• Latest

review Dark Waters

28 November, 2019
Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

13 February, 2026
Review Once We Were Us

Review Once We Were Us

12 February, 2026
Review Whistle (2026)

Review Whistle (2026)

12 February, 2026
Panor 2

Review Panor 2

12 February, 2026
Haru, Ini Pesan Dr. Aisah Dahlan : Film Titip Bunda di Surga-Mu Media Belajar Parenting

Haru, Ini Pesan Dr. Aisah Dahlan : Film Titip Bunda di Surga-Mu Media Belajar Parenting

10 February, 2026
Review Film The Strangers: Chapter 3 (2026)

Review Film The Strangers: Chapter 3 (2026)

7 February, 2026
KATYANA

KATYANA Debut Musik Lewat “Tongkat Sihir”, Lagu tentang Excitement Jatuh Suka Pertama

5 February, 2026
Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Film Paling Lebaran ?

Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Film Paling Lebaran ?

5 February, 2026
Film Ghost in the Cell Siap Go Internasional

Film Ghost in the Cell Siap Go Internasional

5 February, 2026
Kick-off J-Youth Film Fest 2026

Kick-off J-Youth Film Fest 2026

4 February, 2026
Review Film Sugar (2026)

Review Film Sugar (2026)

4 February, 2026
I Was a Stranger

Review I Was a Stranger

3 February, 2026
BTS THE COMEBACK LIVE | ARIRANG

BTS THE COMEBACK LIVE | ARIRANG

3 February, 2026
Review Surat Untuk Masa Mudaku

Review Surat Untuk Masa Mudaku

3 February, 2026
Musikal Perahu Kertas Resmi Tampil di Panggung

Musikal Perahu Kertas Resmi Tampil di Panggung

2 February, 2026
Review Film Caper (Check Out Sekarang, Pay Later)

Review Film Caper (Check Out Sekarang, Pay Later)

2 February, 2026
Review Macam-Betool-Aja

Review AIU EO, Macam Betool Aja

29 January, 2026
ulasan shelter

Ulasan Shelter

29 January, 2026
MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar

“MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”

27 January, 2026
Kafir Gerbang Sukma

Review Kafir Gerbang Sukma

24 January, 2026
Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

24 January, 2026
Senin Harga Naik

Starvision Rilis Trailer dan Poster Senin Harga Naik, Tayang Lebaran 2026

21 January, 2026
Para Perasuk

Maudy Ayunda Rilis Lagu “Aku yang Engkau Cari”, OST Film Para Perasuk

21 January, 2026
Live Action 5 centimeters

Film 5 Centimeters Per Second Live Action Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 30 Januari 2026

21 January, 2026
Tuhan Benarkah Kau Mendengarku

Review Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? (TBKM)

21 January, 2026
5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

21 January, 2026
Esok Tanpa Ibu

Review Film Esok Tanpa Ibu

21 January, 2026
Penerbangan Terakhir

Review Penerbangan Terakhir

13 January, 2026
Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

13 January, 2026
Review Film Musuh dalam Selimut

Review Film Musuh dalam Selimut

13 January, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review

review Dark Waters

by Nuty Laraswaty
28 November, 2019
in Movie Review
245 8
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah rahasia besar yang mempunyai dampak bagi kehidupan umat manusia, terungkap setelah terkubur puluhan tahun.

Sebuah konspirasi menutupi kejahatan , terungkap berkat kegigihan satu orang bernama Robert Billot (Mark Ruffalo)

 

 

 

Film Dark Waters mengambil seting waktu maju mundur , diawali dari pengenalan di tahun 1998 sebuah rapat internal kantor hukum Taft Stettinius & Hollister saat Robert Bilot diperkenalkan sebagai partner kantor hukum yang baru , menjadi alur waktu mundur  tahun ke tahun 1951 di daerah Parkersburg, Amerika Serikat saat perusahaan DuPont mulai membeli PFOA (yang oleh perusahaan disebut C8) dari 3M untuk digunakan dalam pembuatan Teflon.

