• Latest
Review Rosario

Review Film “Rosario” (2025)

4 November, 2025
Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

18 June, 2026
Viu dan iQIYI Resmi Gabung, Paket Streaming Drama Korea, Drama China, dan Anime Hadir di Indonesia 2026

Viu dan iQIYI Hadirkan Paket Langganan Streaming Bersama di Indonesia Mulai 2026

18 June, 2026
Review Jangan Buang Ibu

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

17 June, 2026
Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

17 June, 2026
Upi

Apa yang Disiapkan Upi Kali Ini? Datang Akan Pergi Hadirkan Horor Misteri dengan Cast Spektakuler

17 June, 2026
Benda Apa Itu Liminal Space?

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Night Shift For Cuties

Monica Tedja Ungkap Inspirasi di Balik Serial Netflix tentang Persahabatan Perempuan dan Fandom K-Pop

6 June, 2026
Review  Sex, Love & 10 Million Dollars

Review Sex, Love & 10 Million Dollars

3 June, 2026
Disclosure Day

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
The Other Sister, Series Thriller

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

25 May, 2026
Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

22 May, 2026
Review Drama Korea Azure Spring

Review Drama Korea Azure Spring

21 May, 2026
Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

21 May, 2026
Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

20 May, 2026
Review Film Hokum (2026)

Review Film Hokum (2026)

20 May, 2026
Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

19 May, 2026

Maxime Bouttier Jadi Pria Toxic Paling Dibenci? “Bercinta Dengan Maut” Langsung Ramai Dibicarakan Netizen

19 May, 2026
28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

19 May, 2026
Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

15 May, 2026
Citadel Musim 2

5 Alasan Citadel Musim 2 Jadi Serial Prime Video yang Lagi Viral dan Wajib Ditonton Tahun Ini

15 May, 2026
Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

15 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Review Rosario

Review Film “Rosario” (2025)

Ketika Warisan Kepercayaan Menjadi Tumbal Keturunan

by Nuty Laraswaty
4 November, 2025
in Article, Movie Review
248 8
0
Share on FacebookShare on Twitter

“Rosario” merupakan debut panjang Felipe Vargas yang mengejutkan banyak pengamat film horor. Berangkat dari premis sederhana—seorang wanita yang kembali ke rumah neneknya setelah kabar kematian—film ini berkembang menjadi kisah kelam tentang warisan spiritual, mitologi Afrika-Spanyol, dan pengorbanan keluarga yang berujung teror.

Narasi & Penulisan

Naskah karya Alan Treza adalah salah satu kekuatan utama film ini. Di tengah pasar horor Amerika yang cenderung repetitif, Treza menyuntikkan elemen Palo—tradisi sinkretik yang memadukan spiritualitas Afrika dan Katolik—ke dalam struktur cerita. Ini memberikan layer baru pada narasi: bukan sekadar hantaman jumpscare, melainkan eksplorasi legitimasi ritual, harga yang harus dibayar, dan moralitas di balik kepercayaan turun-temurun.

Treza berhasil memanipulasi ekspektasi penonton. Judul dan premisnya mengarah pada horor religius biasa, namun alurnya mengungkap mitologi gelap Kobayende, entitas mistis yang menuntut tumbal. Pergerakan plot terasa organik—ketakutan tumbuh pelan tapi pasti, sejalan dengan kesadaran Rosario terhadap rahasia keluarga.

Penyutradaraan

Sebagai debut, Felipe Vargas menunjukkan kontrol atmosferik yang luar biasa. Ia paham kapan harus menahan, kapan harus meledak. Kamera bergerak lembut namun gelisah, memanfaatkan ruang domestik—koridor, kamar tidur, altar tua—sebagai labirin psikologis. Penonton dipaksa melihat apa yang tak ingin dilihat.

Vargas tak mengandalkan efek visual bombastis; ia lebih condong pada ketidakpastian, ruang kosong, dan repetisi visual yang memicu paranoia. Ini mengingatkan kita pada pendekatan horor Latin Amerika yang lebih spiritual daripada spektakuler.

Performansi

Emeraude Toubia membawa kedalaman emosional yang mengejutkan. Karakternya bukan tipe final girl klise; ia memancarkan trauma, penyesalan, dan ketakutan terpendam tanpa perlu dialog berlebihan. Chemistrynya dengan karakter ayah juga memperkuat tema besar film: kesetiaan keluarga sebagai senjata sekaligus kutukan.

Ekspresi tubuh, tatapan, dan perubahan mikro emosi menjadikan horornya personal—bukan hanya reaksi terhadap monster.

