• Latest

Wawancara bersama Riri Riza dan Mira Lesmana mengenai Humba Dreams

15 July, 2020
merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
REEL LIFE Film Camp 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

3 December, 2025
ACFFEST 2025

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

2 December, 2025
Review Film Rosa Luxemburg (1986)

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

2 December, 2025
Fantastic Four: First Steps Review

Fantastic Four: First Steps Review

30 November, 2025
Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

30 November, 2025
Review Grüße vom Mars

Review Grüße vom Mars untuk Kino Fest 2025

30 November, 2025
George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

Game of Thrones Belum Tamat: George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

30 November, 2025
film VMS

Film-film VMS Tahun Ini

30 November, 2025
MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

30 November, 2025
Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

30 November, 2025
Review Wasiat Warisan Nuty Laraswaty

Review Wasiat Warisan

27 November, 2025
Review “Linda Linda Linda”

Review “Linda Linda Linda”

26 November, 2025
Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

26 November, 2025
KinoFest 2025

KinoFest 2025

26 November, 2025
diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

25 November, 2025
Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

25 November, 2025
Ghost in the shell

Review Ghost in the Shell (1995)

22 November, 2025
13 Days and 13 Nights

Review “13 Days and 13 Nights” – Thriller Nyata yang Ngena Banget di Emosi

22 November, 2025
Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

22 November, 2025
Medan Film Festival (MFF)

Menyimak Medan Film Festival (MFF) Vol. 3 2025

22 November, 2025
The Voice of Hind Rajab Nuty Laraswaty

The Voice of Hind Rajab: Ketika Kamera Tak Berkutik di Hadapan Suara Kecil yang Tersesat di Tengah Perang

22 November, 2025
Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

22 November, 2025
Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

21 November, 2025
Agak Laen 2

“Agak Laen 2”: Humor Makin Nekat, Emosi Makin Kuat

21 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

21 November, 2025
Now you See Me

Review Now You See Me: Now You Don’t (2025)

13 November, 2025
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Interview

Wawancara bersama Riri Riza dan Mira Lesmana mengenai Humba Dreams

by Nuty Laraswaty
15 July, 2020
in Interview
248 5
2
Share on FacebookShare on Twitter

 

Film Humba Dreams telah tayang di Netflix tanggal 9 Juli 2020,  dapat disaksikan hingga Asia Tenggara, hal ini sesuai dengan misi Netflix yang ingin agar serial TV, dokumenter, dan film panjang dalam berbagai genre dan bahasa dapat muncul pada platformnya.

 

Baca: Review Humba Dreams, Peristiwa Yang Mendewasakan Seorang Lelaki

 

 

Cinemags diwakili Nuty Laraswaty, kali ini berkesempatan untuk dapat mengikuti virtual Netflix Humba Dreams Live Q&A Sesssion, dengan Riri Riza dan Mira Lesmana. Berikut adalah rangkumannya.

 

Riri Riza    Mira Lesmana

Pengantar

Mira Lesmana : Sebelum tayang di Netflix, film ini telah diputar terbatas pada bioskop kecil (non komersial) serta komunitas film beberapa kota. Mira Lesmana menyampaikan bahwa film ini memang lebih enak jika ditonton sambil berdiskusi dengan yang menontonnya, karena film ini bersifat spesifik  dan tadinya memang sudah direncanakan untuk tayang secara terbatas di bioskop XXI, namun terkendala karena adanya pandemi jadi saatdihubungi oleh Netflix, maka sangat senang sekali dapat ditayangkan di platform Netflix bahkan tayang hingga Asia Tenggara dimana pencapaian audience jauh lebih luas di masa pandemi

 

Riri Riza : Film ini film istimewa karena sesuai misi Miles yang mengeksplore tempat-tempat yang mungkin tidak mendapat tempat di film-film nasional kita. dan karena itu saat ada kesempatan untuk menyebarkan ide-ide ke wilayah lebih luas, seluruh Indonesia bahkan Asia Tenggara. Saya sebagai penulis dan sutradara sangat senang dan bangga.

