian identitasnya.

Nuansa horor yang dulu terasa liar, absurd, sekaligus penuh humor gelap kini berubah menjadi jauh lebih serius.

Padahal pendekatan seperti ini sudah menjadi formula umum horor era 2020-an.

Akibatnya, Evil Dead Burn justru terasa lebih mirip film horor modern pada umumnya dibandingkan sebuah “film Evil Dead.”

Untungnya karakter sang nenek masih menghadirkan beberapa momen black comedy yang cukup menghibur tanpa merusak atmosfer horornya.

Namun cukupkah?

4. Visualnya Memukau, Tetapi Tidak Selalu Menakutkan?

Kalau berbicara soal aspek visual, saya rasa hampir tidak ada yang bisa dipermasalahkan.

Permainan cahaya, warna yang suram, tata kamera, hingga tata rias para Deadites benar-benar dikerjakan dengan sangat baik.

Adegan gore bahkan dibuat sangat detail. Tidak sedikit penonton yang memuji kerapian pengerjaan efeknya.

Namun secara pribadi, saya tidak melihatnya sebagai sebuah karya seni.

Yang saya rasakan justru kebrutalan yang sangat realistis sehingga membuat setiap luka dan kekerasan terlihat begitu mengerikan.

Meski demikian, ketika efek gore itu berdiri sendiri tanpa bantuan permainan kamera maupun jump scare, saya justru tidak merasakan horor yang benar-benar mengganggu secara psikologis.

Efek kejutnya memang kuat.

Tetapi efek takutnya… biasa saja.

Mungkin bagi penggemar horor ekstrem, justru inilah daya tarik terbesar film ini.

Mungkin.

5. Cerita dan Karakter Masih Menjadi Titik Lemah

Kelemahan terbesar film ini tetap berada pada sisi penulisan cerita.

Beberapa bagian berkembang cukup membingungkan sehingga ritme cerita terasa naik turun.

Pengembangan sejumlah karakter pendukung juga kurang maksimal sehingga saya tidak benar-benar peduli ketika mereka satu per satu menjadi korban Deadites.

Fokus besar terhadap trauma Alice juga membuat beberapa bagian berjalan lebih lambat dibandingkan intensitas horor yang coba dibangun.

Hal lain yang cukup saya sayangkan adalah beberapa adegan gore terasa hadir hanya untuk mengejutkan penonton.

Bukan untuk memperkuat cerita.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Evil Dead Burn tetap menjadi tontonan yang layak bagi para pecinta horor gore.

Penyutradaraannya kuat.

Visual dan efek praktikalnya luar biasa.

Atmosfernya berhasil membuat penonton merasa tidak nyaman hampir sepanjang film.

Namun ketika berbicara sebagai bagian dari franchise Evil Dead, saya merasa film ini belum berhasil menghadirkan sesuatu yang benar-benar ikonik.

Ia memang mencoba membawa arah baru melalui drama keluarga dan trauma psikologis.

Sayangnya, arah baru tersebut justru membuat film ini kehilangan sebagian “ruh” yang selama puluhan tahun membuat Evil Dead begitu dicintai para penggemarnya.

Bagi penonton baru, mungkin film ini tetap akan terasa sangat menghibur.

Namun bagi penggemar lama, rasanya masih sulit untuk tidak terus membandingkannya dengan era Sam Raimi.

Rating: 3.5/5

 

Tags: Evil Deadfranchise evil deadreview kritik filmSam RaimiSébastien Vaniček
Previous Post

Review Love Barista

Next Post

Review & Kritik The Odyssey 2026

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Aplikasi Iblis
Article

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki
Article

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda
Article

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta
Article

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing
Article

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,
Article

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
Next Post
Review & Kritik The Odyssey 2026

Review & Kritik The Odyssey 2026

Film Ip Man: Kung Fu Legend 2026

Film Ip Man: Kung Fu Legend 2026

Review Deep Water (2026)

Review Deep Water (2026)

Aplikasi Iblis
Article

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

by Nuty Laraswaty
19 September, 2026
0

Aplikasi Iblis     Bayangin ada aplikasi yang katanya bisa bikin kamu ngobrol lagi sama orang yang sudah meninggal. Download...

Read more

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In