• Latest
Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

24 February, 2026
3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

Penasaran dengan Karakter Indah Permatasari dan Achmad Megantara di Film Ibadah & Cinta

14 September, 2026
Bolong

Soal Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi

14 September, 2026
Fall 2: Deadpoint bukan film yang sebaiknya ditonton sambil terlalu banyak bertanya, "Kok bisa?"

Review Fall 2: Deadpoint, Bikin Perut Tegang dan Stres dari Awal Sampai Akhir

14 September, 2026
Suanggi

Suanggi: Ilmu Kutukan, Horor Indonesia Timur yang Bawa Mitos Papua ke Bioskop

14 September, 2026
Obsession Inde Navarrette

Review Film Obsession

14 September, 2026
Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

Review Film Runner : Kolaborasi Apik Alan Ritchson dan Owen Wilson

14 September, 2026
Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel

Aktor C Drama Cheng Lei Datang ke Indonesia, Nyobain Bola Bekel dan …

14 September, 2026
Gebrakan Amal Film Memburu Pemangsa

Gebrakan Amal Film Memburu Pemangsa

14 September, 2026
Kamu Bisa Nonton Gratis di K-Drama Day Rakuten Viki yang Kembali untuk Tahun Keempat

Kamu Bisa Nonton Gratis di K-Drama Day Rakuten Viki yang Kembali untuk Tahun Keempat

12 September, 2026
Agensi Rumah Tangga, Enzy Storia dan Afgan Buktikan Komedi Relate Masih Juara

Agensi Rumah Tangga, Enzy Storia dan Afgan Buktikan Komedi Relate Masih Juara

12 September, 2026
E:\Downloads\Hungry Ghost Festival, disutradarai sekaligus ditulis oleh Imam Darto..png

Rame Video Rebutan Sembako di FYP? Ternyata Ini Alasannya

12 September, 2026
Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

11 September, 2026
Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

Kenali Jejak Arthur Rimbaud di Semarang

11 September, 2026
Bisikan Desa grising

Review Bisikan Desa Gringsing: Horor yang Bikin Takut Sama Tetangga Sendiri

4 September, 2026
FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

FFW 2026 Soroti Nasib Iyus Jenius: Tiga Tahun Menunggu Layar Bioskop

4 September, 2026
Love in Disguise

Love in Disguise Resmi Tayang 19 Oktober di Prime Video, YIM SI WAN dan SEORINA Siap Bikin Penonton Susah Move On

4 September, 2026
Review Munafik: Melawan Iblis

Review Munafik: Melawan Iblis

31 August, 2026
Review By Any Means

Review By Any Means

31 August, 2026
Asrul Sani

Pandangan Mata Refleksi Pameran Maestro Film Indonesia 2026, Asrul Sani

31 August, 2026
Tales From ’85 Season 2

Stranger Things: Tales From ’85 Season 2, Hawkins Kembali Kacau dan Kali Ini Ada Hantu yang Bisa Menembus Dinding!

26 August, 2026
Berikut adalah rangkuman lengkap segala hal yang perlu Anda ketahui mengenai serial Crew Girl-Netflix

Berikut adalah rangkuman lengkap segala hal yang perlu Anda ketahui mengenai serial Crew Girl-Netflix

26 August, 2026
Insidious: Out of the Further - Kisah Lambert Usai, Datang Keluarga Hall

Review Insidious: Out of the Further

26 August, 2026
review motor city nuty laraswaty

Review Motor City

26 August, 2026
Berikut artikel yang dimuat , https://nutylaraswaty.com/netflix-gercep-banjir-kejutan-anime-di-anime-nyc-2026-ini-rangkumannya/

Netflix Gercep Banjir Kejutan Anime di Anime NYC 2026, Ini Rangkumannya

21 August, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

by Nuty Laraswaty
24 February, 2026
in Drama, Movie Kritic, Movie Review
242 13
0
Share on FacebookShare on Twitter

Wuthering Heights 2026 menjadi salah satu topik hangat di kalangan pecinta film drama romantis.

Film terbaru produksi Warner Bros. Pictures ini disutradarai dan ditulis oleh Emerald Fennell, yang menghadirkan adaptasi bebas dari novel klasik karya Emily Brontë terbitan 1847.

Berikut trailernya


 

Berbeda dari versi adaptasi sebelumnya, Emerald Fennell secara tegas menyatakan bahwa film ini bukan interpretasi literal dari novel, melainkan karya dengan sudut pandang dan visi artistiknya sendiri.

 

Sinopsis Wuthering Heights Versi 2026

Film ini tetap berpusat pada kisah cinta penuh obsesi antara Catherine “Cathy” Earnshaw dan Heathcliff. Cathy diperankan oleh Margot Robbie, sementara Heathcliff dimainkan oleh Jacob Elordi.

Chemistry keduanya menjadi sorotan utama.

Meski sempat menuai kontroversi sejak pengumuman casting, performa Robbie dan Elordi mampu menghadirkan dinamika emosional yang intens sepanjang durasi 2 jam 16 menit.

Sejak awal produksi, Wuthering Heights versi 2026 sudah menuai kritik.

