• Latest
Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

24 February, 2026
Review The Bell: Panggilan untuk Mati

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

7 May, 2026
Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Mengenal ONIC Esports dalam Film Nobody Loves Kay dibintangi Bima Azriel

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

6 May, 2026
iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

5 May, 2026
Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

5 May, 2026
Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

5 May, 2026
Review Salmokji Whispering Water

Review Salmokji Whispering Water

2 May, 2026
Review Ikatan Darah

Review Ikatan Darah

2 May, 2026
Trailer Citadel Season 2 Rilis, Netizen Soroti “Tim Baru, Misi Baru” yang Lebih Intens

Trailer Citadel Season 2 Rilis, Netizen Soroti “Tim Baru, Misi Baru” yang Lebih Intens

27 April, 2026
Mengenal Gelung Nusantara: Warisan Budaya Perempuan Indonesia yang Kembali Tren di Era Modern

Mengenal Gelung Nusantara: Warisan Budaya Perempuan Indonesia yang Kembali Tren di Era Modern

27 April, 2026
Trailer Off Campus Rilis, Netizen Soroti “Ruang Ganti” hingga Nuansa Romansa yang Intens

Trailer Off Campus Rilis, Netizen Soroti “Ruang Ganti” hingga Nuansa Romansa yang Intens

27 April, 2026
“Dapur Sumur Tutur” Suguhkan Pergulatan Perempuan Lintas Generasi, Tuai Respons Emosional Penonton

“Dapur Sumur Tutur” Suguhkan Pergulatan Perempuan Lintas Generasi, Tuai Respons Emosional Penonton

27 April, 2026
Ikatan Darah: Film Action Indonesia 2026 Paling Intens

Ikatan Darah: Film Action Indonesia 2026 Paling Intens

24 April, 2026
Review Mother Mary, diperankan oleh Anne Hathaway

Review Mother Mary, diperankan oleh Anne Hathaway

24 April, 2026
The Drama

Review Film The Drama: Ketika Cinta Diuji di Tengah Kekacauan Pernikahan

21 April, 2026
Luka Makan Cinta: Drama Dapur Penuh Emosi tentang Relasi Ibu dan Anak

Luka Makan Cinta: Drama Dapur Penuh Emosi tentang Relasi Ibu dan Anak

18 April, 2026
The Magic Faraway Tree

The Magic Faraway Tree (2026): Sinopsis, Pemeran, dan Pesan Keluarga di Era Digital

17 April, 2026
Shaka Oh Shaka: Sinopsis, Jadwal Tayang 7 Mei 2026 & Kisah Cinta Fans dengan Idola

Film Shaka Oh Shaka: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Fakta Menarik Kisah Cinta Fans & Idola

14 April, 2026
Climax Episode 7–8: Makin Panas! Saat Ambisi dan Cinta Mulai Bertabrakan

Climax Episode 7–8: Makin Panas! Saat Ambisi dan Cinta Mulai Bertabrakan

13 April, 2026
Kupilih Jalur Langit

Siapa Sebenarnya Elizasifaa? Kenapa Ceritanya Selalu Viral dan Diangkat Jadi Film?

31 March, 2026
Sinopsis & Review Film David (2025), Animasi Alkitab Tentang Daud yang Viral

Sinopsis & Review Film David (2025), Animasi Alkitab Tentang Daud yang Viral

31 March, 2026
Visual Memukau & Plot Tak Terduga: Bocoran 3 Episode Perdana Pursuit of Jade yang Viral di WeTV

Visual Memukau & Plot Tak Terduga: Bocoran 3 Episode Perdana Pursuit of Jade yang Viral di WeTV

27 March, 2026
Walid VIU

Walid Kembali di Season 2 dengan Karakter Lebih Gelap

27 March, 2026
Harry Potter HBO

Teaser Harry Potter HBO Rilis, Ini Fakta Serial Reboot yang Siap Tayang 2027

26 March, 2026
Sinners

Sinners Review Horor, Rasisme dan Musik

26 March, 2026
Kemenangan Sinners di Oscar 2026

Kemenangan Sinners di Oscar 2026

26 March, 2026
Off Campus Resmi Tayang 13 Mei 2026, Drama Kampus Prime Video yang Wajib Masuk Watchlist

Off Campus Resmi Tayang 13 Mei 2026, Drama Kampus Prime Video yang Wajib Masuk Watchlist

26 March, 2026
Sisi Kehidupan Chindo di Masa Lampau dalam Film Na Willa

Sisi Kehidupan Chindo di Masa Lampau dalam Film Na Willa

13 March, 2026
Titip Bunda di Surga-Mu Bisa Tembus 100 Ribu Penonton

Mengapa Titip Bunda di Surga-Mu Bisa Tembus 100 Ribu Penonton? Ini Kata Netizen yang Menontonnya

13 March, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

by Nuty Laraswaty
24 February, 2026
in Drama, Movie Kritic, Movie Review
241 13
0
Share on FacebookShare on Twitter

Wuthering Heights 2026 menjadi salah satu topik hangat di kalangan pecinta film drama romantis.

Film terbaru produksi Warner Bros. Pictures ini disutradarai dan ditulis oleh Emerald Fennell, yang menghadirkan adaptasi bebas dari novel klasik karya Emily Brontë terbitan 1847.

Berikut trailernya


 

Berbeda dari versi adaptasi sebelumnya, Emerald Fennell secara tegas menyatakan bahwa film ini bukan interpretasi literal dari novel, melainkan karya dengan sudut pandang dan visi artistiknya sendiri.

