• Latest

Review Pulau Plastik

3 May, 2021
merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
REEL LIFE Film Camp 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

3 December, 2025
ACFFEST 2025

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

2 December, 2025
Review Film Rosa Luxemburg (1986)

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

2 December, 2025
Fantastic Four: First Steps Review

Fantastic Four: First Steps Review

30 November, 2025
Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

30 November, 2025
Review Grüße vom Mars

Review Grüße vom Mars untuk Kino Fest 2025

30 November, 2025
George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

Game of Thrones Belum Tamat: George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

30 November, 2025
film VMS

Film-film VMS Tahun Ini

30 November, 2025
MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

30 November, 2025
Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

30 November, 2025
Review Wasiat Warisan Nuty Laraswaty

Review Wasiat Warisan

27 November, 2025
Review “Linda Linda Linda”

Review “Linda Linda Linda”

26 November, 2025
Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

26 November, 2025
KinoFest 2025

KinoFest 2025

26 November, 2025
diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

25 November, 2025
Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

25 November, 2025
Ghost in the shell

Review Ghost in the Shell (1995)

22 November, 2025
13 Days and 13 Nights

Review “13 Days and 13 Nights” – Thriller Nyata yang Ngena Banget di Emosi

22 November, 2025
Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

22 November, 2025
Medan Film Festival (MFF)

Menyimak Medan Film Festival (MFF) Vol. 3 2025

22 November, 2025
The Voice of Hind Rajab Nuty Laraswaty

The Voice of Hind Rajab: Ketika Kamera Tak Berkutik di Hadapan Suara Kecil yang Tersesat di Tengah Perang

22 November, 2025
Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

22 November, 2025
Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

21 November, 2025
Agak Laen 2

“Agak Laen 2”: Humor Makin Nekat, Emosi Makin Kuat

21 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

21 November, 2025
Now you See Me

Review Now You See Me: Now You Don’t (2025)

13 November, 2025
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review

Review Pulau Plastik

by Nuty Laraswaty
3 May, 2021
in Movie Review
246 7
0
Share on FacebookShare on Twitter

Berikut adalah review Pulau Plastik, yang merupakan penjabaran dan rangkuman dari pesan yang diperoleh saat selesai menonton film dokumenter Pulau Plastik.

Film Pulau Plastik saat ini masih dapat disaksikan di layar bioskop yang memutarnya . Jadwalnya dapat dicek melalui kanal informasi bioskop yang bersangkutan.

Review Pulau Plastik ini sifatnya lebih kepada informasi,dikarenakan jenis filmnya adalah bergenre dokumenter, sehingga tentunya fakta-fakta yang disajikan merujuk kepada fakta-fakta yang muncul melalui media film ini.

Bagi yang sudah menyaksikan film dokumenter garapan  Visinema Pictures, Kopernik, Akarumput, dan Watchdoc yang menceritakan tentang tiga individu dan perjuangan mereka melawan polusi plastik sekali pakai, yaitu  Gede Robi, vokalis band Navicula asal Bali; Tiza Mafira, pengacara muda dari Jakarta; dan Prigi Arisandi, ahli biologi dan penjaga sungai dari Jawa Timur. Dapat melihat fakta-fakta lapangan yang disiarkan melalui media film, dan menyaksikan bagaimana ketiga protagonis ini menelusuri sejauh mana jejak sampah plastik menyusup ke rantai makanan kita, dampaknya terhadap kesehatan manusia, dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis polusi plastik.

Baca juga : Film Pulau Plastik Fakta Melalui Media Film Akan Polusi Plastik Sekali Pakai

Dampak yang dirasakan sudah mulai terpapar jelas , dan ada tiga hal penting yang dapat digaris bawahi pada film dokumenter ini yaitu :

  1. Tanda bahaya dini yang sudah diberikan oleh alam kepada manusia.

Ternyata kenyataan yang terpampang di hadapan saat ini seolah menjadi gulungan bola salju yang semakin membesar. Partikel plastik, sudah mulai memasuki tubuh manusia. Hingga jika dilihat dari awal mula pembuangan plastik ke dalam tanah dan air, serta proses pembakara plastik yang meninggalkan jejak partikel kecil beracunnya dalam udara yang dihirup oleh seluruh mahluk hidup. Kiranya, kondisi ini sudah dapat dikategorikan kondisi gawat darurat.

