• Latest

Wregas Bhanuteja & masa depan perfilman di Indonesia

11 November, 2021
FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

28 October, 2026
Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

26 October, 2026
kinki

Review dan Kritik Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (About a Place in the Kinki Region)

26 October, 2026
Review Hungry (2026)

Review Hungry (2026)

26 October, 2026
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review

Wregas Bhanuteja & masa depan perfilman di Indonesia

by Nuty Laraswaty
11 November, 2021
in Movie Review
236 18
0
Share on FacebookShare on Twitter

Industri film di Indonesia saat ini memang sedang menggeliat dengan bangganya.

Setelah beberapa waktu lalu melalui serangkaian film antara lain Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Yuni, Laut Memanggilku, Penyalin Cahaya memperoleh penghargaan di dunia internasional.

Saat Piala Citra 2021 dibacakan kemarin , eforia suka cita dan rasa bangga menyelimuti tempat perhelatan akbar ini diadakan.

Ini dikarenakan semangat regenerasi pada industri ini, terlihat sangat kental saat film Penyalin Cahaya berhasil menyabet total 12 penghargaan. Film Yuni berhasil mendapatkan 1 piala, dan film yang lain  jika diruntut akan menunjukkan kebangkitan generasi muda dan regenerasi di industri perfilman ini.

Momen istimewa , memang terbentuk saat angka 10 berhasil dilewati oleh Penyalin Cahaya , tak dapat disangkal lagi semangat akan kebangkitan dan munculnya “pahlawan” muda akan mewarnai industri film ini untuk tahun-tahun ke depannya.

Kali ini banyak wajah baru bermunculan dan rata-rata mereka sama sekali tak menyangka akan memenangkan penghargaan Piala Citra ini , terlebih lagi mereka bersaing dengan nama-nama yang sudah melegenda selama ini dan juga menjadi panutan mereka dalam industri film.

Baca juga :Malam Anugrah Piala Citra 2021 (FFI 2021): Daftar Pemenang Lengkap

Saat Presiden Jokowi yang menghadiri khusus acara ini dan memberikan apresiasi untuk Usmar Ismail (yang telah memprakarsai penyelenggaraan FFI bersama Djamaluddin Malik, 66 tahun yang lalu},  serta kemudian memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Bapak Haji Usmar Ismail, Bapak Perfilman Indonesia , maka ini ibarat obor semangat dan harapan akan masa depan cerah di Industri Perfilman Indonesia.

Seolah menjawab harapan ini, Wregas Bhanuteja dengan film panjangnya Penyalin Cahaya menjadi suar akan kebangkitan film Indonesia.

wregas

Apabila menengok sosok pemuda kelahiran tahun 1992, rekam jejaknya dalam dunia film , memang sangat menonjol sedari awal.

Dimulai dari film pendek Prenjak , pada tahun 2016 ia berhasil memenangkan penghargaan di festival internasional bergensi , Festival Cannes. Berlanjut dengan Cinema Nova Awards Best Short Film Melbourne International Film Festival 2016, Piala Citra Film Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2016, Silver Screen Awards Best Short Film Singapore International Film Festival 2016 dan Best Short Film Prague Short Film Festival 2016.

Karyanya kemudian berlanjut pada film Tak Ada yang Gila di Kota Ini / No One is Crazy in This Town (2019)

Penyalin Cahaya merupakan karya film panjang pertamanya, dan telah pula berhasil memberikan gebrakan dan alasan bagi netizen di Indonesia , untuk lebih lagi memperhatikan sepak terjangnya di dunia film.

wregas

Wregas kepada para media yang hadir di acara FFI 2021 pun dengan rendah hati menyampaikan berulang kali, bahwa ia sama sekali tak menyangka bahwa filmnya memenangkan banyak penghargaan dan ia sama sekali tidak menganggap ia mengungguli film-film lainnya. Menurutnya FFI 2021 adalah ajang apresiasi , dan ini bukanlah soal menang atau kalah.

Lebih lanjut Wregas menyampaikan film nya mengenai penyintas  . Disini sang penyintas  malah mesti menghadapi tuduhan / pandangan negatif dan  harus membuktikan bahwa ia lah yang menjadi korban.

Isyu sosial ini sangat universal dan ia banyak membaca akan kejadian-kejadian semacam ini, sehingga membuat hatinya tergerak untuk membuat film Penyalin Cahaya.

Mengenai regenerasi di bidang perfilman, Wregas menyampaikan dengan lugas bahwa sejak dari jaman dahulu dari era Usmar Ismail film tercipta dan bertahan, karena ada regenerasi di bidang perfilman dan ia merasa bahwa ini merupakan awal, suatu generasi baru dan meskipun generasi baru membuat film ini di tengah pandemi, tetap mampu membuat dan menyelesaikan film ini dengan baik dan ia yakin ke depan, pasti tantangan apapun akan dapat melewatinya.

Wregas Bhanuteja

Adapun putusannya untuk menayangkan film ini melalui platform OTT Netflix, dikarenakan ia ingin agar film ini ditonton di seluruh dunia. Netflix yang mampu menyanggupi hal tersebut. Lebih lanjut ia akan memperhatikan perkembangan dunia, untuk memutuskan hendak menayangkan film-film yang akan ia buat selanjutnya , apakah akan tayang melalui platform OTT atau bioskop.

Bagi yang tak sabar menanti tayangnya film ini ,  sementara itu dapat menikmati dahulu alunan lagu berikut ini pada BTS Penyalin Cahaya , sembari menunggu full soundtract resminya

 

Tags: Djamaluddin MalikJokowikekerasan seksualpenyalin cahayaPiala Citra 2021Usmar Ismailwregas bhanuteja
Previous Post

Hari Ayah Nasional bisa dirayakan melalui list film ini

Next Post

Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings Tayang di Disney+ Hotstar

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!
Article

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

28 October, 2026
Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?
Movie Review

Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

26 October, 2026
kinki
Article

Review dan Kritik Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (About a Place in the Kinki Region)

26 October, 2026
Review Hungry (2026)
Drama

Review Hungry (2026)

26 October, 2026
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa
Drama

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Next Post

Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings Tayang di Disney+ Hotstar

Film-film Netflix Dominasi Festival Film Indonesia 2021

Pembukaan acara Jakarta Content Week 2021

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!
Article

FFW 2026 Bikin Hati Lebih Adem, Film Horor, Komedi, dan Drama Akhirnya Punya Panggung Sendiri!

by Nuty Laraswaty
28 October, 2026
0

Bukan soal festival mana yang paling benar. FFW 2026 membuka obrolan baru tentang bagaimana film Indonesia bisa diapresiasi tanpa harus...

Read more

Apakah Cinta Harus Selalu Diperjuangkan Sendirian dalam Henry’s First Dates?

Review dan Kritik Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (About a Place in the Kinki Region)

Review Hungry (2026)

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In