• Latest
Ulasan Suka Duka Tawa

Ulasan Suka Duka Tawa

8 January, 2026
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

10 May, 2026
Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

8 May, 2026
Next Step Studio 2026

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan “Kalah” oleh Keluarga Sendiri

Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan Kalah oleh Keluarga Sendiri

7 May, 2026
Review The Bell: Panggilan untuk Mati

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

7 May, 2026
Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Mengenal ONIC Esports dalam Film Nobody Loves Kay dibintangi Bima Azriel

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

6 May, 2026
iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

5 May, 2026
Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

5 May, 2026
Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

5 May, 2026
Review Salmokji Whispering Water

Review Salmokji Whispering Water

2 May, 2026
Review Ikatan Darah

Review Ikatan Darah

2 May, 2026
Trailer Citadel Season 2 Rilis, Netizen Soroti “Tim Baru, Misi Baru” yang Lebih Intens

Trailer Citadel Season 2 Rilis, Netizen Soroti “Tim Baru, Misi Baru” yang Lebih Intens

27 April, 2026
Mengenal Gelung Nusantara: Warisan Budaya Perempuan Indonesia yang Kembali Tren di Era Modern

Mengenal Gelung Nusantara: Warisan Budaya Perempuan Indonesia yang Kembali Tren di Era Modern

27 April, 2026
Trailer Off Campus Rilis, Netizen Soroti “Ruang Ganti” hingga Nuansa Romansa yang Intens

Trailer Off Campus Rilis, Netizen Soroti “Ruang Ganti” hingga Nuansa Romansa yang Intens

27 April, 2026
“Dapur Sumur Tutur” Suguhkan Pergulatan Perempuan Lintas Generasi, Tuai Respons Emosional Penonton

“Dapur Sumur Tutur” Suguhkan Pergulatan Perempuan Lintas Generasi, Tuai Respons Emosional Penonton

27 April, 2026
Ikatan Darah: Film Action Indonesia 2026 Paling Intens

Ikatan Darah: Film Action Indonesia 2026 Paling Intens

24 April, 2026
Review Mother Mary, diperankan oleh Anne Hathaway

Review Mother Mary, diperankan oleh Anne Hathaway

24 April, 2026
The Drama

Review Film The Drama: Ketika Cinta Diuji di Tengah Kekacauan Pernikahan

21 April, 2026
Luka Makan Cinta: Drama Dapur Penuh Emosi tentang Relasi Ibu dan Anak

Luka Makan Cinta: Drama Dapur Penuh Emosi tentang Relasi Ibu dan Anak

18 April, 2026
The Magic Faraway Tree

The Magic Faraway Tree (2026): Sinopsis, Pemeran, dan Pesan Keluarga di Era Digital

17 April, 2026
Shaka Oh Shaka: Sinopsis, Jadwal Tayang 7 Mei 2026 & Kisah Cinta Fans dengan Idola

Film Shaka Oh Shaka: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Fakta Menarik Kisah Cinta Fans & Idola

14 April, 2026
Climax Episode 7–8: Makin Panas! Saat Ambisi dan Cinta Mulai Bertabrakan

Climax Episode 7–8: Makin Panas! Saat Ambisi dan Cinta Mulai Bertabrakan

13 April, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Ulasan Suka Duka Tawa

Ulasan Suka Duka Tawa

by Nuty Laraswaty
8 January, 2026
in Article, Drama, Movie Review
243 10
0
Share on FacebookShare on Twitter

Suka Duka Tawa adalah film debut Aco Tentriyagelli

Potret Jujur Keluarga Retak dan Luka yang Disembuhkan Lewat Tawa.

Hadir sebagai potret jujur tentang realitas kehidupan keluarga kelas menengah ke bawah yang rapuh oleh persoalan ekonomi. Tanpa melodrama berlebihan, film ini mengajak penonton menertawakan luka—sekaligus merenunginya.

Kisahnya berangkat dari sebuah keluarga yang perlahan hancur. Sang ayah, Hasan, memiliki mimpi sederhana namun besar: menjadi komedian televisi. Sayangnya, mimpi itu tak pernah benar-benar tercapai. Ketidakmampuan memenuhi peran sebagai tulang punggung keluarga membuat konflik dengan sang istri tak terelakkan. Di tengah tekanan hidup, justru sang ibu yang harus bekerja keras dan mempertanyakan tanggung jawab suaminya sebagai kepala keluarga.

Ketika kondisi ekonomi tak kunjung membaik, Hasan memilih pergi, meninggalkan istri dan putrinya yang masih berusia enam tahun. Keputusan itu menjadi titik patah sebuah keluarga—dan awal luka panjang bagi sang anak.

Film ini berfokus pada Tawa, seorang anak yang tumbuh dari keluarga broken home akibat perpisahan orang tuanya. Ayahnya, Hasan (Teuku Rifnu Wikana), meninggalkan rumah demi mengejar mimpi sebagai pelawak.

