Film terbaru aktor Korea Selatan Choi Woo-shik berjudul Number One mulai menjadi perbincangan setelah sejumlah media Korea merilis ulasan awalnya.
Film drama keluarga ini mempertemukan kembali Choi Woo-shik dengan sutradara Kim Tae-yong lebih dari satu dekade setelah kesuksesan film indie mereka sebelumnya.
Namun menurut ulasan media Korea, film tersebut dinilai belum mampu memaksimalkan potensi reuni keduanya.
Salah satu kritik paling tajam datang dari media Korea The Korea Herald, yang menilai film ini terlalu bermain aman sebagai melodrama keluarga dan kehilangan kekuatan emosional yang dulu menjadi ciri karya sang sutradara.
Film Number One , Choi Woo Shik , Terlalu Melodramatis ?
Kisah Fantasi tentang Ibu dan Anak
Dalam film Number One, Choi Woo-shik memerankan karakter Ha-min, seorang pria yang tiba-tiba melihat angka misterius melayang di udara. Angka tersebut berkurang satu setiap kali ia memakan makanan yang dimasak ibunya.
Kemudian dalam sebuah mimpi, mendiang ayahnya menjelaskan arti angka tersebut: ketika angka itu mencapai nol, ibunya akan meninggal dunia.
Konsep ini membuat Ha-min berada dalam dilema emosional. Ia harus menjauh dari ibunya agar angka itu tidak terus berkurang, tetapi keputusan itu juga membuat hubungan mereka menjadi semakin renggang.
Tokoh ibu Ha-min, Eun-sil, diperankan oleh aktris Jang Hye-jin, yang sebelumnya juga tampil bersama Choi Woo-shik dalam film fenomenal Parasite karya sutradara Bong Joon-ho.
Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Gong Seung-yeon yang memerankan kekasih Ha-min.
Reuni Setelah Film Ikonik Set Me Free
Film ini menjadi reuni penting bagi Choi Woo-shik dan sutradara Kim Tae-yong setelah film mereka sebelumnya, Set Me Free, yang dirilis pada 2014.
Saat itu, Set Me Free mendapat banyak pujian sebagai film drama realistis tentang seorang remaja yatim piatu yang penuh amarah dan keputusasaan. Film tersebut juga menjadi titik balik karier Choi Woo-shik sebelum ia dikenal secara global lewat Parasite.
Karena latar belakang itu, banyak penggemar dan kritikus berharap kolaborasi terbaru mereka akan menghadirkan intensitas emosional yang sama kuatnya.
Namun arah cerita Number One justru berbeda jauh.
Tanggapan Sutradara: “Saya Ingin Membuat Film yang Menghangatkan Hati”

Dalam konferensi pers di CGV Yongsan, Seoul, sutradara Kim Tae-yong menjelaskan bahwa perubahan gaya ini merupakan bagian dari perjalanan hidupnya.
Ia mengibaratkan perubahan tersebut seperti peralihan dari penyanyi balada menjadi musisi dance.
Menurutnya, film-film sebelumnya lahir dari perspektifnya saat masih berusia 20-an, sedangkan Number One merupakan refleksi dirinya di usia 40 tahun.
Ia juga mengaku ingin membuat film yang memberikan rasa hangat bagi penonton.
“Saya berharap film ini bukan hanya sekadar tontonan yang lewat di depan mata, tetapi sesuatu yang tinggal di hati penonton,” ujarnya.
Kritik Media Korea: Terlalu Melodramatis
Meski memiliki premis fantasi yang unik, sejumlah kritik menyebut film ini terlalu bergantung pada formula melodrama keluarga.
Media The Korea Herald menyebut film ini terasa seperti drama televisi yang diperpanjang ke layar lebar. Unsur humor dinilai tidak efektif, sementara beberapa bagian cerita dianggap berjalan lambat tanpa arah yang jelas.
Selain itu, karakter ibu dalam film ini juga dianggap terlalu klise.
Dalam banyak film Korea, sosok ibu sering digambarkan sebagai figur pekerja keras yang rela berkorban tanpa batas untuk anaknya. Dalam Number One, gambaran ini kembali digunakan tanpa banyak pengembangan karakter.
Kritikus juga menyoroti gambaran keluarga tradisional yang dianggap terlalu konservatif, di mana ibu selalu ditempatkan sebagai sosok pengorbanan utama dalam keluarga.
Performa Choi Woo-shik Tetap Mendapat Apresiasi
Meski filmnya mendapat kritik, kemampuan akting Choi Woo-shik tetap mendapatkan pujian.
Aktor berusia 36 tahun tersebut dikenal dengan gaya akting yang subtil dan emosional. Banyak kritikus menilai ia tetap mampu menghadirkan kedalaman karakter meskipun materi cerita tidak terlalu kuat.
Hal ini juga menjadi alasan mengapa banyak penonton tetap tertarik menonton film tersebut.
Dengan popularitas Choi Woo-shik yang meningkat setelah Parasite dan berbagai drama populer lainnya, ekspektasi terhadap film ini memang cukup tinggi.
Number One telah tayang pada musim liburan Tahun Baru Imlek di Korea Selatan, periode yang biasanya diisi oleh film-film blockbuster dengan target penonton keluarga.
Poster resmi film ini bahkan menyebutnya sebagai “healing movie pertama tahun ini untuk keluarga.”
Namun sejumlah kritikus menilai pendekatan emosional film ini terasa terlalu dipaksakan, terutama pada bagian akhir yang menggunakan montase foto keluarga untuk memperkuat efek haru.
Apakah Number One Tetap Layak Ditonton?
Terlepas dari kritik yang muncul, film ini tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemar drama keluarga Korea.
Tema tentang hubungan ibu dan anak masih menjadi topik yang sangat dekat dengan penonton Korea maupun Asia secara umum.
Selain itu, reuni antara Choi Woo-shik dan Jang Hye-jin juga menjadi salah satu alasan yang membuat film ini menarik bagi penggemar Parasite.
Meski tidak sekuat karya sebelumnya, Number One tetap menjadi film yang mencoba menyampaikan pesan sederhana: mengingatkan penonton tentang pentingnya keluarga dan menghargai waktu bersama orang tua.
Bagi penonton yang menyukai drama keluarga yang emosional, film ini mungkin masih bisa menjadi pilihan tontonan yang menyentuh hati.
Anya pastinya akan menonton, saat nanti tayang reguler tanggal 11 Maret 2026 di bioskop.
Cast
- Choi Woo-shik (Ha-min): Seorang pria muda yang memantau hitungan mundur jumlah waktu makan yang tersisa bersama ibunya.
- Jang Hye-jin (Eun-sil): Ibu dari Ha-min.
- Gong Seung-yeon (Ryeo-eun): Pacar Ha-min yang bekerja sebagai ahli nutrisi.
- Yoo Jae-myung: Ayah Ha-min.
- Jang Yeon-woo (Ha-jun): Salah satu karakter yang berhubungan dengan kehidupan Ha-min.
- Yang Kyung-won (Chang-seok): Karakter pendukung dalam cerita.
- Kim Young-min (Dokter): Dokter yang berkaitan dengan kondisi dalam cerita.
Disadur dari bermacam-macam sumber oleh Anya




































