• Latest
Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

8 January, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

film zombi bernuansa drama dan dark comedy tentang cinta, kesetiaan, dan makna kemanusiaan

by Nuty Laraswaty
8 January, 2026
in Article, Drama, Horror, Movie Kritic, Movie Review
256 3
0
Share on FacebookShare on Twitter

We Bury the Dead (2026) adalah salah satu tontonan zombie paling unik awal tahun ini.

Sebabnya , memilih jalur drama psikologis dan eksistensial daripada menggantungkan diri pada teror nonstop atau jump scare klasik.

Disutradarai oleh Zak Hilditch dan dibintangi Daisy Ridley sebagai Ava Newman.

Alur kisahnya  menawarkan pengalaman yang lebih berhati-hati dan reflektif—sebuah perpaduan antara kisah cinta yang terputus, tragedi militer, dan pertanyaan besar tentang apa artinya menjadi manusia dalam dunia yang hancur.

We_bury_the_dead

Sinopsis singkat

Alur kisah dimulai dengan sebuah kecelakaan eksperimen militer yang tidak sengaja meledakkan senjata pemusnah, membuat kota Tasmania hancur dan sebagian besar penduduknya tewas atau berada dalam keadaan “tidak sepenuhnya hidup”.

Ava, yang kehilangan suaminya Mitch (Matt Whelan) , bergabung dengan tim evakuasi tubuh dalam harapan menemukan dia masih hidup.

Namun, seiring waktu berlalu, tubuh-tubuh yang telah dikubur mulai bangkit kembali—tidak hanya sebagai ancaman, tetapi sebagai peninggalan masa lalu yang tak bisa Ava tinggalkan begitu saja.

 

 

Trailernya 

 

Berbeda dengan film zombi kebanyakan yang fokus pada ketakutan dan keganasan, We Bury the Dead menggunakan zombi sebagai metafora untuk trauma, penyesalan, dan kehilangan.

 

Zombi di sini bukan hanya makhluk tanpa akal—mereka adalah wajah dari manusia yang pernah hidup, dan itu membuat setiap perjumpaan menjadi momen yang anehnya sedih sekaligus menyeramkan

Ini bukan sekadar “berlari dari gerombolan mayat hidup”, tapi menyaksikan apa yang tersisa dari hubungan, kenangan, dan harapan.

Bagi Ava, ini adalah sebuah perjalanan, pencarian yang wajib ia lakukan. Itulah sebabnya jika bagi beberapa penonton alur kisahnya terasa dipaksakan, maka sebenarnya jika dilihat dari sudut pandang Ava, dia hanya memerlukan penutup.

Inilah motivasinya yang sangat kuat , yang harus ia jalankan , apapun itu halangannya.

Tolok ukur ‘cinta” menjadi alasan utama karakter utama terus bertahan: kesetiaan, keyakinan, dan harapan untuk menemukan yang hilang.

Permasalahan hubungan mereka—termasuk konflik lama yang tersirat dan kenangan yang terus muncul lewat flashback—memberi bobot dramatis yang membuat penonton bisa ikut merasakan kepedihan, penyesalan, dan kebutuhan untuk berakhirnya kisah yang belum selesai.

Secara visual dan sinematik, terasa menonjol atmosfernya yang sunyi dan mencekam.

Kamera menangkap lanskap Tasmania yang kosong dan sunyi setelah bencana, memberi rasa terasing yang tak biasa dalam film zombi, terasa bayangan dunia yang kosong, sepi dan memori terpadu dengan rapih.

Deretan foto-foto, lauk pauk yang tak sempat dimakan dan mayat yang terbujur kaku , menekankan atmosfer ini dan ini berhasil di awal.

Namun terasa melelahkan hingga sampai satu babak yang menjadikan dasar plot twist kisahnya.

Langkah khas zombi hingga kesunyian sangat membantu membawa penonton merasa berada di dalam film, menjadi lebih peduli akan nasib para karakternya, terutama Ava.

Twist-nya agak menyebalkan bagi beberapa penonton . Alih-alih mengakhiri cerita dengan klimaks penuh aksi, film ini memilih cara yang lebih ambigu dan reflektif akan kehidupan itu sendiri.

Puncak emosinya datang dari momen manusiawi, bukan dari pertempuran spektakuler melawan mayat hidup

Pertanyaan moral dan eksistensial akhirnya pun timbul , apa artinya hidup ketika segalanya telah hilang?

Namun apakah seserius ini filmnya? Jawabannya tidak, banyak dark comedy ditampilkan yang membuat penonton mau tak mau tertawa.

Zombi bukan cuma makhluk kosong tanpa otak. Mereka adalah sisa-sisa manusia yang pernah hidup, punya cerita, dan pernah dicintai.

Justru di situlah rasa ngerinya muncul—setiap pertemuan terasa ganjil, sedih, dan bikin nggak nyaman.

Film ini nggak cuma soal lari dari kejaran mayat hidup, tapi tentang menatap langsung apa yang tersisa dari hubungan, kenangan, dan harapan yang belum sempat selesai.

Tags: Daisy Ridleyfilm zombi berbedamayat hidupWe Bury the Dead
Previous Post

Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

Next Post

Ulasan Suka Duka Tawa

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki
Article

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain
Article

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB
Drama

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang
Action

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946
Drama

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2
Article

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Next Post
Ulasan Suka Duka Tawa

Ulasan Suka Duka Tawa

Aplikasi VIU

Viu Resmi Luncurkan Viu Shorts, Tayangan Drama Vertikal Pendek untuk Penonton Mobile

Review Film Musuh dalam Selimut

Review Film Musuh dalam Selimut

Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki
Article

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

by Nuty Laraswaty
5 October, 2026
0

Empat Musim Pertiwi  Ada film yang selesai ketika credit title muncul, tapi ada juga film yang justru bikin kita kepikiran...

Read more

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In