Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda dan Rencana Film Baru
Laksamana Malahayati kembali masuk radar perfilman Indonesia.

Ada Atiqah Hasiholan lewat Pasukan 1000 Janda, sementara Keana Film juga sedang mengembangkan IP Malahayati dari panggung teater menuju komik dan film panjang.
Kalau biasanya nama Laksamana Malahayati kita temui di buku sejarah, sekarang ceritanya mulai masuk ke dunia pop culture.
Sosok pejuang perempuan asal Aceh ini sedang mendapatkan perhatian baru lewat film, teater, dan pengembangan IP lintas medium.
Yang paling dekat dengan penonton bioskop adalah Pasukan 1000 Janda, film drama sejarah produksi Manara Films yang menghadirkan Atiqah Hasiholan sebagai Laksamana Malahayati.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Tapi wait, ada satu fakta menarik.
Pasukan 1000 Janda bukan satu satunya proyek yang membawa kisah Laksamana Malahayati ke layar.
Pada September 2026, Keana Film juga mengungkapkan rencana mengembangkan IP Laksamana Malahayati menjadi komik dan film panjang untuk periode 2026 hingga 2027. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Jadi, ada dua proyek berbeda yang sama sama mengambil inspirasi dari sosok Malahayati.
Dari Teater Dulu, Baru Bicara Film
Sebelum muncul lagi lewat Pasukan 1000 Janda, kisah Laksamana Malahayati sebenarnya sudah pernah dibuat menjadi pertunjukan spektakuler.
Pada 8 dan 9 September 2023, TNI AL mempersembahkan pertunjukan kolosal Jalasena Laksamana Malahayati di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Yang memerankan Malahayati saat itu adalah Marcella Zalianty.
Pertunjukannya juga bukan sekadar aktor berdiri di panggung lalu berdialog.
Produksinya dibuat cukup besar dengan replika kapal sekitar 10 meter, adegan pertempuran, videomapping, immersive sound, tata cahaya, rumah panggung khas Aceh, hingga gambaran Istana Kesultanan Aceh Darussalam.
Bahkan pertunjukan tersebut melibatkan pemain dari beberapa kelompok seni, termasuk Teater Koma dan Wayang Orang Bharata, serta unsur prajurit TNI AL.
Jadi kalau sekarang kita melihat kisah Malahayati mulai diarahkan ke film, sebenarnya perjalanan itu sudah dimulai dari panggung.
Malahayati Memang Sudah Lama Diincar Jadi Film
Menariknya lagi, ketika Jalasena Laksamana Malahayati dipersiapkan pada 2023, sudah ada pembicaraan untuk membawa kisah tersebut ke film layar lebar.
Artinya, ide mengubah kisah Malahayati dari pertunjukan menjadi film bukan muncul tiba tiba pada 2026.
Kini rencana pengembangan tersebut kembali mendapatkan momentum.
Kementerian Ekonomi Kreatif pada September 2026 menyebut Keana Film sedang mengembangkan IP Laksamana Malahayati dari seni pertunjukan ke komik dan film panjang. Pengembangan tersebut juga membuka peluang kolaborasi internasional.
Kalau disederhanakan, perjalanan IP-nya kurang lebih seperti ini:
Teater → Komik → Film Panjang.
Dan ini menarik karena menunjukkan bagaimana satu cerita sejarah bisa terus hidup ketika masuk ke medium yang berbeda.
Lalu Muncul Pasukan 1000 Janda
Di tengah perkembangan tersebut, hadir Pasukan 1000 Janda dari Manara Films.
Film ini punya proyek dan tim produksi sendiri. Jadi jangan sampai mengira film ini adalah versi film dari pertunjukan Jalasena Laksamana Malahayati atau proyek Keana Film.
Pasukan 1000 Janda adalah film berbeda.
Namun, sumber inspirasinya sama sama berkaitan dengan Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee.
Film ini ditulis dan disutradarai Archie Hekagery, dengan Yuda Wirafianto sebagai produser.
Dalam teaser trailer yang dirilis 15 September 2026, penonton diperlihatkan sosok Atiqah Hasiholan sebagai Malahayati.
Dan dari sinilah konsep filmnya mulai terlihat.