3M menemukan PFOA hanya empat tahun sebelumnya; itu digunakan untuk menjaga lapisan seperti Teflon dari penggumpalan selama produksi.  Pada waktu itu , PFOA tidak diklasifikasikan oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai zat berbahaya.  3M mengirimkan pula sebuah  rekomendasi kepada DuPont mengenai tata cara membuang PFOA, yaitu dengan dibakar atau dikirim ke fasilitas limbah kimia.

Instruksi DuPont sendiri menyatakan bahwa itu tidak akan disiram ke air permukaan atau selokan. Namun fakta di lapangan adalah selama beberapa dekade berikutnya, DuPont memompa ratusan ribu pon bubuk PFOA melalui pipa pembuangan fasilitas Parkersburg ke Sungai Ohio.

Perusahaan membuang 7.100 ton lumpur berlubang PFOA ke sebuah lubang yang sengaja digali secara khusus di wilayah perumahan  Washington Works, yang dari lubang pembuangan bahan kimia itu bisa meresap langsung ke tanah. PFOA memasuki tabel air setempat, yang memasok air minum ke komunitas Parkersburg, Wina, Little Hocking dan Lubeck – yang dihuni  dari 100.000 orang penduduk secara keseluruhan.

Bilott mengetahui dari dokumen bahwa 3M dan DuPont telah melakukan penelitian medis rahasia tentang PFOA selama lebih dari empat dekade.

Pada tahun 1961, peneliti DuPont menemukan bahwa bahan kimia tersebut dapat meningkatkan ukuran hati pada tikus dan kelinci. Setahun kemudian, mereka mereplikasi hasil ini dalam studi dengan anjing. Struktur kimia PFOA yang unik membuatnya sangat tahan terhadap degradasi. Ini juga terikat dengan protein plasma dalam darah, yang beredar melalui masing-masing organ dalam tubuh.

Pada 1970-an, DuPont menemukan bahwa ada konsentrasi tinggi PFOA dalam darah pekerja pabrik di Washington Works. Mereka tidak memberi tahu E.P.A. pada saat itu.

Pada tahun 1981, 3M – yang terus berfungsi sebagai pemasok PFOA ke DuPont dan perusahaan lainnya – menemukan bahwa konsumsi zat tersebut menyebabkan cacat lahir pada tikus. Setelah 3M membagikan informasi ini, DuPont menguji anak-anak karyawan hamil di divisi Teflon mereka. Dari tujuh kelahiran, dua memiliki cacat mata. DuPont tetap tidak mempublikasikan informasi  penting ini kepada publik.

Pada tahun 90-an, Bilott menemukan, DuPont memahami bahwa PFOA menyebabkan kanker testis, pankreas dan tumor hati pada hewan laboratorium.

Satu studi laboratorium menyarankan kemungkinan kerusakan DNA dari pajanan PFOA, dan sebuah studi tentang pekerja terkait pajanan dengan kanker prostat.

Aaat mengetahui laporan ini, DuPont akhirnya bergegas mengembangkan alternatif untuk PFOA.

Sebuah memo antar kantor yang dikirim pada tahun 1993 mengumumkan bahwa ‘‘ untuk pertama kalinya, kami memiliki kandidat yang layak ’yang tampaknya kurang beracun dan tetap berada di dalam tubuh untuk durasi waktu yang jauh lebih pendek”.

Diskusi diadakan di kantor pusat perusahaan DuPont untuk membahas peralihan ke kompleks baru. DuPont memutuskan untuk tidak melakukannya. Risiko itu terlalu besar: Produk yang diproduksi dengan PFOA adalah bagian penting dari bisnis DuPont, senilai $ 1 miliar dalam laba tahunan.

