Setelah nonton Crawlers, mungkin kamu bakal mikir dua kali sebelum membiarkan laba-laba kecil lewat begitu saja di kamar.
Menurut saya Crawlers adalah creature horror yang tidak terlalu sibuk membuat kita menebak siapa dalang di balik semuanya.
Film ini lebih tertarik membuat kita melihat bagaimana sebuah situasi yang sudah kacau bisa berubah menjadi semakin mengerikan ketika manusia harus berhadapan dengan makhluk yang ukurannya relatif kecil, tetapi punya kemampuan yang sangat mengganggu.
Dan yang paling berhasil menurut saya adalah ketika film mulai masuk ke wilayah body horror.
Laba-labanya bukan cuma muncul untuk mengejar manusia.
Mereka menjadi bagian dari tubuh manusia.
Ada proses masuk ke tubuh, perubahan fisik, sampai pembusukan yang divisualisasikan dengan cukup menjijikkan.
Ini tipe adegan yang bikin kita spontan menggeser badan di kursi.
Cek trailernya
Film ini masih menggunakan formula yang cukup familiar.
Ada karantina, ada wabah atau ancaman yang menyebar sekelompok manusia yang harus bertahan hidup, creature yang semakin lama semakin mengerikan.
Jadi beberapa bagian terasa cukup predictable.
Namun karena itu cerita ini tidak fresh, karena cerita masih terlalu familiar.
Beberapa karakter juga terasa lebih seperti bagian dari formula creature feature daripada individu yang benar-benar punya kedalaman.
Dan karena filmnya punya potensi untuk menjadi jauh lebih brutal, terasa Crawlers kadang terlalu menahan diri.
Kesimpulan saya
Drawlers berasak terornya, dari awal film uda naik adrenalin, suasana yang dibangun untuk membuat paranoia cukup ok. Secara plot terbangun ketegangan demi ketegangan sampai puncaknya. Aksi nekad Serena nunjukin kalau sebagaimana beratnya hidup dia, dia tetap ingin jadi orang baik
Cast
- Matilda Lutz as Serena
- Gregg Sulkin
- William Miller
- Melina Matthews
Sutradara Angel Gómez Hernández , penulis skenario Jayson Rothwell,
Farah, diperiksa Anya



































