• Latest
Dear you

Review Film Dear You (Gei A Ma De Qing Shu)

9 August, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Suanggi

Suanggi: Ilmu Kutukan, Horor Indonesia Timur yang Bawa Mitos Papua ke Bioskop

14 September, 2026
Obsession Inde Navarrette

Review Film Obsession

14 September, 2026
Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

14 September, 2026
Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel

Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel dan …

14 September, 2026
Gebrakan Amal Film Memburu Pemangsa

Gebrakan Amal Film Memburu Pemangsa

14 September, 2026
Kamu Bisa Nonton Gratis di K-Drama Day Rakuten Viki yang Kembali untuk Tahun Keempat

Kamu Bisa Nonton Gratis di K-Drama Day Rakuten Viki yang Kembali untuk Tahun Keempat

12 September, 2026
Agensi Rumah Tangga, Enzy Storia dan Afgan Buktikan Komedi Relate Masih Juara

Agensi Rumah Tangga, Enzy Storia dan Afgan Buktikan Komedi Relate Masih Juara

12 September, 2026
E:\Downloads\Hungry Ghost Festival, disutradarai sekaligus ditulis oleh Imam Darto..png

Rame Video Rebutan Sembako di FYP? Ternyata Ini Alasannya

12 September, 2026
Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

11 September, 2026
Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

11 September, 2026
Bisikan Desa grising

Review Bisikan Desa Gringsing: Horor yang Bikin Takut Sama Tetangga Sendiri

4 September, 2026
FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

4 September, 2026
Love in Disguise

Love in Disguise Resmi Tayang 19 Oktober di Prime Video, YIM SI WAN dan SEORINA Siap Bikin Penonton Susah Move On

4 September, 2026
Review Munafik: Melawan Iblis

Review Munafik: Melawan Iblis

31 August, 2026
Review By Any Means

Review By Any Means

31 August, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Dear you

Review Film Dear You (Gei A Ma De Qing Shu)

Saat peristiwa sederhana bersejarah digambarkan dengan gaya romansa

by Nuty Laraswaty
9 August, 2026
in Article, Drama, Movie Review
253 5
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film Dear You premisnya sederhana sekaligus menggoda.

Xiaowei pergi ke Thailand demi menemui kakeknya, Den Bhagseng, seorang perantau yang konon telah menjadi miliarder di negeri orang.

Ini trailernya

Maka wajar jika saya mengira Dear You akan menjadi kisah reuni yang hangat, tentang seorang cucu yang akhirnya bertemu kakek kaya raya yang selama ini hanya jadi legenda keluarga.

Namun sutradara Lan Hongchun memilih jalan yang berbeda. Bukan berarti ia menghilangkan sosok sang kakek. Justru sebaliknya.

Ia membuat pencarian itu berubah arah, dari mengejar kekayaan menjadi menggali luka. Lan Hongchun Mengubah Pencarian Harta Menjadi Pencarian Sejarah

Melalui alur cerita yang lambat namun dengan gambar penuh cerita sejarah, yang saya lihat sepanjang film bukanlah seorang cucu yang menemukan gudang uang. Saya melihat seorang cucu yang menemukan tumpukan qiaopi, surat-surat lawas dan bukti kiriman uang yang dikirimkan para perantau Tionghoa pada masa lalu.

Setiap lembar surat yang dibuka Xiaowei terasa seperti membuka lapisan sejarah keluarganya sendiri.

Setiap catatan kiriman uang terasa seperti pengakuan diam-diam atas kerinduan yang tidak pernah sempat terucap.

Dear You berhasil mengubah cerita pencarian kakek menjadi perjalanan menelusuri jejak diaspora Tionghoa yang jarang dibicarakan di layar lebar.

Hari ini kita mungkin hanya mengenalnya sebagai sejarah migrasi.

Film ini memang tidak pernah menjelaskannya lewat narasi yang menggurui.

Namun kerinduan, penantian, hingga pengorbanan para perantau itu terasa begitu nyata lewat setiap surat yang dibacakan.

