• Latest
Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

17 June, 2026
Review Jangan Buang Ibu

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

17 June, 2026
Upi

Apa yang Disiapkan Upi Kali Ini? Datang Akan Pergi Hadirkan Horor Misteri dengan Cast Spektakuler

17 June, 2026
Benda Apa Itu Liminal Space?

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Night Shift For Cuties

Monica Tedja Ungkap Inspirasi di Balik Serial Netflix tentang Persahabatan Perempuan dan Fandom K-Pop

6 June, 2026
Review  Sex, Love & 10 Million Dollars

Review Sex, Love & 10 Million Dollars

3 June, 2026
Disclosure Day

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
The Other Sister, Series Thriller

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

25 May, 2026
Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

22 May, 2026
Review Drama Korea Azure Spring

Review Drama Korea Azure Spring

21 May, 2026
Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

21 May, 2026
Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

20 May, 2026
Review Film Hokum (2026)

Review Film Hokum (2026)

20 May, 2026
Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

19 May, 2026

Maxime Bouttier Jadi Pria Toxic Paling Dibenci? “Bercinta Dengan Maut” Langsung Ramai Dibicarakan Netizen

19 May, 2026
28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

19 May, 2026
Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

15 May, 2026
Citadel Musim 2

5 Alasan Citadel Musim 2 Jadi Serial Prime Video yang Lagi Viral dan Wajib Ditonton Tahun Ini

15 May, 2026
Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

15 May, 2026
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

by Nuty Laraswaty
17 June, 2026
in Article, Press Release
241 13
0
Share on FacebookShare on Twitter

Saat Aku Bersuara

Film terbaru karya sutradara Sonu Samtani dan penulis Tisa TS ini mengangkat perjuangan penyintas kekerasan seksual mencari keadilan dan keberanian untuk bersuara. Tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026.

Isu kekerasan seksual, trauma penyintas, dan budaya bungkam menjadi fokus utama dalam film drama Indonesia terbaru berjudul Saat Aku Bersuara, yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Juni 2026.

Diproduksi oleh Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures, film ini disutradarai oleh Sonu Samtani dengan skenario yang ditulis oleh Tisa TS, menghadirkan kisah emosional tentang keberanian seorang perempuan untuk melawan ketidakadilan dan menyuarakan kebenaran.

Sinopsis Film Saat Aku Bersuara

Film Saat Aku Bersuara mengikuti perjalanan Nadia (Marshanda), seorang pengacara muda berbakat yang memiliki karier cemerlang dan kehidupan yang tampak sempurna setelah menerima lamaran dari kekasihnya, Reza (Nino Fernandez).

Namun kehidupannya berubah ketika firma hukum tempatnya bekerja berhasil memenangkan kasus yang melibatkan putra seorang pengusaha berpengaruh sebagai terduga pelaku pemerkosaan. Di tengah kegelisahan tersebut, Nadia justru mengalami peristiwa traumatis yang mengubah hidupnya saat berusaha menolong sahabatnya, Andien (Rini Yulianti).

Dalam perjuangannya untuk bangkit, Nadia mendapat dukungan dari Andien, Riana (Hana Malasan), serta Adrian (Ibnu Jamil), seorang Jaksa Penuntut Umum yang juga menyimpan luka akibat sistem hukum yang gagal memberikan keadilan. Bersama mereka, Nadia berusaha memulihkan diri sekaligus memperjuangkan suara para penyintas yang selama ini terabaikan.

Film ini juga menampilkan perjalanan emosional Nadia dalam memperbaiki hubungannya dengan sang ayah yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana, sekaligus menemukan kembali keberanian untuk melawan rasa takut dan stigma sosial.

Mengangkat Isu Kekerasan Seksual dan Budaya Bungkam

Melalui cerita yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia, Saat Aku Bersuara mengangkat berbagai isu penting seperti kekerasan seksual, trauma psikologis, victim blaming, ketimpangan hukum, serta budaya bungkam yang masih sering membuat korban enggan melapor.