Jika masih ada yang mempertanyakan mengenai partikel plastik ini, kiranya uji lab yang dilakukan kepada feses manusia yang merelakan untuk diteliti, dapat lah menjadi tanda bahaya / alarm akan bahayanya polusi dan sampah ini. Generasi peneruslah yang sekali lagi akan merasakan dampak negatifnya.

Selain itu dengan munculnya banyak penyakit degeneratif yang sudah mulai dapat ditemukan pada usia muda, yang jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Sama sekali tidak pernah ditemukan, kini kian sering sekali kabar berita memilukan mengenai kemunculan penyakit degeratif ini , diberitakan. Terkadang banyak orang yang tidak mearasakan hal ini merupakan hal yang penting. Namun sebenarnya dengan dimulai lebih awal penyakit degeratif, merupakan cara alam memberikan tanda SOS.

 

2.  Isyu sampah kiriman

Dari film dokumenter pulau plastik ini, dapat dilihat kenyataan pahit yang ada di hadapan mata dan dicoba disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu. Bahwa ternyata Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima limbah sampah dari negara-negara yang mengklaim dirinya ramah akan lingkungan.

Ini ibaratnya merupakan sebuah permainan petak umpet, dimana Indonesia lah yang menjadi korbannya.

Paparan kenyataan pahit ini , perlu dilihat oleh banyak orang dan hal ini dapat menjadi awal kesadaran sosial akan kondisi lingkungan saat ini di Indonesia. Tentunya akan menjadi pr bersama, untuk dapat meluruskan permasalahan ini, serta memberikan Indonesia posisi yang lebih baik dengan kondisi yang saat ini diterima.

3. Solusi jitu dan ajakan melakukan diet sampah

Dalam beberapa adegan dalam film ini, penonton diajak untuk melihat solusi yang saat ini ditawarkan. Solusi ini bisa jadi berkembang meluas, tergantung akan kesadaran dan kondisi sosial manusia Indonesia ke depannya.

Namun beberapa hal yang menarik pada solusi yang ditawarkan disini adalah dengan membawa kantung ramah lingkungan sendiri saat berbelanja,dan berupaya mengurangi penggunaan plastik. Membeli bahan-bahan makanan yang sedikit menggunakan plastik untuk kemasannya amatlah sangat dianjurkan.

Walaupun fakta-fakta serta alur cerita dalam film ini mampu menyentak sesaat pikiran dan perasaan yang menontonnya. Namun masih terasa durasi film ini panjang dan dapat membuat penontonnya merasa bosan.

Namun secara keseluruhan film ini mampu memberika wawasan baru bagi para penontonnya.

Demikian review Pulau Plastik. Bagi yang ingin menyaksikannya, segera untuk menonton di bioskop-bioskop yang memutarnya, sebelum terlambat.

Tags: Gede RobiPrigi ArisandiPulau plastikTiza Mafira
Previous Post

4 Resep Jitu untuk Tampil Jadi Content Creator Andal Ala GoPlay

Next Post

Mengenal Arti Persahabatan dalam Adit Sopo Jarwo: The Movie

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".
Article

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025
Article

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
REEL LIFE Film Camp 2025
Article

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

3 December, 2025
ACFFEST 2025
Documentary

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

2 December, 2025
Review Film Rosa Luxemburg (1986)
Documentary

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

2 December, 2025
Fantastic Four: First Steps Review
Action

Fantastic Four: First Steps Review

30 November, 2025
Next Post

Mengenal Arti Persahabatan dalam Adit Sopo Jarwo: The Movie

Yang sekarang ini diketahui seputar Film Thriller Tarian Lengger Maut

Lihat dulu teaser dari produksi Robert Downey Jr : Sweet Tooth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".
Article

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

by Nuty Laraswaty
3 December, 2025
0

Film Vidio 2025 Vidio secara resmi mengumumkan tiga pemenang Kompetisi Film Vidio  dalam acara Public Lecture "Special Vidio Talks: Film Pendek: Laboratorium...

Read more

Creative Asia di JAFF 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In