• Latest
Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

24 February, 2026
Komedi horor Leo Pictures Kamal Rasyid, Luna Maya hingga Ria Ricis Gak Masuk Akal

Komedi horor Leo Pictures Kamal Rasyid, Luna Maya hingga Ria Ricis Gak Masuk Akal

31 October, 2026
Jangan Tertipu Judulnya! GJLS: Berapi-Api Bukan Cuma Soal Api dan Komedi

Jangan Tertipu Judulnya! GJLS: Berapi-Api Bukan Cuma Soal Api dan Komedi

30 October, 2026
FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

28 October, 2026
Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

26 October, 2026
kinki

Review dan Kritik Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (About a Place in the Kinki Region)

26 October, 2026
Review Hungry (2026)

Review Hungry (2026)

26 October, 2026
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

by Nuty Laraswaty
24 February, 2026
in Drama, Movie Kritic, Movie Review
242 13
0
Share on FacebookShare on Twitter

Wuthering Heights 2026 menjadi salah satu topik hangat di kalangan pecinta film drama romantis.

Film terbaru produksi Warner Bros. Pictures ini disutradarai dan ditulis oleh Emerald Fennell, yang menghadirkan adaptasi bebas dari novel klasik karya Emily Brontë terbitan 1847.

Berikut trailernya


 

Berbeda dari versi adaptasi sebelumnya, Emerald Fennell secara tegas menyatakan bahwa film ini bukan interpretasi literal dari novel, melainkan karya dengan sudut pandang dan visi artistiknya sendiri.

 

Sinopsis Wuthering Heights Versi 2026

Film ini tetap berpusat pada kisah cinta penuh obsesi antara Catherine “Cathy” Earnshaw dan Heathcliff. Cathy diperankan oleh Margot Robbie, sementara Heathcliff dimainkan oleh Jacob Elordi.

Chemistry keduanya menjadi sorotan utama.

Meski sempat menuai kontroversi sejak pengumuman casting, performa Robbie dan Elordi mampu menghadirkan dinamika emosional yang intens sepanjang durasi 2 jam 16 menit.

Sejak awal produksi, Wuthering Heights versi 2026 sudah menuai kritik.

Pemilihan Jacob Elordi sebagai Heathcliff memicu tudingan whitewashing dari sebagian penggemar novel. Sementara Margot Robbie dianggap terlalu dewasa untuk memerankan Cathy versi muda seperti dalam novel.

Tak hanya soal casting, pendekatan Emerald Fennell yang lebih sensual dan melodramatis juga dianggap menggeser nuansa klasik dan psikologis khas karya Emily Brontë. Namun di sisi lain, kebebasan kreatif ini justru menjadi identitas kuat film.

Salah satu kekuatan terbesar film ini terletak pada visual sinematografinya. Latar Yorkshire, Inggris Utara, dengan hamparan moors (padang rumput liar) digambarkan begitu megah dan atmosferik.

Perbedaan status sosial antara keluarga Earnshaw dan Linton divisualisasikan secara detail melalui desain produksi:

  • Wuthering Heights (rumah keluarga Earnshaw) tampil lebih gelap, kasar, dan terisolasi.

  • Thrushcross Grange (kediaman keluarga Linton) hadir lebih terang, elegan, dan hangat.

Kontras ini tidak hanya terlihat dari arsitektur bangunan, tetapi juga tone warna film.

Warna gelap mendominasi adegan Heathcliff, menggambarkan kesedihan dan kehilangan. Sementara Cathy hadir dalam spektrum warna yang lebih dinamis, mengikuti perubahan emosinya.

Emerald Fennell menyelipkan suasana yang terasa hampir seperti film horor. Permainan cahaya bulan, angle kamera yang intim, serta scoring yang dramatis menciptakan suasana mencekam di beberapa adegan.

