• Latest

The Batman: Spoiler Review

9 March, 2022
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Empat Musim Pertiwi Punya Strategi yang Cerdas, Jadi Wakil Indonesia di Oscars 2027

19 September, 2026
Pasukan 1000 Janda Laksamana Malahayati Makin Populer: Ada Pasukan 1000 Janda

Kenapa Ada Dua Proyek Film Laksamana Malahayati di 2026?

19 September, 2026
iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

Bocoran Seru dari “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya: iQIYI Bawa Series ‘Dalam Suka dan Dusta

19 September, 2026
Bisikan Desa Gringsing

Sudah Nonton Saat Screening, Ini Reaksi Penonton untuk Bisikan Desa Gringsing: Bikin Merinding atau Malah Bikin Penasaran?

19 September, 2026
Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer,

Trailer Beautiful Pain Bukan Cuma Bikin Emosi, Tapi Ngajak Penonton Ikut Merasakan Lukanya

19 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home

The Batman: Spoiler Review

Petualangan Kelam si Detektif Gotham dan Potensi Shared- Universe

by Nuty Laraswaty
9 March, 2022
in Movie Review
243 11
0
Share on FacebookShare on Twitter

The Batman: Spoiler Review dibuat oleh Mary Rizka

the batman

Film yang telah lama ditunggu di tahun 2020 sekarang telah dirilis pada tanggal 3 Maret 2022.
The Batman adalah sebuah film yang digadang sebagai ‘Surat Cinta’ kepada karakter superhero, Batman. Matt Reeves(The Dawn of the Planets of the Apes), sebagai sutradara, membawa penonton kedalam dunia Kota Gotham yang tidak pernah berhenti untuk tidur dari kriminalitasnya. Warner Brothers melakukan reboot franchise Batman baru setelah kesuksesannya dengan Trilogi ‘The Dark Knight’ karya Christopher Nolan. Sekarang karakter DC Comics satu ini dipercaya di tangan Matt Reeves yang juga menulis naskah film bersama dengan Peter Craig.

“I Am Vengeance.” Sebuah quotes yang sangat memorable ini sering juga digunakan di kalangan fans yang menunggu film ini tayang setelah trailer The Batman keluar. Kalimat ini muncul bersamaan dengan pembukaan yang epic.

Pembukaan film ini tidak lagi menggunakan adengan kematian orang tua Bruce Wayne yang sering kita lihat dari film-film Batman sebelumnya.
Pilihan ini sangat tepat dengan menghadirkan kekacauan kota Gotham yang penuh dengan kriminal yang tak terkontol. Selain itu benar-benar membuat penonton paham arti sinyal Batman di mata para kriminal ini. Batman begitu ditakuti sehingga sinyal tersebut dianggap sebagai pertanda ‘ketakutan’.

Bruce Wayne di Gotham baru saja menjadi Batman selama satu tahun lamanya, tidak banyak bertemu dengan penjahat-penjahat kalibernya seperti Scarecrow atau Deathstroke. Matt Reeves memang sengaja mengambil inspirasi dari ‘Batman: Year One’ komik karya Frank Miller dan diilustrasi oleh David Mazzucchelli.

Batman Year One

Batman: Year One oleh Frank Miller dan David Mazzuccheli

Komik ini menceritakan kisah-kisah awal Bruce Wayne sebagai ‘si Kesatria Kegelapan’, tepat dengan rupa Batman Pattinson yang lebih muda dari predesesor sebelumnya. Robert Pattinson memerankan Batman baru yang begitu segar dari para aktor sebelumnya, Bruce Wayne di sini tidak digambarkan sebagai seorang playboy yang begitu erat pada komik-komik 80-an melainkan seperti seorang anak millennial emo yang tidak terlalu banyak bergaul. Hal tersebut tidaklah negatif tetapi membuat Pattinson memiliki ciri khas kuat mengapa Batman-nya berbeda dari yang lain. Selain itu, masuk akal juga dengan plot yang ditulis oleh Reeves dan Craig, Bruce Wayne tidak pernah pergi ke acara ceremonial setelah orangtuanya meninggal.

