• Latest
Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

5 March, 2026
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

by Nuty Laraswaty
5 March, 2026
in Article, Drama, Press Release
246 13
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Lagu original soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” akhirnya diperkenalkan secara penuh kepada publik dalam sebuah momen spesial di Festival Imlek Nasional 2026 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu malam (29/2/2026). Lagu tersebut dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, dua penyanyi muda yang juga dikenal sebagai voice cast serta penyanyi OST film animasi populer JUMBO.

Penampilan perdana lagu “Sikilku Iso Muni” menjadi salah satu highlight dalam acara penutupan festival tersebut. Ribuan pengunjung yang memadati Lapangan Banteng menyambut antusias kolaborasi hangat antara semesta cerita JUMBO dan Na Willa, dua karya yang sama-sama mengangkat semangat masa kecil, imajinasi, dan kehangatan keluarga.

Momentum ini sekaligus menjadi langkah awal menuju penayangan film Na Willa yang dijadwalkan rilis pada 18 Maret 2026 di bioskop seluruh Indonesia, bertepatan dengan momen Lebaran.


Penampilan Perdana Lagu “Sikilku Iso Muni” di Festival Imlek Nasional

Sebelum memperkenalkan lagu terbaru dari film Na Willa, Prince Poetiray dan Quinn Salman terlebih dahulu membawakan lagu “Selalu Ada di Nadimu”. Lagu tersebut sudah cukup dikenal oleh penonton Indonesia karena menjadi bagian penting dari perjalanan mereka dalam proyek film animasi JUMBO.

Setelah memanaskan suasana panggung, keduanya kemudian memperkenalkan lagu terbaru berjudul “Sikilku Iso Muni”. Untuk pertama kalinya lagu ini dinyanyikan secara utuh di hadapan publik.

Penampilan tersebut terasa semakin spesial karena turut melibatkan para pemeran anak dari film Na Willa yang dikenal sebagai Geng Krembangan, yaitu:

  • Luisa Adreena sebagai Na Willa

  • Freya Mikhayla sebagai Farida

  • Ibrahim Arsenio sebagai Bud

Kolaborasi mereka di atas panggung menghadirkan suasana yang ceria dan hangat. Penonton pun ikut larut dalam energi penuh keceriaan yang menjadi ciri khas dunia anak-anak.


Lagu Anak yang Penuh Imajinasi

Lagu “Sikilku Iso Muni” diciptakan oleh trio komposer Laleilmanino, yang dikenal dengan karya-karya musik populer di Indonesia. Dalam film Na Willa, lagu ini memiliki peran penting dalam membangun emosi cerita.

Aransemen lagu dibuat ringan, ceria, dan mudah diingat, sehingga mampu merepresentasikan sudut pandang anak-anak yang penuh rasa ingin tahu dan imajinasi. Melalui lagu ini, film Na Willa mencoba menggambarkan bagaimana hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari bisa terasa ajaib ketika dilihat dari perspektif anak-anak.

Nuansa tersebut juga terasa jelas dalam penampilan panggung yang dipenuhi dengan interaksi ceria antara para penyanyi dan pemeran film.


Trailer Film Na Willa Turut Diperkenalkan

Selain penampilan musik, acara di Festival Imlek Nasional juga menampilkan official trailer film Na Willa di layar panggung utama. Trailer tersebut memberikan gambaran awal tentang dunia Na Willa yang berlatar Indonesia pada era 1960-an.

Dalam sesi yang sama, para pemain film juga hadir untuk berbincang langsung dengan penonton. Salah satunya adalah Irma Rihi, yang memerankan karakter Mak dalam film.

Mereka berbagi cerita mengenai proses produksi film, termasuk bagaimana para pemain membangun chemistry sebagai keluarga di dalam cerita. Kehangatan hubungan antar karakter menjadi salah satu kekuatan utama film ini.


Prince Poetiray: Mengingatkan pada Awal Perjalanan JUMBO

Prince Poetiray mengungkapkan rasa senangnya bisa menjadi bagian dari momen penting dalam perjalanan film Na Willa.

Menurutnya, pengalaman menyanyikan lagu “Sikilku Iso Muni” bersama para pemeran anak mengingatkannya pada masa awal ketika ia terlibat dalam proyek film JUMBO.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa film Na Willa memiliki potensi besar untuk menjadi cerita yang dekat di hati banyak penonton Indonesia.

“Senang sekali bisa ikut menyanyikan lagu ini pertama kali di depan publik. Rasanya seperti kembali ke awal perjalanan waktu mengerjakan JUMBO dulu, penuh semangat, keceriaan, dan kehangatan. Aku yakin Na Willa juga akan jadi film yang disukai banyak orang,” ungkap Prince.


