• Latest
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Suanggi

Suanggi: Ilmu Kutukan, Horor Indonesia Timur yang Bawa Mitos Papua ke Bioskop

14 September, 2026
Obsession Inde Navarrette

Review Film Obsession

14 September, 2026
Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

14 September, 2026
Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel

Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel dan …

14 September, 2026
Gebrakan Amal Film Memburu Pemangsa

Gebrakan Amal Film Memburu Pemangsa

14 September, 2026
Kamu Bisa Nonton Gratis di K-Drama Day Rakuten Viki yang Kembali untuk Tahun Keempat

Kamu Bisa Nonton Gratis di K-Drama Day Rakuten Viki yang Kembali untuk Tahun Keempat

12 September, 2026
Agensi Rumah Tangga, Enzy Storia dan Afgan Buktikan Komedi Relate Masih Juara

Agensi Rumah Tangga, Enzy Storia dan Afgan Buktikan Komedi Relate Masih Juara

12 September, 2026
E:\Downloads\Hungry Ghost Festival, disutradarai sekaligus ditulis oleh Imam Darto..png

Rame Video Rebutan Sembako di FYP? Ternyata Ini Alasannya

12 September, 2026
Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

11 September, 2026
Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

11 September, 2026
Bisikan Desa grising

Review Bisikan Desa Gringsing: Horor yang Bikin Takut Sama Tetangga Sendiri

4 September, 2026
FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

4 September, 2026
Love in Disguise

Love in Disguise Resmi Tayang 19 Oktober di Prime Video, YIM SI WAN dan SEORINA Siap Bikin Penonton Susah Move On

4 September, 2026
Review Munafik: Melawan Iblis

Review Munafik: Melawan Iblis

31 August, 2026
Review By Any Means

Review By Any Means

31 August, 2026
Asrul Sani

Pandangan Mata Refleksi Pameran Maestro Film Indonesia 2026, Asrul Sani

31 August, 2026
Tales From ’85 Season 2

Stranger Things: Tales From ’85 Season 2, Hawkins Kembali Kacau dan Kali Ini Ada Hantu yang Bisa Menembus Dinding!

26 August, 2026
Berikut adalah rangkuman lengkap segala hal yang perlu Anda ketahui mengenai serial Crew Girl-Netflix

Berikut adalah rangkuman lengkap segala hal yang perlu Anda ketahui mengenai serial Crew Girl-Netflix

26 August, 2026
Insidious: Out of the Further - Kisah Lambert Usai, Datang Keluarga Hall

Review Insidious: Out of the Further

26 August, 2026
review motor city nuty laraswaty

Review Motor City

26 August, 2026
Berikut artikel yang dimuat , https://nutylaraswaty.com/netflix-gercep-banjir-kejutan-anime-di-anime-nyc-2026-ini-rangkumannya/

Netflix Gercep Banjir Kejutan Anime di Anime NYC 2026, Ini Rangkumannya

21 August, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

by Nuty Laraswaty
12 May, 2026
in Article, Interview
252 2
0
Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini, wacana menjadikan Jakarta sebagai “Kota Sinema” semakin sering terdengar.

Nama Rano Karno menjadi salah satu sosok yang paling aktif mendorong gagasan tersebut sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

Namun pertanyaannya, apakah festival film termasuk festival film horor bulanan  benar-benar bisa mengubah Jakarta menjadi ikon perfilman Indonesia? Dan apakah ide “Jakarta Kota Sinema” memang murni berasal dari gagasan Rano Karno?

Jawabannya ternyata cukup menarik. Dirangkum sebagai berikut :

Q : Mengapa Festival Film Penting untuk Sebuah Kota?

Festival film bukan sekadar acara menonton film. Di banyak negara, festival film adalah alat budaya, ekonomi, sekaligus branding kota.

Kota seperti:

  • Cannes lewat Cannes Film Festival,
  • Busan lewat Busan International Film Festival,
  • hingga Toronto lewat Toronto International Film Festival,

berhasil membangun identitas global karena festival film mereka berlangsung konsisten selama bertahun-tahun.

Festival film menciptakan:

  • wisata budaya,
  • ruang bertemu sineas,
  • ekosistem ekonomi kreatif,
  • perhatian media internasional,
  • hingga identitas kota.

Karena itu, ketika Jakarta mulai serius membicarakan “Kota Sinema”, festival film otomatis menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Q : Apakah Gagasan “Jakarta Kota Sinema” Datang dari Rano Karno?

Jawabannya: iya, tetapi bukan sepenuhnya ide baru yang muncul tiba-tiba.

Rano Karno memang menjadi tokoh politik yang paling aktif membawa slogan “Jakarta Kota Sinema” ke ruang publik dalam dua tahun terakhir. Ia beberapa kali secara terbuka menyatakan ingin membangun ekosistem perfilman Jakarta hingga level internasional.

Dalam berbagai pernyataan resmi, Rano Karno bahkan menyebut:

  • ingin membentuk Jakarta Film Commission,
  • menghadirkan festival film internasional,
  • dan menjadikan Jakarta pusat industri kreatif audiovisual.