Tawa kecil (Myesha Lin), yang memiliki kedekatan emosional dengan ayahnya, mewarisi bakat melawak sang ayah. Saat dewasa, Tawa (Rachel Amanda) menyalurkan luka masa kecilnya melalui dunia stand up comedy, dengan gaya satire yang menjadikan kegagalan keluarganya sebagai materi lawakan.

Ambisi terbesar Tawa adalah memenangkan lomba stand up comedy di televisi. Namun meski telah berjuang keras, ia harus menerima kenyataan pahit: ia kalah. Saat diminta melawak tentang cinta, Tawa justru tak mampu menemukan kelucuannya—karena luka itu masih terlalu nyata.

Di balik layar, Tawa sebenarnya diam-diam didukung oleh ayahnya yang kini sukses sebagai pelawak dengan nama panggung Keset, bersama rekan-rekannya (Adin, Nasi, Fachri, dan Iyas). Namun, dukungan tersebut berseberangan dengan sikap sang ibu, Indah (Marissa Anita), yang menentang pilihan Tawa menjadi pelawak karena trauma masa lalu.

Ketika hubungan Tawa dan ayahnya kembali terjalin, Tawa mencoba menyatukan kembali orang tuanya.

Sayangnya, Hasan tak memiliki keberanian untuk meminta maaf. Akankah keluarga ini bisa kembali utuh, atau luka lama terlalu dalam untuk disembuhkan?

 

View this post on Instagram

 

A post shared by #nutylaraswaty (@nutylaraswaty)

Review Film: Tertawa dan Menangis dalam Satu Nafas

Film ini memiliki alur cerita yang kuat dan emosional, mampu membuat penonton tertawa sekaligus terdiam. Kelucuan hadir lewat materi lawakan dan interaksi antarkarakter, sementara kesedihan muncul dari realitas pahit tentang keluarga yang tidak pernah benar-benar siap menghadapi tekanan hidup.

Pertanyaan yang mengemuka sepanjang film ini sederhana namun menusuk:
apakah pasangan ini memang siap memiliki anak?

Sutradara Aco Tentriyagelli dengan jeli memotret realitas sosial yang sering terjadi di sekitar kita—tentang orang tua yang membawa mimpi pribadi ke dalam rumah tangga, dan anak yang harus menanggung konsekuensinya. Pendekatannya humanis: kesedihan tidak ditenggelamkan dalam tangisan panjang, tetapi diajak untuk direnungkan lewat tawa.

Akting Kuat dan Dinamika Persahabatan

Penampilan Rachel Amanda dan Teuku Rifnu Wikana menjadi kekuatan utama film ini. Keduanya tampil meyakinkan dan mampu memainkan emosi penonton dengan presisi—dari humor ringan hingga konflik batin yang dalam.

Film ini juga memperlihatkan hangatnya tema persahabatan dan solidaritas, baik di lingkungan kontrakan maupun dunia kerja. Karakter Anggun, Santos, dan Japon (diperankan oleh Nazyra, Abdel Achrian, dan Sas Widjanarko) digambarkan sebagai komunitas kecil yang saling menopang di tengah keterbatasan.

Didukung oleh deretan komika ternama—termasuk Pandji Pragiwaksono—film ini berhasil menyeimbangkan humor dan drama tanpa kehilangan arah emosionalnya.

Menertawakan Luka untuk Bertahan Hidup

Alur kisah yang dibangun ini adalah drama keluarga yang hangat, relevan, dan membumi. Kisahnya mengajarkan bahwa tawa bukan untuk menutupi kesedihan, melainkan cara paling manusiawi untuk bertahan.

Sebuah film yang akan membuat penonton tertawa, menangis, lalu pulang dengan perasaan yang lebih jujur terhadap diri sendiri.

Penulis Sutiono dan Nuty Laraswaty

Momen menarik ada disini

Tags: film drama keluarga Indonesiakeluarga broken homeRachel Amandastand up comedy IndonesiaTeuku Rifnu Wikana
Previous Post

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Next Post

Viu Resmi Luncurkan Viu Shorts, Tayangan Drama Vertikal Pendek untuk Penonton Mobile

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    
Article

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?
Article

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?
Article

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?
Article

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan
Drama

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang
Article

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Next Post
Aplikasi VIU

Viu Resmi Luncurkan Viu Shorts, Tayangan Drama Vertikal Pendek untuk Penonton Mobile

Review Film Musuh dalam Selimut

Review Film Musuh dalam Selimut

Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    
Article

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

by Nuty Laraswaty
13 May, 2026
0

JAKARTA – Untuk pertama kalinya, Indonesia bergabung dengan jaringan internasional Choix Goncourt yang kini mencakup 51 negara. Sebanyak 13 mahasiswa jurusan sastra Prancis dari...

Read more

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In