• Latest
Penerbangan Terakhir

Review Penerbangan Terakhir

13 January, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Suanggi

Suanggi: Ilmu Kutukan, Horor Indonesia Timur yang Bawa Mitos Papua ke Bioskop

14 September, 2026
Obsession Inde Navarrette

Review Film Obsession

14 September, 2026
Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

14 September, 2026
Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel

Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel dan …

14 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
Penerbangan Terakhir

Review Penerbangan Terakhir

Ketika Pesona, Kuasa, dan Rayuan Menjadi Perangkap

by Nuty Laraswaty
13 January, 2026
in Drama, Movie Review
252 7
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu nasihat klasik yang hampir selalu diwariskan orang tua kepada anak perempuannya: berhati-hatilah dalam pergaulan. Nasihat ini terdengar klise, bahkan terkesan kuno.

Namun film Penerbangan Terakhir justru membuktikan bahwa peringatan itu masih sangat relevan, bukan untuk menyalahkan perempuan, melainkan untuk membongkar bagaimana pesona, kuasa, dan manipulasi bekerja secara sistematis.

Film garapan VMS Studio ini disutradarai Benni Setiawan dan menyasar penonton usia 17 tahun ke atas.

Cek dahulu trailernya

Sejak awal, Penerbangan Terakhir sudah menempatkan dirinya sebagai drama yang bersinggungan langsung dengan realitas sosial: relasi kuasa, citra profesi, dan bagaimana perempuan kerap berada di posisi paling rentan ketika berhadapan dengan figur laki-laki yang “sempurna” di permukaan.

Tokoh sentral cerita adalah Deva (Jerome Kurnia), seorang kapten pilot muda yang nyaris memenuhi seluruh definisi pria idaman masyarakat: tampan, mapan, berprestasi, dan karismatik.

Dunia penerbangan dipilih bukan tanpa alasan. Profesi pilot selama ini memang dilekatkan dengan citra maskulin, bergengsi, dan penuh daya tarik. Ada pameo lama yang bahkan masih hidup sampai sekarang: pilot banyak pacarnya.

Di sisi lain ada Tiara (Nadya Arina), pramugari baru yang masih lugu dalam urusan asmara. Pertemuan mereka terjadi di bandara, namun ternyata hubungan keduanya sudah terhubung sejak masa SMA. Relasi masa lalu ini membuat batas profesional dan personal menjadi kabur sejak awal. Sapaan yang terlalu akrab, nostalgia, dan rasa percaya yang tumbuh cepat menjadi pintu masuk bagi Deva untuk kembali hadir dalam hidup Tiara—kali ini dengan kuasa yang jauh lebih besar.

Film ini dengan cukup rapi memperlihatkan bagaimana sosok playboy modern bekerja. Tidak ada kekerasan langsung, tidak ada ancaman fisik. Yang ada justru perhatian berlebih, hadiah, pujian, dan gestur romantis yang terasa tulus. Deva tahu persis bagaimana membuat Tiara merasa istimewa. Bahkan ibu Tiara pun dibuat yakin bahwa putrinya berada di tangan yang tepat.

Namun di sinilah film mulai membuka lapisan gelapnya. Rayuan tidak lagi sekadar makan malam atau bunga, melainkan pengalaman eksklusif: berciuman di kokpit pesawat di ketinggian 30 ribu kaki. Sebuah simbol relasi kuasa yang sangat jelas,ruang privat milik Deva, di mana Tiara sepenuhnya menjadi tamu.

Ketika hubungan mereka berlanjut hingga apartemen, film tidak buru-buru menghakimi Tiara. Sebaliknya, penonton diajak melihat bagaimana janji pernikahan, perhatian palsu, dan manipulasi emosional perlahan menutup logika sehat.

Bahkan ketika Deva meminjam uang Rp100 juta dengan alasan ibunya sakit, Tiara tetap percaya. Kepercayaan itu ternyata dibayar mahal: uang tersebut digunakan Deva untuk mahar pernikahannya dengan Nadia (Aghniny Haque).

Masuknya karakter Nadia membuat konflik film ini semakin kompleks. Ia bukan antagonis satu dimensi. Sebagai mantan pramugari yang kini menjadi content creator, Nadia justru memanfaatkan media sosial sebagai senjata. Ketika mengetahui perselingkuhan suaminya, ia membalikkan narasi dan menjadikan dirinya korban di ruang publik.

Di titik ini, Penerbangan Terakhir tidak lagi bicara soal cinta segitiga semata, tetapi tentang bagaimana perempuan bisa saling berhadapan karena satu laki-laki yang sejak awal memegang kendali penuh.

Tiara yang terluka, Nadia yang marah, dan Deva yang terus bermain di wilayah abu-abu dengan alasan, drama, dan manipulasi.

Secara penceritaan, film ini memang tidak menawarkan twist besar atau pendekatan sinematik yang eksperimental.

Namun kekuatannya ada pada relevansi. Banyak penonton (terutama perempuan) akan merasa cerita ini terlalu dekat dengan realitas. Tentang pria red flag yang dulu disebut Casanova.

Tentang budaya patriarki yang sering kali membuat perempuan dipersalahkan, sementara kesalahan laki-laki masih bisa ditertawakan.

Akting para pemain cukup solid untuk menopang cerita. Nadya Arina berhasil menghadirkan Tiara sebagai sosok yang rapuh tanpa dibuat bodoh. Jerome Kurnia tampil meyakinkan sebagai pria manipulatif yang sulit dibenci di awal, sementara Aghniny Haque membawa kemarahan yang dingin dan terukur.

Pada akhirnya, Penerbangan Terakhir bukan film tentang skandal penerbangan semata.

Ini adalah cerita tentang bagaimana pesona bisa menjadi senjata, bagaimana cinta bisa berubah menjadi jebakan, dan bagaimana perempuan sering kali harus menanggung dampak paling berat dari kebohongan yang tidak mereka ciptakan.

Film ini meninggalkan satu pertanyaan yang tidak nyaman, namun penting:

seberapa sering kita masih menilai seseorang dari seragam, status, dan citra, tanpa benar-benar melihat niat di baliknya?

Sutiono dan Nuty

Tags: kuasamanipulasipesonaReview Penerbangan Terakhir
Previous Post

Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

Next Post

Review Film Esok Tanpa Ibu

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Kuasa gelap 2
Article

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell
Article

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026
Article

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.
Action

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius
Movie Review

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta
Drama

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Next Post
Esok Tanpa Ibu

Review Film Esok Tanpa Ibu

5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

Tuhan Benarkah Kau Mendengarku

Review Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? (TBKM)

Kuasa gelap 2
Article

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

by Nuty Laraswaty
25 September, 2026
0

    Jakarta — Film horor Kuasa Gelap 2 resmi membuka babak baru perfilman Indonesia. Sekuel garapansutradara horor senior Rizal...

Read more

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In