• Latest
Media Korea Soroti Film Baru Choi Woo Shik Number One, “Kenapa Dibilang Terlalu Melodrama?”

Media Korea Soroti Film Baru Choi Woo Shik Number One, “Kenapa Dibilang Terlalu Melodrama?”

7 March, 2026
Benda Apa Itu Liminal Space?

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Night Shift For Cuties

Monica Tedja Ungkap Inspirasi di Balik Serial Netflix tentang Persahabatan Perempuan dan Fandom K-Pop

6 June, 2026
Review  Sex, Love & 10 Million Dollars

Review Sex, Love & 10 Million Dollars

3 June, 2026
Disclosure Day

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
The Other Sister, Series Thriller

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

25 May, 2026
Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

22 May, 2026
Review Drama Korea Azure Spring

Review Drama Korea Azure Spring

21 May, 2026
Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

21 May, 2026
Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

20 May, 2026
Review Film Hokum (2026)

Review Film Hokum (2026)

20 May, 2026
Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

19 May, 2026

Maxime Bouttier Jadi Pria Toxic Paling Dibenci? “Bercinta Dengan Maut” Langsung Ramai Dibicarakan Netizen

19 May, 2026
28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

19 May, 2026
Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

15 May, 2026
Citadel Musim 2

5 Alasan Citadel Musim 2 Jadi Serial Prime Video yang Lagi Viral dan Wajib Ditonton Tahun Ini

15 May, 2026
Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

15 May, 2026
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Media Korea Soroti Film Baru Choi Woo Shik Number One, “Kenapa Dibilang Terlalu Melodrama?”

Media Korea Soroti Film Baru Choi Woo Shik Number One, “Kenapa Dibilang Terlalu Melodrama?”

by Nuty Laraswaty
7 March, 2026
in Article, Drama
252 16
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film terbaru aktor Korea Selatan Choi Woo-shik berjudul Number One mulai menjadi perbincangan setelah sejumlah media Korea merilis ulasan awalnya.

Film drama keluarga ini mempertemukan kembali Choi Woo-shik dengan sutradara Kim Tae-yong lebih dari satu dekade setelah kesuksesan film indie mereka sebelumnya.

Namun menurut ulasan media Korea, film tersebut dinilai belum mampu memaksimalkan potensi reuni keduanya.

Salah satu kritik paling tajam datang dari media Korea The Korea Herald, yang menilai film ini terlalu bermain aman sebagai melodrama keluarga dan kehilangan kekuatan emosional yang dulu menjadi ciri karya sang sutradara.

Film Number One , Choi Woo Shik , Terlalu Melodramatis ?

Kisah Fantasi tentang Ibu dan Anak

Dalam film Number One, Choi Woo-shik memerankan karakter Ha-min, seorang pria yang tiba-tiba melihat angka misterius melayang di udara. Angka tersebut berkurang satu setiap kali ia memakan makanan yang dimasak ibunya.

Kemudian dalam sebuah mimpi, mendiang ayahnya menjelaskan arti angka tersebut: ketika angka itu mencapai nol, ibunya akan meninggal dunia.

Konsep ini membuat Ha-min berada dalam dilema emosional. Ia harus menjauh dari ibunya agar angka itu tidak terus berkurang, tetapi keputusan itu juga membuat hubungan mereka menjadi semakin renggang.

Tokoh ibu Ha-min, Eun-sil, diperankan oleh aktris Jang Hye-jin, yang sebelumnya juga tampil bersama Choi Woo-shik dalam film fenomenal Parasite karya sutradara Bong Joon-ho.

Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Gong Seung-yeon yang memerankan kekasih Ha-min.

Reuni Setelah Film Ikonik Set Me Free

Film ini menjadi reuni penting bagi Choi Woo-shik dan sutradara Kim Tae-yong setelah film mereka sebelumnya, Set Me Free, yang dirilis pada 2014.

Saat itu, Set Me Free mendapat banyak pujian sebagai film drama realistis tentang seorang remaja yatim piatu yang penuh amarah dan keputusasaan. Film tersebut juga menjadi titik balik karier Choi Woo-shik sebelum ia dikenal secara global lewat Parasite.

Karena latar belakang itu, banyak penggemar dan kritikus berharap kolaborasi terbaru mereka akan menghadirkan intensitas emosional yang sama kuatnya.

Namun arah cerita Number One justru berbeda jauh.

Tanggapan Sutradara: “Saya Ingin Membuat Film yang Menghangatkan Hati”

Number One Korea
sumber https://www.starnewskorea.com/

Dalam konferensi pers di CGV Yongsan, Seoul, sutradara Kim Tae-yong menjelaskan bahwa perubahan gaya ini merupakan bagian dari perjalanan hidupnya.

Ia mengibaratkan perubahan tersebut seperti peralihan dari penyanyi balada menjadi musisi dance.

Menurutnya, film-film sebelumnya lahir dari perspektifnya saat masih berusia 20-an, sedangkan Number One merupakan refleksi dirinya di usia 40 tahun.

Ia juga mengaku ingin membuat film yang memberikan rasa hangat bagi penonton.

“Saya berharap film ini bukan hanya sekadar tontonan yang lewat di depan mata, tetapi sesuatu yang tinggal di hati penonton,” ujarnya.

Kritik Media Korea: Terlalu Melodramatis

Meski memiliki premis fantasi yang unik, sejumlah kritik menyebut film ini terlalu bergantung pada formula melodrama keluarga.

