Jakarta Youth Film Festival (J-Youth Film Fest) 2026 resmi dimulai pada Selasa (3/2/2026) di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat.
Festival film pendek yang ditujukan bagi generasi muda ini menjadi tonggak penting dalam menguatkan ekosistem perfilman Jakarta.
Serta sekaligus langkah implementasi ide dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta.

Ide Rano Karno: Film sebagai Wadah Identitas, Kreativitas, dan Ekonomi
Dalam sambutannya saat kick-off, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi film.
Dengan tegas disampaikan ini merupakan bagian dari strategi besar menjadikan Jakarta sebagai “Kota Sinema”
Ini merupakan sebuah visi pembangunan yang menyatukan kreativitas, budaya, dan ekonomi.
Menurut Rano, film tidak hanya merupakan produk hiburan, tetapi juga instrumen kuat dalam membangun kesadaran publik, memperkuat karakter, dan memperkaya identitas kebudayaan Jakarta.
Rano Karno optimistis, dalam dua tahun ke depan, J-Youth Film Fest dapat berkembang menjadi festival film berskala internasional
Asalkan ekosistem yang kuat dibangun secara konsisten, mulai dari kebijakan, regulasi, pendidikan, fasilitas produksi, hingga apresiasi karya anak muda.
View this post on Instagram
Peran Bank Indonesia: Ekonomi Kreatif sebagai Sumber Pertumbuhan
Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, melalui Kepala Kantor Perwakilan Iwan Setiawan, menyatakan dukungannya terhadap ide Rano Karno dengan menjadikan J-Youth Film Fest sebagai bagian dari Jakarta Creative Festival (JKF) 2026 dan rangkaian Jakarta Economic Forum (JEF) 2026.
Festival ini menjadi program unggulan BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, terutama subsektor perfilman yang memiliki potensi membuka lapangan kerja, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat daya saing ekonomi lokal.
Menurut Iwan, selain kompetisi film pendek, J-Youth Film Fest juga bertindak sebagai
“ruang kolaboratif bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas serta menyelaraskan potensi talenta muda dengan arah pembangunan kota.”
Festival ini mencakup kompetisi film pendek, program non-kompetisi, edukasi, pemutaran film, diskusi, dan lokakarya yang dirancang untuk mendukung proses kreatif generasi muda.
“Jakarta Kota Kita”: Tema yang Menghubungkan Film dengan Identitas Kota
Tema “Jakarta Kota Kita” dipilih sebagai panggilan bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk merefleksikan pengalaman, keragaman, dan dinamika kehidupan kota melalui karya film. Rano Karno berharap festival ini dapat melahirkan karya-karya yang tidak hanya berkualitas secara artistik, tetapi juga
mampu menjadi suara bagi Jakarta yang beragam.
Kontribusi terhadap Ekonomi Jakarta
Festival ini berperan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang efeknya meluas tidak hanya pada industri film, tetapi juga ke sektor kuliner, transportasi, perhotelan, dan industri pendukung lainnya. Dengan kolaborasi lintas sektor dan institusi pemerintah seperti BI dan Pemprov DKI Jakarta, J-Youth Film Fest akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus ajang pengembangan talenta kreatif nasional.
Tentang J-Youth Film Fest 2026
-
Nama acara: Jakarta Youth Film Festival (J-Youth Film Fest) 2026
-
Tema: Jakarta Kota Kita
-
Penyelenggara: Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
-
Peserta: Pelajar dan mahasiswa kreatif di bidang film
-
Program: Kompetisi film pendek, edukasi, lokakarya, pemutaran dan diskusi film
-
Rangkaian acara: Bagian dari Jakarta Creative Festival (JKF) 2026 dan Jakarta Economic Forum (JEF) 2026









