Beberapa momen romantis justru terasa sedikit “creepy” karena tone visual dan atmosfernya. Pendekatan ini memberikan pengalaman berbeda dari adaptasi klasik sebelumnya, sekaligus mempertegas gaya khas Fennell.

Perubahan paling signifikan dari novel asli terletak pada penggambaran romansa. Jika novel Emily Brontë dikenal dengan romantisme tragis yang subtil, versi Fennell menampilkan adegan yang lebih sensual dan eksplisit.

Bagi saya yang menyukai cerita ini berdasarkan novel klasiknya , perubahan perasaan serta emosi dari romansa lembut ke adegan 18+ yang cukup intens  terasa mengejutkan dan merubah inti sari serta tata krama dari penulisnya.

Ini adalah bagian sequense yang sangat tidak saya sukai, karena terasa merusak keindahan cinta yang terjalin di antara mereka berdua, yang tertuang secara puitis dalam novelnya

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Wuthering Heights (2026) adalah adaptasi bebas yang menawarkan wajah baru romantisme klasik. Emerald Fennell menghadirkan karya yang lebih sensual, visual, dan atmosferik dibandingkan versi sebelumnya.

Bagi penonton yang terbuka pada reinterpretasi modern dari karya klasik, film ini layak ditonton.

Namun bagi penggemar setia novel Emily Brontë, ekspektasi mungkin perlu disesuaikan.

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Production company: MRC, Lie Still, LuckyChap Entertainment Distributor: Warner Bros. Pictures Cast: Margot Robbie (Catherine “Cathy” Earnshaw), Charlotte Mellington (Young Catherine Earnshaw), Jacob Elordi (Heathcliff), Owen Cooper (Young Heathcliff), Hong Chau (Nelly), Shazad Latif (Edgar Linton), Alison Oliver (Isabella Linton), Martin Clunes (Mr. Earnshaw), Ewan Robert Mitchell (Joseph), etc Director: Emerald Fennell Screenplay: Emerald Fennell Producers: Emerald Fennell, Josey McNamara, Margot Robbie Duration: 2 hours 16 minutes

Tags: drama romantisInggris UtaraWuthering HeightsYorkshire
Previous Post

Review Panda Plan 2 The Magical Tribe

Next Post

Review dan Kritik Iron Lung karya Markiplier

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Komedi horor Leo Pictures Kamal Rasyid, Luna Maya hingga Ria Ricis Gak Masuk Akal
Article

Komedi horor Leo Pictures Kamal Rasyid, Luna Maya hingga Ria Ricis Gak Masuk Akal

31 October, 2026
Jangan Tertipu Judulnya! GJLS: Berapi-Api Bukan Cuma Soal Api dan Komedi
Article

Jangan Tertipu Judulnya! GJLS: Berapi-Api Bukan Cuma Soal Api dan Komedi

30 October, 2026
FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!
Article

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

28 October, 2026
Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?
Movie Review

Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

26 October, 2026
kinki
Article

Review dan Kritik Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (About a Place in the Kinki Region)

26 October, 2026
Review Hungry (2026)
Drama

Review Hungry (2026)

26 October, 2026
Next Post
Review Iron Lung karya Markiplier

Review dan Kritik Iron Lung karya Markiplier

Review Film Project Y

Review Film Project Y

Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

Komedi horor Leo Pictures Kamal Rasyid, Luna Maya hingga Ria Ricis Gak Masuk Akal
Article

Komedi horor Leo Pictures Kamal Rasyid, Luna Maya hingga Ria Ricis Gak Masuk Akal

by Nuty Laraswaty
31 October, 2026
0

Gak Masuk Akal Tayang Januari 2027, Film Komedi Horor Leo Pictures Satukan Kamal Rasyid, Luna Maya hingga Ria Ricis JAKARTA...

Read more

Jangan Tertipu Judulnya! GJLS: Berapi-Api Bukan Cuma Soal Api dan Komedi

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

Review dan Kritik Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (About a Place in the Kinki Region)

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In