Penemuan penting untuk kasus Tennant adalah ini: Pada akhir 1980-an, ketika DuPont semakin khawatir tentang dampak kesehatan limbah PFOA, ia memutuskan perlu menemukan tempat pembuangan sampah untuk lumpur beracun yang dibuang di properti perusahaan.

Untungnya perusahaan telah membeli 66 hektar dari seorang karyawan tingkat rendah di fasilitas Washington Works , dan tempat ini dapat menjadi tempat pembuangan yang sempurna bagi pembuangan limbah.

Dark Waters

Fakta-fakta nyata penting diatas , digarap penulisan naskahnya untuk film oleh Mario Correa dan  Matthew Michael Carnahan, berdasarkan sebuah artikel tulisan Nathaniel Rich yang diterbitkan di majalah The New York Times pada tahun 2016 dengan judul “The Lawyer Who Became DuPont’s Worst Nightmare” . Adapun film  disutradarai oleh Todd Haynes yang dikenal melalui film-filmnya antara lain  Superstar: The Karen Carpenter Story (1987) ,  Carol (2015) , Wonderstruck (2017)

Rangkain dialog dan gambar-gambar yang menyederhanakan sebuah proses hukum yang berjalan bertahun-tahun , penonton dibuat memahami kesulitan, intrik politik dalam pemerintahan hingga kondisi rumah tangga Bilott dan juga para penduduk yang terkena dampak dari rahasia besar ini.

Deretan bintang ternama pun turut berperan serta dalam film ini, seperti : Anne Hathaway , William Jackson Harper, Tim Robbins, Bill Pullman, Bill Camp, Scarlett Hicks turut mendukung . Menariknya akan ada beberapa “cameo” yang akan muncul dan ikut serta berakting dalam film, membuat film ini menjadi semakin nyata dan menohok hati nurani penonton.

Banyaknya istilah-istilah dalam hukum dan kimia, mungkin akan membuat film ini menjadi film yang peruntukannya terbatas . Namun dengan ramuan rangkain dialog dan akting para bintang ternama, mampu menarik simpati para penonton dan setia mengikuti alur cerita hingga akhir, untuk akhirnya menemukan rahasia besar yang mempunyai dampak bagi kehidupan umat manusia. (cinemags/NutyLaraswaty)

Tags: Anne HathawayC8Dark WatersdupontMario CorreaMark RuffaloMatthew Michael CarnahanNathaniel RichParkersburgPFOARobert BillotTaft Stettinius & HollisterTeflonThe Lawyer Who Became DuPont's Worst NightmareThe New York TimesTodd Haynes
Previous Post

Palari Films bekerja sama dengan Iqbaal Ramadhan , membuat film Ali & Ratu-Ratu Queens

Next Post

Eggnoid

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Article

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

13 February, 2026
Review Once We Were Us
Comedy

Review Once We Were Us

12 February, 2026
Review Whistle (2026)
Horror

Review Whistle (2026)

12 February, 2026
Panor 2
Article

Review Panor 2

12 February, 2026
Haru, Ini Pesan Dr. Aisah Dahlan : Film Titip Bunda di Surga-Mu Media Belajar Parenting
Article

Haru, Ini Pesan Dr. Aisah Dahlan : Film Titip Bunda di Surga-Mu Media Belajar Parenting

10 February, 2026
Review Film The Strangers: Chapter 3 (2026)
Horror

Review Film The Strangers: Chapter 3 (2026)

7 February, 2026
Next Post

Eggnoid

Trailer ke-2 Darah Daging

Psst ... ada toilet Instagrammable di CGV Grand Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Article

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

by Nuty Laraswaty
13 February, 2026
0

SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa Jadi Satu-Satunya Film Luna Maya di Tahun 2026 Setelah tahun 2025 Luna Maya cukup...

Read more

Review Once We Were Us

Review Whistle (2026)

Review Panor 2

Haru, Ini Pesan Dr. Aisah Dahlan : Film Titip Bunda di Surga-Mu Media Belajar Parenting

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In