• Latest
Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

22 November, 2025
FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

28 October, 2026
Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

26 October, 2026
kinki

Review dan Kritik Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (About a Place in the Kinki Region)

26 October, 2026
Review Hungry (2026)

Review Hungry (2026)

26 October, 2026
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

Horror-Misteri Sejarah yang Bikin Merinding Tapi Penasaran

by Nuty Laraswaty
22 November, 2025
in Article, Documentary, Press Release
240 18
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

Di saat banyak sutradara memilih zona aman, Hanung Bramantyo justru balik lagi mengulik salah satu periode paling sensitif di sejarah Indonesia.

Yes, setelah dulu sempat disamakan dengan teroris dan harus diperiksa di Mabes (bukan Polda!) saat menggarap Soekarno, Hanung tetap maju terus.

Dan kini lahirlah karya terbarunya:

Sebuah film misteri-horror dengan akar sejarah yang gelap, namun dikemas dengan gaya modern dan sentuhan sinema yang lebih berani.

Film produksi Adhya Pictures dan Dapur Films ini rencananya akan tayang perdana melalui world premiere di Rotterdam International Film Festival (IFFR) 2026, sebelum akhirnya meluncur di bioskop Indonesia pada akhir September 2026 — tepat mendekati momen peringatan sejarah G30S.

Mengangkat Sejarah 1965, Tapi dari Sudut Pandang yang Nggak Pernah Kamu Lihat

Bolong mengambil seting Lubang Buaya tahun 1960-an. Namun bukan dramatisasi sejarah kayak film orba “Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI”. Hanung justru menyajikan:

  • Serangkaian pembunuhan misterius

  • Semua korban ditemukan tewas setiap tanggal 30

  • Ada lubang besar di tubuh korban

  • Dan pesan-pesan menakutkan tertulis di wajah mereka

Mulai terasa merinding?
Eits, ini baru awal.

Alih-alih mengklaim sebagai film “sejarah mutlak”, Hanung membawa kita masuk ke dunia cerita rakyat, rumor gelap, dan ketakutan kolektif masyarakat yang terbentuk pasca tragedi 1965.

“Film ini bukan cuma soal sejarah kelam Indonesia, tapi soal rumor dan cerita gaib yang bisa membentuk cara pikir masyarakat,”

— Hanung Bramantyo, sutradara & penulis

Ini alasan kenapa filmnya lebih terasa seperti “horror realita”—mengambil energi dari trauma kolektif, bukan sekadar jumpscare.

Cast yang Bikin Semakin Bertenaga

Film ini diramaikan oleh pemain muda bertalenta yang sering tampil di karya-karya bervisual kuat:

  • Baskara Mahendra Putra sebagai Soegeng

  • Carissa Perusset sebagai Arum

  • Khiva Iskak

  • Anya Zen sebagai Ningsih, sang penari yang punya peran mistis dalam cerita

Carissa bahkan cerita bahwa karakternya punya beban psikologis yang intens, bikin penonton terus bertanya-tanya hingga akhir.

“Peran ini bakal bikin penonton bingung antara percaya atau nggak percaya sama apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Horror-nya Bukan Jumpscare Murahan:

 30 Menit Pertama = Pure Terror

Hanung menegaskan, horror bukan cuma soal hantu. Justru yang paling bikin ngeri adalah:

  • Misteri yang belum selesai

  • Sejarah yang tak terungkap

  • Cerita rakyat yang makin liar saat negara memilih diam

Karena itu, 30 menit pertama film akan terasa benar-benar menegangkan. Setelah itu? Film masuk ke mode misteri investigatif dengan ritme yang lebih gelap dan psikologis.

Menuju Rotterdam 2026: Bukti Sinema Indonesia Mulai ‘Naik Kelas’

Bolong menjadi film kedua Hanung yang tayang di Rotterdam setelah Gowok: Kamasutra Jawa.
Ini bukti bahwa film Indonesia—khususnya yang mengulik budaya, trauma sosial, dan sejarah kompleks—punya posisi kuat di panggung festival internasional.

IFFR terkenal dengan:

  • Film arthouse

  • Karya eksperimental

  • Film yang berani menyentuh isu politik & sosial

Dan Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi masuk kategori itu dengan sangat pas.

Kenapa Perlu Nonton?

  • Ini bukan propaganda. Ini eksplorasi.

  • Filmnya membahas bagaimana ketakutan bisa diwariskan.

  • Membuka obrolan soal sejarah, trauma, dan rumor yang membentuk identitas bangsa.

  • Dan yang paling penting:
    Ini film Indonesia yang bakal main di festival internasional besar.

Jarang-jarang kita punya horror-misteri sejarah yang digarap segede ini.

Tags: 309 Hari Sebelum Tragedicerita rakyathorror bukan cuma soal hantuketakutan bisa diwariskanmisteri investigatifRotterdam International Film Festival (IFFR)rumor gelap
Previous Post

Menyimak Medan Film Festival (MFF) Vol. 3 2025

Next Post

Review “13 Days and 13 Nights” – Thriller Nyata yang Ngena Banget di Emosi

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!
Article

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

28 October, 2026
kinki
Article

Review dan Kritik Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (About a Place in the Kinki Region)

26 October, 2026
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Main Belakang
Article

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
Review Hasut
Article

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries
Article

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Next Post
13 Days and 13 Nights

Review “13 Days and 13 Nights” – Thriller Nyata yang Ngena Banget di Emosi

Ghost in the shell

Review Ghost in the Shell (1995)

Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!
Article

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

by Nuty Laraswaty
28 October, 2026
0

Bukan soal festival mana yang paling benar. FFW 2026 membuka obrolan baru tentang bagaimana film Indonesia bisa diapresiasi tanpa harus...

Read more

Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

Review dan Kritik Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (About a Place in the Kinki Region)

Review Hungry (2026)

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In