Sinematografi & Atmosfer

Keputusan untuk memproduksi film di Bogotá memberikan tekstur visual yang unik. Arsitektur lama dengan vibrasi Katolik kolonial menciptakan panggung spiritual yang tepat bagi ritual Palo. Warna-warna hangat nan gelap—merah tanah, coklat, kuning lilin—membangun nuansa sakral sekaligus berbahaya.

Sound design adalah aspek lain yang patut diapresiasi. Bisikan, dentingan altar, dan teriakan emosional tidak pernah terasa eksploitasi; mereka menyatu sebagai bagian dari konteks ritualistik.

Tema & Pesan

Di balik teror yang memanjat, “Rosario” adalah cerita warisan keluarga—bagaimana cinta dapat terdistorsi menjadi pengorbanan yang salah arah. Orang tua ingin anaknya sejahtera, namun ketika doa berubah menjadi ritual, konsekuensinya bisa mengancam generasi berikutnya.

Film ini juga merupakan komentar sosial mengenai bagaimana komunitas imigran mempertahankan tradisi, meskipun konteks modern tak lagi mendukung.

Konteks Industri & Penerimaan

Dirilis pada 2 Mei 2025, film ini berhasil menembus $1.2 juta di box office domestik—angka impresif untuk horror independen. Dengan jalur distribusi festival yang kuat dan buzz sosial media, film ini berhasil menembus percakapan global, terutama di forum horor diaspora.

Kengerian

Yang paling efektif bukanlah wujud Kobayende, melainkan bagaimana sosok orang-orang terkasih menjadi medium kegelapan. Ini menciptakan benturan emosional: siapa yang kita percayai, ketika wajah cinta menjadi topeng maut?

Ketegangan dibangun perlahan, tapi sekali puncak horor muncul, ia menguasai seluruh ruang bioskop—penonton dilaporkan berteriak berkali-kali sepanjang penayangan.

Kesimpulan

“Rosario” adalah kejutan menyenangkan bagi para penikmat horor. Vargas menyajikan ketakutan secara berbudaya, bukan sekadar spektakel. Dengan penceritaan matang, atmosfer ritualistik, dan performa emosional, film ini membuktikan bahwa horor masih punya tempat untuk keaslian.

Ini adalah horor tentang:

  • beban keluarga,

  • warisan tak terlihat,

  • cinta yang salah jalur.

Dan pada akhirnya, rasa hangat keluarga pun masih terasa di balik kegelapan.

Skor: 8.2/10
Film debut yang cerdas, mengganggu, dan emosional.

Penulis Fay dan Anya

Tags: FelipeVargasFolkHorrorRosario2025
Previous Post

Interview Cast Film Pangku

Next Post

Keluarga Somat Comeback! Era Baru Animasi Indonesia Hadir dengan Teknologi AI

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Film Foufo Tayang 9 Juli 2026
Article

Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

18 June, 2026
Viu dan iQIYI Resmi Gabung, Paket Streaming Drama Korea, Drama China, dan Anime Hadir di Indonesia 2026
Article

Viu dan iQIYI Hadirkan Paket Langganan Streaming Bersama di Indonesia Mulai 2026

18 June, 2026
Review Jangan Buang Ibu
Article

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

17 June, 2026
Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam
Article

Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

17 June, 2026
Upi
Article

Apa yang Disiapkan Upi Kali Ini? Datang Akan Pergi Hadirkan Horor Misteri dengan Cast Spektakuler

17 June, 2026
Benda Apa Itu Liminal Space?
Article

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Next Post
Keluarga Somat Comeback! Era Baru Animasi Indonesia Hadir dengan Teknologi AI

Keluarga Somat Comeback! Era Baru Animasi Indonesia Hadir dengan Teknologi AI

Review “Welcome to Derry” (2025)

Review “Welcome to Derry” (2025)

Pesugihan Sate Gagak

Review Film Pesugihan Sate Gagak

Film Foufo Tayang 9 Juli 2026
Article

Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

by Nuty Laraswaty
18 June, 2026
0

  Trailer Film Foufo Viral, Benarkah Alien Jadi Harapan Terakhir Keluarga Madura untuk Wujudkan Mimpi Haji? Setelah sukses menghadirkan berbagai...

Read more

Viu dan iQIYI Hadirkan Paket Langganan Streaming Bersama di Indonesia Mulai 2026

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

Apa yang Disiapkan Upi Kali Ini? Datang Akan Pergi Hadirkan Horor Misteri dengan Cast Spektakuler

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In