 

Sinopsis Wuthering Heights Versi 2026

Film ini tetap berpusat pada kisah cinta penuh obsesi antara Catherine “Cathy” Earnshaw dan Heathcliff. Cathy diperankan oleh Margot Robbie, sementara Heathcliff dimainkan oleh Jacob Elordi.

Chemistry keduanya menjadi sorotan utama.

Meski sempat menuai kontroversi sejak pengumuman casting, performa Robbie dan Elordi mampu menghadirkan dinamika emosional yang intens sepanjang durasi 2 jam 16 menit.

Sejak awal produksi, Wuthering Heights versi 2026 sudah menuai kritik.

Pemilihan Jacob Elordi sebagai Heathcliff memicu tudingan whitewashing dari sebagian penggemar novel. Sementara Margot Robbie dianggap terlalu dewasa untuk memerankan Cathy versi muda seperti dalam novel.

Tak hanya soal casting, pendekatan Emerald Fennell yang lebih sensual dan melodramatis juga dianggap menggeser nuansa klasik dan psikologis khas karya Emily Brontë. Namun di sisi lain, kebebasan kreatif ini justru menjadi identitas kuat film.

Salah satu kekuatan terbesar film ini terletak pada visual sinematografinya. Latar Yorkshire, Inggris Utara, dengan hamparan moors (padang rumput liar) digambarkan begitu megah dan atmosferik.

Perbedaan status sosial antara keluarga Earnshaw dan Linton divisualisasikan secara detail melalui desain produksi:

  • Wuthering Heights (rumah keluarga Earnshaw) tampil lebih gelap, kasar, dan terisolasi.

  • Thrushcross Grange (kediaman keluarga Linton) hadir lebih terang, elegan, dan hangat.

Kontras ini tidak hanya terlihat dari arsitektur bangunan, tetapi juga tone warna film.

Warna gelap mendominasi adegan Heathcliff, menggambarkan kesedihan dan kehilangan. Sementara Cathy hadir dalam spektrum warna yang lebih dinamis, mengikuti perubahan emosinya.

Emerald Fennell menyelipkan suasana yang terasa hampir seperti film horor. Permainan cahaya bulan, angle kamera yang intim, serta scoring yang dramatis menciptakan suasana mencekam di beberapa adegan.

Beberapa momen romantis justru terasa sedikit “creepy” karena tone visual dan atmosfernya. Pendekatan ini memberikan pengalaman berbeda dari adaptasi klasik sebelumnya, sekaligus mempertegas gaya khas Fennell.

Perubahan paling signifikan dari novel asli terletak pada penggambaran romansa. Jika novel Emily Brontë dikenal dengan romantisme tragis yang subtil, versi Fennell menampilkan adegan yang lebih sensual dan eksplisit.

Bagi saya yang menyukai cerita ini berdasarkan novel klasiknya , perubahan perasaan serta emosi dari romansa lembut ke adegan 18+ yang cukup intens  terasa mengejutkan dan merubah inti sari serta tata krama dari penulisnya.

Ini adalah bagian sequense yang sangat tidak saya sukai, karena terasa merusak keindahan cinta yang terjalin di antara mereka berdua, yang tertuang secara puitis dalam novelnya

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Wuthering Heights (2026) adalah adaptasi bebas yang menawarkan wajah baru romantisme klasik. Emerald Fennell menghadirkan karya yang lebih sensual, visual, dan atmosferik dibandingkan versi sebelumnya.

Bagi penonton yang terbuka pada reinterpretasi modern dari karya klasik, film ini layak ditonton.

Namun bagi penggemar setia novel Emily Brontë, ekspektasi mungkin perlu disesuaikan.

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Production company: MRC, Lie Still, LuckyChap Entertainment Distributor: Warner Bros. Pictures Cast: Margot Robbie (Catherine “Cathy” Earnshaw), Charlotte Mellington (Young Catherine Earnshaw), Jacob Elordi (Heathcliff), Owen Cooper (Young Heathcliff), Hong Chau (Nelly), Shazad Latif (Edgar Linton), Alison Oliver (Isabella Linton), Martin Clunes (Mr. Earnshaw), Ewan Robert Mitchell (Joseph), etc Director: Emerald Fennell Screenplay: Emerald Fennell Producers: Emerald Fennell, Josey McNamara, Margot Robbie Duration: 2 hours 16 minutes

Tags: drama romantisInggris UtaraWuthering HeightsYorkshire
Previous Post

Review Panda Plan 2 The Magical Tribe

Next Post

Review dan Kritik Iron Lung karya Markiplier

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Review The Bell: Panggilan untuk Mati
Horror

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

7 May, 2026
Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya
Article

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi
Article

Mengenal ONIC Esports dalam Film Nobody Loves Kay dibintangi Bima Azriel

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi
Drama

Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

6 May, 2026
iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience
Article

iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

5 May, 2026
Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis
Drama

Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

5 May, 2026
Next Post
Review Iron Lung karya Markiplier

Review dan Kritik Iron Lung karya Markiplier

Review Film Project Y

Review Film Project Y

Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

Review The Bell: Panggilan untuk Mati
Horror

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

by Nuty Laraswaty
7 May, 2026
0

The Bell: Panggilan untuk Mati disutradarai oleh Jay Sukmo. Film ini menghadirkan kombinasi teror, budaya lokal, dan pendekatan visual yang...

Read more

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

Mengenal ONIC Esports dalam Film Nobody Loves Kay dibintangi Bima Azriel

Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In