• Latest

Wregas Bhanuteja & masa depan perfilman di Indonesia

11 November, 2021
Benda Apa Itu Liminal Space?

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Night Shift For Cuties

Monica Tedja Ungkap Inspirasi di Balik Serial Netflix tentang Persahabatan Perempuan dan Fandom K-Pop

6 June, 2026
Review  Sex, Love & 10 Million Dollars

Review Sex, Love & 10 Million Dollars

3 June, 2026
Disclosure Day

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
The Other Sister, Series Thriller

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

25 May, 2026
Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

22 May, 2026
Review Drama Korea Azure Spring

Review Drama Korea Azure Spring

21 May, 2026
Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

21 May, 2026
Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

20 May, 2026
Review Film Hokum (2026)

Review Film Hokum (2026)

20 May, 2026
Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

19 May, 2026

Maxime Bouttier Jadi Pria Toxic Paling Dibenci? “Bercinta Dengan Maut” Langsung Ramai Dibicarakan Netizen

19 May, 2026
28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

19 May, 2026
Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

15 May, 2026
Citadel Musim 2

5 Alasan Citadel Musim 2 Jadi Serial Prime Video yang Lagi Viral dan Wajib Ditonton Tahun Ini

15 May, 2026
Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

15 May, 2026
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review

Wregas Bhanuteja & masa depan perfilman di Indonesia

by Nuty Laraswaty
11 November, 2021
in Movie Review
236 17
0
Share on FacebookShare on Twitter

Industri film di Indonesia saat ini memang sedang menggeliat dengan bangganya.

Setelah beberapa waktu lalu melalui serangkaian film antara lain Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Yuni, Laut Memanggilku, Penyalin Cahaya memperoleh penghargaan di dunia internasional.

Saat Piala Citra 2021 dibacakan kemarin , eforia suka cita dan rasa bangga menyelimuti tempat perhelatan akbar ini diadakan.

Ini dikarenakan semangat regenerasi pada industri ini, terlihat sangat kental saat film Penyalin Cahaya berhasil menyabet total 12 penghargaan. Film Yuni berhasil mendapatkan 1 piala, dan film yang lain  jika diruntut akan menunjukkan kebangkitan generasi muda dan regenerasi di industri perfilman ini.

Momen istimewa , memang terbentuk saat angka 10 berhasil dilewati oleh Penyalin Cahaya , tak dapat disangkal lagi semangat akan kebangkitan dan munculnya “pahlawan” muda akan mewarnai industri film ini untuk tahun-tahun ke depannya.

Kali ini banyak wajah baru bermunculan dan rata-rata mereka sama sekali tak menyangka akan memenangkan penghargaan Piala Citra ini , terlebih lagi mereka bersaing dengan nama-nama yang sudah melegenda selama ini dan juga menjadi panutan mereka dalam industri film.

Baca juga :Malam Anugrah Piala Citra 2021 (FFI 2021): Daftar Pemenang Lengkap

Saat Presiden Jokowi yang menghadiri khusus acara ini dan memberikan apresiasi untuk Usmar Ismail (yang telah memprakarsai penyelenggaraan FFI bersama Djamaluddin Malik, 66 tahun yang lalu},  serta kemudian memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Bapak Haji Usmar Ismail, Bapak Perfilman Indonesia , maka ini ibarat obor semangat dan harapan akan masa depan cerah di Industri Perfilman Indonesia.

Seolah menjawab harapan ini, Wregas Bhanuteja dengan film panjangnya Penyalin Cahaya menjadi suar akan kebangkitan film Indonesia.

wregas

Apabila menengok sosok pemuda kelahiran tahun 1992, rekam jejaknya dalam dunia film , memang sangat menonjol sedari awal.

Dimulai dari film pendek Prenjak , pada tahun 2016 ia berhasil memenangkan penghargaan di festival internasional bergensi , Festival Cannes. Berlanjut dengan Cinema Nova Awards Best Short Film Melbourne International Film Festival 2016, Piala Citra Film Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2016, Silver Screen Awards Best Short Film Singapore International Film Festival 2016 dan Best Short Film Prague Short Film Festival 2016.

Karyanya kemudian berlanjut pada film Tak Ada yang Gila di Kota Ini / No One is Crazy in This Town (2019)

Penyalin Cahaya merupakan karya film panjang pertamanya, dan telah pula berhasil memberikan gebrakan dan alasan bagi netizen di Indonesia , untuk lebih lagi memperhatikan sepak terjangnya di dunia film.

wregas

Wregas kepada para media yang hadir di acara FFI 2021 pun dengan rendah hati menyampaikan berulang kali, bahwa ia sama sekali tak menyangka bahwa filmnya memenangkan banyak penghargaan dan ia sama sekali tidak menganggap ia mengungguli film-film lainnya. Menurutnya FFI 2021 adalah ajang apresiasi , dan ini bukanlah soal menang atau kalah.

Lebih lanjut Wregas menyampaikan film nya mengenai penyintas  . Disini sang penyintas  malah mesti menghadapi tuduhan / pandangan negatif dan  harus membuktikan bahwa ia lah yang menjadi korban.

Isyu sosial ini sangat universal dan ia banyak membaca akan kejadian-kejadian semacam ini, sehingga membuat hatinya tergerak untuk membuat film Penyalin Cahaya.

Mengenai regenerasi di bidang perfilman, Wregas menyampaikan dengan lugas bahwa sejak dari jaman dahulu dari era Usmar Ismail film tercipta dan bertahan, karena ada regenerasi di bidang perfilman dan ia merasa bahwa ini merupakan awal, suatu generasi baru dan meskipun generasi baru membuat film ini di tengah pandemi, tetap mampu membuat dan menyelesaikan film ini dengan baik dan ia yakin ke depan, pasti tantangan apapun akan dapat melewatinya.

Wregas Bhanuteja

Adapun putusannya untuk menayangkan film ini melalui platform OTT Netflix, dikarenakan ia ingin agar film ini ditonton di seluruh dunia. Netflix yang mampu menyanggupi hal tersebut. Lebih lanjut ia akan memperhatikan perkembangan dunia, untuk memutuskan hendak menayangkan film-film yang akan ia buat selanjutnya , apakah akan tayang melalui platform OTT atau bioskop.

Bagi yang tak sabar menanti tayangnya film ini ,  sementara itu dapat menikmati dahulu alunan lagu berikut ini pada BTS Penyalin Cahaya , sembari menunggu full soundtract resminya

 

Tags: Djamaluddin MalikJokowikekerasan seksualpenyalin cahayaPiala Citra 2021Usmar Ismailwregas bhanuteja
Previous Post

Hari Ayah Nasional bisa dirayakan melalui list film ini

Next Post

Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings Tayang di Disney+ Hotstar

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Benda Apa Itu Liminal Space?
Article

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta
Article

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu
Article

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial
Article

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties
Article

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Night Shift For Cuties
Article

Monica Tedja Ungkap Inspirasi di Balik Serial Netflix tentang Persahabatan Perempuan dan Fandom K-Pop

6 June, 2026
Next Post

Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings Tayang di Disney+ Hotstar

Film-film Netflix Dominasi Festival Film Indonesia 2021

Pembukaan acara Jakarta Content Week 2021

Benda Apa Itu Liminal Space?
Article

Benda Apa Itu Liminal Space?

by Nuty Laraswaty
16 June, 2026
0

Secara sederhana, liminal space adalah ruang atau keadaan "di antara",bukan tempat tujuan, melainkan tempat transisi. Kata liminal berasal dari bahasa...

Read more

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In