 

 

Humba Dreams isyu

Pesan utama apakah yang ingin disampaikan melalui film Humba Dreams? Begitu banyak isyu yang terangkat dalam film ini.

Mira Lesmana: Saat mengenal Sumba (NTT) memang isyunya sangat kompleks, satu dan lainnya kadang saling berkaitan. Buat kami sebenarnya sudah cukup panjang kami mencoba mengenali Indonesia timur ini lebih jauh  ( hampir semua bagian di timur ini kita jelajahi dan pelajari) . mungkin yang belum tinggal pulau Sabu.  Sumba adalah salah satu yang menarik. Pada saat kami mengembangkan cerita, kita ingin membawanya dari sudut panfang anak muda yang kemudian mengantar dan mengenali isyu-isyu ini, karena Martin ini adalah anak Sumba yang kemudian sudah merasa menjadi anak Jakarta . Jadi Martin dapatmembawa kembali kita ke kampung halamannya dan bersama dia kembali melihat kompleksitas dari tempat asalnya. Memang benar,  ada  awareness   yang hendak disampaikan, masih banyak  isyu yang bisa digali

 

Riri Riza : Saya pikir semua saling terkait, saat proses penulisannya juga demikian. Saat kita hendak bicara soal tradisi Marapu, kita tidak bisa juga melepaskan kedudukan perempuan dalam strukstur kehidupan orang Sumba. Saat kita bicara soal perempuan, kita tidak bisa melepaskan dari isyu buruh migran di Sumba.

Saya pikir memang film ini merupakan sebuah film yang dari awal intensitasnya ingin menjadi film realis, ketika kita bicara soal realism itu sendiri kemudian harus  membuka diri pada isyu-isyu yang riil dan muncul dalam masyarakat. Tentu saja sudut pandang menjadi pendatang sedapat mungkin kita hindari, yang penting ketika saya memilih tokoh seorang sebagai  inspiring film maker,  jalannya akan membuka menjadi lebih luas. Banyak hal yang  manjadi godaan sebagai penulis dan pembuat film, bahwa This is interesting and Important. Sometimes it may work, it may not. itu mungkin tantangannya kadang bisa jalan, bisa menggelinding dengan enak, bisa tetap dinikmati. Sometimes You’re Lucky, Sometimes You’re  no so lucky

 

Apakah ada alasan khusus dibalik keputusan pemutaran film Humba Dreams melalui Netflix? 

Mira Lesmana : Saat kami memutuskan  memutarnya eksklusif di platform digital netflix dan bukan  di bioskop komersial, disebabkan  karena  jika kita membuat film semacam Humba Dreams ini memang ada pilihan, antara kita tetap memutarnya di bioskop komersial yang  kita sebenarnya tahu persis bisa menggapai sebarapa banyak kah penonton untuk film  ini.

Film ini  serupa dengan film-film  Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak , Istirahatlah Kata-Kata ,  The Science of Fictions atau Sekala Niskala. Film-film ini sebenarnya memang bukanlah sebuah film yang bisa dinikmati oleh “mass audience ” , film – film semacam ini kami yakini sekali menjadi unik saat memasuki digital platform  dan menjadi film yang dicari orang karena tidak ada di bioskop komersial, dia ada di ruangnya sendiri dan menjadi pilihan. Sangat sensitif audience-nya dan kami sudah memutuskan untuk film Humba Dream, Netflix adalah platform terbaik untuk mencapai audience-nya.

Kami masih dapat melakukan pemutaran terbatas bagi komunitas-komunitas khusus, justru ini yang menarik bagi kami, memutarnya dan kemudian ada Q & A serta berdialog dengan para penonton film.

Riri Riza Humba Dreams

Apakah ada alasan khusus memilih  J.S. Khairen sebagai pemeran utama?

