Indah Permatasari dan Achmad Megantara Jadi Siapa di Film Ibadah & Cinta?
Film Ibadah & Cinta tidak hanya mempertemukan dua orang yang jatuh cinta. Film ini justru mempertemukan dua manusia dari dunia yang sangat berbeda.
Indah Permatasari berperan sebagai Santun, sementara Achmad Megantara memainkan Rico. Keduanya menjadi pusat perjalanan cerita yang mempertemukan cinta, keluarga, pesantren dan pencarian iman.
Indah Permatasari sebagai Santun
Santun bukan tipikal perempuan religius yang hanya digambarkan lembut dan selalu mengikuti keputusan keluarga.
Ia adalah putri Kiai Umar, seorang ustazah muda yang tumbuh di lingkungan pesantren, taat, pintar, modern dan punya pendirian sendiri.
Menurut Indah Permatasari, Santun tahu apa yang dia inginkan dalam hidup. Ia memilih mengabdikan dirinya untuk meneruskan perjuangan pesantren sang ayah dibanding terburu buru memikirkan urusan asmara.
Masalahnya muncul ketika Santun menghadapi perjodohan.
Di satu sisi ada keluarga dan tanggung jawab terhadap pesantren. Di sisi lain, Tuhan justru mempertemukannya dengan Rico, seorang pemuda yang sama sekali tidak masuk dalam gambaran laki laki ideal yang selama ini ada di pikirannya.
Menariknya, Santun sendiri bukan tanpa konflik batin.
Pertemuannya dengan Rico membuat Santun harus bertanya kembali tentang keyakinannya sendiri. Apakah cinta ini gangguan? Apakah ini ujian? Atau justru ada jalan lain yang sedang Tuhan tunjukkan?
Jadi, Santun bukan hanya karakter yang menunggu cinta datang. Ia adalah perempuan yang harus memilih jalan hidupnya sendiri.
Achmad Megantara sebagai Rico
Kalau Santun sudah punya arah hidup yang jelas, Rico justru berada di posisi sebaliknya.
Rico adalah pemuda keturunan Indonesia yang tumbuh di Melbourne, Australia. Ia digambarkan sebagai pemuda agnostik yang sedang kehilangan arah dan mencari makna dalam hidupnya.
Pertemuannya dengan Santun kemudian menjadi titik balik.
Rico mulai mengenal kehidupan pesantren dan belajar salat. Dari sini perjalanan karakternya bukan sekadar tentang mendapatkan perempuan yang ia cintai, tetapi tentang menemukan kembali hubungan dirinya dengan Tuhan.
Yang menarik, Achmad Megantara tidak hanya mengandalkan akting untuk memahami Rico.
Ia melakukan riset dengan berbicara langsung kepada teman yang memiliki pandangan agnostik. Ia juga mempelajari kebiasaan pemuda keturunan Indonesia yang tumbuh dalam budaya Barat agar gestur, cara bicara dan perilaku Rico terasa lebih natural.
Menurut Achmad, salah satu pesan penting dari Rico adalah bahwa manusia selalu memiliki kesempatan untuk berubah dan bertobat selama masih hidup.
Rico dan Santun Bukan Sekadar Pasangan Romantis
Nah, di sinilah menurutku daya tarik Ibadah & Cinta.
Santun dan Rico bukan pasangan yang dibuat untuk sekadar menunjukkan chemistry romantis.
Mereka justru saling mengubah.
Santun yang sudah merasa memiliki arah hidup harus menghadapi sesuatu yang tidak pernah ia rencanakan.
Sementara Rico yang kehilangan arah justru menemukan jalan baru setelah bertemu Santun.
Jadi kalau biasanya film romance bertanya, “Apakah mereka akhirnya bersama?”
Ibadah & Cinta mencoba membawa pertanyaan yang lebih besar:
“Apakah cinta bisa mengubah cara seseorang melihat hidup dan Tuhan?”
Itulah yang membuat karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara menjadi penting dalam film ini.
Santun membawa keteguhan.
Rico membawa pencarian.
Dan pertemuan keduanya menjadi perjalanan tentang cinta, keluarga, pilihan hidup dan iman.





































