The Life of Chuck
Melalui media film, penonton diajak untuk memasuki sebuah dunia fantasi drama dengan gaya penceritaaan yang unik

Review The Life of Chuck
Penonton sedari awal , akan memasuki sebuah pertanyaan penting. Mengenai sosok karakter yang bernama Chuck , serta apakah hubungannya dengan misteri semesta?
Ini nampaknya sebuah pertanyaan yang sangat penting dan membutuhkan jawaban segera.
Merupakan hal menentukan dan membawa pesan kematian, kemusnahan dan kekosongan lalu kegelapan.
Gaya penceritaan pada babak pertama ini, sangat membangun dan menggelitik pikiran penonton yang penasaran.
Tak tertebak dan penontonpun menunggu babak kelanjutannya.
Penggiringan pada babak berikutnya pun memicu sebuah drama romantisasi keluarga, dimana penonton langsung merasakana bagaimana kehidupan seorang anak yang dipanggil Chuck.
Perlahan ini pun terbangun menjadi sebuah penceritaan yang bergaya sebab akibat dan membuat penonton menjadi merasa cerdas.
Penonton merasakan bagaimana kisah hidup seorang remaja yang biasa saja, masih dalam proses pencarian diri dan terkesan polos , hadir di hadapan mereka.
Penceritaan yang membawa elemen kenangan masa muda ini pun dengan cepat menjadi hal yang relevan bagi pola pikir dan membuat rasa penasaran , mengenai babak penceritaan di awal.
Apakah kaitannya?
Suara narator pun menjadi jembatan pertanyaan yang timbul dari pemiiran para penontonnya, sehingga saat misteri akhirnya terpecahkan.
Maka penontonpun dibawa untuk menertawakan kesimpulan daya pikir mereka sendiri
Namun sebelumnya, cek terlebih dahulu trailernya
Bagi saya, pengambil alih sudut pandang genre dan alur cerita yang berhasil.
Dalam artian berhasil mengelabui para penonton yang masuk ke dalam ruangan bioskop dengan harapan akan menonton film darama.
Namun pada babak awal, jalan pikiran manusia pun dikelabui dengan sajian genre fiksi ilmiah dan misteri.
Selanjutnya semua berjalan dan mengalir sesuai harapan penulis buku dan skenario film ini , semua logika sebab akibat dihajar habis.
Penonton dinina bobokan oleh pemilihan suara narator yang menjelaskan “lebih detil” akan hal yang ditampilkan.
Sehingga saat sebuah cerita sederhana disajikan dengan cara seperti ini, otak manusia pun berekasi bingung
Tak jelas dalam pola pemikirannya akan arah dan tujuan ceritanya.
Jika dapat dikatkan ini adalah sebuah “master piece” dalam penyusunan story telling.
Twist dan semua hal yang dapat dan biasa dilakukan oleh penonton Indonesia, saat melakukan penghakiman akan jalannya sebuah cerita berhasil dipatahkan.
Ini membuat penontonnya menjadi penonton yang diam dan tunduk untuk terus mengikuti alur cerita yang disajikan hingga akhir.
Fakta menarik
Tom Hiddleston dan Mark Hamill bermain sebagai kakek dan cucu dalam film ‘The Life of Chuck’, tapi keduanya tidak pernah berbagi adegan bersama!
Film adaptasi novel Stephen King ini menggambarkan dunia yang terasa seperti akan berakhir, dan menimbulkan pertanyaan mengenai sosok Chuck.

Apakah kamu penasaran dengan film ini?
#TheLifeOfChuck #TomHiddleston #MarkHamill #StephenKing”







