Janda yang Justru Turun ke Medan Perang Judul Pasukan 1000 Janda mungkin langsung bikin orang bertanya. Kenapa janda? Film ini bercerita tentang perempuan perempuan Aceh yang kehilangan suami akibat peperangan. Namun mereka tidak berhenti pada posisi sebagai korban. Mereka justru bangkit dan ikut berada di garis depan perjuangan. Di bawah kepemimpinan Laksamana Malahayati, para perempuan tersebut digambarkan menghadapi penjajah dengan strategi perang mereka sendiri. Jadi konsep besarnya adalah: kehilangan → bangkit → membentuk kekuatan → melawan. Archie Hekagery menyebut film ini sebagai historical fantasy action, dengan gagasan tentang perempuan yang menjadikan kehilangan sebagai kekuatan. Pendekatan ini membuat filmnya tidak hanya ingin menampilkan Malahayati sebagai figur sejarah. Ada sisi laksamana, warrior, perempuan dan istri yang ingin ditampilkan.
Atiqah Hasiholan Jadi Laksamana Malahayati
Buat Atiqah Hasiholan, memerankan Malahayati bukan sekadar memakai kostum periode lalu berakting di depan kamera.
Ia melihat karakter tersebut sebagai sosok perempuan yang memiliki kekuatan, kepemimpinan dan kemandirian.
Perspektif tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa kisah Malahayati masih terasa relevan untuk penonton sekarang.
Karena kalau dipikir pikir, cerita tentang perempuan yang kehilangan sesuatu lalu memilih bangkit dan mengambil kendali atas hidupnya sendiri memang masih relate sampai hari ini.
Bedanya, Malahayati melakukannya dalam konteks peperangan pada masa Kesultanan Aceh.
Cast-nya Juga Tidak Main Main
Selain Atiqah Hasiholan, Pasukan 1000 Janda dibintangi Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Syaura Salsabila, Cut Mini, Ully Triani, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, Dafina Jamasir, dan Vincent Verhaag.
Film ini juga menghadirkan aktor Belanda Ron Smoorenburg.
Buat yang familiar dengan film action internasional, Ron pernah menjadi lawan Jackie Chan dalam Who Am I?
Jadi ada sentuhan aktor internasional juga dalam film yang mengambil inspirasi dari sejarah Indonesia ini.
Kenapa Kisah Malahayati Sekarang Menarik?
Karena cara kita menikmati sejarah sudah berubah.
Generasi sekarang mungkin tidak selalu membaca buku sejarah ratusan halaman untuk mengenal seorang tokoh.
Tapi mereka bisa mengenalnya lewat film.
Lalu dari film bisa lanjut mencari tahu siapa sebenarnya Malahayati.
Dari situ bisa masuk ke sejarah Aceh, Kesultanan Aceh, Inong Balee sampai sejarah perempuan dalam perjuangan melawan penjajahan.
Dan inilah yang membuat adaptasi sejarah ke film menjadi menarik.
Bukan berarti film menggantikan buku sejarah.
Justru film bisa menjadi pintu masuk untuk membuat orang penasaran dan kemudian mencari informasi lebih jauh.
Ada Dua Proyek Malahayati, Jangan Sampai Ketuker
Jadi kalau kamu melihat berita tentang Laksamana Malahayati pada 2026, jangan langsung menganggap semuanya adalah film yang sama.
Ada Pasukan 1000 Janda dari Manara Films yang dibintangi Atiqah Hasiholan dan dijadwalkan tayang 12 November 2026.
Ada juga pengembangan IP Laksamana Malahayati oleh Keana Film, yang sebelumnya hadir melalui pertunjukan Jalasena Laksamana Malahayati dan kini diarahkan menuju komik serta film panjang.
Tokohnya sama.
Inspirasi sejarahnya beririsan.
Tetapi proyek dan tim produksinya berbeda.
Dan justru ini yang menarik.
Dalam satu periode, satu tokoh sejarah bisa mendapatkan beberapa interpretasi kreatif dari filmmaker yang berbeda.
Fakta Singkat Pasukan 1000 Janda
Judul: Pasukan 1000 Janda
Genre: Historical fantasy action
Sutradara: Archie Hekagery
Produser: Yuda Wirafianto
Rumah produksi: Manara Films
Laksamana Malahayati: Atiqah Hasiholan
Inspirasi: Kisah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee
Tayang: 12 November 2026
Platform: Bioskop Indonesia
Jadi, Seperti Apa Versi Malahayati di Layar?
Jawabannya mulai bisa dilihat lewat Pasukan 1000 Janda pada November nanti.
Sementara itu, perjalanan IP Malahayati versi Keana Film masih berkembang menuju komik dan film panjang.
penulis Anya dan Candra



































