• Latest
The Hand That Rocks the Cradle

Kritik Feminis The Hand That Rocks the Cradle (2025)

5 January, 2026
Berikut artikel yang dimuat , https://nutylaraswaty.com/netflix-gercep-banjir-kejutan-anime-di-anime-nyc-2026-ini-rangkumannya/

Netflix Gercep Banjir Kejutan Anime di Anime NYC 2026, Ini Rangkumannya

21 August, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

21 August, 2026
Final Trailer Dan Bandung Resmi Dirilis!

Review Dan Bandung

20 August, 2026
5 Alasan Reacher Musim Keempat Wajib Masuk Watchlist Kamu

5 Alasan Reacher Musim Keempat Wajib Masuk Watchlist Kamu

20 August, 2026
Review Mutiny

Review Mutiny

20 August, 2026
Istilah Istilah di Film Operasi Pesta Copet yang Bikin Melongo

Istilah Istilah di Film Operasi Pesta Copet yang Bikin Melongo

20 August, 2026
Review Operasi pesta Copet

Review Film Operasi Pesta Copet

19 August, 2026
Istilah Istilah di Film Operasi Pesta Copet yang Bikin Melongo

300 HP, 4 Sahabat, 1 Misi Nekat! Operasi Pesta Copet Ternyata Punya Hati

15 August, 2026
Harusnya Horor

Siap Ketawa Karena Horornya Absurd, Tapi Siap Juga Nangis di Ending Harusnya Horror?

15 August, 2026
Seni Merayu Tuhan

Film Seni Merayu Tuhan Buat Geger Tokoh Lintas Agama

12 August, 2026
Update Bisikan Desa Gringsing

Update Bisikan Desa Gringsing

12 August, 2026
Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah

Review The Invisible Guest (2026): Ketika Kebenaran Ternyata Punya Banyak Wajah

11 August, 2026
Dear you

Review Film Dear You (Gei A Ma De Qing Shu)

9 August, 2026
E:\Downloads\Festival Film Guandong Hadir di Indonesia, Dari Plaza Indonesia hingga PIK Avenue. Kenapa Pecinta Film Wajib Datang.png

Festival Film Guandong di Indonesia

9 August, 2026
Soundtrack Laut Bercerita

Soundtrack Laut Bercerita

31 July, 2026
The Affair Was Just the Beginning - nuty laraswaty

The Affair Was Just the Beginning : Drama Baru dari Kreator Squid Game Ini Dimulai dari Perselingkuhan, Berakhir dengan Penemuan Mayat

30 July, 2026
Final Trailer Dan Bandung Resmi Dirilis!

Final Trailer Dan Bandung Resmi Dirilis!

30 July, 2026
E:\Downloads\2026-07-29 03_19_08-Siaran Pers - MAXStream TV dan iQIYI Hadirkan Bunga di Tepi Jurang, Perkaya Pili.png

Review Bunga di Tepi Jurang

29 July, 2026
Lupakan Multiverse! Reaksi Perdana Spider Man: Brand New Day Sebut Ini Film Terbaik Tom Holland Sejauh Ini

Lupakan Multiverse! Reaksi Perdana Spider Man: Brand New Day Sebut Ini Film Terbaik Tom Holland Sejauh Ini

28 July, 2026
The Lord of the Rings: The Rings of Power Musim 3

The Lord of the Rings: The Rings of Power Musim 3

28 July, 2026
Review Deep Water (2026)

Review Deep Water (2026)

27 July, 2026
Film Ip Man: Kung Fu Legend 2026

Film Ip Man: Kung Fu Legend 2026

21 July, 2026
Review & Kritik The Odyssey 2026

Review & Kritik The Odyssey 2026

18 July, 2026
Kritik Film Evil Dead Burn

Kritik Film Evil Dead Burn

18 July, 2026
Review Love Barista web Nuty Laraswaty

Review Love Barista

13 July, 2026
Bukan Set Studio! Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata?

Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata? Bukan Set Studio!

13 July, 2026
Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

9 July, 2026
Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

9 July, 2026
Lapor Pak !

Lapor Pak! Resmi Hadir di Viu, Episode-Episode “Paling Pecah” Selama 5 Tahun Kini Bisa Ditonton Kapan Saja

8 July, 2026
Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

8 July, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
The Hand That Rocks the Cradle

Kritik Feminis The Hand That Rocks the Cradle (2025)

Ketika Trauma Perempuan Dijinakkan Demi Kenyamanan Penonton

by Nuty Laraswaty
5 January, 2026
in Drama, Movie Kritic, Movie Review, Thriller
252 3
0
Share on FacebookShare on Twitter

The Hand That Rocks the Cradle (2025) hadir sebagai remake dari film thriller psikologis ikonik tahun 1992. Dengan label horror/thriller dan kemasan produksi modern, film ini mencoba mengaktualisasi kisah klasik tentang perempuan, kehilangan, dan infiltrasi domestik.

Namun di balik niat pembaruan tersebut, versi terbaru ini justru memperlihatkan problem yang kerap muncul dalam sinema kontemporer: upaya memanusiakan trauma perempuan tanpa keberanian untuk membiarkannya benar-benar mengganggu tatanan moral penonton.

Jika versi 1992 bekerja sebagai teks yang ambigu, penuh ketegangan laten, dan subur untuk pembacaan feminis, maka versi 2025 memilih pendekatan yang lebih “aman”—secara psikologis maupun ideologis.

Perempuan, Rahim, dan Kontrol Sosial

Dalam perspektif feminis, The Hand That Rocks the Cradle selalu berbicara tentang tubuh perempuan sebagai medan konflik sosial.

