• Latest
FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

4 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Suanggi

Suanggi: Ilmu Kutukan, Horor Indonesia Timur yang Bawa Mitos Papua ke Bioskop

14 September, 2026
Obsession Inde Navarrette

Review Film Obsession

14 September, 2026
Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

14 September, 2026
Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel

Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel dan …

14 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

by Nuty Laraswaty
4 September, 2026
in Article, Drama
254 5
0
Share on FacebookShare on Twitter

Nasib Iyus Genius , Deja Vu dengan Perjuangan Sanggar Ananda

Jakarta – Festival Film Wartawan (FFW) 2026 kembali menggelar rangkaian acara nonton bareng (nobar) di CGV FX Sudirman, Jakarta, Kamis (3/9). Di tengah dominasi film aksi, horor, dan drama dewasa di bioskop Indonesia, FFW justru memilih menghadirkan film musikal anak Iyus Jenius sebagai pusat perhatian.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Di balik lagu-lagu ceria dan tarian anak-anak, tersimpan cerita yang memantik diskusi lebih besar: mengapa film anak Indonesia begitu sulit mendapatkan ruang di layar bioskop?

Ironisnya, kisah Iyus Jenius terasa seperti mengulang luka lama yang pernah dialami Sanggar Ananda lewat film 25 Hari di Eropa: Mencintai Indonesia Tanpa Syarat.

Dua film berbeda, tetapi menghadapi persoalan yang sama, yakni sulitnya jalur distribusi bagi karya independen yang mengutamakan nilai edukasi dibanding formula komersial.

Iyus Jenius Lahir dari Cinta pada Film Anak Indonesia

Dalam sesi diskusi setelah pemutaran, produser Gandhi Fernando mengungkapkan bahwa ide membuat Iyus Jenius berakar dari kenangan masa kecilnya saat menyaksikan Petualangan Sherina.

“Dulu waktu Petualangan Sherina rilis, umur saya sama persis dengan tokoh utamanya dan saya nonton film itu sampai 100 kali,” kata Gandhi.

Baginya, Indonesia membutuhkan kembali tontonan yang memang dibuat untuk anak-anak, bukan sekadar film yang bisa ditonton keluarga.

Namun perjuangan terbesar justru datang setelah film selesai diproduksi.

Menurut Gandhi, Iyus Jenius harus menunggu tiga tahun hanya untuk mendapatkan jadwal tayang bioskop.

“25 layar di XXI, dan totalnya sekitar 80 layar di seluruh bioskop Indonesia,” ungkapnya.

Angka itu terdengar kecil jika dibandingkan ratusan layar yang biasa diperoleh film dengan dukungan distribusi besar.

Tantangan Mengarahkan Puluhan Anak Sekaligus Bernyanyi dan Menari

Sutradara Ahmad Romie menceritakan bahwa proses kreatif film ini dibangun secara kekeluargaan.

“Kami duduk bersama, lalu bilang, ‘Ini ide bagus, yuk kita kerjakan.’ Lalu kami mulai menyusun ceritanya, menyatukan visi, dan memasukkan apa yang kami rasa penting untuk disampaikan.”

Tantangan sesungguhnya muncul ketika harus mengarahkan puluhan anak yang tidak hanya berakting, tetapi juga menyanyi dan menari dalam waktu latihan yang terbatas.

“Melatih puluhan anak-anak yang berperan, sekaligus memadukan akting dengan tarian dan lagu jadi tantangan terbesar.”

Lagu Papa T Bob Jadi Jembatan Generasi

Produser Adnan Djani menjelaskan bahwa cerita Iyus Jenius tidak dibangun dari imajinasi kosong, melainkan dari keresahan yang benar-benar dialami anak-anak masa kini.

Lagu-lagu karya Papa T Bob dipilih karena dianggap masih relevan untuk menyampaikan pesan tentang keluarga, proses belajar, dan keberanian mencoba.

“Kami ingin mengingatkan anak-anak sekarang bahwa pernah ada masa tontonan anak-anak yang bermutu.”

Pesan itu diperkuat oleh Baba T Bob, putra Papa T Bob yang juga terlibat sebagai pemain.

“Kami ingin memberi pilihan kepada anak-anak. Bahwa ada tontonan yang sesuai dengan usia mereka, bukan yang memaksa mereka tumbuh terlalu cepat.”

Menurutnya, banyak anak tumbuh dengan tekanan untuk selalu berprestasi. Lewat musikal ini, mereka ingin mengatakan bahwa belajar adalah proses dan kegagalan bukan akhir segalanya.

