Agensi Rumah Tangga Tembus 109 Ribu Penonton di Hari Pertama, Enzy Storia dan Afgan Buktikan Komedi Relate Masih Juara
Kalau lagi capek sama hidup, ternyata banyak orang memilih ketawa di bioskop.
Film Agensi Rumah Tangga langsung bikin kejutan setelah berhasil mengumpulkan 109.110 penonton pada hari pertama tayang di bioskop Indonesia. Angka ini membuat film garapan Naya Anindita masuk sebagai film Indonesia ke 9 sepanjang 2026 yang sukses menembus lebih dari 100 ribu penonton di opening day.
Film produksi Starvision bersama Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros ini membuktikan kalau cerita yang relate, lucu, dan hangat masih jadi kombinasi yang dicari penonton.
Cerita PHK yang Malah Bikin Ngakak
Diadaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari, film ini mengikuti perjalanan Katia yang diperankan Enzy Storia.
Setelah terkena PHK, Katia harus mencari cara membayar cicilan KPR. Jalan hidupnya berubah ketika ia nekat membuka agensi penyalur asisten rumah tangga atau ART.
Yang awalnya cuma usaha bertahan hidup, justru berubah jadi perjalanan penuh kekacauan, komedi, sampai keluarga baru yang bikin hati hangat.
Naya Anindita Ingin Penonton Pulang dengan Senyum
Buat sutradara Naya Anindita, Agensi Rumah Tangga memang dibuat sebagai film pelarian dari penatnya kehidupan.
“Saat memutuskan membuat Agensi Rumah Tangga, aku lagi capek sama kehidupan dan butuh hiburan. Aku ingin orang yang nonton juga bisa enjoy, tertawa, dan percaya kalau semuanya akan baik baik saja.”
Setelah sukses lewat film Komang, Naya kini mencoba tantangan baru dengan menggarap komedi penuh rasa.
Chand Parwez Yakin Formula Naya Masih Ampuh
Produser Chand Parwez Servia mengaku sudah percaya sejak awal dengan visi Naya.
Menurutnya, Agensi Rumah Tangga kembali membuktikan kemampuan sang sutradara menghadirkan cerita yang menghibur sekaligus menyentuh hati.
“Naya mampu membuat karya yang dekat dengan banyak orang.”
Rekor Baru, Ada 7 Komika Perempuan dalam Satu Film
Salah satu hal yang bikin film ini beda adalah hadirnya 7 komika perempuan dalam satu layar.
Mereka adalah:
- Ummi Quary
- Musdalifah Basri
- Neneng Wulandari
- Boah Sartika
- Priska Baru Segu
- Nury Zhafira
- Mega Salsabila
Chemistry mereka berhasil menghadirkan komedi yang terasa natural, mulai dari dialog receh sampai adegan absurd yang bikin bioskop penuh tawa.
Bukan Cuma Lucu, Film Ini Angkat Isu Penting
Di balik komedinya, Agensi Rumah Tangga juga mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan sehari hari.
Film ini mengajak penonton melihat bahwa pekerja rumah tangga bukan sekadar bagian dari fasilitas rumah, tetapi pekerja yang juga berhak mendapat penghargaan dan perlakuan layak.
Naya berharap cerita ringan ini bisa memantik obrolan soal penghormatan terhadap pekerja domestik tanpa terasa menggurui.
Enzy Storia dan Afgan Bikin Chemistry Baru
Selain Enzy Storia, film ini juga mempertemukan Afgansyah Reza sebagai Kafka.
Bagi Afgan, peran ini terasa spesial karena hadir bertepatan dengan 18 tahun perjalanan karier musiknya.
“Ini tantangan baru buatku. Ceritanya hangat dan komedinya benar benar menghibur.”
Enzy juga berharap penonton bisa pulang bukan cuma dengan tawa, tetapi juga lebih menghargai kerja para ART yang selama ini membantu kehidupan sehari hari.
OST yang Bikin Makin Baper
Film ini juga diperkuat deretan soundtrack dari musisi populer Indonesia, seperti:
- Langit Merah Muda dari Afgan
- Tak Ada Rencana (Kujatuh Cinta) dari Afgan
- Jatuh, Bangkit Kembali! dari HIVI!
- Kita Bikin Romantis dari MALIQ & D’Essentials
Sinopsis Agensi Rumah Tangga
Katia kehilangan pekerjaannya saat masih harus membayar cicilan rumah. Demi bertahan hidup, ia membuka agensi penyalur ART. Di tengah berbagai drama klien, konflik pekerjaan, dan romansa yang datang tanpa diduga, Katia harus memilih antara mengejar karier impian sesuai harapan ibunya atau mempertahankan keluarga baru yang ia temukan bersama para ART.
Dengan opening day yang menembus 109 ribu penonton, Agensi Rumah Tangga membuktikan bahwa komedi yang relate dengan kehidupan sehari hari masih punya tempat besar di hati penonton Indonesia. Film ini bukan cuma menawarkan tawa, tetapi juga cerita tentang bangkit setelah gagal, menemukan keluarga baru, dan tetap percaya bahwa harapan bisa datang dari tempat yang tidak pernah disangka.




































