• Latest

Wawancara eksklusif dengan Jonathan Majors pemeran Atticus – Lovecraft Country

26 August, 2020
Benda Apa Itu Liminal Space?

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Night Shift For Cuties

Monica Tedja Ungkap Inspirasi di Balik Serial Netflix tentang Persahabatan Perempuan dan Fandom K-Pop

6 June, 2026
Review  Sex, Love & 10 Million Dollars

Review Sex, Love & 10 Million Dollars

3 June, 2026
Disclosure Day

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
The Other Sister, Series Thriller

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

25 May, 2026
Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

22 May, 2026
Review Drama Korea Azure Spring

Review Drama Korea Azure Spring

21 May, 2026
Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

21 May, 2026
Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

20 May, 2026
Review Film Hokum (2026)

Review Film Hokum (2026)

20 May, 2026
Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

19 May, 2026

Maxime Bouttier Jadi Pria Toxic Paling Dibenci? “Bercinta Dengan Maut” Langsung Ramai Dibicarakan Netizen

19 May, 2026
28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

19 May, 2026
Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

15 May, 2026
Citadel Musim 2

5 Alasan Citadel Musim 2 Jadi Serial Prime Video yang Lagi Viral dan Wajib Ditonton Tahun Ini

15 May, 2026
Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

15 May, 2026
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Interview

Wawancara eksklusif dengan Jonathan Majors pemeran Atticus – Lovecraft Country

by Nuty Laraswaty
26 August, 2020
in Interview
251 3
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film Lovecraft Country sudah dapat ditonton melalui HBO Go dan HBO sejak tanggal 17 Agustus 2020.  Lovecraft Country merupakan serial anyar HBO yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya penulis Matt Ruff.

https://youtu.be/VJV9acMsDwM

Wawancara eksklusif dengan Jonathan Majors pemeran Atticus – Lovecraft Country , kali ini terasa lebih dalam dan terbuka, terkait akanbanyaknya isyu sosial dan kemanusiaan. Film yang digarap oleh Monkeypaw Productions, Bad Robot Productions, dan Warner Bros. Television, ini memang menampilkan mengenai teror  monster dan rasisme yang telah disaksikan oleh penonton melalui trailer official nya beberapa waktu lalu. Kemudian episode demi episode filmnya , semakin mengentalkan rasa genre sci-fi nya dengan karakter masing-masing penulisnya.

Banyak yang belum mengetahui bahwa Jonathan Majors  merupakan fans  dari penulis H. P. Lovecraft sebelum terlibat dalam film Lovecraft Country , selain itu nama-nama penulis legendaris antara lain  seperti Ray Bradbury , George Orwell , Stephen King, serta penulis lainnya yang menulis novel bergenre horor  psikologi . Disampaikan pula bahwa dirinya sangat menyukai film The Shining yang terinspirasi dari novel Stephen King, bahkan episode kedua dalam film Lovecraft Country mendapatkan pengaruh dari film The Shining.

Dalam film sci-fi ini peran utama (Atticus) adalah seorang etnis African American , menurut Jonathan Majors hal ini melawan kebiasaan pada umumnya dalam film , karakter yang diperankan oleh seorang etnis African American selalu kalah dan mati, namun Atticus menunjukan hal yang berbeda. Dalam film ini, dapat dilihat kecerdikan Atticus dalam mengahadapi permasalahan , perubahan ini menimbulkan impak yang besar .

 

Jonathan Majors

Beberapa waktu lalu, cinemags diwakili Nuty Laraswaty, mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara spesial dengan Jonathan Majors, yang merupakan pemeran utama film ini .

Berikut adalah rangkumannya:

1. Apakah yang ingin ditangkap oleh penonton dari film Lovecraft Country? 
Saya memahami bahwa penonton melihat apa yang mereka bisa lihat  dan semoga mereka dapat melihat bahwa inti film ini adalah mengenai keluarga. Seorang pemuda, ayahnya, sepupunya dan perempuan yang ia cintai bersama-sama berpetualang mewujudkan warisan keluarga mereka, ini merupakan segi drama dari film ini.
Keluarga yang diangkat adalah dari latar belakang etnis African American dengan pandangan umum stereotipe yang diproyeksikan melalui literasi, film ini menggambarkan beragam kehidupan etnis African American yang berbeda dengan pandangan umum stereotip tersebut.
Selain itu penonton juga dapat melihat unsur rasisme hingga intoleransi termuat dalam film yang sangat membumi ini.

HBO

 

2. Mengapa ya, penonton sangat tertarik dengan ide cerita mengenai sejarah keluarga dan juga rahasianya ? 
Saya pikir karena kita semua adalah tipe pemburu dan pencari yang selalu mencari rasa aman. Tiada yang lebih terasa aman daripada mengetahui mengenai asal usul dirimu, selain  juga jika mengetahui tujuan kita berikutnya, itulah sebabnya kita mempunya buku dan peta. Merupakan sesuatu yang bersifat pribadi jika membicarakan hal tersebut dan menentukan jati diri kita dari warisan yang kita terima.

