Film Tom Cruise yang Bikin Kita Bertanya, Ini Film atau Pertunjukan di Dalam Film?
Tom Cruise biasanya identik dengan adegan action, lari kencang, misi mustahil, dan karakter yang kelihatannya selalu siap menyelamatkan dunia. Tapi bagaimana kalau kali ini dia justru ngajak kita masuk ke sebuah pertunjukan teater yang ternyata jauh lebih rumit dari kelihatannya?
Itulah kejutan yang ditawarkan Digger.
Film terbaru karya Alejandro G. Iñárritu ini terasa seperti film yang sengaja mengajak penontonnya percaya pada satu hal, lalu perlahan membuat kita mempertanyakan kembali apa yang sebenarnya sedang kita tonton,justru di situlah keseruannya.
Bukan Sekadar Film Tentang Tom Cruise
Digger bukan film yang menjual Tom Cruise sebagai pahlawan karismatik seperti yang selama ini kita kenal.
Di sini, Cruise memainkan dua karakter, yaitu Curtis Markson dan karakter yang ia perankan dalam sebuah pertunjukan teater satir bernama Fossil Fools, yaitu Digger Rockwell.
Awalnya mungkin terlihat seperti gimmick.
Tapi semakin film berjalan, konsep dua karakter ini justru menjadi bagian penting dari cara Iñárritu bercerita.
Ada film, pertunjukan teater di dalam film,karakter yang memainkan karakter serta ada penonton yang akhirnya ikut dibuat bertanya, sebenarnya batas antara pertunjukan dan kehidupan nyata itu di mana?
Konsep seperti ini dikenal sebagai play-within-a-film atau teater-dalam-film.
Kalau biasanya kita melihat film yang bercerita tentang orang membuat film, Digger membawa konsep tersebut ke panggung teater.
Bedanya, di sini batasnya sengaja dibuat semakin kabur.
Salah satu hal paling menarik tentu saja Tom Cruise.
Kalau selama ini wajah Cruise identik dengan karakter yang atletis, percaya diri, dan selalu terlihat siap melakukan aksi ekstrem, di Digger kita mendapatkan versi yang jauh berbeda. Sebagai Curtis Markson, penampilannya dibuat lebih tua.
Rambut mulai menipis dan memutih, tubuh terlihat lebih berisi, dan gesturnya tidak lagi seperti seorang Ethan Hunt yang siap berlari mengejar pesawat. Perubahan tersebut memang terlihat sederhana.
Tapi justru cukup efektif membuat kita melihat Cruise dari perspektif yang berbeda.
Sementara sebagai Digger Rockwell, Cruise memberikan energi yang jauh lebih teatrikal. Bukan cuma soal gesture atau ekspresi wajah.
Dialog menjadi senjata utamanya.
Ada banyak bagian ketika Cruise harus memainkan dialog panjang dengan ritme yang sangat terukur. Kata demi kata terasa seperti bagian dari pertunjukan.
Dan ini memang menjadi salah satu kekuatan sekaligus tantangan filmnya.
Karena kalau kamu tipe penonton yang suka film dengan tempo cepat, Digger mungkin akan terasa cukup melelahkan di beberapa bagian.
Jangan Terlalu Cepat Percaya dengan Apa yang Kamu Lihat
Ini bagian yang menurutku paling menarik, tapi juga paling aman untuk tidak dibocorkan.
Digger punya beberapa karakter yang awalnya terlihat seperti sekadar bagian dari cerita.
Ada yang muncul hanya sebentar, screen time-nya tidak terlalu banyak, juga adegan yang pada awalnya mungkin terasa seperti tidak terlalu penting.
Tapi film ini ternyata cukup pintar menyimpan kepingan ceritanya.
Semakin mendekati bagian akhir, beberapa hal yang sebelumnya terlihat biasa mulai terasa berbeda.
Jadi kalau kamu menonton film ini, jangan buru buru menyimpulkan bahwa sebuah karakter atau adegan tidak penting hanya karena porsinya sedikit.
Karena bisa saja justru di situlah jawabannya disimpan.
Satirnya Bukan Cuma dari Cerita
Kalau dilihat sekilas, Digger memang seperti komedi satir.
Tapi satirnya tidak hanya datang dari cerita utama.
Deretan karakter di dalam film juga terasa seperti representasi dari dunia nyata.
