• Latest

Interview spesial dengan pemeran Kaiji: Final Game , Nobuyuki Fukumoto & Tatsuya Fujiwara

9 December, 2020
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

30 September, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Interview

Interview spesial dengan pemeran Kaiji: Final Game , Nobuyuki Fukumoto & Tatsuya Fujiwara

by Nuty Laraswaty
9 December, 2020
in Interview
246 7
5
Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini telah beredar film Kaiji:Final Game di bioskop. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai film ini berikut karakternya, dapat membaca rilis interview di bawah ini.

Kaiji Final game

TATSUYA FUJIWARA sebagai KAIJI ITO

Karakter :Kaiji hidup serba kekurangan tanpa pekerjaan tetap. Suatu hari, dia menjadi penjamin hutang temannya. Untuk mendapatkan keuntungan cepat, dia mengambil bagian dari permainan mematikan yang diselenggarakan oleh Group Teiai. Berhasil menaklukkan permainan, dia mengira akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kaiji tipikal orang yang tidak berguna tetapi ketika didorong ke dalam keputusasaan, dia menunjukan kemampuan permainan luar biasa. “Kaiji” adalah seorang juru bicara yang menunjukkan kepada anda sebuah dunia yang tidak anda alami sehari-hari, dan juga menunjukkan perspektifnya tentang masyarakat.

Q; Terhitung sudah 9 tahun sejak film terakhirnya, untuk perilisan “KAIJI: Final Game”. Sejak film sebelumnya, berapa lama kalian berdua tidak bertemu? dan kapan kalian bertemu lagi?
Fukumoto: Saya berada di adegan ketika Kaiji menawarkan roti ke temannya di sebuah restoran yakiniku pada “KAIJI 2”, jadi mungkin sejak saat itu? Dia bersama padaku saat itu.
Fujiwara: Ya, sejak saat itu.

 

Q:Melihat kembali film pertama dan kedua, apa pendapat kalian tentang film itu sekarang? Bagaimana dengan respon kalian saat itu?
Fujiwara: Rasa nostalgia-nya sangat tinggi karena sudah sembilan tahun sejak film sebelumnya. Kerika KAIJI rilis, saya sedang berada di Ginza saat siang hari. Lagu tema YUI diputar dimana-mana, dan saya dapat merasakan adrenalinnya. Komik aslinya sangat populer dan penggemarnya banyak, jadi saya pikir adaptasi filmnya akan memiliki ulasan yang baik maupun buruk. Melihat ke belakang, saya sangat bahagia bahwa saya ditawari peran dalam film KAIJI.
Fukumoto: Di film pertama, Fujiwara, bersama dengan sutradara Sato dan para kru, menciptakan dunia komplit “Kaiji.” Sejak film keduanya, saya terlibat dalam penulisan skenarionya. Meskipun film kedua cukup berbeda dalam hal judi dan karakter, namun itu tetap mengekspresikan dunia “Kaiji” dengan sempurna. Sembilan tahun sudah berlalu, namun kedua film tersebut masih seringkali tayang di TV, dan semua orang masih ingat tentang dunia “Kaiji.” Saya rasa para penonton tidak akan merasakan jarak, dan mereka akan merasakan dunia “Kaiji” telah kembali

Q: “KAIJI: Final Game” adalah skenario baru yang orisinil.
Fujiwara: Sudah 9 tahun sejak film terakhir, dan ketika saya bertanya tentang ceritanya, saya diberi tahu bahwa itu akan menjadi cerita baru dan orisinil, dengan bungee kematian di mana 9 tali dari 10 akan dipotong. Saya pikir itu akan sangat menarik. Ketika saya menerima naskahnya, saya berpikir bahwa ini cukup mirip dengan film sebelumnya, dan dengan dialog dan strukturnya, saya bisa merasakan orang-orang dalam cerita ini mengeluh tentang kehidupan mereka. Naskahnya sangat bagus. Dunia Kaiji selalu menarik dan inovatif. Filmnya sangat menghibur.
Fukumoto: Di antara sekian banyak film dengan gaya dan genre yang berbeda, KAIJI bukanlah jenis film yang akan memenangkan penghargaan. Bisa jadi karena topik perjudian. Ketika Anda berbicara tentang pendapat dan ketidakpuasan anda tentang dunia, sebuah stereotip cenderung terbentuk. Tetapi, film ini adalah hiburan yang mengasyikkan. Harus ada film sederhana setiap tahun. Film berdurasi 128 menit ini sepertinya tidak panjang, karena berbagai klimaks mulai terjadi di paruh kedua. Setelah selesai, saya sangat bersemangat untuk menontonnya, dan saya merasa bahwa “Saya akhirnya kembali ke dunia Kaiji lagi.”
Fujiwara: Apakah menurut anda film ini menarik?
Fukumoto: Awalnya saya khawatir. Tentu saja, saya tahu cerita dan isinya, tetapi saya sangat senang melihat bagaimana hal ini diekspresikan dalam bentuk visual. Saya tidak dapat menonton film ini secara obyektif pada awalnya, tetapi di paruh kedua, film ini jadi sangat menarik bagi saya dan saya sangat menikmatinya.
Fujiwara:Itu bagus.
Fukumoto: Saya hanya berpikir itu sangat sulit untuk para aktor.
Fujiwara: Ya, benar. Dalam adegan “The Last Judgment”, saya menghabiskan satu minggu syuting dari satu sisi terlebih dahulu. Ketika saya pikir itu sudah selesai, saya harus merekamnya dari sisi lain. Saya harus merekam ratusan “take” untuk adegan yang sama. Benar-benar seperti neraka tanpa jalan keluar.
Fukumoto: Saya rasa cukup sulit untuk beradegan seperti pembuluh darah anda bisa pecah kapan saja. Tetapi jika anda tidak melakukan itu, adegan “The Last Judgement” tidak akan meyakinkan. Ini mungkin berbeda dari kenyataan, tetapi ada sedikit kemarahan dan kebenaran di dalamnya. Saya sering bertanya-tanya tentang bagaimana melakukan adegan “The Last Judgment” dengan baik, tetapi Fujiwara, Yoshida dan semua orang bekerja keras untuk mengatasi rintangan dan menyelesaikan adegan itu.