Kevin Abadio Sampai Masuk Rumah Sakit

Pemeran utama Kevin Abadio juga berbagi pengalaman yang tidak terlupakan.

Bagi Kevin, tantangan terbesar bukan sekadar menghafal dialog, tetapi harus menyanyi dan melakukan koreografi di depan kamera untuk pertama kalinya.

Bahkan pada hari kedua syuting, ia sempat jatuh sakit hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami semua belajar bersama, saling menguatkan.”

FFW 2026 Kritik Sistem Distribusi Film Indonesia

Ketua FFW 2026 Benny Benke menilai kisah tiga tahun penantian Iyus Jenius merupakan alarm bagi industri film nasional.

“Ini membuktikan bahwa tata kelola peredaran film kita masih kacau. Tiga tahun menunggu baru dapat 25 layar di XXI.”

Ia menyoroti absennya parameter yang transparan dalam pembagian jadwal tayang di jaringan bioskop.

“Sistemnya terasa gaib, tidak ada parameter yang jelas.”

FFW, kata Benny, akan terus mendukung film-film idealis yang memberi ruang bagi penonton anak dan keluarga.

Ia juga berharap pemerintah, khususnya sektor pendidikan, dapat membantu membuka jalur pemutaran film seperti Iyus Jenius hingga sekolah-sekolah dan daerah di luar kota besar.

Deja Vu dengan Perjuangan Sanggar Ananda

Apa yang dialami Iyus Jenius mengingatkan pada perjalanan film 25 Hari di Eropa: Mencintai Indonesia Tanpa Syarat karya Aditya Gumay bersama anak-anak Sanggar Ananda.

Film independen itu sejak awal diproduksi dengan anggaran mandiri ketika Sanggar Ananda membawa pertunjukan budaya Indonesia ke berbagai negara Eropa seperti Belanda, Prancis, dan Jerman.

Namun, seperti Iyus Jenius, film tersebut juga kesulitan menembus sistem distribusi bioskop reguler.

Alih-alih memperoleh jadwal komersial, Sanggar Ananda memilih menyewa studio bioskop secara mandiri untuk mengadakan nobar gratis serta mendistribusikan film melalui sekolah, universitas, dan komunitas seni.

Strategi itu menunjukkan bahwa ketika jalur bioskop tertutup, komunitas harus menciptakan jalannya sendiri.

Perbedaannya, 25 Hari di Eropa memang sejak awal mengandalkan distribusi alternatif karena diproduksi secara independen. Sementara Iyus Jenius justru sudah siap memasuki bioskop komersial, tetapi tetap harus menunggu bertahun-tahun untuk memperoleh ruang tayang yang sangat terbatas.

Dua kasus ini memperlihatkan persoalan yang lebih besar daripada sekadar jumlah layar. Keduanya mengangkat pertanyaan tentang apakah sistem distribusi film Indonesia sudah memberi kesempatan yang setara bagi karya anak, keluarga, dan film independen untuk bertemu dengan penontonnya.

Setiap Film Punya Jalannya Sendiri

Menutup diskusi, Benny Benke menyampaikan kalimat yang menjadi refleksi sore itu.

“Setiap film mempunyai nasibnya sendiri, mempunyai cara untuk menemui penontonnya.”

Bagi Iyus Jenius, jalannya memang lebih panjang.

Namun jika ada satu hal yang disepakati seluruh pembicara di FFW 2026, itu adalah keyakinan bahwa anak-anak Indonesia berhak memiliki tontonan yang dibuat untuk mereka, dengan lagu yang bisa mereka nyanyikan, cerita yang dekat dengan kehidupan mereka, dan layar yang memberi mereka tempat untuk bermimpi.

Tags: Adnan DjaniFFW 2026Iyus Jenius
Previous Post

Love in Disguise Resmi Tayang 19 Oktober di Prime Video, YIM SI WAN dan SEORINA Siap Bikin Penonton Susah Move On

Next Post

Review Bisikan Desa Gringsing: Horor yang Bikin Takut Sama Tetangga Sendiri

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Kuasa gelap 2
Article

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell
Article

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026
Article

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.
Action

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta
Drama

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass
Article

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Next Post
Bisikan Desa grising

Review Bisikan Desa Gringsing: Horor yang Bikin Takut Sama Tetangga Sendiri

Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

Kuasa gelap 2
Article

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

by Nuty Laraswaty
25 September, 2026
0

    Jakarta — Film horor Kuasa Gelap 2 resmi membuka babak baru perfilman Indonesia. Sekuel garapansutradara horor senior Rizal...

Read more

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In