• Latest
FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

4 September, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

by Nuty Laraswaty
4 September, 2026
in Article, Drama
254 5
0
Share on FacebookShare on Twitter

Nasib Iyus Genius , Deja Vu dengan Perjuangan Sanggar Ananda

Jakarta – Festival Film Wartawan (FFW) 2026 kembali menggelar rangkaian acara nonton bareng (nobar) di CGV FX Sudirman, Jakarta, Kamis (3/9). Di tengah dominasi film aksi, horor, dan drama dewasa di bioskop Indonesia, FFW justru memilih menghadirkan film musikal anak Iyus Jenius sebagai pusat perhatian.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Di balik lagu-lagu ceria dan tarian anak-anak, tersimpan cerita yang memantik diskusi lebih besar: mengapa film anak Indonesia begitu sulit mendapatkan ruang di layar bioskop?

Ironisnya, kisah Iyus Jenius terasa seperti mengulang luka lama yang pernah dialami Sanggar Ananda lewat film 25 Hari di Eropa: Mencintai Indonesia Tanpa Syarat.

Dua film berbeda, tetapi menghadapi persoalan yang sama, yakni sulitnya jalur distribusi bagi karya independen yang mengutamakan nilai edukasi dibanding formula komersial.

Iyus Jenius Lahir dari Cinta pada Film Anak Indonesia

Dalam sesi diskusi setelah pemutaran, produser Gandhi Fernando mengungkapkan bahwa ide membuat Iyus Jenius berakar dari kenangan masa kecilnya saat menyaksikan Petualangan Sherina.

“Dulu waktu Petualangan Sherina rilis, umur saya sama persis dengan tokoh utamanya dan saya nonton film itu sampai 100 kali,” kata Gandhi.

Baginya, Indonesia membutuhkan kembali tontonan yang memang dibuat untuk anak-anak, bukan sekadar film yang bisa ditonton keluarga.

Namun perjuangan terbesar justru datang setelah film selesai diproduksi.

Menurut Gandhi, Iyus Jenius harus menunggu tiga tahun hanya untuk mendapatkan jadwal tayang bioskop.

“25 layar di XXI, dan totalnya sekitar 80 layar di seluruh bioskop Indonesia,” ungkapnya.

Angka itu terdengar kecil jika dibandingkan ratusan layar yang biasa diperoleh film dengan dukungan distribusi besar.

Tantangan Mengarahkan Puluhan Anak Sekaligus Bernyanyi dan Menari

Sutradara Ahmad Romie menceritakan bahwa proses kreatif film ini dibangun secara kekeluargaan.

“Kami duduk bersama, lalu bilang, ‘Ini ide bagus, yuk kita kerjakan.’ Lalu kami mulai menyusun ceritanya, menyatukan visi, dan memasukkan apa yang kami rasa penting untuk disampaikan.”

Tantangan sesungguhnya muncul ketika harus mengarahkan puluhan anak yang tidak hanya berakting, tetapi juga menyanyi dan menari dalam waktu latihan yang terbatas.

“Melatih puluhan anak-anak yang berperan, sekaligus memadukan akting dengan tarian dan lagu jadi tantangan terbesar.”

Lagu Papa T Bob Jadi Jembatan Generasi

Produser Adnan Djani menjelaskan bahwa cerita Iyus Jenius tidak dibangun dari imajinasi kosong, melainkan dari keresahan yang benar-benar dialami anak-anak masa kini.

Lagu-lagu karya Papa T Bob dipilih karena dianggap masih relevan untuk menyampaikan pesan tentang keluarga, proses belajar, dan keberanian mencoba.

“Kami ingin mengingatkan anak-anak sekarang bahwa pernah ada masa tontonan anak-anak yang bermutu.”

Pesan itu diperkuat oleh Baba T Bob, putra Papa T Bob yang juga terlibat sebagai pemain.

“Kami ingin memberi pilihan kepada anak-anak. Bahwa ada tontonan yang sesuai dengan usia mereka, bukan yang memaksa mereka tumbuh terlalu cepat.”

Menurutnya, banyak anak tumbuh dengan tekanan untuk selalu berprestasi. Lewat musikal ini, mereka ingin mengatakan bahwa belajar adalah proses dan kegagalan bukan akhir segalanya.

Kevin Abadio Sampai Masuk Rumah Sakit

Pemeran utama Kevin Abadio juga berbagi pengalaman yang tidak terlupakan.

