His Name Was Not Listed
Sebuah film yang mengadaptasi novel berjudul sama, buah karya penulis Soviet terkenal Boris Vassilyev.
Jika membaca keterangan dari novelnya, merupakan cerita dengan alur ke hari-hari awal perang dan menggambarkan pertahanan legendaris Benteng Brest.
Benteng ini, yang terletak di wilayah barat Soviet, hancur dalam jam-jam pertama perang dan diduduki oleh pasukan Jerman.
Namun, para pejuang Soviet tidak menyerah dan terus melawan meskipun dalam kondisi yang sangat sulit.
Pertempuran yang Tidak Pernah Berakhir
Para pejuang Soviet, yang dipimpin oleh Letnan Nikolai Pluzhnikov, terus melawan meskipun mereka terluka, terbakar, dan kehabisan makanan dan air.
Mereka bangkit kembali dari reruntuhan bangunan yang hancur dan melakukan serangan balik terhadap pasukan Jerman.
Dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi, Letnan Pluzhnikov menemukan cinta dengan seorang wanita. Kisah cinta ini menjadi hadiah bagi Pluzhnikov, yang terus melawan hingga akhir hayatnya.
Novel “His Name Was Not Listed” ini merupakan karya sastra yang mengharukan dan menggambarkan keberanian dan ketabahan para pejuang Soviet dalam melawan pasukan Jerman.
Buku ini juga berisi kisah lain karya Boris Vassilyev, “The Dawns Are Quiet Here”, yang telah dikenal oleh pembaca asing dan telah diadaptasi menjadi film.
Review Film
Melalui tangan sutradara Sergei Korotaev, kisah dalam novel diterjemahkan dalam media film melalui penwarnaan cahaya yang suram dan gelap. Namun masih dapat dilihat oleh penontonnya.
Penataan cahaya dalam film ini patut dipuji , karena berhasil menampilkan efek muram, hancur dan keterpurukan secara mental dan emosional.
Babak pertama dibuka dengan keceriaan, dan mendukung pesan yang termuat dalam film.
Tata pengambilan gambarpun dipertajam, untuk menggambarkan bagaimana perang, kuasa dan kegilaan satu manusia dapat menghancurkan hidup manusia pada umumnya.
Film ini sangat muram dan alur drama yang dihadirkan pun , seperti semuanya berakhir dengan pemusnahan.
Namun cara pengaturan babak demia babak yang dihadirkan untuk dinikmati oleh penontonnya , sangat menyentuh hati, terutama saat menggambarkan bagaimana rasa putus asa dapat menghasilkan dampak bagi yang lainnya.
Secercah harapan dan keberuntungan manusia dalam arti sedih, dihadirkan melalui sosok Letnan Pluzhnikov, yang secara narasi menggambarkan kepedihan hatinya karena dia selalu selamat, dan orang-orang di sekitarnya mati.
Ini secara harafiahpun terjadi , karena dia adalah orang terakhir yang masih hidup dengan akhir kisah yang mengenaskan.
Namun baiknya dilihat terlebih dahulu trailernya
Bagi saya sendiri, yang menonjol dari film ini adalah bagaimana permainan tempo pemutaran , dipadukan dengan skoring film. Mampu memberikan efek , bagaimana saat dunia di sekeliling hancur dengan tempo waktu yang sangat cepat, serta bagaimana dunia berjalan normal kembali , namun terasa hampa.
Permainan dan penggabungan kedua unsur ini, mampu membuat penonton terhanyut dan bertahan melalui durasi film yang cukup lama
Informasi terkait film
Sutradara : Sergey KOROTAEV (Сергей КОРОТАЕВ)
Skenario : Oleg ANTONOV (Олег АНТОНОВ), Boris VASILIEV (Борис ВАСИЛЬЕВ)
Cast
Vladislav MILLER (Владислав МИЛЛЕР ) …Nikolay Pluzhnikov
Alyona MORILOVA (Алёна МОРИЛОВА) …Mirra
Vladimir MASHKOV (Владимир МАШКОВ) …Stepan Matveevich
Pavel CHERNYSHOV (Павел ЧЕРНЫШЁВ) …Salnikov
Yana SEKSTE (Яна СЕКСТЕ) …Aunt Khristya
Vitali YEGOROV (Виталий ЕГОРОВ)
Evgeniy MILLER (Евгений МИЛЛЕР)
Cinematography : Igor GRINYAKIN (Игорь ГРИНЯКИН)
Production design : Eduard GALKIN (Эдуард ГАЛКИН)
Produced by : Vladimir MASHKOV (Владимир МАШКОВ)
Production : 1-2-3 Production
Film revenue in Russia : 8.082122 million dollars
Spectators : 1 500 000
Release date in Russia : 01/05/2025
Film berjudul “His Name Was Not Listed”, diputar dalam sesi perayaan Hari Sinema Rusia , yang berlangsung Sabtu 5 Juli 2025
Dalam sosial media , Wamen Kebudayaan Giring , disampaikan pula :
“… Sebuah film patriotik berlatar belakang perang dunia antara Uni Soviet dan Jerman.
Sebagai medium budaya, film memang menjadi katalis diplomasi budaya yang tak lekang oleh zaman.
Melalui film, kita tak hanya menikmati karya, tetapi juga memahami sudut pandang dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat negara lain. ️ … “







