Menurut saya, inilah kekuatan terbesar film ini.

Lan Hongchun tidak sedang membuat film tentang kekayaan.

Ia sedang berbicara mengenai kehilangan.

Berdasarkan riset, sayapun mengetahui bahwa bahasa yang digunakan mengandung unsur dialek Teochew. Ini  bukan sekadar pilihan bahasa, tetapi cara sutradara mengajak penontonnya untuk memahami konteks dan sejarah dalam film ini.

Kemudian penontonpun juga dibawa untuk memahami, film ini bukan semata membahas sejarah karena latar Thailand dan Chinanya yang kontras, juga bukan karena qiaopi yang jadi benda pusat cerita.

Saya merasakan bagaimana sutradara ini mengambil sebuah keputusan mengapa menggunakan dialek Teochew secara penuh sebagai bahasa utama, karena ada unsur kehangatan yang sulit digantikan oleh bahasa Mandarin standar. Terutama bagi penonton yang awam akan bahasa ini.

Mungkin pilihan ini sama seperti pilihan mengapa film Indonesia berjudul Panggil Aku Ayah (2025) sebagai adaptasi dari film Korea, menggunakan bahasa Sunda sebagai dialek yang lebih utama.

Salah seorang penonton, bahkan menyampaikan bahwa saat dialek Chaoshan itu mengalun , misalnya saat adegan di sela adegan rumah, penonton seperti diajak duduk di meja makan keluarga sendiri.

Namun memang alurnya sangat lambat karena dibuat dengan perincian detil, dan walaupun menarik, nampaknya dapat menjadi segmented . Pendapat saya, film ini bukan hanya ditonton namun untuk didengarkan juga dan ini memang tak buat semua penonton.

Kejujuran bahasa seperti inilah yang mulai jarang diberikan oleh film-film diaspora modern yang lebih memilih dialog yang aman dan universal.

Dear you Nuty Laraswaty

Kemudian ada nenek di Shantou yang saya rasa sayang sekali ditempatkan hanya sebagai latar belakang dari kisah kepergian sang kakek.

Padahal, jika kita membaca lebih dalam apa yang tersirat lewat qiaopi itu sendiri, dialah yang sebenarnya menanggung beban paling berat.

Selama sang kakek merantau demi mengubah nasib keluarga,Dialah yang tinggal di kampung halaman menunggu kabar yang datang lewat surat, bukan lewat panggilan telepon.

Dialah yang membesarkan anak-anak sendirian di tengah kerasnya sejarah hidup para keluarga imigran.

Dialah yang menghitung hari lewat setiap kiriman uang yang datang, berharap suatu saat suaminya benar-benar pulang.

Nenek itu bukan sekadar tokoh pelengkap dalam cerita kesuksesan sang kakek.

Ia adalah fondasi dari keluarga yang tetap utuh meski ditinggal merantau puluhan tahun, pun juga lebih diposisikan sebagai simbol kesetiaan dibandingkan seorang perempuan yang benar-benar bertahan hidup sendirian demi keluarganya.

Sepanjang film, yang dikejar dan dicari adalah jejak sang kakek, laki-laki yang pergi mengadu nasib.

Namun siapa yang benar-benar menelusuri kisah perempuan yang ditinggalkan?

Dalam sejarah qiaopi, para istri dan ibu di kampung halaman adalah penjaga rumah tangga sekaligus penjaga harapan selama bertahun-tahun.

Merekalah yang membaca setiap surat berulang kali, menunggu kabar yang bisa datang terlambat bertahun-tahun.

Sementara nasib mereka nyaris tidak pernah dicatat sejarah selain sebagai penerima kiriman uang.

Bukankah ini cara sejarah migrasi bekerja sejak dulu? Laki-laki diberi ruang untuk pergi dan mencari nasib baru. Perempuan diminta menunggu dan menjaga apa yang tersisa.

