• Latest

Wawancara film Project Power : Joseph Gordon-Levitt dan Rodrigo Santoro

25 August, 2020
merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
REEL LIFE Film Camp 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

3 December, 2025
ACFFEST 2025

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

2 December, 2025
Review Film Rosa Luxemburg (1986)

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

2 December, 2025
Fantastic Four: First Steps Review

Fantastic Four: First Steps Review

30 November, 2025
Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

30 November, 2025
Review Grüße vom Mars

Review Grüße vom Mars untuk Kino Fest 2025

30 November, 2025
George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

Game of Thrones Belum Tamat: George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

30 November, 2025
film VMS

Film-film VMS Tahun Ini

30 November, 2025
MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

30 November, 2025
Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

30 November, 2025
Review Wasiat Warisan Nuty Laraswaty

Review Wasiat Warisan

27 November, 2025
Review “Linda Linda Linda”

Review “Linda Linda Linda”

26 November, 2025
Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

26 November, 2025
KinoFest 2025

KinoFest 2025

26 November, 2025
diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

25 November, 2025
Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

25 November, 2025
Ghost in the shell

Review Ghost in the Shell (1995)

22 November, 2025
13 Days and 13 Nights

Review “13 Days and 13 Nights” – Thriller Nyata yang Ngena Banget di Emosi

22 November, 2025
Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

22 November, 2025
Medan Film Festival (MFF)

Menyimak Medan Film Festival (MFF) Vol. 3 2025

22 November, 2025
The Voice of Hind Rajab Nuty Laraswaty

The Voice of Hind Rajab: Ketika Kamera Tak Berkutik di Hadapan Suara Kecil yang Tersesat di Tengah Perang

22 November, 2025
Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

22 November, 2025
Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

21 November, 2025
Agak Laen 2

“Agak Laen 2”: Humor Makin Nekat, Emosi Makin Kuat

21 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

21 November, 2025
Now you See Me

Review Now You See Me: Now You Don’t (2025)

13 November, 2025
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Interview

Wawancara film Project Power : Joseph Gordon-Levitt dan Rodrigo Santoro

by Nuty Laraswaty
25 August, 2020
in Interview
250 3
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film Project Power  telah rilis pada tanggal 14 Agustus 2020 di Netflix , juga menampilkan aktor Joseph Gordon-Levitt yang berperan sebagai Frank Shaver dan Rodrigo Santoro yang berperan sebagai Biggie.

Rodrigo Santoro      Joseph Gordon-Levitt

Dalam trailer telah diperlihatkan bahwa Frank Shaver memiliki kemampuan super , namun dalam film baru dapat jelas terlihat alasan di balik kemampuannya itu.

Adapun Biggie terlihat menjadi karakter yang sangat ambisius dan memiliki kecenderungan untuk melakukan segala upaya untuk mencapai tujuannya.

Kedua karakter ini saling bertolak belakang, namun juga saling melengkapi. Tentunya amat menarik untuk mengetahui latar belakang di balik kedua karakter ini, yang disampaikan oleh kedua aktor tersebut dalam wawancara khusus bersama beberapa media beberapa waktu lalu.

 

Baca juga : Project power Joseph Gordon Levitt Selamat dari tembakan di kepala di klip terbarunya

 

 

Berikut adalah rangkumannya  dari wawacara virtual yang berlangsung beberapa waktu lalu.

PROJECT POWER    PROJECT POWER

 

Bagi Joseph Gordon-Levitt merupakan hal yang sangat luar biasa, jika makin banyak orang yang dapat menonton film ini melalui platform Netflix. Ia menyampaikan bahwa dirinya juga sangat senang menonton film di bioskop , namun ada suasana tersendiri yang berbeda antara menonton di bioskop dengan menonton melalui platform seperti Netflix ini, karena tidak semua orang mampu mengeluarkan dana sebesar jika menonton film di bioskop. Platform ini cocok ditonton untuk segmen penonton yang berbeda dengan penonton yang biasa menonton di bioskop

 

Bagi Levitt , karater yang ia perankan dalam film Project Power sangatlah menyenangkan  dan  merupakan karakter kedua yang ia perankan setelah beberapa tahun tidak berakting setelah  menjadi seorang ayah . Ia  ingin memiliki waktu banyak dengan anaknya , sehingga memilih untuk tidak menekuni akting dahulu selama tempo waktu tersebut.

