• Latest

Bicara mengenai film Nana, interview bersama Kamila Andini

3 February, 2022
The Other Sister, Series Thriller

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

25 May, 2026
Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

22 May, 2026
Review Drama Korea Azure Spring

Review Drama Korea Azure Spring

21 May, 2026
Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

21 May, 2026
Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

20 May, 2026
Review Film Hokum (2026)

Review Film Hokum (2026)

20 May, 2026
Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

19 May, 2026

Maxime Bouttier Jadi Pria Toxic Paling Dibenci? “Bercinta Dengan Maut” Langsung Ramai Dibicarakan Netizen

19 May, 2026
28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

19 May, 2026
Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

15 May, 2026
Citadel Musim 2

5 Alasan Citadel Musim 2 Jadi Serial Prime Video yang Lagi Viral dan Wajib Ditonton Tahun Ini

15 May, 2026
Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

15 May, 2026
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

10 May, 2026
Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

8 May, 2026
Next Step Studio 2026

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan “Kalah” oleh Keluarga Sendiri

Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan Kalah oleh Keluarga Sendiri

7 May, 2026
Review The Bell: Panggilan untuk Mati

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

7 May, 2026
Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Mengenal ONIC Esports dalam Film Nobody Loves Kay dibintangi Bima Azriel

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

6 May, 2026
iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

5 May, 2026
Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

5 May, 2026
Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

5 May, 2026
Review Salmokji Whispering Water

Review Salmokji Whispering Water

2 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home moviereview

Bicara mengenai film Nana, interview bersama Kamila Andini

Kamila Andini kali ini menyutradarai lagi film bertemakan perempuan secara period

by Nuty Laraswaty
3 February, 2022
in Interview
250 3
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jika tiada aral melintang, tentunya utusan film Nana akan berangkat di bulan Feruari 2021 ini ke ajang Berlinale ke-72. Film Nana yang dengan judul bahasa Inggrisnya Before, Now & Then, akan berkompetisi bersama film-film dari pembuat film dunia ternama seperti sutradara Carla Simon, Claire Denis, Rithy Panh, Denis Cote, Paolo Taviani, Ulrich Siedl, Andreas Dresen, Hong Sang Soo, Isaki Lacuesta, dan François Ozon.

Kamila Andini memang senang membuat film bertemakan perempuan dari sisi humanisnya, sehingga karakter yang ia bangun biasanya memiliki sisi hitam dan putih. Ini merupakan sesuatu yang manusiawi dan dapat dikatakan merupakan ciri khasnya.

Terkait akan hal ini, Cinemags dan beberapa media , mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung seputar film ini dengan sutradara Kamila Andini , dan berikut ini adalah rangkumannya.

Q: Bisa diceritakan mengenai kisah film ini, dari sisi yang paling menarik yang membuat ingin menyutradarainya?

A : Buat saya yang paling menarik adalah tawaran untuk menyutradarai sebuah film period yang intim mengenai perempuan, walaupun perempuan ini ada di jaman apapun. Perempuan ini seperti kita melihat ibu kita, nenek kita, sahabt kita yang kita sayangi apa adanya, bisa saja melakukan suatu perbuatan yang benar atau salah, dan sebenarnya dari situlah kita belajar mengenai kehidupan, di balik semua kesulitan-kesulitan yang dialami.

Ini sih idealnya cerita yang memotret kondisi perempuan pada masa itu , dan menjadi refleksi akan perempuan secara detail dan kita bisa melihat ada sesuatu yang telah bergerak, ada yang belum bergerak -sama sampai sekarang. Dialog ini yang membuat saya tertarik, bagaimana saya dalam kondisi saat ini berrefleksi dengan karakter saat itu. Mendialogkan posisi perempuan dalam pernikahan, dalam wilayah domestik seperti apa. Itu sih yang seru buat saya.

Q: Bisa diceritakan lebih lanjut kerumitan dalam membuat film period ini?

