Film Henry’s First Dates membalik posisi karakter dari 50 First Dates.
Sinopsis Henry’s First Dates
Henry (Nadech Kugimiya) adalah pria ramah yang membantu mengurus penginapan keluarga di Thailand Selatan. Ia mengalami gangguan ingatan yang membuat kejadian sehari hari tidak tersimpan sebagaimana mestinya. Setiap kali bangun tidur, Henry tidak lagi mengingat apa yang terjadi pada hari sebelumnya.
Hidupnya berubah ketika bertemu Lucy (Minnie), seorang pilot balon udara yang kemudian jatuh cinta kepadanya. Masalahnya, perasaan Lucy terus berkembang, sementara Henry harus mengenalnya kembali setiap hari.
Durasi sekitar 115 menit membuat film ini memiliki cukup banyak ruang untuk mengeksplorasi hubungan Henry dan Lucy. Film pun mengandalkan pengulangan juga berisiko membuat cerita berjalan di tempat.
Beberapa situasi komedi terasa terlalu panjang, sementara sejumlah lelucon tidak selalu menyatu dengan momen emosionalnya.
Mau tak mau film ini membuatku membandingkan dengan serial berjudul Even If This Love Disappears from the World Tonight (Cinta yang Disimpan dalam Catatan)

Berbeda dengan Henry’s First Dates, film Korea Even If This Love Disappears from the World Tonight menempatkan Han Seo yoon (Shin Si ah) sebagai karakter yang mengalami amnesia anterograd. Ia tidak dapat menyimpan ingatan baru dengan normal, sehingga setiap hari harus mengandalkan catatan untuk memahami kehidupannya.
Seo yoon kemudian menjalin hubungan dengan Kim Jae won (Choo Young woo), seorang siswa yang awalnya memiliki alasan tersendiri untuk mendekatinya. Namun, seiring waktu, hubungan mereka berkembang menjadi sesuatu yang lebih tulus.
Di sini, yang membuat saya tertarik adalah bagaimana film Korea tersebut menggunakan kebiasaan mencatat sebagai bagian penting dari cerita. Catatan bukan sekadar alat bantu agar Seo yoon mengetahui apa yang terjadi kemarin. Catatan juga menjadi jembatan antara dirinya dengan pengalaman yang tidak dapat ia simpan secara utuh.
Ada perbedaan emosional yang cukup besar dibandingkan film Thailand.

Dalam Henry’s First Dates, Lucy berusaha menciptakan pengalaman baru agar Henry tertarik kepadanya lagi. Dalam Even If This Love Disappears from the World Tonight, Jae won berusaha mengisi hari hari Seo yoon dengan pengalaman yang layak dikenang, meskipun ia mengetahui bahwa ingatan tersebut mungkin tidak bertahan.
Keduanya sama sama berbicara tentang kesediaan untuk memulai kembali. Namun, film Korea lebih menekankan kerapuhan hubungan dan keterbatasan waktu yang dimiliki para karakternya.
Romansa mereka terasa lebih intim. Hal hal sederhana seperti berjalan bersama, berbicara, atau membuat kenangan baru memperoleh arti lebih besar karena penonton mengetahui bahwa semua itu tidak bisa dianggap sebagai jaminan untuk hari berikutnya.
Menurut saya, pendekatan ini membuat emosi film Korea lebih mudah menempel bagi penonton yang menyukai kisah cinta dengan konflik personal.
Ini tentunya meninggalkan Henry’s First Dates, jauh tertinggal dari segi emosional, dan bahkan jika diingat kembali 50 First Dates juga memberikan sentuhan emosional tersendiri saat episode lukisan.
Sudah begitu saja, kalau film Henry’s First Dates. Nampaknya cocok ditonton untuk para pejuang cinta dan penonton romansa sederhana.



