Pemilihan Jacob Elordi sebagai Heathcliff memicu tudingan whitewashing dari sebagian penggemar novel. Sementara Margot Robbie dianggap terlalu dewasa untuk memerankan Cathy versi muda seperti dalam novel.

Tak hanya soal casting, pendekatan Emerald Fennell yang lebih sensual dan melodramatis juga dianggap menggeser nuansa klasik dan psikologis khas karya Emily Brontë. Namun di sisi lain, kebebasan kreatif ini justru menjadi identitas kuat film.

Salah satu kekuatan terbesar film ini terletak pada visual sinematografinya. Latar Yorkshire, Inggris Utara, dengan hamparan moors (padang rumput liar) digambarkan begitu megah dan atmosferik.

Perbedaan status sosial antara keluarga Earnshaw dan Linton divisualisasikan secara detail melalui desain produksi:

  • Wuthering Heights (rumah keluarga Earnshaw) tampil lebih gelap, kasar, dan terisolasi.

  • Thrushcross Grange (kediaman keluarga Linton) hadir lebih terang, elegan, dan hangat.

Kontras ini tidak hanya terlihat dari arsitektur bangunan, tetapi juga tone warna film.

Warna gelap mendominasi adegan Heathcliff, menggambarkan kesedihan dan kehilangan. Sementara Cathy hadir dalam spektrum warna yang lebih dinamis, mengikuti perubahan emosinya.

Emerald Fennell menyelipkan suasana yang terasa hampir seperti film horor. Permainan cahaya bulan, angle kamera yang intim, serta scoring yang dramatis menciptakan suasana mencekam di beberapa adegan.

Beberapa momen romantis justru terasa sedikit “creepy” karena tone visual dan atmosfernya. Pendekatan ini memberikan pengalaman berbeda dari adaptasi klasik sebelumnya, sekaligus mempertegas gaya khas Fennell.

Perubahan paling signifikan dari novel asli terletak pada penggambaran romansa. Jika novel Emily Brontë dikenal dengan romantisme tragis yang subtil, versi Fennell menampilkan adegan yang lebih sensual dan eksplisit.

Bagi saya yang menyukai cerita ini berdasarkan novel klasiknya , perubahan perasaan serta emosi dari romansa lembut ke adegan 18+ yang cukup intens  terasa mengejutkan dan merubah inti sari serta tata krama dari penulisnya.

Ini adalah bagian sequense yang sangat tidak saya sukai, karena terasa merusak keindahan cinta yang terjalin di antara mereka berdua, yang tertuang secara puitis dalam novelnya

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Wuthering Heights (2026) adalah adaptasi bebas yang menawarkan wajah baru romantisme klasik. Emerald Fennell menghadirkan karya yang lebih sensual, visual, dan atmosferik dibandingkan versi sebelumnya.

Bagi penonton yang terbuka pada reinterpretasi modern dari karya klasik, film ini layak ditonton.

Namun bagi penggemar setia novel Emily Brontë, ekspektasi mungkin perlu disesuaikan.

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Production company: MRC, Lie Still, LuckyChap Entertainment Distributor: Warner Bros. Pictures Cast: Margot Robbie (Catherine “Cathy” Earnshaw), Charlotte Mellington (Young Catherine Earnshaw), Jacob Elordi (Heathcliff), Owen Cooper (Young Heathcliff), Hong Chau (Nelly), Shazad Latif (Edgar Linton), Alison Oliver (Isabella Linton), Martin Clunes (Mr. Earnshaw), Ewan Robert Mitchell (Joseph), etc Director: Emerald Fennell Screenplay: Emerald Fennell Producers: Emerald Fennell, Josey McNamara, Margot Robbie Duration: 2 hours 16 minutes

Tags: drama romantisInggris UtaraWuthering HeightsYorkshire
Previous Post

Review Panda Plan 2 The Magical Tribe

Next Post

Review dan Kritik Iron Lung karya Markiplier

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026
Article

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

15 September, 2026
Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!
Article

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

15 September, 2026
Desember Jani
Article

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

15 September, 2026
Your Mother Your Mother Your Mother
Article

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

14 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik
Article

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer
Article

5 Misteri Lingsir Wengi Motel Malioboro yang Terungkap dari Trailer

14 September, 2026
Next Post
Review Iron Lung karya Markiplier

Review dan Kritik Iron Lung karya Markiplier

Review Film Project Y

Review Film Project Y

Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

3 Alasan Ibuku My Mother Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026
Article

3 Alasan Ibuku (My Mother) Jadi Film Indonesia yang Wajib Kamu Pantau di Busan 2026

by Nuty Laraswaty
15 September, 2026
0

Sembilan tahun dikembangkan, memakai kamera seluloid 16mm yang semakin langka, dan akhirnya masuk kompetisi utama Busan International Film Festival. Film...

Read more

Khadam Bukan Lagi Penjaga, Tapi Malah Mau Merebut Hidupmu!

Update Palari Desember Jani Film Buat Nangis ?

Soal Your Mother Your Mother Your Mother

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In