Bisikan Desa Gringsing
Pernah nggak kepikiran kalau desa paling ramah justru bisa jadi tempat paling menyeramkan?
Itu yang terjadi di Desa Gringsing.
Awalnya aku kira ini cuma horor desa biasa. Ada kabut, ritual, dan warga yang kelihatan misterius. Ternyata, film ini mainnya lebih licik.
Yang bikin serem bukan hantunya.
Yang bikin serem adalah manusianya.
Setiap orang di desa ini kayak menyimpan rahasia. Senyumnya bikin curiga. Tatapannya bikin nggak nyaman. Rasanya penonton diajak jadi detektif sambil siap siap kena jumpscare.
Atmosfernya juga niat banget.
Desanya terasa hidup. Suara jangkrik, angin malam, sampai sunyi yang panjang justru bikin tegang. Film ini paham kalau rasa takut nggak selalu datang dari suara keras. Kadang yang paling mengganggu adalah ketika semuanya mendadak diam.
Yang paling aku suka, Desa Gringsing nggak buru buru ngeluarin semua kartu.
Sedikit demi sedikit misterinya dibuka. Setiap jawaban malah melahirkan pertanyaan baru. Jadi susah berhenti nebak siapa yang sebenarnya bisa dipercaya.
Worth it ditonton?
Kalau kamu suka horor yang isinya cuma hantu muncul tiap lima menit, mungkin ritme film ini terasa lebih pelan.
Tapi kalau kamu suka film yang bikin kepala ikut kerja sambil jantung deg degan, Desa Gringsing layak masuk watchlist.
Karena setelah keluar bioskop, rasa takutnya nggak berhenti di layar.
Yang kepikiran justru satu pertanyaan.
Kalau kamu tersesat di Desa Gringsing, berani nggak nerima ajakan warga buat nginep semalam?
Penulis Anya
Data film
Pemeran Utama
- Aghniny Haque sebagai Hesti
- Fatmah Faisal Nahdi sebagai Fatimah
- Surya Saputra
- Kiki Narendra
- Wida Hesti Putri
- Khiva Iskak
Pemeran Pendukung
- Iyang Darmawan
- Akun Gege Nugros
- Barra Swetajaloe
- Nina Tamam
- Mian Tiara
- Azkya Mahira
- Shaqueena Medina Lukman
- Nizar Umar Akbar
- Nazhira [2, 3]


































