• Latest
Turang

Review Sinema Indonesia Klasik : Turang

28 April, 2025
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

10 May, 2026
Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

8 May, 2026
Next Step Studio 2026

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan “Kalah” oleh Keluarga Sendiri

Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan Kalah oleh Keluarga Sendiri

7 May, 2026
Review The Bell: Panggilan untuk Mati

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

7 May, 2026
Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Mengenal ONIC Esports dalam Film Nobody Loves Kay dibintangi Bima Azriel

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

6 May, 2026
iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

5 May, 2026
Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

5 May, 2026
Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

5 May, 2026
Review Salmokji Whispering Water

Review Salmokji Whispering Water

2 May, 2026
Review Ikatan Darah

Review Ikatan Darah

2 May, 2026
Trailer Citadel Season 2 Rilis, Netizen Soroti “Tim Baru, Misi Baru” yang Lebih Intens

Trailer Citadel Season 2 Rilis, Netizen Soroti “Tim Baru, Misi Baru” yang Lebih Intens

27 April, 2026
Mengenal Gelung Nusantara: Warisan Budaya Perempuan Indonesia yang Kembali Tren di Era Modern

Mengenal Gelung Nusantara: Warisan Budaya Perempuan Indonesia yang Kembali Tren di Era Modern

27 April, 2026
Trailer Off Campus Rilis, Netizen Soroti “Ruang Ganti” hingga Nuansa Romansa yang Intens

Trailer Off Campus Rilis, Netizen Soroti “Ruang Ganti” hingga Nuansa Romansa yang Intens

27 April, 2026
“Dapur Sumur Tutur” Suguhkan Pergulatan Perempuan Lintas Generasi, Tuai Respons Emosional Penonton

“Dapur Sumur Tutur” Suguhkan Pergulatan Perempuan Lintas Generasi, Tuai Respons Emosional Penonton

27 April, 2026
Ikatan Darah: Film Action Indonesia 2026 Paling Intens

Ikatan Darah: Film Action Indonesia 2026 Paling Intens

24 April, 2026
Review Mother Mary, diperankan oleh Anne Hathaway

Review Mother Mary, diperankan oleh Anne Hathaway

24 April, 2026
The Drama

Review Film The Drama: Ketika Cinta Diuji di Tengah Kekacauan Pernikahan

21 April, 2026
Luka Makan Cinta: Drama Dapur Penuh Emosi tentang Relasi Ibu dan Anak

Luka Makan Cinta: Drama Dapur Penuh Emosi tentang Relasi Ibu dan Anak

18 April, 2026
The Magic Faraway Tree

The Magic Faraway Tree (2026): Sinopsis, Pemeran, dan Pesan Keluarga di Era Digital

17 April, 2026
Shaka Oh Shaka: Sinopsis, Jadwal Tayang 7 Mei 2026 & Kisah Cinta Fans dengan Idola

Film Shaka Oh Shaka: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Fakta Menarik Kisah Cinta Fans & Idola

14 April, 2026
Climax Episode 7–8: Makin Panas! Saat Ambisi dan Cinta Mulai Bertabrakan

Climax Episode 7–8: Makin Panas! Saat Ambisi dan Cinta Mulai Bertabrakan

13 April, 2026
Kupilih Jalur Langit

Siapa Sebenarnya Elizasifaa? Kenapa Ceritanya Selalu Viral dan Diangkat Jadi Film?

31 March, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
Turang

Review Sinema Indonesia Klasik : Turang

by Nuty Laraswaty
28 April, 2025
in Drama, Movie Review
244 13
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film “Turang”: Sebuah Karya Sinema Kiri yang Menggugah

Film “Turang” karya Bachtiar Siagian adalah sebuah karya sinema kiri yang hilang lama dan kini kembali ditemukan. Sinema kiri yang dimaksud disini adalah buah karya  sebuah organisasi yang disebut sebagai LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Ini adalah organisasi kebudayaan sayap kiri yang didirikan pada 17 Agustus 1950.

Dapat dikatakan Lekra adalah sebuah organisasi seniman dan budayawan yang dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan kebudayaan yang berpihak pada rakyat dan mengabdi pada revolusi Indonesia.

Bachtian Siagian sendiri merupakan sutradara dan penulis skenario asal Indonesia yang memiliki kontribusi besar dalam dunia perfilman Indonesia. Ia dikenal karena karya-karyanya yang inovatif dan berani dalam menggambarkan realitas sosial dan politik pada masanya.