A : Film kali ini lebih menantang , ini membuat proses pembuatannya menjadi lebih menyenangkan lagi . Saat membuat film ini, saya sadar betul bahwa  walaupun riset dilakukan sedetail apapun, saya tidak mungkin mampu memahami perspektif perempuan pada jaman itu. Saya harus sadar betul bahwa bagaimanapun secara kreator, saya adalah perspektif perempuan saat ini, sehingga memang film ini walaupun setting-nya lampau, ini dalah produk masa sekarang, dimana kita hidup di era berbeda. Jadi meskipun settingnya masa lampau, cara penyampaiannya sangat modern sesuai era masa kini, karena memang saya tidak sedang membuat mesin waktu untuk bisa kembali ke masa lampau, tapi membuat jembatan bagaimana kita dapat melihat dan melakukan refleksi akan perempuan.

Film Before, Now and Then (Nana) karya Kamila Andini Inbox

Q; Apakah ada pesan khusus yang hendak disampaikan melalui film ini?

A: Saya lebih ingin mengajak orang untuk mengalami, dibandingkan dengan menyampaikan pesan. Penonton diajak untuk mengalami kejadian yang dialami Nana, terlebih ini ceritanya pada kurun waktu pasca kemerdekaan. Di masa itu, perubahan terus terjadi dan banyak sekali,dari satu perubahan ke yang lain, tentunya yang paling harus beradaptasi adalah institusi terkecil yaitu rumah, dan itu perempuan, sama seperti yang kita alami sekarang. Saat pandemi, saat perubahan itu terjadi, yang paling harus terus beradaptasi adalah perempuan dan kita dapat melihat bagaimana perempuan itu selalu jadi korban jaman. Namun di lain pihak, perempuan juga tidak menjadikan dirinya sebagai korban, tapi justru berperan pada perubahan-perubahan itu dan juga berperan untuk memutuskan hal-hal yang ingin ia lakukan, yang terbaik untuk dirinya.

Q:Bisa diceritakan lebih lanjut .Saat pembuatan film ini, apakah ada proses yang berbeda dibandingkan film-film terdahulu?

A: Dalam setiap pembuatan film tentunya akan ada proses yang baru lagi, kalau film Nana ini saya tentunya sudah jauh berbeda dengan pada saat saya membuat film-film saya terdahulu. Saya sudah lebih memahami diri saya, kecenderungan saya sebagai film maker, sisi saya dan suara saya sebagai kaum perempuan. Saya juga menemukan tantangan-tantangan baru lagi  yang berbeda di film ini. Juga ibarat kanvas, saya memiliki ruang lebih luas lagi dalam berkolaborasi, memimpin tim dan hal-hal ini saat ini muncul di titik ini . Itu juga yang membuat, jika melihat dari perjalanannya, masuk dalam festival ini juga merupakan salah satu hal yang menjustifikasi bahwa saya bergerak lagi dari pencapaian saya berikutnya.

Rasanya ini yang menyenangkan, saat melakukan sesuatu , memiliki langkah kecil untuk lebih bisa maju lagi , mengenal diri sendiri lebih lagi atau memberikan tantangan lebih kepada diri saya sendiri. Lalu menemukan diri kita lagi dan lagi yang berproses .

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Fourcolours Films (@fourcoloursfilms)

Semoga film Nana mampu berkompetisi dengan lancar disana dan juga membawa nama Indonesia semakin maju dan besar.

 

Tags: Before Now & ThenFilm NanaKamila Andinimengenai film Nana
Previous Post

Review All of Us are Dead

Next Post

Seputar film ASHIAP MAN

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?
Article

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Next Step Studio 2026
Interview

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air
Article

Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air

16 December, 2025
diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.
Article

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku
Article

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Cast Film Pangku
Article

Interview Cast Film Pangku

29 October, 2025
Next Post

Seputar film ASHIAP MAN

6 Tayangan Korea Baru Sepanjang Februari di Viu

Review Moonfall

The Other Sister, Series Thriller
Article

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

by Nuty Laraswaty
25 May, 2026
0

Drama misteri Indonesia makin panas di 2026. Kali ini MAXstream TV bersama iQIYI Indonesia resmi menghadirkan original series terbaru mereka,...

Read more

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Review Drama Korea Azure Spring

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In