Menjelang penayangannya pada momen Lebaran 2026, film keluarga bergenre sci-fi Pelangi di Mars mulai membangun antusiasme penonton dengan merilis music video (MV) untuk original soundtrack utamanya yang berjudul Come Back to Me.
Music video ini dibawakan oleh penyanyi pendatang baru berbakat, Dimas Senopati, yang menjadikan lagu tersebut sebagai debut singlenya. Dirilis oleh Mahakarya Pictures, MV ini bukan sekadar pelengkap promosi film, melainkan juga “jendela pertama” bagi penonton untuk melihat keindahan visual dan atmosfer epik yang akan dihadirkan filmnya di layar lebar.
Dengan latar luar angkasa yang memukau dan cerita petualangan yang inspiratif, MV ini menjadi salah satu strategi promosi yang efektif untuk memperkenalkan dunia Pelangi di Mars sebelum filmnya resmi tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026.
Visual Planet Mars yang Megah dengan Teknologi Virtual Production
Dalam MV Come Back to Me, penonton akan melihat Dimas Senopati menyanyikan lagu penuh emosi dengan latar kemegahan Planet Mars. Visual yang ditampilkan terasa sinematik, futuristik, dan sangat imajinatif—memberikan gambaran dunia luar angkasa yang luas dan misterius.
Menariknya, seluruh proses produksi music video ini dilakukan di Doss Guava XR Studio, yang menggunakan teknologi Virtual Production. Teknologi ini memungkinkan penciptaan latar digital yang realistis dan dinamis, sehingga memberikan kesan bahwa penyanyi benar-benar berada di permukaan Mars.
Penggunaan teknologi ini juga menegaskan bahwa Pelangi di Mars bukan sekadar film petualangan anak biasa, melainkan proyek ambisius yang memadukan cerita inspiratif dengan teknologi produksi film modern.
Lewat visual tersebut, penonton diperlihatkan bahwa kisah Pelangi bukan hanya tentang perjalanan di luar angkasa, tetapi juga tentang mimpi besar anak Indonesia yang berani menembus batas.
“Come Back to Me”, Lagu yang Menjadi Jiwa Cerita
Lagu Come Back to Me bukan hanya soundtrack biasa. Lagu ini menjadi representasi emosional dari perjalanan karakter utama dalam film.
Produser film, Dendi Reynando, menjelaskan bahwa musik dalam film ini dirancang memiliki kualitas dan kekuatan yang setara dengan visualnya.
Menurutnya, lagu ini menggambarkan kegigihan tokoh Pelangi yang berjuang untuk menemukan jalan pulang ke Bumi sekaligus menyelesaikan misi penting yang ditinggalkan oleh ibunya.
Melalui aransemen musik yang megah dan vokal emosional dari Dimas Senopati, lagu ini menghadirkan nuansa harapan, keberanian, dan semangat pantang menyerah—nilai-nilai yang menjadi inti dari cerita film tersebut.
Cek disini
Debut Istimewa Dimas Senopati
Bagi Dimas Senopati, kesempatan menyanyikan lagu Come Back to Me merupakan pengalaman yang sangat berarti.
Sebagai debut singlenya, ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari proyek film yang dikerjakan dengan penuh dedikasi oleh ratusan kru selama lebih dari lima tahun.
Ia juga berharap lagu yang ia bawakan dapat menyampaikan semangat perjuangan karakter Pelangi kepada para pendengar.
Menurutnya, kisah dalam film ini memiliki pesan inspiratif yang dapat memotivasi siapa saja untuk terus berjuang meraih mimpi, bahkan jika mimpi tersebut terasa sejauh luar angkasa.
Baca juga :
Petualangan Sci-Fi Keluarga yang Penuh Bintang
Selain menawarkan konsep cerita yang unik, Pelangi di Mars juga diperkuat oleh jajaran pemain terkenal Indonesia.
Film ini dibintangi oleh:
-
Messi Gusti
-
Lutesha
-
Myesha Lin
-
Rio Dewanto
-
Livy Renata
Sementara petualangan Pelangi bersama robot-robot canggihnya akan dihidupkan oleh pengisi suara seperti:
-
Kristo Immanuel
-
Gilang Dirga
-
Bimo Kusumo
-
Vanya Rivani
-
Dimitri Arditya
Kehadiran para aktor dan pengisi suara ini membuat film tersebut semakin menarik untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga.
Kisah Pelangi: Anak yang Lahir di Mars
Film Pelangi di Mars mengangkat kisah unik tentang seorang anak bernama Pelangi yang menjadi manusia pertama yang lahir di Planet Mars.
Ia terdampar di planet merah tersebut bersama ibunya, Pratiwi. Dalam perjalanan hidupnya, Pelangi melanjutkan misi ibunya untuk menemukan mineral langka bernama Zeolith Omega.
Mineral tersebut diyakini dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis air bersih yang sedang terjadi di Bumi. Dalam petualangannya, Pelangi ditemani oleh robot-robot sahabatnya yang setia.
Di balik misi ilmiah tersebut, Pelangi juga memiliki tujuan pribadi yang sangat emosional: menemukan ayahnya dan akhirnya bisa pulang ke Bumi.
Cerita ini menghadirkan kombinasi antara petualangan luar angkasa, drama keluarga, serta pesan tentang keberanian dan harapan.
Siap Tayang Lebaran 2026
Dengan visual futuristik, musik yang emosional, serta cerita petualangan yang inspiratif, Pelangi di Mars diprediksi menjadi salah satu tontonan keluarga yang menarik pada musim Lebaran 2026.
Sambil menunggu filmnya tayang di bioskop pada 18 Maret 2026, penonton dapat lebih dulu menikmati MV Come Back to Me yang telah dirilis di kanal YouTube resmi Mahakarya Pictures.
Music video tersebut memberikan gambaran awal tentang dunia spektakuler yang akan dijelajahi Pelangi dalam film ini.
Bagi pecinta film petualangan, sci-fi, dan tontonan keluarga inspiratif, Pelangi di Mars tampaknya akan menjadi salah satu film Indonesia yang wajib masuk daftar tontonan Lebaran tahun ini. 🚀🌈
Penulis Anya





































