Final trailer Operasi Pesta Copet bikin penasaran dengan misi Iqbaal Ramadhan dan tiga sahabatnya yang berubah jadi pertaruhan persahabatan
Bayangin datang ke festival musik bukan buat nonton musisi favorit, tapi malah punya misi nyopet 300 handphone. Inilah kekacauan yang dibawa Operasi Pesta Copet, film komedi persahabatan terbaru dari Imajinari yang baru saja merilis final trailer.
Film yang tayang mulai 27 Agustus 2026 di seluruh bioskop Indonesia ini memperlihatkan empat sahabat, Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan, Adut oleh Kristo Immanuel, Tia oleh Zulfa Maharani, dan Melodi oleh Kawai Labiba, menjalankan misi nekat di tengah festival musik Pestapora.
Target mereka bukan satu atau dua HP.
300 HP!
Awalnya mungkin terdengar seperti misi kocak yang bisa bikin penonton ketawa. Tapi dari final trailer, situasinya justru semakin serius ketika rencana mereka mulai berantakan.
Yang lebih menarik, misi mencopet 300 HP ternyata bukan cuma soal mendapatkan uang. Keempat sahabat ini punya tujuan masing-masing setelah berhasil mendapatkan hasil copetan tersebut. Masalahnya, semakin besar tekanan yang mereka hadapi, semakin kuat pula persahabatan mereka diuji.
Dan di sinilah Operasi Pesta Copet kelihatannya ingin bermain lebih dalam. Ini trailernya
Premisnya Copet, Hatinya Persahabatan
Kalau cuma melihat judulnya, mungkin kita akan mengira film ini bakal menjadi komedi kriminal yang isinya aksi copet dan kekacauan di festival musik.
Ternyata tidak sesederhana itu.
Di balik aksi pencopetan 300 HP, film ini membawa cerita tentang empat anak muda yang sedang berada dalam kondisi terdesak. Mereka kesulitan mencari pekerjaan, membutuhkan uang, dan menghadapi kehidupan dengan pilihan yang semakin sempit.
Akhirnya, mereka memilih jalan yang salah karena merasa sudah tidak punya pilihan lain.
Relate? Sayangnya iya.
Situasi seperti sulit mencari kerja, kebutuhan hidup yang terus naik, sampai tekanan ekonomi memang menjadi realita yang dirasakan banyak anak muda sekarang.
Bedanya, kalau kebanyakan orang pusing cari kerja, mereka malah punya ide:
“Gimana kalau copet 300 HP?”
Ya… jelas bukan solusi yang bisa ditiru. 😭
Tapi justru dari premis yang absurd itu, film ini mencoba membicarakan sesuatu yang cukup serius.
Ketika hidup terasa semakin keras, siapa yang masih mau bertahan bersama kita?
Jawabannya mungkin adalah sahabat.
Festival Musik Jadi Arena Kekacauan
Menjadikan festival musik sebagai latar juga memberikan energi berbeda untuk film ini.
Bayangkan ribuan orang, musik yang keras, suasana yang penuh euforia, dan di tengah kerumunan itu ada empat orang yang sedang menjalankan operasi pencopetan terbesar mereka.
Kedengarannya kacau.
Dan memang itu yang ingin ditampilkan.
Namun di balik hiruk pikuk festival dan aksi pencopetan tersebut, sutradara Edy Khemod ingin membawa penonton melihat kehidupan orang-orang yang berada di pinggir keadaan.
“Menyutradarai film panjang pertama itu keputusan yang cukup nekat, apalagi setting-nya di tengah festival musik yang sangat besar. Tapi, justru di situ letak jiwanya. Kami ingin penonton merasakan bahwa di balik hiruk-pikuk festival dan aksi copet yang menegangkan, ada emosi jujur tentang orang-orang terpinggirkan yang saling memilih untuk jadi keluarga,” ujar Edy Khemod.
Menurutnya, inti film ini bukan sekadar bagaimana mereka menjalankan misi tersebut, tetapi bagaimana solidaritas menjadi sesuatu yang berharga ketika dunia sedang terasa keras.
Debut Sutradara Edy Khemod
Operasi Pesta Copet menjadi debut penyutradaraan film panjang Edy Khemod, sosok yang sebelumnya sudah lama dikenal di industri musik.
Film ini diproduseri oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, dan James Erlangga.
Ernest melihat pendekatan Khemod sebagai salah satu kekuatan film ini. Humor yang jahil dan jenaka digunakan untuk menyampaikan kritik sosial sekaligus drama yang ada di dalam cerita.
“Dengan kemasan yang jahil dan jenaka, pesan serius dan yang menjadi kritik di film ini, serta kisah drama yang ada, bisa tersampaikan dengan renyah oleh Khemod,” ujar Ernest.
Jadi, jangan heran kalau film ini bisa bikin ketawa di satu adegan, tetapi beberapa menit kemudian malah membuat kita mikir tentang kehidupan sendiri.
Iqbaal Ramadhan Temukan Keluarga Baru
Buat Iqbaal Ramadhan, film ini juga menjadi pengalaman yang cukup spesial karena untuk pertama kalinya ia beradu akting bersama Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba dalam satu proyek.
Keempatnya memainkan karakter anak muda yang sama-sama sedang berada dalam situasi sulit.
Mereka bukan mencopet karena merasa keren.
Mereka mencopet karena merasa itu adalah satu-satunya jalan yang tersisa.
“Proses paling menyenangkan bagiku, aku secara harfiah menemukan keluarga baru di Operasi Pesta Copet. Bertemu dengan sahabat baru dan mentor yang selalu tidak pelit ilmu dan memberikan kesempatan menggandeng kami yang muda-muda ini terus berjalan. Ini proses paling rewarding,” ujar Iqbaal.
Film ini juga menjadi debut layar lebar vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis.
Dengan kombinasi aktor muda, komedi, festival musik, dan cerita tentang kehidupan yang semakin sulit, Operasi Pesta Copet tampaknya tidak ingin berhenti di level film komedi biasa.
Karena pada akhirnya, mungkin bukan soal apakah mereka berhasil mencopet 300 HP.
Pertanyaan sebenarnya adalah:
Seberapa jauh seseorang akan bertahan demi sahabat ketika hidup sudah benar-benar tidak memberi pilihan?
Itulah yang membuat final trailer Operasi Pesta Copet terasa lebih menarik dari sekadar film tentang aksi copet.
Premisnya memang tentang pencopetan.
Tapi hatinya tentang persahabatan, keluarga, solidaritas, dan anak muda yang sedang berusaha bertahan hidup.
Operasi Pesta Copet tayang mulai 27 Agustus 2026 di seluruh bioskop Indonesia.
Ikuti informasi terbaru melalui Instagram @imajinari.id.
Siap lihat aksi copet beraksi di tengah festival musik? 🎬
Penulis Anya





