Media The Korea Herald menyebut film ini terasa seperti drama televisi yang diperpanjang ke layar lebar. Unsur humor dinilai tidak efektif, sementara beberapa bagian cerita dianggap berjalan lambat tanpa arah yang jelas.

Selain itu, karakter ibu dalam film ini juga dianggap terlalu klise.

Dalam banyak film Korea, sosok ibu sering digambarkan sebagai figur pekerja keras yang rela berkorban tanpa batas untuk anaknya. Dalam Number One, gambaran ini kembali digunakan tanpa banyak pengembangan karakter.

Kritikus juga menyoroti gambaran keluarga tradisional yang dianggap terlalu konservatif, di mana ibu selalu ditempatkan sebagai sosok pengorbanan utama dalam keluarga.

Performa Choi Woo-shik Tetap Mendapat Apresiasi

Meski filmnya mendapat kritik, kemampuan akting Choi Woo-shik tetap mendapatkan pujian.

Aktor berusia 36 tahun tersebut dikenal dengan gaya akting yang subtil dan emosional. Banyak kritikus menilai ia tetap mampu menghadirkan kedalaman karakter meskipun materi cerita tidak terlalu kuat.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa banyak penonton tetap tertarik menonton film tersebut.

Dengan popularitas Choi Woo-shik yang meningkat setelah Parasite dan berbagai drama populer lainnya, ekspektasi terhadap film ini memang cukup tinggi.

Number One telah tayang pada musim liburan Tahun Baru Imlek di Korea Selatan, periode yang biasanya diisi oleh film-film blockbuster dengan target penonton keluarga.

Poster resmi film ini bahkan menyebutnya sebagai “healing movie pertama tahun ini untuk keluarga.”

Namun sejumlah kritikus menilai pendekatan emosional film ini terasa terlalu dipaksakan, terutama pada bagian akhir yang menggunakan montase foto keluarga untuk memperkuat efek haru.

Apakah Number One Tetap Layak Ditonton?

Terlepas dari kritik yang muncul, film ini tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemar drama keluarga Korea.

Tema tentang hubungan ibu dan anak masih menjadi topik yang sangat dekat dengan penonton Korea maupun Asia secara umum.

Selain itu, reuni antara Choi Woo-shik dan Jang Hye-jin juga menjadi salah satu alasan yang membuat film ini menarik bagi penggemar Parasite.

Meski tidak sekuat karya sebelumnya, Number One tetap menjadi film yang mencoba menyampaikan pesan sederhana: mengingatkan penonton tentang pentingnya keluarga dan menghargai waktu bersama orang tua.

Bagi penonton yang menyukai drama keluarga yang emosional, film ini mungkin masih bisa menjadi pilihan tontonan yang menyentuh hati.

Anya pastinya akan menonton, saat nanti tayang reguler tanggal 11 Maret 2026 di bioskop.

Cast

  • Choi Woo-shik (Ha-min): Seorang pria muda yang memantau hitungan mundur jumlah waktu makan yang tersisa bersama ibunya.
  • Jang Hye-jin (Eun-sil): Ibu dari Ha-min.
  • Gong Seung-yeon (Ryeo-eun): Pacar Ha-min yang bekerja sebagai ahli nutrisi.
  • Yoo Jae-myung: Ayah Ha-min.
  • Jang Yeon-woo (Ha-jun): Salah satu karakter yang berhubungan dengan kehidupan Ha-min.
  • Yang Kyung-won (Chang-seok): Karakter pendukung dalam cerita.
  • Kim Young-min (Dokter): Dokter yang berkaitan dengan kondisi dalam cerita.

Disadur dari bermacam-macam sumber oleh Anya

Tags: CGV YongsanComeback Choi Woo Shik Tuai Kritik Media Koreafilm terbaru Choi Woo Shik 2026healing movie pertama tahun ini untuk keluargaNumber One KoreaSeoulThe Korea Herald
Previous Post

Kombinasi Predictive AI dan Generative AI, Mengubah Masa Depan Film

Next Post

Trailer Resmi Telah Keluar, Joe Taslim Kembali di Mortal Kombat 2 sebagai Noob Saibot

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Benda Apa Itu Liminal Space?
Article

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta
Article

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu
Article

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial
Article

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties
Article

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Night Shift For Cuties
Article

Monica Tedja Ungkap Inspirasi di Balik Serial Netflix tentang Persahabatan Perempuan dan Fandom K-Pop

6 June, 2026
Next Post
Joe Taslim Kembali di Mortal Kombat 2 sebagai Noob Saibot

Trailer Resmi Telah Keluar, Joe Taslim Kembali di Mortal Kombat 2 sebagai Noob Saibot

Film Terakhir Kim Sae-ron “Everyday, We Are” Jadi Perbincangan Penonton Korea, Penuh Nostalgia dan Emosi

Film Terakhir Kim Sae-ron “Everyday, We Are” Jadi Perbincangan Penonton Korea, Penuh Nostalgia dan Emosi

https://www.rollingstone.com/

Cuma 1 Film Lalu Hilang! Ini Alasan Terrence Howard ‘Didepak’ dari Iron Man

Benda Apa Itu Liminal Space?
Article

Benda Apa Itu Liminal Space?

by Nuty Laraswaty
16 June, 2026
0

Secara sederhana, liminal space adalah ruang atau keadaan "di antara",bukan tempat tujuan, melainkan tempat transisi. Kata liminal berasal dari bahasa...

Read more

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In