Serial terbaru Netflix Indonesia, Night Shift for Cuties, bukan sekadar kisah dua penggemar K-Pop yang bermimpi bertemu idolanya.
Di balik warna-warni dunia fandom, serial ini mengangkat tema persahabatan perempuan, tekanan ekonomi generasi muda, standar kecantikan, hingga pencarian jati diri.
Dalam konferensi pers yang digelar Netflix, sutradara sekaligus kreator serial ini, Monica Vanesa Tedja atau Mica Tedja, menjelaskan bahwa ide utama serial tersebut lahir dari pengamatannya terhadap hubungan persahabatan perempuan yang kompleks namun penuh kasih sayang.
“Kami mencoba menangkap cerita persahabatan perempuan yang bisa terlihat rumit dan seperti rollercoaster dengan pertengkaran dan cekcok, tapi di balik itu ada cinta dan rasa peduli,” ujar Mica.
Serial delapan episode ini mengikuti perjalanan Muti (Shenina Cinnamon) dan Jenar (Nadya Syarifa), dua sahabat yang bekerja di minimarket dan sama-sama mengidolakan girl group fiktif Purple Tea.
Kesempatan untuk bertemu idola mereka di Korea Selatan kemudian mengubah persahabatan tersebut menjadi persaingan yang penuh emosi.
serial ini mengangkat tema fandom, sisterhood, dan perjuangan anak muda Indonesia yang berusaha menemukan kebahagiaan di tengah berbagai tekanan hidup.
Tentang Night Shift for Cuties
Production Service Company: Soda Machine Films
Sutradara: Monica Vanesa Tedja
Penulis Naskah: Monica Vanesa Tedja, Aline Djayasukmana
Produser: Lucky Kuswandi, Kevin Ryan Himawan
Pemeran Utama: Shenina Cinnamon, Nadya Syarifa
Dirangkum oleh Anya
Baca juga ini



