 

Robert Pattinson sebagai Bruce Wayne dalam trailer The Batman

Robert Pattinson sebagai Bruce Wayne dalam trailer The Batman

Robert Pattinson sebelumnya terkenal karena perannya memainkan Edward Cullen di serial Twilight. Reeves memang membayangkan Pattinson sebagai Bruce Wayne setelah melihatnya di film ‘Good Time’ karya sutradara Josh dan Benny Safdie.

Perjalanan Pattinson sebagai Batman tidak berjalan mulus karena banyak penggemar DC yang menginginkan Ben Affleck kembali memerankan Batman. Adanya kesulitan merelasasikan naskah membuat Affleck terpaksa
mundur di tahun 2019. Namun, pilihan ini menjadi pilihan terbaik karena saya sebagai penikmat ‘The Batman’ lebih menyukai penulisan dan pembawaan karakter Batman di film ini. salah satu alasannnya karena Batman Pattinson tidak membunuh dan merupakan satu-satunya Batman (bukan animasi) yang memiliki moral tersebut.

Zoe Kravitz di Premiere The Batman (Evan Agostini/Invision/AP)

Zoe Kravitz di Premiere The Batman (Evan Agostini/Invision/AP)

Pattinson sendiri memiliki Zoe Kravitz sebagai love-interest Batman, Selina Kyle atau yang dikenal sebagai Catwoman. Sempat gagal di audisi ‘The Dark Knight Rises’ karena dianggap telalu ‘Urban’ dan warna kulitnya. Kravitz tidak segan tampil di layar kaca untuk membuktikan kepada casting director dan penonton bahwa Selina versi dirinya juga pantas untuk disandang dengan Michelle Pfeiffer yang memerankan Catwoman dalam Batman Returns karya Tim Burton. Pfeiffer sebelumnya juga mendapat gelar sebagi Catwoman terbaik di layar kaca. Kravitz tampil sangat menawan dan karismatik bersama dengan Pattinson. Catwoman juga dapatdikatakan sebagai penampilan terbaik oleh Zoe Kravitz saat ini membuktikan talentanya dan ketepatannya dalam kostum Catwoman.

Pattinson dan Kravitz memiliki hubungan yang penuh dengan permainan asmara, seperti di komik keduanya tidak pernah benar-benar menjadi pasangan intim walau penuh dengan asmara.

 

The Batman

Paul Dano sebagai The Riddler di Poster Karakter The Batman (2022)

Saya terakhir melihat Paul Dano di film Swiss Army Man dimana Dano dan Daniel Radcliffe terdampar disatu pulau dan terjadi banyak hal-hal lucu yang tidak terpikirkan di benak saya sebelumnya.

Dano memerankan The Riddler, salah satu penjahat populer Batman. Riddler sendiri adalah karakter yang sangat suka dengan teka-teki menjadikannya karakter yang sangat cocok dalam cerita The Batman kali ini yang terinspirasi oleh ‘Batman: The Long Halloween’ karya Jeph Loeb dan diilustraikan oleh Tim Sale.

Batman: The Long Halloween oleh Jeph Loeb dan Tim Sale

Batman: The Long Halloween oleh Jeph Loeb dan Tim Sale

The Long Halloween merupakan bentuk kontinuias dari ‘Batman: Year One’ dan menceritakan Batman sebagi detektif yang mencari pelaku pembunuhan bertantai yang dilakukan setiap hari raya besar. The Riddler sebagai pembunuh berantai disini digunakan secara maksimal oleh Reeves.

Riddler membuat lawannya semakin tidak berdaya, merupakan inti dari Riddler sendiri. ketika para penulis mengerti apa inti dari penjahat paling berbahaya di alur film ini, membuat Riddler menjadi penjahat yang cukup disegani.

Teka-teki yang diberikan juga cukup membuat saya beberapa kali duduk di ujung kursi bioskop karena setiap kali sebuah informasi baru diberi tahu ketegangan dalam alur semakin terasa. Selain Riddler, The Penguin juga memberikan kecairan suasana dari film yang mengangkan “NO HABLA ESPANOL FELLAS?!” menjadi salah satu adengan yang paling diingat dan paling mengelitik. Collin Farrell berhasil memberikan penonton kepercayaan kepada dirinya untuk memainkan The Penguin, sebuah performa yang melampaui ekspetasi bagi saya. Farell selalu membawa penamoilan yang berbeda setiap saat tampil dalam film-film filmografinya dan The Penguin membuktikan dirinya bukanlah aktor yang setengah-stengah dalam memerankan suatu peran.