Terkait akan film “Turang”, keberhasilan dalam film ini adalah memenangkan Piala FFI sebagai Sutradara Terbaik pada tahun 1960. Film-filmnya dikenal oleh masyarakat dan seringkali menampilkan tema-tema sosial dan politik yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia pada saat itu.

Beberapa filmnya yang terkenal antara lain “Turang”, “Melati Sendja”, dan “Sekedjap Mata”. Ia juga bekerja sama dengan beberapa aktor dan aktris terkenal pada masanya, seperti Rima Melati, Mieke Widjaja, Nani Widjaya, dan Dicky Zulkarnaen.

Hingga saat ini hasil karyanya yang dapat ditonton kembali , barulah Turang dan Violetta . Pemutaran Turang telah berlangsung dengan sukses selama dua hari di program ELKAKA #3, hari Sabtu dan Minggu, 26 dan 27 April 2025 , dengan lokasi pemutaran Metro Cinema Kemang.

Karya ini merupakan sebuah kopi dari filmnya berhasil ditemukan di pusat arsip sebuah negara eks blok timur. Berkat usaha tak kenal lelah team korespondensi dan penelitian antara lain  Bunga Siagian,  pegiat film Hafiz dan juga Fafiz, yang juga sutradara film dokumenter Bachtiar.

Gaya dan Pengaruh

Bachtiar Siagian dikenal karena gaya penyutradaraannya yang inovatif dan berani. Ia seringkali menggunakan teknik-teknik sinematografi yang unik untuk menggambarkan realitas sosial dan politik pada masanya.

Film-filmnya juga seringkali menampilkan tema-tema yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia pada saat itu, seperti perjuangan kemerdekaan dan perubahan sosial.

Review Film Turang

Film ini menceritakan kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui perspektif orang biasa, khususnya komunitas Karo asli.

Dengan gaya neorealistis, film ini menggambarkan kehidupan sehari-hari penduduk desa, solidaritas mereka dengan pejuang kemerdekaan, dan kesulitan yang dihadapi akibat serangan tentara Belanda.

Jika dibandingkan dengan film dengan gaya neorealistis sekitar tahun pembuatan yang sama , seperti La Provinciale karya sutradara Italia Mario Soldati, maka terlihat bagaimana alur cerita yang ditampilkan sangat sederhana namun runtut teratur. Membuat penontonnya merasa bagaikan sedang membaca sebuah buku cerita.

Untuk adegan dalam film , terlihat juga menggunakan teknik pengambilan gambar  tracking shot serta follow shot yang banyak ditemukan dalam La Provinciale. Penonton juga dibawa untuk lebih berempati pada penderitaan serta perubahan emosi dari karakter utama perempuannya.

Pembedanya adalah Bachtiar Siagian seringkali menggunakan teknik-teknik sinematografi yang unik untuk menggambarkan realitas sosial dan politik pada era tahun tersebut. Namun terkait wardrobe film ini, nampaknya masih perlu dilakukan komparasi dengan film-film lain dari Indonesia yang setipe.

Kesimpulan

Bachtiar Siagian telah meninggalkan warisan yang besar dalam dunia perfilman Indonesia. Film-filmnya masih diingat hingga hari ini dan terus dipelajari oleh para sineas muda. Ia juga telah membuka jalan bagi para sutradara dan penulis skenario lainnya untuk mengembangkan karir mereka dalam industri perfilman Indonesia.

Review/Turang

Tags: Bachtiar SiagianDicky Zulkarnaen.follow shotkomunitas KaroMetro Cinema KemangMieke WidjajaNani WidjayaRima Melatitracking shot
Previous Post

Review A Working Man

Next Post

La Provinciale – Sutradara Mario Soldati, Merupakan Salah Satu dari 100 Film Paling Berpengaruh di Italia

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?
Article

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?
Article

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?
Article

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan
Drama

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang
Article

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru
Action

Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

10 May, 2026
Next Post
La Provinciale (The Wayward Wife)

La Provinciale - Sutradara Mario Soldati, Merupakan Salah Satu dari 100 Film Paling Berpengaruh di Italia

Shadow Force

Review Shadow Force

nonostante 2024

Review Nonostante /Feeling Better (2024)

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?
Article

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

by Nuty Laraswaty
12 May, 2026
0

Fenomena penuhnya penonton di berbagai pemutaran festival film Australia Indonesia sebenarnya bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir,...

Read more

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In