• Latest
Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

24 February, 2026
Disclosure Day

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
The Other Sister, Series Thriller

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

25 May, 2026
Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

22 May, 2026
Review Drama Korea Azure Spring

Review Drama Korea Azure Spring

21 May, 2026
Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

21 May, 2026
Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

20 May, 2026
Review Film Hokum (2026)

Review Film Hokum (2026)

20 May, 2026
Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

19 May, 2026

Maxime Bouttier Jadi Pria Toxic Paling Dibenci? “Bercinta Dengan Maut” Langsung Ramai Dibicarakan Netizen

19 May, 2026
28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

19 May, 2026
Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

15 May, 2026
Citadel Musim 2

5 Alasan Citadel Musim 2 Jadi Serial Prime Video yang Lagi Viral dan Wajib Ditonton Tahun Ini

15 May, 2026
Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

15 May, 2026
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

10 May, 2026
Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

8 May, 2026
Next Step Studio 2026

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan “Kalah” oleh Keluarga Sendiri

Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan Kalah oleh Keluarga Sendiri

7 May, 2026
Review The Bell: Panggilan untuk Mati

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

7 May, 2026
Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

6 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

by Nuty Laraswaty
24 February, 2026
in Drama, Movie Kritic, Movie Review
242 12
0
Share on FacebookShare on Twitter

Wuthering Heights 2026 menjadi salah satu topik hangat di kalangan pecinta film drama romantis.

Film terbaru produksi Warner Bros. Pictures ini disutradarai dan ditulis oleh Emerald Fennell, yang menghadirkan adaptasi bebas dari novel klasik karya Emily Brontë terbitan 1847.

Berikut trailernya


 

Berbeda dari versi adaptasi sebelumnya, Emerald Fennell secara tegas menyatakan bahwa film ini bukan interpretasi literal dari novel, melainkan karya dengan sudut pandang dan visi artistiknya sendiri.

 

Sinopsis Wuthering Heights Versi 2026

Film ini tetap berpusat pada kisah cinta penuh obsesi antara Catherine “Cathy” Earnshaw dan Heathcliff. Cathy diperankan oleh Margot Robbie, sementara Heathcliff dimainkan oleh Jacob Elordi.

Chemistry keduanya menjadi sorotan utama.

Meski sempat menuai kontroversi sejak pengumuman casting, performa Robbie dan Elordi mampu menghadirkan dinamika emosional yang intens sepanjang durasi 2 jam 16 menit.

Sejak awal produksi, Wuthering Heights versi 2026 sudah menuai kritik.

Pemilihan Jacob Elordi sebagai Heathcliff memicu tudingan whitewashing dari sebagian penggemar novel. Sementara Margot Robbie dianggap terlalu dewasa untuk memerankan Cathy versi muda seperti dalam novel.

Tak hanya soal casting, pendekatan Emerald Fennell yang lebih sensual dan melodramatis juga dianggap menggeser nuansa klasik dan psikologis khas karya Emily Brontë. Namun di sisi lain, kebebasan kreatif ini justru menjadi identitas kuat film.

Salah satu kekuatan terbesar film ini terletak pada visual sinematografinya. Latar Yorkshire, Inggris Utara, dengan hamparan moors (padang rumput liar) digambarkan begitu megah dan atmosferik.

Perbedaan status sosial antara keluarga Earnshaw dan Linton divisualisasikan secara detail melalui desain produksi:

  • Wuthering Heights (rumah keluarga Earnshaw) tampil lebih gelap, kasar, dan terisolasi.

  • Thrushcross Grange (kediaman keluarga Linton) hadir lebih terang, elegan, dan hangat.

Kontras ini tidak hanya terlihat dari arsitektur bangunan, tetapi juga tone warna film.

Warna gelap mendominasi adegan Heathcliff, menggambarkan kesedihan dan kehilangan. Sementara Cathy hadir dalam spektrum warna yang lebih dinamis, mengikuti perubahan emosinya.

Emerald Fennell menyelipkan suasana yang terasa hampir seperti film horor. Permainan cahaya bulan, angle kamera yang intim, serta scoring yang dramatis menciptakan suasana mencekam di beberapa adegan.

Beberapa momen romantis justru terasa sedikit “creepy” karena tone visual dan atmosfernya. Pendekatan ini memberikan pengalaman berbeda dari adaptasi klasik sebelumnya, sekaligus mempertegas gaya khas Fennell.

Perubahan paling signifikan dari novel asli terletak pada penggambaran romansa. Jika novel Emily Brontë dikenal dengan romantisme tragis yang subtil, versi Fennell menampilkan adegan yang lebih sensual dan eksplisit.

Bagi saya yang menyukai cerita ini berdasarkan novel klasiknya , perubahan perasaan serta emosi dari romansa lembut ke adegan 18+ yang cukup intens  terasa mengejutkan dan merubah inti sari serta tata krama dari penulisnya.

Ini adalah bagian sequense yang sangat tidak saya sukai, karena terasa merusak keindahan cinta yang terjalin di antara mereka berdua, yang tertuang secara puitis dalam novelnya

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Wuthering Heights (2026) adalah adaptasi bebas yang menawarkan wajah baru romantisme klasik. Emerald Fennell menghadirkan karya yang lebih sensual, visual, dan atmosferik dibandingkan versi sebelumnya.

Bagi penonton yang terbuka pada reinterpretasi modern dari karya klasik, film ini layak ditonton.

Namun bagi penggemar setia novel Emily Brontë, ekspektasi mungkin perlu disesuaikan.

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Production company: MRC, Lie Still, LuckyChap Entertainment Distributor: Warner Bros. Pictures Cast: Margot Robbie (Catherine “Cathy” Earnshaw), Charlotte Mellington (Young Catherine Earnshaw), Jacob Elordi (Heathcliff), Owen Cooper (Young Heathcliff), Hong Chau (Nelly), Shazad Latif (Edgar Linton), Alison Oliver (Isabella Linton), Martin Clunes (Mr. Earnshaw), Ewan Robert Mitchell (Joseph), etc Director: Emerald Fennell Screenplay: Emerald Fennell Producers: Emerald Fennell, Josey McNamara, Margot Robbie Duration: 2 hours 16 minutes

Tags: drama romantisInggris UtaraWuthering HeightsYorkshire
Previous Post

Review Panda Plan 2 The Magical Tribe

Next Post

Review dan Kritik Iron Lung karya Markiplier

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Disclosure Day
Article

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern
Article

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound
Article

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho
Article

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses
Comedy

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026
Article

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
Next Post
Review Iron Lung karya Markiplier

Review dan Kritik Iron Lung karya Markiplier

Review Film Project Y

Review Film Project Y

Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

Disclosure Day
Article

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

by Nuty Laraswaty
29 May, 2026
0

      Kalau dibandingkan langsung, trailer Disclosure Day dan E.T. the Extra-Terrestrial sebenarnya menunjukkan bagaimana gaya Steven Spielberg berubah...

Read more

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Review Serial Hellbound

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In