Selain itu, para perancang kostum, Jacqueline Durran, Glyn Dillon, dan David Crossman juga patut mendapat
apresiasi karena Farell sangat tidak dikenali di sini. Selain The Riddler dan Penguin, Carmine Falcone yang diperankan oleh John Turturro, juga menjadi penjahat berkerah putih di Gotham menandakan Kota ini penuh dengan korupsi sehingga kejahatan tidak lgi terlihat adil dan siapapun akan melakukannya untuk mendapatkan uang.

Falcone ditulis sebagai salah satu antek yang membunuh Thomas dan Martha Wayne, tapi tidak diketahui pasti sebenarnya siapa yang membunuh Wayne. Momen-momen sangat menarik juga terdapat dalam interkasi Falcone dan Bruce Wayne, memperlihatkan perbedaan keduanya walau mengenal satu sama lain. momen penting lainnya yang saya sukai juga terdapat dari interogasi The Riddler dan Batman, ketika Bruce Wayne dan Edward Nashton berhadapan dan dipisah dengan kaca. Mereka sama-sama yatim piatu namun mengapa semua mata hanya kasihan dan peduli kepada Bruce Wayne? Bruce Wayne terlahir kaya sedangkan anak-anak yatim piatu lainnya tidak seberuntung itu.

The Gotham sebagai sebuah kota yang juga pantas menjadi karakter di The Batman. ketika Spider-Man memiliki New York dan Superman identik dengan Metropolisnnya, Gotham bernapas bersama Batman. Gotham tampak sangat hidup dan seperti berkomunikasi dengan para penonton lewat billboard yang terpasang di Gedung-gedung pencakar. Para anggota geng kecil, para masyarakat, dan polisi yang membuat Gotham ikut menjadi simbol kompas moral Batman.

Keberanian tersendiri juga terlihat dari penulisan Reeves yang tidak segan-segan menengelamkan
Gotham. Mengingat karakter ikonik Batman lain yang juga tidak kalah penting, sahabat baik Batman dan partner detektifnya, James Gordon yang diperankan oleh Jeffrey Wright juga menjadi karakter favorit secara instant. Batman hanya mempercayai Gordon dari antara polisi lainnya, anekdot lucu yang sempat terlontar beberapa kali oleh Jim Gordon membuat penonton mengingat dirinya. Gordon memiliki dinamis unik dengan Batman, Gordon yang realistis tetapi juga setia dengan Batman menjadikannya semakin ikonik dan Jeffery Wright berhasil membawa interpretasi baru terhadap karakter ini.

Visual dan penggambaran cerita oleh Matt Reeves sangatlah baik dengan pengambilan gambar dinamis. Apalagi ketika Reeves menyutradarai adegan kejar-kejaran Mobil, siapa sangka ‘the Batmobile’ bisa menjadi sebuah karakter yang hidup dan cukup mengerikan.

Michael Giacchino kembali lagi memberikan Batman sentuhan musik ikoniknya setelah berhasil menulis dan
menyusun musik untuk Spider-Man: No Way Home 3 bulan sebelumnya. Menyusun musik untuk dua franchise epic ini tidak membuat Giacchino semakin lemah, tetapi ia kembali menghadirkan music-musik yang akan terus diingat oleh para penggemar.

Kesuksesan the Batman dengan menghadirkan genre Detektif dan gaya Noir baru membuktikan masih banyak cerita-cerita yang ‘si Kesatria Kegelapan’ yang dapat disentuh oleh Warner Brothers. The Batman memberikan sesuatu yang baru dengan membuat skala cerita superhero yang lebih kecil ditengah franchise ‘shared-universe’ (dunia yang dibagi bersama superhero lain) yang sukses dikenalkan oleh Marvel Cinematic Universe.