Bagi Kevin, tantangan terbesar bukan sekadar menghafal dialog, tetapi harus menyanyi dan melakukan koreografi di depan kamera untuk pertama kalinya.

Bahkan pada hari kedua syuting, ia sempat jatuh sakit hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami semua belajar bersama, saling menguatkan.”

FFW 2026 Kritik Sistem Distribusi Film Indonesia

Ketua FFW 2026 Benny Benke menilai kisah tiga tahun penantian Iyus Jenius merupakan alarm bagi industri film nasional.

“Ini membuktikan bahwa tata kelola peredaran film kita masih kacau. Tiga tahun menunggu baru dapat 25 layar di XXI.”

Ia menyoroti absennya parameter yang transparan dalam pembagian jadwal tayang di jaringan bioskop.

“Sistemnya terasa gaib, tidak ada parameter yang jelas.”

FFW, kata Benny, akan terus mendukung film-film idealis yang memberi ruang bagi penonton anak dan keluarga.

Ia juga berharap pemerintah, khususnya sektor pendidikan, dapat membantu membuka jalur pemutaran film seperti Iyus Jenius hingga sekolah-sekolah dan daerah di luar kota besar.

Deja Vu dengan Perjuangan Sanggar Ananda

Apa yang dialami Iyus Jenius mengingatkan pada perjalanan film 25 Hari di Eropa: Mencintai Indonesia Tanpa Syarat karya Aditya Gumay bersama anak-anak Sanggar Ananda.

Film independen itu sejak awal diproduksi dengan anggaran mandiri ketika Sanggar Ananda membawa pertunjukan budaya Indonesia ke berbagai negara Eropa seperti Belanda, Prancis, dan Jerman.

Namun, seperti Iyus Jenius, film tersebut juga kesulitan menembus sistem distribusi bioskop reguler.

Alih-alih memperoleh jadwal komersial, Sanggar Ananda memilih menyewa studio bioskop secara mandiri untuk mengadakan nobar gratis serta mendistribusikan film melalui sekolah, universitas, dan komunitas seni.

Strategi itu menunjukkan bahwa ketika jalur bioskop tertutup, komunitas harus menciptakan jalannya sendiri.

Perbedaannya, 25 Hari di Eropa memang sejak awal mengandalkan distribusi alternatif karena diproduksi secara independen. Sementara Iyus Jenius justru sudah siap memasuki bioskop komersial, tetapi tetap harus menunggu bertahun-tahun untuk memperoleh ruang tayang yang sangat terbatas.

Dua kasus ini memperlihatkan persoalan yang lebih besar daripada sekadar jumlah layar. Keduanya mengangkat pertanyaan tentang apakah sistem distribusi film Indonesia sudah memberi kesempatan yang setara bagi karya anak, keluarga, dan film independen untuk bertemu dengan penontonnya.

Setiap Film Punya Jalannya Sendiri

Menutup diskusi, Benny Benke menyampaikan kalimat yang menjadi refleksi sore itu.

“Setiap film mempunyai nasibnya sendiri, mempunyai cara untuk menemui penontonnya.”

Bagi Iyus Jenius, jalannya memang lebih panjang.

Namun jika ada satu hal yang disepakati seluruh pembicara di FFW 2026, itu adalah keyakinan bahwa anak-anak Indonesia berhak memiliki tontonan yang dibuat untuk mereka, dengan lagu yang bisa mereka nyanyikan, cerita yang dekat dengan kehidupan mereka, dan layar yang memberi mereka tempat untuk bermimpi.

Tags: Adnan DjaniFFW 2026Iyus Jenius
Previous Post

Love in Disguise Resmi Tayang 19 Oktober di Prime Video, YIM SI WAN dan SEORINA Siap Bikin Penonton Susah Move On

Next Post

Review Bisikan Desa Gringsing: Horor yang Bikin Takut Sama Tetangga Sendiri

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Review Hasut
Article

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries
Article

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?
Article

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow
Article

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty
Drama

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate
Drama

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Next Post
Bisikan Desa grising

Review Bisikan Desa Gringsing: Horor yang Bikin Takut Sama Tetangga Sendiri

Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

Film Perayaan Pertama
Movie Review

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

by Nuty Laraswaty
16 October, 2026
0

Bisakah film Perayaan Pertama  dengan perspektif personal dan latar sejarah yang kuat sekaligus menjadi tontonan bioskop yang relatable bagi banyak...

Read more

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In