Figur menarik? Presiden Amerika Serikat, wakil presiden, tentara, pejabat, dan berbagai figur lain yang ditampilkan dengan cara yang terasa absurd sekaligus familiar.
Yang menarik, absurditas tersebut justru terasa semakin lucu karena dimainkan dengan serius.
Kita tertawa.
Tapi setelah dipikir lagi, ada bagian yang membuat kita bertanya:
“Ini sebenarnya lucu atau malah terlalu dekat dengan kenyataan?” Menurutku, di situlah satir Digger bekerja.
Film ini seperti mengambil realitas dunia yang semakin absurd, kemudian memasukkannya ke panggung pertunjukan.
Dunia Nyata yang Dijadikan Pertunjukan
Konsep terbesar Digger sebenarnya bisa dibaca dari hubungan antara kehidupan nyata dan dunia pertunjukan.
Curtis Markson adalah aktor.
Digger Rockwell adalah karakter yang ia mainkan.
Tetapi kemudian film membuat batas antara aktor, karakter, pertunjukan, dan kehidupan nyata menjadi semakin tidak jelas.
Ini membuat Digger punya beberapa lapisan.
Kita menonton seorang aktor memainkan karakter.
Karakter tersebut tampil dalam sebuah pertunjukan.
Pertunjukan tersebut kemudian menjadi bagian dari film yang sedang kita tonton.
Jadi kalau dipikir pikir, penonton juga sebenarnya ikut menjadi bagian dari permainan tersebut.
Film menonton pertunjukan, sementara kita menonton film yang sedang menonton pertunjukan.
Agak bikin kepala muter?
Yes.
Tapi justru itu yang membuatnya menarik.
Ada Bagian yang Bikin Ngantuk
Aku tetap harus kasih catatan.
Konsep teater-dalam-film ini memang menjadi kekuatan utama Digger, tetapi di beberapa bagian juga bisa menjadi tantangan.
Terutama ketika film mulai mengandalkan monolog dan dialog panjang.
Ada momen ketika ritmenya terasa melambat cukup jauh.
Kalau kamu terbiasa dengan Tom Cruise yang berlari, berkelahi, memanjat, atau melakukan aksi ekstrem, mungkin kamu akan mengalami sedikit culture shock.
Di sini, Cruise bisa berdiri dan bicara panjang, dan itu bisa terasa intens.
Tapi bisa juga bikin mata mulai berat.
Jadi, jangan masuk ke bioskop dengan ekspektasi mendapatkan Mission: Impossible versi lain.
Digger jelas bermain di arena yang berbeda.

Verdict
Buatku, Digger adalah salah satu proyek Tom Cruise yang paling menarik justru karena dia berani keluar dari zona nyaman.
Film ini tidak menjadikan Cruise sebagai pahlawan aksi.
Sebaliknya, dia ditempatkan dalam sebuah permainan karakter yang lebih teatrikal, satir, dan penuh lapisan.
Iñárritu juga tidak sekadar membuat film tentang seorang aktor.
Ia membuat cerita tentang aktor, karakter, pertunjukan, realitas, dan bagaimana semuanya bisa saling bercampur.
Ada bagian yang bikin mikir, lalu swich bagian yang lucu, berkembang jadi bagian yang bikin kita mempertanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Dan ya, ada juga bagian yang bikin sedikit mengantuk karena dialognya panjang banget.
Tapi kalau kamu suka film yang tidak memberikan semuanya secara instan dan senang membongkar lapisan cerita setelah keluar dari bioskop, Digger layak dicoba.
Detail Film Judul: Digger Sutradara: Alejandro G. Iñárritu Skenario: Alejandro G. Iñárritu, Alexander Dinelaris, Nicolás Giacobone, Sabina Berman Pemain: Tom Cruise, Sandra Hüller, John Goodman, Michael Stuhlbarg, Riz Ahmed, Jesse Plemons, Robert John Burke, Emma D’Arcy, Burn Gorman, Sophie Wilde, Mercedes Hernández, Danny Kirrane, Corey Johnson, dan lainnya Production Company: Legendary Pictures, TC Productions Distributor: Warner Bros. Pictures Durasi: 2 jam 9 menit

