Film ini tidak terlalu cocok untuk penonton usia 4-5 tahun, adanya adegan kekerasan yang berlebihan juga tema yang lebih dewasa mungkin disarankan untuk membawa anak-anak dengan pendamping dewasa.
Walaupun Matt Revees menekankan untuk tidak menampilkan superhero lainnya, menarik bagi kita untuk melihat potensi apakah adanya pengembangan cerita dan expansi penjahat atau karakter hero baru di universe The Batman.

 

The Joker
Matt Revees telah mengumumkan Barry Keoghan sebagai The Joker. Adengan pada pertengahan akhir babak ketiga Joker terlihat berbincang dengan The Riddler. Munculnya teori mengapa The Joker memiliki wajah yang terbakar dan apakah dirinya telah bertemu Batman menjadi sangat menarik. Saat ini tidak banyak hal yang terkonfirmasi, Matt Reeves awalnya ingin Batman melakukan wawancara dengan The Joker terkait The Riddler. Namun, adengan itu dihapus. Tampaknya The Joker akan menajdi penjahat di The Batman 2.

 

Superman, Wonder Woman, dan Robins
Pada 17 Oktober 2020, adanya foto di balik layar yang menghadirkan beberapa pemain pendukung yang menggunakan kostum halloween bertema Wonder Woman dan Superman. Itu artinya, Matt Reeves atau Warner Brothers hampir membuat The Batman menjadi bagian dari satu dunianya sendiri. Spekulasi seperti adanya Kota Metropolis dan superhero lainnya menjadi salah satu teori yang menyenangkan untuk diulik.

 

Kemunculan Wonder Woman dan Superman di film The Batman bukanlah sesuatu yang penting untuk karakter Batman, karena mereka adalah superhero yang bisa ada tanpa kehadiran Bruce Wayne ataupun sebaliknya. Batman mempunyai keterikatan yang sangat dekat dengan Robin, terakhir kali Robin hadir dalam film non-animasi adalah di The Batman and The Robin tahun 1997.

Kerinduan para penggemar untuk melihat Robin dalam film fitur ini sangatlah besar dan kemungkinan menghadirkan Robin di film selanjutnya juga lebih berpotensi tinggi. Robert Pattinson mengatakan ia ingin Robin juga menemani Batman-nya dalam sekuel selanjutnya.

Salah satu Robin yang berpontensi untuk diperkenalkan dalam film kedua adalah Dick Grayson.
Grayson pertama muncul di Dektektive Comics #38 tahun 1940, bermula dari Sirkus hingga menjadi Robin dan kemudian menjadi Nightwing. Selain Dick Grayson, Jason Todd juga menjadi kandidat Robin selanjutnya. Alasannya adalah Jason Todd merupakan satu-satunya Robin yang meninggal di lapangan.

Potensi untuk mengadaptasi ‘The Death in The Family’ (komik yang hadir sebagai hasil pemilihan yang dilakukan oleh DC untuk membunuh Robin) karya Jim Starlin dan Jim Aparo begitu mengiurkan. Batman membutuhkan cerita-cerita baru yang perlu dikenalkan kepada masyarakat publik yang bukan penggemar saja, karena akhirnya setiap karakter superhero memiliki cerita menarik yang dapat diadaptasi dengan sangat baik.

Batman: Death in the Family oleh Jim Aparo dan Jim Starlin (1988)

Batman: Death in the Family oleh Jim Aparo dan Jim Starlin (1988)

 

Editor : Nuty Laraswaty

Tags: Mary RizkaThe Batman: Spoiler Review
Previous Post

Loh … Kompak banget Kang Daniel Dan Chae Soo-bin di Drama Korea Rookie Cops …

Next Post

Intip dahulu Trailer Bridgerton Season 2

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?
Article

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow
Article

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty
Drama

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026
Movie Review

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate
Drama

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong
Movie Review

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Next Post

Intip dahulu Trailer Bridgerton Season 2

Seputar film Qodrat

Seputar film Qodrat

Baim Wong Gandeng Teddy Soeriaatmadja, Reza Rahadian, dan Laura Basuki main film bareng

Baim Wong Gandeng Teddy Soeriaatmadja, Reza Rahadian, dan Laura Basuki main film bareng

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?
Article

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

by Nuty Laraswaty
8 October, 2026
0

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akhirnya resmi tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Tapi kalau kamu punya nyali lebih, film...

Read more

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In