 

Q:Pertanyaan ini untuk Fujiwara. Anda pernah berakting dengan Yoshida beberapa kali sebelum ini, jadi bagaimana kolaborasi anda dengan Yoshida di film ini?
Fujiwara: Saya sangat senang. Kami telah banyak berakting bersama dalam produksi teater, jadi sangat aneh dan menarik untuk menjadi lawan mainnya dalam serial Kaiji. Performa Yoshida yang “seperti Shakespeare” sangat terlihat di dalam dunia Kaiji, dan Anda bisa merasakan kehadirannya di mana-mana dalam film. Aktingnya memberikan rasa tegang di dunia Kaiji.
Fukumoto: Aktor seperti itu dengan karisma yang kuat diperlukan untuk dunia Kaiji. Dengan kata lain, kebanyakan penjahat film adalah tipe pendiam.
Fujiwara: Menurut saya aktor “ortodoks” tidak akan ada di dunia Kaiji. Anda harus melihat masyarakat dari sudut yang berbeda, karena ini adalah dunia yang tidak dapat dipahami dengan teori dan pemikiran yang normal, termasuk dialognya.
Fukumoto: Kaiji bukanlah film yang menyentuh, tapi sebuah film yang mencampurkan pemikiran yang berbeda untuk mencari arti kehidupan dan kemenangan. Ini seperti berakting di atas panggung. Karena panggung memiliki batasan waktu, anda perlu bertindak ekstrim dalam situasi tertentu. KAIJI mirip dengan pertunjukan panggung, jadi ini adalah film yang unik.

Q:Apakah memfilmkan adegan “Gunting-Batu-Kertas Emas” suatu hal yang sulit?
Fujiwara: Saya memainkan permainan itu dari pagi sampai malam. Saya tidak akan pernah melupakan hari itu karena itu juga hari ulang tahun Mackenyu. Kami benar-benar bermain gunting-kertas-batu sepanjang waktu, dan saya cukup muak karenanya. Saat itu, saya sedikit muak dengan dunia Kaiji. Butuh banyak usaha untuk menyelesaikan adegan itu, tetapi jika saya tidak menaruh cukup semangat, saya tidak akan bisa menyelesaikannya. Saya juga harus mencoba menafsirkan adegan dengan cara saya sendiri.

Q:Apa yang menarik dari memainkan karakter Kaiji?
Fujiwara: Tentu saja perannya sangat menarik. Saya suka dialognya karena apa yang dia katakan selalu menusuk hati. Sangat menyenangkan memerankan Kaiji, karena kepribadian dia tidak terlalu bagus. Kadang-kadang ketika saya berakting, saya akan berpikir bahwa akan lebih baik jika Kaiji menggunakan otaknya lebih sering. (tertawa)
Fukumoto: Ya, itu lebih baik. Terutama di bagian di mana dia harus memeriksa bagasi sekali lagi.
Fujiwara: Benar. Dia terlalu santai, dan bir saja bisa membuatnya merasa lebih baik.

 

Q:Bagaimana dengan adegan ending ketika Kaiji menikmati bir-nya?
Fujiwara: Adegan itu harus ada dalam serial ini. Selama syuting adegan itu, departemen pencahayaan dan suara menatapku dengan ekspresi senyum bahkan sejak latihan. Mereka semua sangat menantikan adegan ini.
Fukumoto: Adegan seperti ini meninggalkan kesan yang kuat sejak film pertama, dan Kaiji pasti akan menggunakan adegan ini. Karenanya, karakter yang tak terlupakan lahir dengan cara ini. Saya pikir itu harus dikreditkan dengan akting Fujiwara.
Fujiwara: Terima kasih (tertawa). Bahkan ketika saya melakukan pekerjaan lain, saya sering mendapatkan komentar seperti “Tatsuya, saya ingin bermain Kaiji. Saya suka dunia Kaiji. Tolong hubungi saya lain kali.” Saya menghargai bahwa serial film telah memenangkan hati banyak penggemar.

