Drama Movie Reviews Sci-fi

Space Sweepers film fiksi space opera yang seru

Summary

Space Sweepers adalah film fiksi space opera dari Netflix yang diklaim sebagai film block buster Korea termahal di tahun 2021 .

Space Sweepers adalah film fiksi space opera dari Netflix yang diklaim sebagai film block buster Korea termahal di tahun 2021 .

space sweepers

Saat menit-menit pertama kali menontonnya, alur ceritanya mengingatkan akan film Elysium (2013)  yang ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh Neill Blomkamp, dengan para pemain antara lain Matt Damon, Jodie Foster, Alice Braga, dan Sharlto Copley.

Kesamaan cerita adalah adanya sebuah koloni baru yang diciptakan dan menjadi utopia, yang dipimpin oleh James Sullivan (Richard Armitage), saat bumi semakin hancur karena kerusakan dengan tingkat polusi yang semakin hari semakin parah, membuat manusia yang hidup di bumi harus hidup dengan alat bantu pernafasan.

Kemudian penonton pun diperkenalkan dengan kelompok Space Sweepers handal yang beranggotakan Tae-ho (Song Joong-ki) , Captain Jang (Kim Tae-ri), Tiger Park (Jin Seon-kyu) dan Robot Bubs (Yoo Hae-jin). Para Space Sweepers ini memiliki tugas membersihkan sampah luar angkasa. Namun alur cerita seketika berubah saat sebuah”robot” bernama Dorothy / Kang Kot-nim (Park Ye-rin) ditemukan .

Penonton pun dibawa kepada adegan aksi serta drama yang adegannya berlangsung cepat, padat dan mengena sehingga rasa penasaranpun membuat ingin mengikuti alur ceritanya hingga selesai. Twist demi twist yang diberikan membuat alur cerita menarik dengan pembagian adegan aksi dan drama , jedanya teratuir dengan rapih sehingga penonton tidak merasa lelah dengan durasi film ini sepanjang 2 jam.

Serunya lagi, banyak sekali adegan CGI dan special effect dalam film ini yang memberikan warna baru bagi dunia perfilman Korea Selatan. Dalam alur ceritanya  banyak sekali adegan-adegan yang menggambarkan lokasi di luar angkasa , sehingga penggambarannya mesti meyakinkan para penggemar fiksi luar angkasa. Secara garis besar, hal ini mampu diwakilkan melalui CGI dan special effect tersebut. Penampilan robot Bubs menarik dipandang mata , memberikan warna tersendiri bagi tampilan sosok robot. Bagaimana tidak, melalui gerak-gerik badan robotnya hingga penekanan artikulasi kalimatnya terasa manusiawi.

Penjelasan dan pergembangan masing-masing karakter terbangun rapih dalam rangkain alur ceritanya, dengan sebab akibat yang dapat diterima oleh nalar pemikiran penontonnya.

Secara khusus akting Park Ye-rin sebagai Dorothy / Kang Kot-nim, mencuri perhatian penonton. Terlebih bahasa tubuh dan raut mukanya mewakili adegan yang sedang berlangsung, sehingga membantu menguatkan alur cerita.

Secara keseluruhan film ini mampu menghibur dan termasuk yang direkomendasikan untuk ditonton.