Film ini menggambarkan bagaimana penyintas tidak hanya berhadapan dengan luka akibat kekerasan yang dialami, tetapi juga harus menghadapi tekanan sosial, keraguan lingkungan sekitar, dan sistem yang terkadang gagal berpihak kepada korban.

Lebih dari sekadar drama, film ini menjadi refleksi tentang pentingnya keberanian untuk berbicara, mencari dukungan, dan memperjuangkan keadilan.

Sonu Samtani dan Tisa TS Hadirkan Drama yang Penuh Harapan

Sutradara Sonu Samtani dan penulis Tisa TS menghadirkan cerita yang tidak hanya menyoroti luka para penyintas, tetapi juga menampilkan harapan, solidaritas, dan kekuatan untuk bangkit.

Melalui perjalanan Nadia, penonton diajak memahami bahwa perubahan dapat dimulai ketika seseorang berani bersuara dan ketika lingkungan sekitar memilih untuk mendengarkan serta memberikan dukungan.

Daftar Pemain Film Saat Aku Bersuara

Film ini diperkuat oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia, antara lain:

  • Marshanda sebagai Nadia
  • Ibnu Jamil sebagai Adrian
  • Nino Fernandez sebagai Reza
  • Rini Yulianti sebagai Andien
  • Hana Malasan sebagai Riana
  • Teuku Rifnu Wikana
  • Lukman Sardi
  • Cut Mini
  • Lydia Kandou
  • Omar Daniel
  • Unique Priscilla

Menariknya, film ini menjadi proyek layar lebar pertama yang mempertemukan Marshanda dan Ibnu Jamil setelah keduanya pernah beradu akting dalam sinetron lebih dari 16 tahun lalu.

Jadwal Tayang Film Saat Aku Bersuara

Film Saat Aku Bersuara dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026.

Dengan tema yang relevan dan dekat dengan realitas sosial, film ini berupaya membuka ruang diskusi mengenai kekerasan seksual, kesehatan mental penyintas, serta pentingnya keberanian untuk melawan budaya bungkam demi terciptanya lingkungan yang lebih aman dan berpihak kepada korban.

Judul SEO alternatif yang berpotensi kuat di pencarian:

  1. Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Berani Melawan Budaya Bungkam
  2. Sinopsis Saat Aku Bersuara, Film Marshanda tentang Perjuangan Penyintas Kekerasan Seksual
  3. Saat Aku Bersuara Tayang 18 Juni 2026, Angkat Kisah Penyintas Kekerasan Seksual dan Perjuangan Mencari Keadilan
  4. Film Saat Aku Bersuara: Marshanda Perankan Pengacara yang Melawan Ketidakadilan dan Budaya Bungkam
  5. Saat Aku Bersuara, Film Drama Indonesia yang Mengangkat Isu Kekerasan Seksual dan Trauma Penyintas

Untuk kebutuhan media online dan Google Discover, judul nomor 1 biasanya memiliki performa SEO paling kuat karena mengandung kata kunci utama:

Tags: dan budaya bungkam.film Indonesiapenyintas kekerasan seksual
Previous Post

Apa yang Disiapkan Upi Kali Ini? Datang Akan Pergi Hadirkan Horor Misteri dengan Cast Spektakuler

Next Post

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Review Jangan Buang Ibu
Article

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

17 June, 2026
Upi
Article

Apa yang Disiapkan Upi Kali Ini? Datang Akan Pergi Hadirkan Horor Misteri dengan Cast Spektakuler

17 June, 2026
Benda Apa Itu Liminal Space?
Article

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta
Article

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu
Article

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial
Article

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Next Post
Review Jangan Buang Ibu

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

Review Jangan Buang Ibu
Article

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

by Nuty Laraswaty
17 June, 2026
0

Review Film Jangan Buang Ibu "Ibumu, ibumu, ibumu kemudian ayahmu" begitu dimuliakannya sosok ibu dalam agama dan lebih utama dibanding...

Read more

Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

Apa yang Disiapkan Upi Kali Ini? Datang Akan Pergi Hadirkan Horor Misteri dengan Cast Spektakuler

Benda Apa Itu Liminal Space?

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In