Saat menghadiri Cannes Film Festival tahun 2025, ia secara langsung memperkenalkan kampanye “Jakarta Kota Sinema” kepada jaringan perfilman global.

Namun jika diulik lebih dalam, gagasan menjadikan Jakarta sebagai pusat perfilman sebenarnya sudah lama muncul dari komunitas film, festival independen, dan pelaku industri kreatif Jakarta.

Festival seperti:

  • Jakarta Film Week,
  • JAFF,
  • hingga komunitas film alternatif,

sudah bertahun-tahun membangun budaya sinema sebelum slogan itu dipopulerkan secara politik.

Artinya, Rano Karno bukan pencetus tunggal budaya festival film Jakarta, tetapi ia menjadi figur pemerintah yang paling serius membawa gagasan itu ke level kebijakan dan branding kota.

Q : Mengapa Festival Film Horor Bisa Menjadi Menarik untuk Jakarta?

Ini bagian yang paling menarik.

Indonesia, khususnya Jakarta, punya hubungan yang sangat kuat dengan genre horor. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, film horor menjadi genre paling dominan di bioskop Indonesia. Banyak diskusi komunitas film juga menyebut genre ini sebagai “penopang industri bioskop daerah.”

Karena itu, festival film horor bulanan sebenarnya punya potensi besar jika dikembangkan serius.

Kenapa?

Karena horor Indonesia memiliki:

  • basis penonton loyal,
  • budaya urban dan mitologi lokal,
  • komunitas fanatik,
  • serta daya viral tinggi di media sosial.

Festival horor bulanan bisa menjadi:

  • tempat pemutaran film independen,
  • ruang komunitas kreatif,
  • destinasi wisata malam,
  • hingga identitas budaya pop Jakarta.

Apalagi kota-kota dunia seperti Sitges terkenal karena festival film fantastik dan horornya.

Jika Jakarta memiliki festival horor rutin yang konsisten, bukan tidak mungkin kota ini dikenal sebagai pusat horor Asia Tenggara.

Q : Tetapi Apakah Festival Bulanan Saja Cukup?

Tidak.

Festival hanyalah “panggung.” Yang membuat sebuah kota benar-benar menjadi kota film adalah ekosistemnya.

Jakarta membutuhkan:

  • sekolah film,
  • insentif produksi,
  • lokasi syuting ramah industri,
  • arsip film,
  • bioskop alternatif,
  • komunitas aktif,
  • hingga dukungan distribusi internasional.

Inilah alasan mengapa Rano Karno juga berbicara tentang pembentukan Jakarta Film Commission, bukan sekadar festival.

Karena tanpa sistem industri yang kuat, festival hanya akan menjadi acara seremonial tahunan.

Q : Apakah Jakarta Sudah Punya Modal Menjadi Kota Film?

Secara realistis: iya.

Jakarta punya:

  • sejarah perfilman panjang,
  • jumlah bioskop terbesar,
  • pusat media nasional,
  • rumah produksi besar,
  • komunitas kreatif aktif,
  • dan perhatian publik yang tinggi terhadap film.

Ditambah lagi, budaya nongkrong, diskusi film, hingga fandom horor di Jakarta sangat kuat.

Bahkan festival kecil dan alternatif mulai bermunculan, termasuk festival independen dan eksperimental yang ramai dibicarakan komunitas film online. (Reddit)

Masalah utamanya bukan potensi, tetapi konsistensi kebijakan dan keberanian membangun identitas budaya jangka panjang.

Jadi, Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisa , jika dijalankan serius dan konsisten.

Festival horor bulanan mungkin terdengar niche, tetapi justru genre horor adalah salah satu identitas terkuat perfilman Indonesia saat ini.

Jika dikemas dengan:

  • pasar film,
  • diskusi kreatif,
  • screening komunitas,
  • wisata budaya malam,
  • cosplay,
  • hingga kolaborasi internasional,

festival horor bisa menjadi “signature culture” Jakarta seperti yang dimiliki beberapa kota dunia.

Dan dari semua tokoh politik saat ini, Rano Karno memang terlihat sebagai salah satu figur yang paling serius mendorong Jakarta menjadi kota sinema — meski gagasan budaya film itu sendiri sudah lama hidup di komunitas perfilman independen Indonesia.

Link Resmi dan Referensi

  • ANTARA News – Rano Karno tegaskan Jakarta serius ingin jadi kota sinema
  • Kompas – Rano Karno ingin Jakarta adakan festival film internasional
  • Liputan6 – Jakarta Kota Sinema dan penguatan ekosistem film
  • Festival de Cannes Official Website
  • Jakarta Film Week Official Instagram
  • JAFF – Jogja-NETPAC Asian Film Festival

Sumber Istimewa

Tags: Festival Film HororJakarta Kota SinemaKota SinemaRano Karnosignature culture
Previous Post

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Next Post

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026
Article

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!
Article

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani
Article

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother
Article

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik
Article

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer
Article

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Next Post
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026
Article

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

by Nuty Laraswaty
15 September, 2026
0

Sembilan tahun dikembangkan, memakai kamera seluloid 16mm yang semakin langka, dan akhirnya masuk kompetisi utama Busan International Film Festival. Film...

Read more

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In