• Latest

Review Kemarin, saat Ifan Seventeen napak tilas perjalanan hidup Band Seventeen

9 December, 2020
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review

Review Kemarin, saat Ifan Seventeen napak tilas perjalanan hidup Band Seventeen

by Nuty Laraswaty
9 December, 2020
in Movie Review
247 8
0
Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini film drama dokumenter Kemarin, masih diputar di bioskop di Indonesia. Film ini diperkenalkan kepada masyarakat melalui sebuah lagu berjudul sama, Kemarin, karya band Seventeen

 

Film ini memang merupakan kompilasi dari beberapa rekaman video dan juga rekaman wawancara kepada beberapa orang yang mengenal personil band Seventeen.

 

Seperti yang telah diketahui bersama, pada tanggal 22 Desember 2018, tsunami Banten telah menghantam wilayah pesisir Banten dan Lampung, yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda. Akibat peristiwa ini, tercatat dalam sejarah , bahwa paling tidak ada sekitar  426 orang tewas dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang. lebih lanjut dalam berita yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami disebabkan pasang tinggi dan longsor bawah laut karena letusanAnak Krakatau  tersebut. Pada saat kejadian itu, banyak ucapan belasungkawa datang dari dalam dan luar negeri. Hingga akhirnya orang kembali melupakan peristiwa ini.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Riefian Fajarsyah (@ifanseventeen)


Namun ini tidak berlaku bagi Ifan Seventeen, vokalis band Seventeen yang selamat, namun kehilangan keluarganya. Teman-teman bandnya, isterinya, krunya dan orang-orang terdekat lainnya yang kebetulan berada bersama band Seventeen saat menghibur para tamu di sebuah hotel di Tanjung Lesung.

Mereka sedang memainkan sebuah lagu, saat tiba-tiba tsunami menelan mereka , menarik mereka dan membenamkan mereka ke dalamnya air laut. Bercampur dengan material bangunan, besi,perabotan.  tamu-tamu yang hadir, seluruh kehidupan yang ada di pantai itu seolah ditarik tanpa kecuali, menyisakan jeritan hingga takbir kepada Tuhan, tempat terakhir manusia berlindung.

Mendengar penuturan Ifan dan juga korban lain yang selamat. Di saat itulah memang, manusia hanya dapat memasrahkan dirinya kepada Tuhan. Jika Tuhan berkehendak, maka terjadilah.

 

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MAHAKARYA PICTURES (@mahakaryapictures_)


Dari pembukaan film, penonton diberikan sekilas kejadian saat tsunami sebelum kamera pun mulai menuturkan suara Ifan, yang menceritakan mengenai sejarah pendirian band Seventeen. Jatuh bangun band ini dalam menjaga eksistensinya pada industri musik, hingga harapan dan cita-cita yang hendak dilakukan oleh keluarga besar band Seventeen.

Semua dituturkan oleh Ifan dengan terbuka dengan diselingi  video cuplikan potongan demi potongan wawancara dengan orang-orang yang dekat, terlibat dan pernah bekerja sama dengan band ini.

Semua berpadu begitu pas nya , sehingga membuat penonton, yang mungkin baru saja mengenal sosok band Seventeen ini terbawa dalam alur cerita yang disampaikan akan jatuh bangunnya perjuangan band ini dari awal berdirinya hingga akhirnya peristiwa tsunam ini terjadi.

Tanpa sadar memang emosi penonton dibawa hanyut dalam alur cerita yang disampaikan melalui film ini.

 

Pada akhirnya, setelah berupaya Ifan pun kembali bangkit setelah hampir dua tahun terbenam dalam kesdihan dan rasa bersalah. Ifan kembali menghidupkan cerita band Seventeen, band  yang pernah membuat para fansnya tergila-gila, mereka yang pernah berjuang bersama dirinya dan kembali mengingatkan bahwa Tuhan itu ada dan akan selalu menjaga manusia.

Pesan yang terasa setelah menonton film ini adalah hidup ini adalah sebuah perjuangan, setiap keberhasilan dan kesuksesan patut disyukuri dan dinikmati, namun semua rencana hanyalah rencana jika tiada kehendak dari Tuhan untuk menjadikan itu terjadi.

 

Film karya sutradara Upie Guava , ini mungkin ingin menyampaikan banyak suara, sehingga pada menit-menit akhir , alur cerita ini agak terasa melelahkan . Mungkin ini salah satu kekurangan dari rata-rata pembuat film, ingin memberikan penjelasan sedetil-detilnya. Pengulangan gambar adegan pun juga terlalu sering ditemukan pada durasi akhir film ini.

Namun yang patut dipuji dan diperhatikan adalah, penggabungan video yang diambil dari banyak sumber ini terasa sangat mulus dan rapih. Warnanya terasa sama, dipertahankan dengan apik, sehingga penonton yang melihatnya, seolah melihat pengambilan gambar yang dilakukan dari satu jenis alat perekam saja.

Film Kemarin, masih tayang di bioskop di Indonesia. Untuk kamu para fans band Seventeen dan juga penonton penyuka film bergenre dokumenter.

 

Sebagian besar artikel ini juga tayang disini 

Tags: Band SeventeenIfan SeventeenKemarinUpie Guava
Previous Post

Interview spesial dengan pemeran Kaiji: Final Game , Nobuyuki Fukumoto & Tatsuya Fujiwara

Next Post

Membicarakan Hak Asasi Manusia Dalam 100% Webinar: State X Human Rights

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa
Drama

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang
Article

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/
Horror

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama
Movie Review

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png
Movie Review

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
Next Post

Membicarakan Hak Asasi Manusia Dalam 100% Webinar: State X Human Rights

Kemeriahan Festival Film 100% Manusia Edisi Daring

HBO & CARTOON NETWORK dari Warner Media raih 4 ASIAN ACADEMY CREATIVE AWARDS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

by Nuty Laraswaty
22 October, 2026
0

Kerja sama Indonesia dan Prancis untuk mengembangkan Museum Borobudur membuka peluang baru bagi wisata budaya. Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati...

Read more

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

Review Beware BOIÚNA

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In