• Latest
Review Rosario

Review Film “Rosario” (2025)

4 November, 2025
Kombinasi Predictive AI dan Generative AI, Mengubah Masa Depan Film

Kombinasi Predictive AI dan Generative AI, Mengubah Masa Depan Film

6 March, 2026
The Night Agent

Musim Ketiga The Night Agent Sudah Tayang di Netflix

6 March, 2026
Squid Game: The VIP Challenge

Squid Game: The VIP Challenge

6 March, 2026
Review & Kritik Film The Bride!

Review & Kritik Film The Bride!

6 March, 2026
Review Film Good Luck, Have Fun, Don’t Die

Review Film Good Luck, Have Fun, Don’t Die

6 March, 2026
Kuliner Indonesia Kaya 2026

Kuliner Indonesia Kaya 2026

6 March, 2026
Luka, Makan, Cinta

Serial Luka, Makan, Cinta Karya Teddy Soeria Atmadja Tayang di Netflix Mulai 15 April 2026

6 March, 2026
Harry Styles

Harry Styles: One Night in Manchester Akan Tayang di Netflix

6 March, 2026
Warung Pocong: Film Komedi Horor

Warung Pocong: Film Komedi Horor

6 March, 2026
Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

OST Film Na Willa “Sikilku Iso Muni”, Momen Kolaborasi Hangat Sambut Tayang Lebaran 2026

5 March, 2026
Review Film Project Y

Review Film Project Y

3 March, 2026
Review Iron Lung karya Markiplier

Review dan Kritik Iron Lung karya Markiplier

25 February, 2026
Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

Review dan Kritik Wuthering Heights (2026)

24 February, 2026
Review Panda Plan 2 The Magical Tribe

Review Panda Plan 2 The Magical Tribe

24 February, 2026
Popularitas CORTIS Kian Mendunia, Lewat Lagu Animasi GOAT

Popularitas CORTIS Kian Mendunia, Lewat Lagu Animasi GOAT

24 February, 2026
Review Film Goat (2026)

Review Film Goat (2026)

24 February, 2026
Review Crime 101 (2026)

Review Crime 101 (2026)

24 February, 2026
Indosat Luncurkan #LebihBaikIndosat untuk Ramadan 2026

Indosat Luncurkan #LebihBaikIndosat untuk Ramadan 2026

21 February, 2026
Ini Dia Seri Live-Action Spider Noir yang Dibintangi Nicolas Cage

Ini Dia Seri Live-Action Spider Noir yang Dibintangi Nicolas Cage

19 February, 2026
Video Trailer Serial Netflix Korea Terbaru   Boyfriend on Demand

Video Trailer Serial Netflix Korea Terbaru Boyfriend on Demand

19 February, 2026
Trailer Resmi Pelangi di Mars Rilis! Film Anak Sci-Fi Indonesia yang Siap Guncang Lebaran 2026 🚀🌈

Trailer Resmi Pelangi di Mars Rilis! Film Anak Sci-Fi Indonesia yang Siap Guncang Lebaran 2026 🚀🌈

18 February, 2026
Tiket World Premiere Ghost in the Cell Sold Out! Film Terbaru Joko Anwar Bikin Berlinale 2026 Pecah

Tiket World Premiere Ghost in the Cell Sold Out! Film Terbaru Joko Anwar Bikin Berlinale 2026 Pecah

18 February, 2026
Review Film Kokuho

Review Film Kokuho

18 February, 2026
Tiba Tiba Brondong

Update Terkini Tiba Tiba Brondong

15 February, 2026
Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

13 February, 2026
Review Once We Were Us

Review Once We Were Us

12 February, 2026
Review Whistle (2026)

Review Whistle (2026)

12 February, 2026
Panor 2

Review Panor 2

12 February, 2026
Haru, Ini Pesan Dr. Aisah Dahlan : Film Titip Bunda di Surga-Mu Media Belajar Parenting

Haru, Ini Pesan Dr. Aisah Dahlan : Film Titip Bunda di Surga-Mu Media Belajar Parenting

10 February, 2026
Review Film The Strangers: Chapter 3 (2026)

Review Film The Strangers: Chapter 3 (2026)

7 February, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Review Rosario

Review Film “Rosario” (2025)

Ketika Warisan Kepercayaan Menjadi Tumbal Keturunan

by Nuty Laraswaty
4 November, 2025
in Article, Movie Review
246 8
0
Share on FacebookShare on Twitter

“Rosario” merupakan debut panjang Felipe Vargas yang mengejutkan banyak pengamat film horor. Berangkat dari premis sederhana—seorang wanita yang kembali ke rumah neneknya setelah kabar kematian—film ini berkembang menjadi kisah kelam tentang warisan spiritual, mitologi Afrika-Spanyol, dan pengorbanan keluarga yang berujung teror.

Narasi & Penulisan

Naskah karya Alan Treza adalah salah satu kekuatan utama film ini. Di tengah pasar horor Amerika yang cenderung repetitif, Treza menyuntikkan elemen Palo—tradisi sinkretik yang memadukan spiritualitas Afrika dan Katolik—ke dalam struktur cerita. Ini memberikan layer baru pada narasi: bukan sekadar hantaman jumpscare, melainkan eksplorasi legitimasi ritual, harga yang harus dibayar, dan moralitas di balik kepercayaan turun-temurun.

Treza berhasil memanipulasi ekspektasi penonton. Judul dan premisnya mengarah pada horor religius biasa, namun alurnya mengungkap mitologi gelap Kobayende, entitas mistis yang menuntut tumbal. Pergerakan plot terasa organik—ketakutan tumbuh pelan tapi pasti, sejalan dengan kesadaran Rosario terhadap rahasia keluarga.