Film 1992 secara gamblang memotret bagaimana perempuan yang kehilangan fungsi reproduktifnya—melalui keguguran dan stigma—perlahan diposisikan sebagai ancaman.

Karakter antagonisnya bukan sekadar “jahat”, melainkan produk dari sistem patriarki yang memuja keibuan namun menghukum perempuan ketika fungsi tersebut gagal. Rahim, dalam film ini, menjadi simbol kontrol: ketika ia tidak lagi “berfungsi”, perempuan tersebut tersingkir, dicurigai, lalu dimonsterkan.

Versi 2025 mencoba mengoreksi pembacaan tersebut dengan memberi latar trauma yang lebih eksplisit dan empatik. Namun justru di sinilah problem muncul. Dengan menjelaskan trauma secara verbal dan psikologis, film ini menjinakkan potensi subversif karakter perempuan.

Ia tidak lagi hadir sebagai gangguan sistem, melainkan sebagai kasus klinis yang bisa dipahami, dikelola, dan akhirnya disingkirkan secara moral.

Berdiskusi dengan teman, dalam kerangka psikoanalitik, film 1992 bekerja sangat kuat melalui konsep the uncanny (Freud): sesuatu yang familiar—ibu, pengasuh, rumah—perlahan menjadi sumber teror. Ancaman tidak datang dari luar, melainkan dari figur yang seharusnya paling aman.

Remake 2025 kehilangan kekuatan ini karena terlalu cepat mengungkap motivasi dan luka batin karakter antagonis. Ketika trauma dijelaskan, ketika niat disuarakan secara eksplisit, maka ketidaknyamanan psikologis penonton berkurang drastis.

Alih-alih merasa “tidak aman tanpa tahu mengapa”, penonton diarahkan untuk memahami, lalu menjaga jarak secara rasional. Ini adalah pendekatan yang lebih terapeutik, tetapi kurang sinematik dalam konteks thriller psikologis.

Hand That Rocks the Cradle, The (1992)

Baik versi 1992 maupun 2025 masih beroperasi dalam dikotomi klasik sinema patriarkal:

  • ibu biologis = aman, bermoral, sah

  • perempuan non-biologis = berbahaya, tidak stabil, mengancam

Namun versi lama setidaknya membiarkan dikotomi ini tidak nyaman dan problematik. Film tidak sepenuhnya mengabsahkan sistem nilai tersebut, melainkan memperlihatkan konsekuensinya yang kejam.

Versi 2025, sebaliknya, tampak ingin “membereskan” ketegangan itu. Dengan memberikan resolusi moral yang lebih jelas, film ini menempatkan kembali tatanan keluarga sebagai pusat stabilitas, tanpa benar-benar mempertanyakan struktur kuasa yang membuat trauma itu muncul sejak awal.

Dalam konteks kritik feminis, ini adalah kemunduran. Film tampak progresif di permukaan, tetapi tetap setia pada logika lama: perempuan bermasalah harus dipahami, lalu dieliminasi agar sistem kembali normal.

 

Kesimpulan: Progresif di Permukaan, Konservatif di Inti

The Hand That Rocks the Cradle (2025) tampak lebih empatik, lebih sadar trauma, dan lebih “ramah penonton”. Namun dalam pembacaan feminis dan psikoanalitik, film ini kehilangan kekuatan utama versi aslinya: keberanian untuk membuat penonton tidak nyaman terhadap sistem yang mereka anggap normal.

Versi 1992 menghantui karena ia mempertanyakan makna keibuan.
Versi 2025 menenangkan karena ia menegaskannya kembali.

Dan dalam genre thriller psikologis,
ketenangan sering kali adalah kegagalan terbesar.

Tags: diskursus feminismeThe Hand That Rocks the Cradle (trauma perempuan
Previous Post

Review Film The Housemaid (2025)

Next Post

Review Anaconda (2025): Film “Horor Komedi” Ular Raksasa yang Konyol tapi Menghibur

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Berikut artikel yang dimuat , https://nutylaraswaty.com/netflix-gercep-banjir-kejutan-anime-di-anime-nyc-2026-ini-rangkumannya/
Animation

Netflix Gercep Banjir Kejutan Anime di Anime NYC 2026, Ini Rangkumannya

21 August, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki
Article

Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

21 August, 2026
Final Trailer Dan Bandung Resmi Dirilis!
Article

Review Dan Bandung

20 August, 2026
5 Alasan Reacher Musim Keempat Wajib Masuk Watchlist Kamu
Article

5 Alasan Reacher Musim Keempat Wajib Masuk Watchlist Kamu

20 August, 2026
Review Mutiny
Article

Review Mutiny

20 August, 2026
Istilah Istilah di Film Operasi Pesta Copet yang Bikin Melongo
Action

Istilah Istilah di Film Operasi Pesta Copet yang Bikin Melongo

20 August, 2026
Next Post
Anaconda 2025 review

Review Anaconda (2025): Film "Horor Komedi" Ular Raksasa yang Konyol tapi Menghibur

Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Berikut artikel yang dimuat , https://nutylaraswaty.com/netflix-gercep-banjir-kejutan-anime-di-anime-nyc-2026-ini-rangkumannya/
Animation

Netflix Gercep Banjir Kejutan Anime di Anime NYC 2026, Ini Rangkumannya

by Nuty Laraswaty
21 August, 2026
0

Anime NYC 2026 baru aja jadi ajang Netflix buat gelontorin banyak banget kabar seru buat para penggemar anime dan animasi....

Read more

Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Review Dan Bandung

5 Alasan Reacher Musim Keempat Wajib Masuk Watchlist Kamu

Review Mutiny

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In