• Latest

Bicara mengenai film Nana, interview bersama Kamila Andini

3 February, 2022
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Suanggi

Suanggi: Ilmu Kutukan, Horor Indonesia Timur yang Bawa Mitos Papua ke Bioskop

14 September, 2026
Obsession Inde Navarrette

Review Film Obsession

14 September, 2026
Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

14 September, 2026
Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel

Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel dan …

14 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home moviereview

Bicara mengenai film Nana, interview bersama Kamila Andini

Kamila Andini kali ini menyutradarai lagi film bertemakan perempuan secara period

by Nuty Laraswaty
3 February, 2022
in Interview
250 3
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jika tiada aral melintang, tentunya utusan film Nana akan berangkat di bulan Feruari 2021 ini ke ajang Berlinale ke-72. Film Nana yang dengan judul bahasa Inggrisnya Before, Now & Then, akan berkompetisi bersama film-film dari pembuat film dunia ternama seperti sutradara Carla Simon, Claire Denis, Rithy Panh, Denis Cote, Paolo Taviani, Ulrich Siedl, Andreas Dresen, Hong Sang Soo, Isaki Lacuesta, dan François Ozon.

Kamila Andini memang senang membuat film bertemakan perempuan dari sisi humanisnya, sehingga karakter yang ia bangun biasanya memiliki sisi hitam dan putih. Ini merupakan sesuatu yang manusiawi dan dapat dikatakan merupakan ciri khasnya.

Terkait akan hal ini, Cinemags dan beberapa media , mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung seputar film ini dengan sutradara Kamila Andini , dan berikut ini adalah rangkumannya.

Q: Bisa diceritakan mengenai kisah film ini, dari sisi yang paling menarik yang membuat ingin menyutradarainya?

A : Buat saya yang paling menarik adalah tawaran untuk menyutradarai sebuah film period yang intim mengenai perempuan, walaupun perempuan ini ada di jaman apapun. Perempuan ini seperti kita melihat ibu kita, nenek kita, sahabt kita yang kita sayangi apa adanya, bisa saja melakukan suatu perbuatan yang benar atau salah, dan sebenarnya dari situlah kita belajar mengenai kehidupan, di balik semua kesulitan-kesulitan yang dialami.

Ini sih idealnya cerita yang memotret kondisi perempuan pada masa itu , dan menjadi refleksi akan perempuan secara detail dan kita bisa melihat ada sesuatu yang telah bergerak, ada yang belum bergerak -sama sampai sekarang. Dialog ini yang membuat saya tertarik, bagaimana saya dalam kondisi saat ini berrefleksi dengan karakter saat itu. Mendialogkan posisi perempuan dalam pernikahan, dalam wilayah domestik seperti apa. Itu sih yang seru buat saya.

Q: Bisa diceritakan lebih lanjut kerumitan dalam membuat film period ini?

A : Film kali ini lebih menantang , ini membuat proses pembuatannya menjadi lebih menyenangkan lagi . Saat membuat film ini, saya sadar betul bahwa  walaupun riset dilakukan sedetail apapun, saya tidak mungkin mampu memahami perspektif perempuan pada jaman itu. Saya harus sadar betul bahwa bagaimanapun secara kreator, saya adalah perspektif perempuan saat ini, sehingga memang film ini walaupun setting-nya lampau, ini dalah produk masa sekarang, dimana kita hidup di era berbeda. Jadi meskipun settingnya masa lampau, cara penyampaiannya sangat modern sesuai era masa kini, karena memang saya tidak sedang membuat mesin waktu untuk bisa kembali ke masa lampau, tapi membuat jembatan bagaimana kita dapat melihat dan melakukan refleksi akan perempuan.

Film Before, Now and Then (Nana) karya Kamila Andini Inbox

Q; Apakah ada pesan khusus yang hendak disampaikan melalui film ini?

A: Saya lebih ingin mengajak orang untuk mengalami, dibandingkan dengan menyampaikan pesan. Penonton diajak untuk mengalami kejadian yang dialami Nana, terlebih ini ceritanya pada kurun waktu pasca kemerdekaan. Di masa itu, perubahan terus terjadi dan banyak sekali,dari satu perubahan ke yang lain, tentunya yang paling harus beradaptasi adalah institusi terkecil yaitu rumah, dan itu perempuan, sama seperti yang kita alami sekarang. Saat pandemi, saat perubahan itu terjadi, yang paling harus terus beradaptasi adalah perempuan dan kita dapat melihat bagaimana perempuan itu selalu jadi korban jaman. Namun di lain pihak, perempuan juga tidak menjadikan dirinya sebagai korban, tapi justru berperan pada perubahan-perubahan itu dan juga berperan untuk memutuskan hal-hal yang ingin ia lakukan, yang terbaik untuk dirinya.

Q:Bisa diceritakan lebih lanjut .Saat pembuatan film ini, apakah ada proses yang berbeda dibandingkan film-film terdahulu?

A: Dalam setiap pembuatan film tentunya akan ada proses yang baru lagi, kalau film Nana ini saya tentunya sudah jauh berbeda dengan pada saat saya membuat film-film saya terdahulu. Saya sudah lebih memahami diri saya, kecenderungan saya sebagai film maker, sisi saya dan suara saya sebagai kaum perempuan. Saya juga menemukan tantangan-tantangan baru lagi  yang berbeda di film ini. Juga ibarat kanvas, saya memiliki ruang lebih luas lagi dalam berkolaborasi, memimpin tim dan hal-hal ini saat ini muncul di titik ini . Itu juga yang membuat, jika melihat dari perjalanannya, masuk dalam festival ini juga merupakan salah satu hal yang menjustifikasi bahwa saya bergerak lagi dari pencapaian saya berikutnya.

Rasanya ini yang menyenangkan, saat melakukan sesuatu , memiliki langkah kecil untuk lebih bisa maju lagi , mengenal diri sendiri lebih lagi atau memberikan tantangan lebih kepada diri saya sendiri. Lalu menemukan diri kita lagi dan lagi yang berproses .

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Fourcolours Films (@fourcoloursfilms)

Semoga film Nana mampu berkompetisi dengan lancar disana dan juga membawa nama Indonesia semakin maju dan besar.

 

Tags: Before Now & ThenFilm NanaKamila Andinimengenai film Nana
Previous Post

Review All of Us are Dead

Next Post

Seputar film ASHIAP MAN

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

FFI 2026 Buka Masterclass
Article

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki
Action

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

9 July, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta
Article

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties
Article

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?
Article

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Next Step Studio 2026
Interview

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Next Post

Seputar film ASHIAP MAN

6 Tayangan Korea Baru Sepanjang Februari di Viu

Review Moonfall

Kuasa gelap 2
Article

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

by Nuty Laraswaty
25 September, 2026
0

    Jakarta — Film horor Kuasa Gelap 2 resmi membuka babak baru perfilman Indonesia. Sekuel garapansutradara horor senior Rizal...

Read more

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In