Penyutradaraan

Sebagai debut, Felipe Vargas menunjukkan kontrol atmosferik yang luar biasa. Ia paham kapan harus menahan, kapan harus meledak. Kamera bergerak lembut namun gelisah, memanfaatkan ruang domestik—koridor, kamar tidur, altar tua—sebagai labirin psikologis. Penonton dipaksa melihat apa yang tak ingin dilihat.

Vargas tak mengandalkan efek visual bombastis; ia lebih condong pada ketidakpastian, ruang kosong, dan repetisi visual yang memicu paranoia. Ini mengingatkan kita pada pendekatan horor Latin Amerika yang lebih spiritual daripada spektakuler.

Performansi

Emeraude Toubia membawa kedalaman emosional yang mengejutkan. Karakternya bukan tipe final girl klise; ia memancarkan trauma, penyesalan, dan ketakutan terpendam tanpa perlu dialog berlebihan. Chemistrynya dengan karakter ayah juga memperkuat tema besar film: kesetiaan keluarga sebagai senjata sekaligus kutukan.

Ekspresi tubuh, tatapan, dan perubahan mikro emosi menjadikan horornya personal—bukan hanya reaksi terhadap monster.

Sinematografi & Atmosfer

Keputusan untuk memproduksi film di Bogotá memberikan tekstur visual yang unik. Arsitektur lama dengan vibrasi Katolik kolonial menciptakan panggung spiritual yang tepat bagi ritual Palo. Warna-warna hangat nan gelap—merah tanah, coklat, kuning lilin—membangun nuansa sakral sekaligus berbahaya.

Sound design adalah aspek lain yang patut diapresiasi. Bisikan, dentingan altar, dan teriakan emosional tidak pernah terasa eksploitasi; mereka menyatu sebagai bagian dari konteks ritualistik.

Tema & Pesan

Di balik teror yang memanjat, “Rosario” adalah cerita warisan keluarga—bagaimana cinta dapat terdistorsi menjadi pengorbanan yang salah arah. Orang tua ingin anaknya sejahtera, namun ketika doa berubah menjadi ritual, konsekuensinya bisa mengancam generasi berikutnya.

Film ini juga merupakan komentar sosial mengenai bagaimana komunitas imigran mempertahankan tradisi, meskipun konteks modern tak lagi mendukung.

Konteks Industri & Penerimaan

Dirilis pada 2 Mei 2025, film ini berhasil menembus $1.2 juta di box office domestik—angka impresif untuk horror independen. Dengan jalur distribusi festival yang kuat dan buzz sosial media, film ini berhasil menembus percakapan global, terutama di forum horor diaspora.

Kengerian

Yang paling efektif bukanlah wujud Kobayende, melainkan bagaimana sosok orang-orang terkasih menjadi medium kegelapan. Ini menciptakan benturan emosional: siapa yang kita percayai, ketika wajah cinta menjadi topeng maut?

Ketegangan dibangun perlahan, tapi sekali puncak horor muncul, ia menguasai seluruh ruang bioskop—penonton dilaporkan berteriak berkali-kali sepanjang penayangan.

Kesimpulan

“Rosario” adalah kejutan menyenangkan bagi para penikmat horor. Vargas menyajikan ketakutan secara berbudaya, bukan sekadar spektakel. Dengan penceritaan matang, atmosfer ritualistik, dan performa emosional, film ini membuktikan bahwa horor masih punya tempat untuk keaslian.

Ini adalah horor tentang:

  • beban keluarga,

  • warisan tak terlihat,

  • cinta yang salah jalur.

Dan pada akhirnya, rasa hangat keluarga pun masih terasa di balik kegelapan.

Skor: 8.2/10
Film debut yang cerdas, mengganggu, dan emosional.

Penulis Fay dan Anya

Tags: FelipeVargasFolkHorrorRosario2025
Previous Post

Interview Cast Film Pangku

Next Post

Keluarga Somat Comeback! Era Baru Animasi Indonesia Hadir dengan Teknologi AI

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Kombinasi Predictive AI dan Generative AI, Mengubah Masa Depan Film
Animation

Kombinasi Predictive AI dan Generative AI, Mengubah Masa Depan Film

6 March, 2026
The Night Agent
Article

Musim Ketiga The Night Agent Sudah Tayang di Netflix

6 March, 2026
Squid Game: The VIP Challenge
Article

Squid Game: The VIP Challenge

6 March, 2026
Review & Kritik Film The Bride!
Action

Review & Kritik Film The Bride!

6 March, 2026
Review Film Good Luck, Have Fun, Don’t Die
Comedy

Review Film Good Luck, Have Fun, Don’t Die

6 March, 2026
Kuliner Indonesia Kaya 2026
Article

Kuliner Indonesia Kaya 2026

6 March, 2026
Next Post
Keluarga Somat Comeback! Era Baru Animasi Indonesia Hadir dengan Teknologi AI

Keluarga Somat Comeback! Era Baru Animasi Indonesia Hadir dengan Teknologi AI

Review “Welcome to Derry” (2025)

Review “Welcome to Derry” (2025)

Pesugihan Sate Gagak

Review Film Pesugihan Sate Gagak

Kombinasi Predictive AI dan Generative AI, Mengubah Masa Depan Film
Animation

Kombinasi Predictive AI dan Generative AI, Mengubah Masa Depan Film

by Nuty Laraswaty
6 March, 2026
0

Predictive AI vs Generative AI: Bagaimana Teknologi Ini Mengubah Industri Film Global Perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak hanya berdampak pada...

Read more

Musim Ketiga The Night Agent Sudah Tayang di Netflix

Squid Game: The VIP Challenge

Review & Kritik Film The Bride!

Review Film Good Luck, Have Fun, Don’t Die

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In