Riri Riza : Sebenarnya proses ini merupakan proses yang standar. Kami punya beberapa  kandidat pada saat menulis, hingga pada ke tahap pra produksi, dibuat list untuk pemerannya. Khairen muncul namanya karena saya waktu itu pernah menjadui juri pada sebuah festival film pendek, dan dia membuat film pendek serta dia (kalau tidak salah) juga turut bermain. Kemudian saya pernah  berinteraksi dengan dirinya berkaitan dengan sebuah tulisan, selebihnya casting.

Mencari aktor itu intinya bagi saya percaya bahwa seseorang harus memiliki perasaan dan sesibility, inilah yang saya temukan pada diri J.S.Khairen.

Humba Dream

Dari manakah ide pembuatan film Humba Dreams? Butuh waktu berapa lama untuk mewujudkannya? Mengapa baru diwujudkan sekarang?

Mira Lesmana : idenya sebenarnya sudah lama, walaupun belum jadi banget menjadi sebuah cerita. Waktu itu sebenarnya diawali dari ketika kita hunting pertama kali untuk film Pendekar Tongkat Emas , saat itu bersama Ifa Isfansyah berkeliling dari Sumba Barat ke Sumba Timur mencari kemungkinan lokasi dan itu saat pertama kali  berkenalan dengan Sumba dan merasa kaget dan takjub saat melihat landskap yang luar biasa dan berbeda antara Sumba Barat dengan Sumba Timur.

Saat kami sampai di Sumba Timur, Riri dan Ifa sempat sudah memikirkan film lain saat melihat lokasinya. Sangat inspiratif sekali, tapi justru yang menjadi menarik adalah saat kami mulai syuting dan tinggal di Waingapu, kami berdua suka berjalan kaki dari penginapan menuju tujuan, disinilah Riri pertama kali melihat tempat percetakan film (Fuji Foto) itu. Riri merasa tertarik melihatnya dan itu menjadi titik awal dari ide film ini.

Ide ini kami simpan , kemudian saat kami rehat sejenak dari banyaknya tuntutan pembuatan film, promosi film, dari para investor dan lain-lain (Ada Apa Dengan Cinta 2, Athirah) kami berdiskusi (sekitar tahun 2017), kemudian Riri mengutarakan keinginannya untuk kembali ke toko film itu. namun saat itu baru saja ada film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Namun Riri menyampaikan bahwa ini berbeda ini mau menceritakan tentang kota Waingapu, jauh berbeda dan Sumba yang pernah kita kenalkan itu belum sepenuhnya seperti Sumba yang ingin diceritakan.  Maka akhirnya saya menyetujui dan setelah pitch cerita, maka langsung jalan.

 

 

Tags: Humba DreamsMIles FilmMira LesmanaNetflixRiri Riza
Previous Post

Crazy Awesome Teachers (Guru-Guru Gokil) tayang di Netflix

Next Post

Ini dia tayangan Korea untuk menghibur anda

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.
Article

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku
Article

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Cast Film Pangku
Article

Interview Cast Film Pangku

29 October, 2025
Pangku Reza Rahadian
Drama

Ngopi Dulu, Bahas Pangku Nanti Bersama Reza Rahadian

28 October, 2025
sallum ratu tumbal
Article

Jejak Langkah Sallum Ratu (Pemeran Ella) dalam Tumbal Darah

21 October, 2025
Sampai Titik Akhir
Article

“Sampai Titik Terakhirmu” Siap Bikin Hati Meleleh

11 October, 2025
Next Post

Ini dia tayangan Korea untuk menghibur anda

Bioskop Indonesia di masa new normal

Terbang dengan Citilink akan dapatkan akses GoPlay

Comments 2

  1. Manhattan Cleaners says:
    3 months ago

    Outstanding weekly care, lets us focus on what matters. This is the best investment. Thanks for everything.

  2. Dry Cleaning says:
    3 months ago

    Dry Cleaning in New York city by Sparkly Maid NYC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".
Article

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

by Nuty Laraswaty
3 December, 2025
0

Film Vidio 2025 Vidio secara resmi mengumumkan tiga pemenang Kompetisi Film Vidio  dalam acara Public Lecture "Special Vidio Talks: Film Pendek: Laboratorium...

Read more

Creative Asia di JAFF 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In