Review Film Jangan Buang Ibu
“Ibumu, ibumu, ibumu kemudian ayahmu”
begitu dimuliakannya sosok ibu dalam agama dan lebih utama dibanding ayah dikarenakan ada tiga hal yang tidak bisa dilakukan oleh ayah yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui. Bahkan jihad sesungguhnya adalah berbakti kepada ibu karena surga ada di kedua telapak kaki ibu.
Begitu pentingnya peran ibu hingga lahirlah beberapa film bertema tentang ibu termasuk Film “Jangan Buang Ibu” yang digarap oleh Leo Pictures yang ceritanya terinspirasi dari Novel Best Seller karya Wahyu Deyapriyangga dan akan tayang di bioskop mulai tanggal 25 Juni 2026 mendatang.
Menonton film ini ternyata benar harus menyiapkan tissue karena ceritanya sangat emosional dan menyayat hati hingga hampir semua yang menonton saat premier filmnya, Kamis 11 Juni 2026 di XXI Plaza Indonesia mengeluarkan air mata.
Film ini dibintangi oleh :
1.Nirina Zubir,
2.Refal Hady,
3.Amanda Manopo,
4.Saputra Kori,
5.Basmallah Gralind,
6.Dwi Sasono,
7.Erika Carlina, Fadly Faisal, Farrel Rafisqy, Mpok Ati, Inggrid Wijanarko, Jared Ali, Humaira, Nunung, Mira Desiana dan Diana M. Putri.
Jangan lupakan pula ada orang-orang hebat di balik layarnya seperti Hadrah Daeng Ratu sebagai sutradara, Widya T. Arifiyanti sebagai penulis skenario Agung Saputra sebagai produser, serta keterlibatan Luna Maya dan Yasmin Napper yang bertindak sebagai executive producer.
Film ini semakin emosional dengan soundtrack utama yang diciptakan oleh Rizky Febian yang dibuat khusus film ini. Selain itu film ini dihiasi oleh lagu Bunda dari Melly Goeslaw, Bawa Dia Kembali oleh Mahalini Raharja, Apa Sebenarnya Kau Cari dari Mitty Zasia.
Sinopsis Jangan Buang Ibu
Film “Jangan Buang Ibu’ bercerita tentang seorang ibu yang berjuang dan bekerja tiada lelah untuk membesarkan ketiga anaknya dari mulai berjualan donat dan menjadi petugas kebersihan tanpa peran suami yang lebih memilih hidup bersama orang lain.
Namun ketika ketiga anaknya berumah tangga, punya karier sukses sehingga tidak ada waktu untuk merawat bahkan mengizinkan ibunya tinggal bersama mereka.
Ketiga anaknya kemudian mencari solusi agar ibunya yang sudah renta, dirawat dengan baik yaitu di Panti Jompo.
Hanya cucunya yang paling besar yang setia menemani dan rutin hadir mengunjungi ke Panti Jompo.
Link trailer disini
Cerita film ini tentunya sangat sejalan dengan kehidupan sekarang bahkan beberapa waktu lalu sempat viral kisah dua sosok ibu yang dibuang anaknya ke panti jompo dikarenakan keterbatasan ekonomi maupun tidak sanggup merawat ibunya yang sakit-sakitan.
Bahkan data dari kementrian sosial menyebutkan bahwa hingga tahun 2022 ada sekitar 8000 panti jompo di Indonesia dengan total penghuni 25.000 orang dan bisa meningkat di tahun 2026 ini.
Jadi cerita film ini sesuai realita yang ada di negeri ini.
Meskipun film ini sesuai dengan kondisi jaman saat ini tapi penggambarannya tentunya dibuat semenarik mungkin bahkan diluar ekspektasi saya, sangat bagus baik dari cerita maupun skenarionya.
Kita tidak hanya hanyut dalam ceritanya perjuangan seorang ibu tetapi juga rasa kesal pada sosok ayah pada film ini.
Film Jangan Buang Ibu sangat layak menjadi tontonan sepanjang nonton film ini alur yang tidak membosankan meski penonton dibawa ke cerita waktu dulu kemudian balik lagi ke waktu sekarang.
Film ini bikin penonton yang tidak punya ibu seperti saya jadi ingin ibu kembali dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama ibu.
Nonton film ini jadi ada rasa penyesalan karena ketika ibu masih ada sering kali kita tidak punya banyak waktu bersama ibu.
Untuk generasi jaman now wajib nonton film ini karena selagi muda dan ada waktu banyak untuk lebih banyak berbakti kepada orang tua terutama ibu.
Nikmati cinta yang penuh serta hangatnya pelukan kasih sayang ibu selagi ibu ada dan balas lah kasih sayangnya dengan waktu dan kehadiran ketika ibu meminta.
Editor : Sara



