Film ini memang tidak mencoba membahasnya lebih jauh. Namun justru karena hanya disentuh lewat surat-surat singkat, pertanyaan-pertanyaan itu terus tinggal di kepala saya bahkan setelah lampu bioskop menyala.

Kesimpulan Dear You adalah salah satu film diaspora Tionghoa yang paling jujur secara emosional, terutama lewat penggunaan dialek Teochew dan qiaopi sebagai jantung ceritanya.

Film ini berhasil mengubah kisah pencarian seorang kakek kaya menjadi refleksi tentang kerinduan, pengorbanan, dan sejarah para perantau yang jarang diceritakan.

Fun fact yang didapat dari pencarian mendalam akan film ini : Sutradara Lan Hongchun sengaja memilih aktor non-profesional (amatir) yang dijaring melalui audisi ketat. Satu-satunya pengecualian adalah aktris senior asal Thailand. 

Baca juga : Festival Film Guangdong di Indonesia

Berikut adalah daftar lengkap pemain utama beserta perannya dalam film Dear You (Gei A Ma De Qing Shu)

Pemain Utama (Aktor Amatir Chaoshan)

  • Zheng Runqi berperan sebagai Xiaowei (Hiau-ui): Sang cucu yang nekat pergi ke Thailand demi mencari kakeknya untuk menyelesaikan masalah utang keluarga. [4]
  • Wu Shaoqing berperan sebagai Ye Shurou (Nenek Tua): Nenek di kampung halaman yang setia menanti surat dan kepulangan suaminya selama puluhan tahun. [4, 6]
  • Wang Xiaohui berperan sebagai Ye Shurou (Masa Muda): Menampilkan masa muda sang nenek pada era 1950-an di China. [4, 5, 7]
  • Li Sitong berperan sebagai Xie Nanzhi: Tokoh kunci di masa lalu yang menyimpan rahasia besar di balik surat-surat qiaopi. [4, 8]
  • Wang Yantong berperan sebagai Zheng Musheng: Karakter penting dalam plot masa lalu yang terikat dengan sejarah diaspora. [4, 5]


Penampilan Khusus & Pemeran Pendukung

  • Usha Seamkhum berperan sebagai Xie Nanzhi (Masa Tua): Aktris senior legendaris asal Thailand (terkenal lewat film How to Make Millions Before Grandma Dies) yang menjadi satu-satunya aktor profesional di film ini.
  • Zhao Shuguang
  • Li Deru
  • Xie Zehua
  • Li Shuhao berperan sebagai Ayah Chu Yuan
  • Aunt Ru 


Sutradara Lan Hongchun merekrut para pemain lokal ini melalui wawancara langsung demi mempertahankan keaslian emosi dan pelafalan dialek Teochew yang menjadi ruh utama film ini. 

Jika Anda tertarik mendalami film ini, beri tahu saya jika Anda ingin tahu:

  • Proses audisi unik yang dilakukan Lan Hongchun untuk menemukan para pemain amatir ini
  • Lokasi syuting film yang berpindah dari Shantou (China) hingga ke Bangkok (Thailand)


Tags: dialek TeochewFilm Dear Youlisitongqiaopiqiaopi sebagai jantung ceritanya.surat-surat lawassutradara Lan Hongchunwangyantong
Previous Post

Festival Film Guandong di Indonesia

Next Post

Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Aplikasi Iblis
Article

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki
Article

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda
Article

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta
Article

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing
Article

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,
Article

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
Next Post
Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah

Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah

Update Bisikan Desa Gringsing

Update Bisikan Desa Gringsing

Seni Merayu Tuhan

Film Seni Merayu Tuhan Buat Geger Tokoh Lintas Agama

Aplikasi Iblis
Article

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

by Nuty Laraswaty
19 September, 2026
0

Aplikasi Iblis     Bayangin ada aplikasi yang katanya bisa bikin kamu ngobrol lagi sama orang yang sudah meninggal. Download...

Read more

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In