Obsession: Horor Paling Nggak Nyaman Tahun Ini, Bukan Karena Hantunya Tapi Karena Cowoknya
Gimana kalau orang yang selama ini kamu suka tiba tiba mencintaimu tanpa syarat? Kedengarannya seperti fantasi romantis.
Tapi Obsession justru membuktikan kalau keinginan seperti itu bisa berubah menjadi mimpi buruk yang bikin aku ngerasa nggak nyaman bahkan setelah lampu bioskop menyala lagi.
Film debut Curry Barker ini datang dengan premis sederhana tentang “hati hati dengan keinginanmu”, tetapi eksekusinya berubah menjadi horor psikologis yang membahas obsesi, consent, sampai budaya “nice guy” yang merasa berhak mendapatkan cinta seseorang.
Yang bikin aku terkejut, film ini dibuat dengan bujet sekitar 750 ribu dolar AS, tetapi akhirnya meledak menjadi fenomena global dengan pendapatan ratusan juta dolar.
Cinta yang Dipaksa Selalu Berakhir Menyeramkan
Ceritanya mengikuti Bear, pegawai toko musik yang diam diam mencintai sahabat masa kecilnya, Nikki Freeman, karena terlalu takut ditolak, Bear memilih jalan pintas.
Ia menggunakan benda supranatural bernama One Wish Willow agar Nikki jatuh cinta kepadanya.
Awalnya semuanya terlihat seperti romansa impian.
Nikki menjadi perhatian. Nikki selalu ingin bersama Bear. Nikki mencintainya tanpa syarat.
Tapi justru di situlah horornya dimulai.
Aku suka bagaimana Curry Barker tidak langsung melempar jumpscare di lima menit pertama. Ia membiarkan penonton menikmati fase “bulan madu” itu cukup lama sampai kita mulai sadar bahwa ada sesuatu yang salah.
Ketika Nikki perlahan kehilangan kehendak bebasnya, rasa takutnya terasa jauh lebih nyata daripada sekadar melihat hantu muncul di belakang pintu.
Nikki Adalah Monster yang Palin Menyedihkan
Kalau ada alasan utama kenapa film ini bekerja, jawabannya adalah Inde Navarrette.
Ia memainkan Nikki dengan dua wajah yang berbeda. Di satu sisi ia tetap terlihat sebagai perempuan hangat yang kita kenal di awal cerita. Di sisi lain, perubahan ekspresi kecil, tatapan kosong, sampai cara ia bergerak perlahan berubah menjadi sesuatu yang bikin merinding.
Aku bahkan ngerasa beberapa adegan Nikki hanya berdiri diam jauh lebih menyeramkan daripada monster CGI di banyak film horor lain.
Sementara Michael Johnston berhasil membuat Bear terasa rumit.
Ia bukan villain yang tertawa puas, justru terlihat seperti orang yang terus meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua ini demi cinta.Itu jauh lebih mengganggu.
Horor yang Dekat dengan Kehidupan Sekarang
Yang membuat Obsession berbeda adalah keberaniannya mengangkat fenomena yang terasa dekat dengan generasi sekarang.
Film ini berbicara tentang:
- obsesi yang disamarkan sebagai cinta
- toxic masculinity
- budaya incel
- consent
- ilusi bahwa pasangan bisa “dimiliki”
“Kalau seseorang mencintaimu karena dipaksa, apakah itu masih bisa disebut cinta?”
Tapi Film Ini Punya Kelemahan
Walaupun aku sangat menikmati pengalaman menontonnya, menurutku Obsession bukan film yang sempurna.
1. Babak awal terlalu lama
Ini kelemahan yang paling terasa.
Film menghabiskan cukup banyak waktu membangun hubungan Bear dan Nikki sebelum horor utamanya benar benar dimulai.
Aku paham maksudnya agar perubahan emosinya terasa kontras, tapi ritmenya membuat beberapa penonton mungkin mulai kehilangan kesabaran di tiga puluh menit pertama.
2. Karakter pendukung kurang berkembang
Sarah sebenarnya punya potensi besar. Begitu juga Ian.
Sayangnya mereka lebih sering menjadi alat untuk mendorong cerita daripada benar benar mendapat perkembangan karakter sendiri.
3. Bear kadang terasa terlalu pasif
Ini menarik.
Bear terlalu pasif dan tidak cukup berusaha memperbaiki keadaan.
Sutradara Curry Barker justru sengaja mempertahankan pilihan itu karena menurutnya Bear adalah "passive antagonist", seseorang yang kehancurannya datang dari penyangkalan terhadap kesalahannya sendiri.
4. Ending terasa sedikit terburu buru
Babak terakhir penuh emosi.
Tetapi beberapa konsekuensi dari tindakan para karakter terasa selesai terlalu cepat.
Yang paling aku suka adalah Obsession tidak pernah benar benar menjadi film tentang sihir.
Sihirnya hanyalah pemicu.Monster sesungguhnya adalah manusia yang ingin menguasai orang lain atas nama cinta.
Dan menurutku, itu jauh lebih menakutkan daripada hantu mana pun.
Data Film Obsession (2026) Psychological Thriller, horor, Dark Comedy SutradaraCurry Barker PenulisCurry Barker Durasi109 menit Rating usiaD17 Tayang Indonesia26 Juni 2026 BujetUS$750 ribu Pemeran utama Michael Johnston,Inde Navarrette, Cooper Tomlinson, Megan Lawless,Andy Richter
Worth It Ditonton?
Kalau kamu mencari horor yang penuh jumpscare setiap lima menit, mungkin Obsession bukan jawabannya.
Tapi kalau kamu suka film seperti Smile, Watcher, atau The Substance yang lebih mengandalkan rasa tidak nyaman daripada sekadar membuat penonton teriak, film ini wajib masuk watchlist.
Jarang ada film horor yang berhasil membuat aku lebih takut pada konsep “cinta yang dipaksakan” daripada pada sosok gaibnya sendiri. Dan jujur aja, beberapa adegan Nikki masih kepikiran bahkan setelah filmnya selesai.
Penulis Erin , dibaca dan dirapihkan oleh Nuty Laraswaty




































