Medan Film Festival (MFF) kembali digelar untuk edisi ketiga pada 22–23 November 2025, dengan membawa semangat besar: bagaimana film bisa menjadi medium menghubungkan jejak masa lalu dengan harapan masa depan
Tema tahun ini adalah “Remembering Future” — sebuah ide yang segar sekaligus reflektif, menekankan bahwa sinema tak hanya merekam sejarah, tapi juga menciptakan arah baru bagi profil dunia film.
Apa Makna Tema “Remembering Future”?
Menurut Direktur MFF, Andi Hutagalung, tema ini sengaja dipilih untuk membuka ruang diskusi yang lebih dalam:
“Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang segar. Tema ini tidak hanya tentang nostalgia, tetapi tentang bagaimana ingatan membentuk masa depan dunia sinema.”
Dengan kata lain, MFF Vol. 3 ingin mengajak penonton dan sineas untuk melihat kembali memori lokal — cerita, budaya, bunyi — dan mengolahnya melalui film sehingga bisa tumbuh menjadi narasi visual yang relevan dengan zaman sekarang dan ke depan.
Program Festival: Film Panjang, Film Pendek, dan Film Klasik
Dalam kurasi tahun ini, MFF menghadirkan beragam karya:
-
8 film panjang dari 8 negara.
-
10 film pendek pilihan yang diseleksi khusus untuk menampilkan ide-ide segar dari sineas muda.
-
2 film klasik, yang diputar untuk memancing refleksi tentang akar sinema dan perubahan tren di masa depan.
Kombinasi ini bukan kebetulan: lewat film pendek dan panjang, MFF ingin menjangkau level kreatif yang berbeda, sementara film klasik menjadi jembatan untuk mengenang sejarah sinema sekaligus melihat ke mana arus perfilman global bisa mengalir.
Lokasi & Agenda Festival
MFF 2025 diadakan di dua lokasi utama untuk menjangkau audiens dengan pendekatan berbeda:
-
22 November: Hall Binus University Medan → pemutaran pembukaan, diskusi industri film, dan workshop kreatif.
-
22 November siang turut ada pemutaran film pendek di Serayu Kopi, menghadirkan karya sinema independen dan lokal yang unik.
-
23 November: Maple Theater, Grand City Hall Medan → pemutaran film panjang dan film klasik, serta sesi diskusi penutup dengan pembicara dari komunitas kreatif.
Dengan penyelenggaraan di kampus (Binus) dan ruang publik (kopi + teater), MFF berhasil menciptakan suasana festival yang dekat dengan komunitas lokal sekaligus profesional.
Kolaborasi Strategis:
Membangun Ekosistem Sinema yang Berkelanjutan
Salah satu kekuatan MFF Vol. 3 adalah kolaborasi lintas disiplin. Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) BINUS @ Medan ikut serta mendukung festival melalui workshop dan exhibition.
Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa MFF tidak hanya soal pemutaran film, tetapi juga wadah edukasi dan inovasi kreatif: mahasiswa, sineas muda, dan komunitas lokal bisa berkumpul, berbagi ide, dan berkarya bersama.
Dialog & Kolaborasi Komunitas
MFF Vol. 3 dirancang agar tidak cuma jadi “festival nonton film”, tapi benar-benar menjadi ruang dialog:
-
Diskusi industri film di hari pertama memberikan wawasan kepada peserta tentang tren perfilman dan proses kreatif.
-
Diskusi penutup di hari kedua menghadirkan pembicara dari komunitas kreatif lokal dan global, membuka pintu kolaborasi antara sineas Medan dan pelaku industri film internasional.
-
Kegiatan workshop juga memberi kesempatan bagi sineas muda untuk belajar langsung dan mengasah kemampuan teknis maupun naratif.
Sinema sebagai Medium Memori dan Harapan
Menurut Andi Hutagalung, MFF bukan sekadar festival hiburan, tetapi ajang reflektif:
“Ingatan lokal, bunyi-bunyi kampung, kisah masyarakat — semua itu bisa dihidupkan kembali di layar. Dan dari sanalah bisa muncul sinema baru yang punya akar tapi juga terbang ke masa depan.”
Dengan demikian, “Remembering Future” bisa dipahami sebagai panggilan agar sinema Medan dan Indonesia umumnya tidak hanya melihat ke belakang sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai bahan bakar bagi kreasi masa depan.
Dampak & Harapan
-
Penguatan ekosistem kreatif Medan: MFF menjadi platform bagi pembuat film lokal untuk bertemu dengan komunitas kreatif, musisi, dan penulis, memperkuat koneksi regional dan internasional.
-
Kolaborasi akademik: Keterlibatan BINUS DKV menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dan industri kreatif bisa bersinergi untuk menghasilkan sinema yang inovatif. BINUS UNIVERSITY
-
Diskusi sinema dan ingatan: Tema “Remembering Future” membuka ruang bagi penonton untuk berpikir ulang tentang memori lokal dan masa depan sinema, lewat kurasi film klasik dan kontemporer.
Medan Film Festival (MFF) Vol. 3 2025 hadir 22–23 November dengan tema “Remembering Future”, menampilkan 8 film panjang, 10 film pendek, 2 film klasik, dan diskusi kreatif lintas komunitas untuk menjembatani ingatan lokal dan masa depan sinema.







