Q; Apakah pemain-pemain film pertama dan kedua akan hadir di film ini?
Fujiwara: Ya. Meski memiliki jadwal yang padat, Amami, Namase, dan Matsuo semuanya datang untuk membantu pembuatan film ini. Saat aku berterima kasih kepada Amami atas dukungannya, dia menjawab, “Tidak! Aku suka ‘Kaiji’, jadi inilah aku.” Saya sangat bersyukur mendapat dukungan dari para senior ini.
Fukumoto: Ketika Namase, yang berperan sebagai Sakazaki, berkata, “Apa yang kamu lakukan? Lempar koinnya.” Saya pikir penonton juga akan merasa bahwa mereka harus melempar koin. Jika Anda sudah menonton film kedua, maka Anda akan bisa memahami Sakazaki dengan lebih baik, dan juga adegannya dengan lebih baik. Selain pemeran lama, saya pikir pemeran dan karakter baru juga menambah banyak antisipasi untuk film ini.

Bagaimana rasanya bekerja dengan para pemain baru?
Fujiwara: Itu cukup menarik. Umur saya 37 tahun ini, jadi saya lebih cenderung bekerja dengan orang yang lebih muda. Dibandingkan dengan mereka, latar belakang pendidikan saya berbeda, termasuk pemikiran saya. Jadi, saya sangat terinspirasi oleh ide, momentum, dan gaya akting baru mereka. Saya benar-benar belajar banyak dari mereka.

Last but not least, mohon tinggalkan pesan untuk para penggemar.
Fujiwara: Ketika Anda menonton KAIJI, anda tidak perlu banyak berpikir, tetapi anda hanya perlu menikmati filmnya. Saya masih ingat komentar Yukio Ninagawa sehari setelah dia menonton film kedua. Dia berkata, “Tatsuya, KAIJI itu menarik.”. Saya sangat tersentuh dengan kata-katanya
Fukumoto: Benarkah? Saya senang mendengar itu.
Fujiwara: Saya juga sangat senang mendengarnya. Kadang-kadang, saya merasa bodoh dengan apa yang saya lakukan di film, tetapi saya senang saya melakukan semuanya. Dari ketiga film dalam serial ini, saya merasa untuk pertama kalinya setelah selesai, saya penasaran dan ingin tahu bagaimana film ini nantinya. Setelah menonton film ini, ternyata menarik dan menghibur. Saya harap semua orang akan menontonnya di bioskop.
Fukumoto: Kali ini, saya pikir ini seperti manga anak laki-laki, di mana Kaiji muda berdiri dan bekerja keras untuk Jepang. Ada banyak momen tak terduga di KAIJI, dengan berbagai misi dan permainan yang konyol. Saya berharap penonton akan menikmati filmnya.

Tags: Kaiji Final GameNobuyuki FukumotoTatsuya Fujiwara
Previous Post

Perkenalan film Kaiji:Final Game yang dapat kamu tonton di bioskop

Next Post

Review Kemarin, saat Ifan Seventeen napak tilas perjalanan hidup Band Seventeen

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

FFI 2026 Buka Masterclass
Article

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki
Action

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

9 July, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta
Article

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties
Article

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?
Article

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Next Step Studio 2026
Interview

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Next Post

Review Kemarin, saat Ifan Seventeen napak tilas perjalanan hidup Band Seventeen

Membicarakan Hak Asasi Manusia Dalam 100% Webinar: State X Human Rights

Kemeriahan Festival Film 100% Manusia Edisi Daring

Comments 5

  1. wool product says:
    2 years ago

    Hello! Do you know if they make any plugins to help with SEO?
    I’m trying to get my site to rank for some targeted keywords but I’m not
    seeing very good gains. If you know of any please share.
    Appreciate it! I saw similar article here:
    Warm blankets

  2. coaching says:
    2 years ago

    Hello there! Do you know if they make any plugins to help with SEO?
    I’m trying to get my website to rank for some targeted keywords but I’m not seeing very
    good success. If you know of any please share.

    Thank you! You can read similar text here: Change your life

  3. Virgil says:
    2 years ago

    I’m really impressed along with your writing skills and also with the structure to your blog. Is this a paid topic or did you customize it your self? Either way keep up the nice high quality writing, it is rare to peer a great weblog like this one today. I like nutylaraswaty.com ! My is: TikTok ManyChat

  4. Thanh says:
    2 years ago

    I am really impressed with your writing abilities as well as with the structure to your weblog. Is this a paid subject matter or did you modify it yourself? Anyway stay up the nice quality writing, it is rare to see a nice weblog like this one these days. I like nutylaraswaty.com ! It’s my: LinkedIN Scraping

  5. pharmacy uk says:
    8 months ago

    What’s up, just wanted to tell you, I liked this post.

    It was funny. Keep on posting!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB
Drama

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

by Nuty Laraswaty
30 September, 2026
0

Bagaimana rasanya ketika orang yang paling kamu percaya justru menjadi orang yang menghancurkan hidupmu? Inilah konflik yang menjadi pusat cerita...

Read more

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In