• Latest
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

by Nuty Laraswaty
12 May, 2026
in Article, Interview
252 3
0
Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini, wacana menjadikan Jakarta sebagai “Kota Sinema” semakin sering terdengar.

Nama Rano Karno menjadi salah satu sosok yang paling aktif mendorong gagasan tersebut sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

Namun pertanyaannya, apakah festival film termasuk festival film horor bulanan  benar-benar bisa mengubah Jakarta menjadi ikon perfilman Indonesia? Dan apakah ide “Jakarta Kota Sinema” memang murni berasal dari gagasan Rano Karno?

Jawabannya ternyata cukup menarik. Dirangkum sebagai berikut :

Q : Mengapa Festival Film Penting untuk Sebuah Kota?

Festival film bukan sekadar acara menonton film. Di banyak negara, festival film adalah alat budaya, ekonomi, sekaligus branding kota.

Kota seperti:

  • Cannes lewat Cannes Film Festival,
  • Busan lewat Busan International Film Festival,
  • hingga Toronto lewat Toronto International Film Festival,

berhasil membangun identitas global karena festival film mereka berlangsung konsisten selama bertahun-tahun.

Festival film menciptakan:

  • wisata budaya,
  • ruang bertemu sineas,
  • ekosistem ekonomi kreatif,
  • perhatian media internasional,
  • hingga identitas kota.

Karena itu, ketika Jakarta mulai serius membicarakan “Kota Sinema”, festival film otomatis menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Q : Apakah Gagasan “Jakarta Kota Sinema” Datang dari Rano Karno?

Jawabannya: iya, tetapi bukan sepenuhnya ide baru yang muncul tiba-tiba.

Rano Karno memang menjadi tokoh politik yang paling aktif membawa slogan “Jakarta Kota Sinema” ke ruang publik dalam dua tahun terakhir. Ia beberapa kali secara terbuka menyatakan ingin membangun ekosistem perfilman Jakarta hingga level internasional.

Dalam berbagai pernyataan resmi, Rano Karno bahkan menyebut:

  • ingin membentuk Jakarta Film Commission,
  • menghadirkan festival film internasional,
  • dan menjadikan Jakarta pusat industri kreatif audiovisual.

Saat menghadiri Cannes Film Festival tahun 2025, ia secara langsung memperkenalkan kampanye “Jakarta Kota Sinema” kepada jaringan perfilman global.

Namun jika diulik lebih dalam, gagasan menjadikan Jakarta sebagai pusat perfilman sebenarnya sudah lama muncul dari komunitas film, festival independen, dan pelaku industri kreatif Jakarta.

Festival seperti:

  • Jakarta Film Week,
  • JAFF,
  • hingga komunitas film alternatif,

sudah bertahun-tahun membangun budaya sinema sebelum slogan itu dipopulerkan secara politik.

Artinya, Rano Karno bukan pencetus tunggal budaya festival film Jakarta, tetapi ia menjadi figur pemerintah yang paling serius membawa gagasan itu ke level kebijakan dan branding kota.

Q : Mengapa Festival Film Horor Bisa Menjadi Menarik untuk Jakarta?

Ini bagian yang paling menarik.

Indonesia, khususnya Jakarta, punya hubungan yang sangat kuat dengan genre horor. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, film horor menjadi genre paling dominan di bioskop Indonesia. Banyak diskusi komunitas film juga menyebut genre ini sebagai “penopang industri bioskop daerah.”

Karena itu, festival film horor bulanan sebenarnya punya potensi besar jika dikembangkan serius.

Kenapa?

Karena horor Indonesia memiliki:

  • basis penonton loyal,
  • budaya urban dan mitologi lokal,
  • komunitas fanatik,
  • serta daya viral tinggi di media sosial.

Festival horor bulanan bisa menjadi:

  • tempat pemutaran film independen,
  • ruang komunitas kreatif,
  • destinasi wisata malam,
  • hingga identitas budaya pop Jakarta.

Apalagi kota-kota dunia seperti Sitges terkenal karena festival film fantastik dan horornya.

Jika Jakarta memiliki festival horor rutin yang konsisten, bukan tidak mungkin kota ini dikenal sebagai pusat horor Asia Tenggara.

Q : Tetapi Apakah Festival Bulanan Saja Cukup?

Tidak.

Festival hanyalah “panggung.” Yang membuat sebuah kota benar-benar menjadi kota film adalah ekosistemnya.

Jakarta membutuhkan:

  • sekolah film,
  • insentif produksi,
  • lokasi syuting ramah industri,
  • arsip film,
  • bioskop alternatif,
  • komunitas aktif,
  • hingga dukungan distribusi internasional.

Inilah alasan mengapa Rano Karno juga berbicara tentang pembentukan Jakarta Film Commission, bukan sekadar festival.

Karena tanpa sistem industri yang kuat, festival hanya akan menjadi acara seremonial tahunan.

Q : Apakah Jakarta Sudah Punya Modal Menjadi Kota Film?

Secara realistis: iya.

Jakarta punya:

  • sejarah perfilman panjang,
  • jumlah bioskop terbesar,
  • pusat media nasional,
  • rumah produksi besar,
  • komunitas kreatif aktif,
  • dan perhatian publik yang tinggi terhadap film.

Ditambah lagi, budaya nongkrong, diskusi film, hingga fandom horor di Jakarta sangat kuat.

Bahkan festival kecil dan alternatif mulai bermunculan, termasuk festival independen dan eksperimental yang ramai dibicarakan komunitas film online. (Reddit)

Masalah utamanya bukan potensi, tetapi konsistensi kebijakan dan keberanian membangun identitas budaya jangka panjang.

Jadi, Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisa , jika dijalankan serius dan konsisten.

Festival horor bulanan mungkin terdengar niche, tetapi justru genre horor adalah salah satu identitas terkuat perfilman Indonesia saat ini.

Jika dikemas dengan:

  • pasar film,
  • diskusi kreatif,
  • screening komunitas,
  • wisata budaya malam,
  • cosplay,
  • hingga kolaborasi internasional,

festival horor bisa menjadi “signature culture” Jakarta seperti yang dimiliki beberapa kota dunia.

Dan dari semua tokoh politik saat ini, Rano Karno memang terlihat sebagai salah satu figur yang paling serius mendorong Jakarta menjadi kota sinema — meski gagasan budaya film itu sendiri sudah lama hidup di komunitas perfilman independen Indonesia.

Link Resmi dan Referensi

  • ANTARA News – Rano Karno tegaskan Jakarta serius ingin jadi kota sinema
  • Kompas – Rano Karno ingin Jakarta adakan festival film internasional
  • Liputan6 – Jakarta Kota Sinema dan penguatan ekosistem film
  • Festival de Cannes Official Website
  • Jakarta Film Week Official Instagram
  • JAFF – Jogja-NETPAC Asian Film Festival

Sumber Istimewa

Tags: Festival Film HororJakarta Kota SinemaKota SinemaRano Karnosignature culture
Previous Post

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Next Post

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB
Drama

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Kuasa gelap 2
Article

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2
Article

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell
Article

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026
Article

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.
Action

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Next Post
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB
Drama

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

by Nuty Laraswaty
2 October, 2026
0

Bagaimana rasanya ketika orang yang paling kamu percaya justru menjadi orang yang menghancurkan hidupmu? Inilah konflik yang menjadi pusat cerita...

Read more

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In