( Red: Sebelum film Project Power , Levitt berakting dalam film action thriller berjudul 7500 dan memerankan sosok karakter yang amat serius)

Senada dengan yang dikatakan oleh Levitt , Rodrigo Santoro menyampaikan bahwa dirinya sangat menyukai premis film ini . Film ini menceritakan mengenai kekuatan yang bukan merupakan film bergenre super hero namun orang biasa yang memiliki kekuatan super, transformasi ini sangat menarik dan ia belum pernah berakting seperti ini. Saat berbincang dengan sutradara  Ariel Schulman ia merasa bahwa sutradara ini  ternyata sangat enak untuk diajak berdiskusi mengenai pengembangan karakter film ini, hal inilah yang menyebabkan aktor dalam film ini dapat berakting lebih kreatif dan ini hal ini tentunya sangatlah menyenangkan.

 

 

.

Biggie    PROJECT POWER

Rodrigo Santoro dalam kesempatan ini menyampaikan pula dengan antusias , karakter yang ia perankan yaitu Biggie.

Bagi dirinya , Biggie adalah salesman yang memilki ide besar seorang visionaris, ingin menjual produknya sebanyak-banyaknya serta ingin memiliki kekuatan, sehingga untuk mencapai visinya tersebut ia rela melakukan apapun dan selalu mendorong orang di dekatnya untuk memiliki visi yang sama . Visinya yang ambisius inilah yang menyebabkan dia diberi julukan biggie dan ternyata ada alasan lainnya pula yaitu saat dirinya bertransformasi jika meminum pil tersebut .

 

Menariknya kedua aktor ini ternyata memiliki kesamaan , ya itu sama-sama merasakan menjadi seorang Ayah. Tertarik akan hal ini dan juga pemikiran mereka akan parenting, maka pertanyaan seputar pemilihan akting dalam film pun menjadi perhatian media , dalam hal ini Levitt menyampaikan bahwa setelah memiliki anak , ia mulai mengurangi berakting dan tidak terlalu mengejar banyak peran dalam film, namun kondisi  sekarang adalah lebih bijak dalam memlilih karakter peran yang akan dimainkan termasuk juga filmnya.

Senada pula dengan Levitt, Rodrigo Santoro pun mengiyakan dan lebih lanjut menyampaikan bahwa mempunyai anak selalu merubahmu, yang pasti merubah dirinya dalam melihat sesuatu, seolah sekarang ia memiliki prespektif pandangan baru, sehingga sekarang jauh lebih pemilih dalam mengambil peran. Saat menjadi orang tua, dirinya menjadi lebih bijak dalam memilah waktu yang akan digunakan karena akan menjauhkan dirinya dengan anaknya.

Banyak penonton yang mengenal Rodrigo Santoro melalui perannya dalam film Westworld. Ternyata karakter yang ia perankan dalam tiap film selalu berbeda-beda , terkait akan hal ini ia pun menyampaikan sangat senang melakukan akting yang berbeda-beda. Ia senang sesuatu yang menantang, mencoba sesuatu hal yang baru, melakukan riset untuk itu dan mengalami  sesuatu yang berbeda dengan dunianya sehari-hari. Menurutnya masing-masing aktor memiliki cara masing-masing untuk melakukan pendekatan pada karakter yang akan diperankannya.

Bagi yang masih belum menonton film Project Power, masih dapat menontonnya melalui platform Netflix dan dapat ikut pula merasakan bagaimana rasanya jika memiliki kekuatan super dalam waktu tertentu.

Baca juga :Wawancara Film Project Power: Jamie Foxx Dan Dominique Fishback

 

 

Project Power
Sumber foto : Netflix
Tags: Joseph Gordon-LevittProject PowerRodrigo Santoro
Previous Post

Away will air on Netflix September 4, 2020

Next Post

Visinema berinvestasi di Afterlab Animation Studio

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.
Article

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku
Article

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Cast Film Pangku
Article

Interview Cast Film Pangku

29 October, 2025
Pangku Reza Rahadian
Drama

Ngopi Dulu, Bahas Pangku Nanti Bersama Reza Rahadian

28 October, 2025
sallum ratu tumbal
Article

Jejak Langkah Sallum Ratu (Pemeran Ella) dalam Tumbal Darah

21 October, 2025
Sampai Titik Akhir
Article

“Sampai Titik Terakhirmu” Siap Bikin Hati Meleleh

11 October, 2025
Next Post
Afterlab Studio

Visinema berinvestasi di Afterlab Animation Studio

Afterlab Studio

Visinema invests in Afterlab Animation Studio

Visinema Berinventasi di Studio Animasi asal Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".
Article

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

by Nuty Laraswaty
3 December, 2025
0

Film Vidio 2025 Vidio secara resmi mengumumkan tiga pemenang Kompetisi Film Vidio  dalam acara Public Lecture "Special Vidio Talks: Film Pendek: Laboratorium...

Read more

Creative Asia di JAFF 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In