 

Jonathan Majors lovecraft country

3.Bagaimanakah rasanya, bekerja sama dengan J.J. Abrams, Jordan Peele, dalam film ini?
Saat proses pembuatan film ini saya tidak bertemu langsung dengan mereka , namun sudah menonton film-film seperti Get Out, Antebellum, Lost dan sebagian besar karya mereka lainnya, sehingga saat menjalani proses syuting saya dapat merasakan elemen-elemen khas mereka.
Saat episode kami dikejar oleh polisi, itu mirip elemen yang terdapat dalam film Get Out.
Saat adegan monster dan alien, kami dapat merasakan ini adalah elemen khas J.J. Abrams.

 

 

HBO

 

4.Bagaimanakah cara mempersiapkan diri dalam memerankan karakter Atticus ?
Saat mempersiapkan karakter peran yang , aku selalu menggunakan metoda serta prosedur yang sama dalam pendekatan untuk karakterku hingga akhirnya aku memahami lebih jauh bagaimana karakter ini harus tampil dalam film. menariknya adalah mendalami peran Atticus saya menggunakan model artefak yang berasal dari Bali , saya memiliki empat buah topeng dari Bali.
(Red: Pada akhir interview, Jonathan Majors menunjukkan koleksi topeng-topengnya tersebut )
Jadi saat saya mempersiapkan diri untuk memerankan karakter Atticus , saya membayangkan secara metafora setiap karakter yang nanti Atticus akan temui, untuk itulah topeng-topeng ini sangat membantu saya untuk mendapatkan pendalaman karakter tersebut melalui energi yang saya peroleh dalam pikiran saya.
Jadi saya benar-benar sangat antusias, saat mengetahui ada perwakilan media dari Indonesia (sambil tersenyum lebar) , saya berada disana (Red: Bali) selama tiga minggu . Kemudian saya juga memikirkan mengenai perang Korea yang merupakan perang yang terlupakan dan bagaimana dampak perang tersebut pada kondisi psikologis seseorang yang mengalaminya, pastinya sangat traumatis , di saat kamu baru kembali dari medan perang Korea namun orang-orang di Amerika tidak memahami fakta bahwa telah terjadi perang di Korea, mereka tidak mendapatkan informasi yang mendalam mengenai kejadian ini , dan inilah yang dialami oleh Atticus. Karakter Atticus adalah tipe karakter pahlawan yang introvert, sangat pemalu dan tidak banyak berbicara dan lebih banyak menggunakan otaknya
Lovecraft Country
5. Apakah adegan favoritmu dalam film ini dan mengapa ?
Saat saya memerankan adegan petualang seperti adegan film Indiana Jones , tadinya saya ingin menggunakan topi juga namun terasa berlebihan. Benar-benar menyenangkan bahwa etnis African American dapat memerankan adegan petualangan seperti itu. Benar-benar impian masa kecil yang terkabul.
6. Bagaimana pendapatmu mengenai  rasisme yang terjadi pada tahun 1950 dan apakah ini masih merupakan isyu yang relevan saat ini?
Ya, ya, ya, ya, ya …. ya … masih merupakan isyu yang relevan saat ini.  Menurut saya rasisme  berasal dari keangkuhan, ketakutan  dan  sifat pengecut , serta ini saya sampaikan padamu kekuatan mutlak dan juga korupsi . Komdisi ini masih sama buruknya di masa sekarang dengan masa lalu, hanya bermutasi saja bentuknya.Jika dahulu dalam bentuk perbudakan, diikat oleh “rantai” melalui sistem di Amerika Serikat , mereka mencoba mengaturnya melalui metoda stereotip, sehingga membuat tidak bisa bebas mengekspresikan jati diri dan menjalani kehidupan seutuhnya. Mereka mengangkat rantai dari tubuh kita, namun merantai pemikiran kita. Itu bukan saja untuk etnis African American , namun juga terasa menggeneralisasi  di bagian lain di Amerika Serikat.

Tags: Jonathan MajorsLovecraft Country
Previous Post

Visinema Berinventasi di Studio Animasi asal Bandung

Next Post

June dan Kopi segera tayang di bioskop

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta
Article

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties
Article

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?
Article

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Next Step Studio 2026
Interview

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air
Article

Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air

16 December, 2025
diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.
Article

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Next Post

June dan Kopi segera tayang di bioskop

Netflix Gelar Workshop untuk Mengembangkan Kapasitas Profesional Pascaproduksi Film Indonesia

Update terbaru film Bucin (Whipped)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Benda Apa Itu Liminal Space?
Article

Benda Apa Itu Liminal Space?

by Nuty Laraswaty
16 June, 2026
0

Secara sederhana, liminal space adalah ruang atau keadaan "di antara",bukan tempat tujuan, melainkan tempat transisi. Kata liminal berasal dari bahasa...

Read more

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In