Musik sebagai Bagian Penting Cerita Film

Penulis sekaligus sutradara film Na Willa, Ryan Adriandhy, menjelaskan bahwa musik memiliki peran yang sangat penting dalam film ini.

Menurutnya, lagu-lagu dalam film tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi bagian dari cara film menyampaikan cerita dan emosi kepada penonton.

“Sikilku Iso Muni lahir dari semangat dunia anak-anak yang sederhana tetapi penuh imajinasi. Kami senang akhirnya lagu ini bisa didengar secara penuh oleh publik. Ini menjadi langkah awal menuju perjalanan film Na Willa di Lebaran nanti,” jelas Ryan Adriandhy.


Semangat Kebersamaan di Festival Imlek Nasional

Pemilihan Festival Imlek Nasional sebagai tempat peluncuran lagu juga bukan tanpa alasan. Festival ini dikenal sebagai perayaan yang menonjolkan kebersamaan dan keberagaman budaya di Indonesia.

Nilai-nilai tersebut selaras dengan pesan yang ingin disampaikan film Na Willa, yaitu tentang keluarga sederhana yang hidup di tengah keberagaman budaya Indonesia.

Film ini berusaha menampilkan wajah Indonesia yang hangat, penuh toleransi, dan kaya akan tradisi.


Booth Interaktif Na Willa Tarik Perhatian Pengunjung

Selain penampilan panggung, tim film juga menghadirkan area interaktif Na Willa yang bisa dinikmati oleh para pengunjung festival.

Di area ini, anak-anak dapat melakukan berbagai aktivitas kreatif seperti:

  • membaca buku cerita

  • mewarnai gambar

  • mengikuti kegiatan literasi bersama

Salah satu fasilitas yang menarik perhatian adalah Perpustakaan Keliling Na Willa, yang mengajak pengunjung menikmati pengalaman membaca di ruang publik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai literasi sekaligus menumbuhkan imajinasi anak-anak, yang juga menjadi pesan utama dalam film.


Adaptasi Novel Karya Reda Gaudiamo

Film Na Willa merupakan adaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema Studios, rumah produksi yang dikenal menghadirkan film-film berkualitas dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Melalui film ini, Visinema Studios menghadirkan kisah keluarga sederhana yang dibalut dengan nuansa nostalgia serta keberagaman budaya Indonesia.

Cerita dalam film ini diharapkan dapat dinikmati oleh berbagai generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua.


Sinopsis Film Na Willa

Film Na Willa menghadirkan kisah seorang gadis berusia enam tahun yang memiliki imajinasi luar biasa.

Na Willa percaya bahwa gang kecil tempat ia tinggal adalah dunia penuh keajaiban. Namun seiring waktu, teman-temannya mulai masuk sekolah dan kehidupan di sekitarnya perlahan berubah.

Di tengah perubahan tersebut, Na Willa mulai belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan banyak hal. Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga rasa ingin tahu dan imajinasi yang membuat masa kecilnya terasa begitu istimewa.

Film ini mengajak penonton untuk melihat dunia dari sudut pandang anak-anak , dunia yang penuh keajaiban, rasa ingin tahu, dan kehangatan keluarga.


Tayang di Bioskop Mulai 18 Maret 2026

Dengan kombinasi cerita keluarga yang menyentuh, musik yang ceria, serta nuansa nostalgia Indonesia tahun 1960-an, Na Willa diharapkan menjadi salah satu film keluarga yang menarik untuk ditonton saat Lebaran.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026.

Penonton diajak merasakan kembali hangatnya masa kecil, kekuatan imajinasi, dan arti kebersamaan keluarga melalui perjalanan Na Willa yang sederhana namun penuh makna.

Keseruan acara

 

Tags: Na WillaPerpustakaan Keliling Na WillaReda Gaudiamo
Previous Post

Review Film Project Y

Next Post

Warung Pocong: Film Komedi Horor

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa
Drama

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang
Article

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
Review Hasut
Article

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries
Article

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?
Article

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Next Post
Warung Pocong: Film Komedi Horor

Warung Pocong: Film Komedi Horor

Harry Styles

Harry Styles: One Night in Manchester Akan Tayang di Netflix

Luka, Makan, Cinta

Serial Luka, Makan, Cinta Karya Teddy Soeria Atmadja Tayang di Netflix Mulai 15 April 2026

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

by Nuty Laraswaty
22 October, 2026
0

Kerja sama Indonesia dan Prancis untuk mengembangkan Museum Borobudur membuka peluang baru bagi wisata budaya. Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati...

Read more

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

Review Beware BOIÚNA

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In