• Latest

Review Film Pesantren

12 December, 2021
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Aplikasi Iblis

Berani Download Aplikasi Ini? Junior Roberts Chat dengan Arwah di Film Horor Baru Dimas Anggara, Aplikasi Iblis

19 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review

Review Film Pesantren

by Nuty Laraswaty
12 December, 2021
in Movie Review
249 7
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film Pesantren (“A Boarding School”) adalah sebuah karya dari Shalahuddin Siregar yang alur ceritanya membawa penonton melihat dari sudut pandang baru , akan sesuatu yang tak dikenal dan jauh dari keberadaan hidup sehari-hari , menjadi sesuatu hal yang ternyata dekat dengan keseharian dan tanpa disadari ternyata sangat familiar.

Fim ini memang merupakan film dokumenter yang dibuat khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul , sejalan dengan fenomena dunia dan Indonesia, yang seolah memandang “beda” , jika seseorang menyampaikan bahwa ia adalah lulusan dari pesantren. Label dan stigma yang diberikan pertama kali, seperti  bahwa jika seseorang merupakan lulusan dari pesantrean pastinya yang dapat dilakukan adalah  bekerja atau bergerak di bidang pengajaran Agama Islam belaka , dan bisa jadi pemikirannya hanyalah berkutat di area terbatas belaka, tidak solutif serta tidak mampu mengikuti perkembangan jaman.

Namun Shalahuddin Siregar melalui media gambar dan suara pun , menampilkan suatu wajah baru yang menghapuskan label dan stigma tersebut.

Mengambil lokasi film di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy , penonton dibawa kepada kehidupan para santri yang telah terpisah sedari kecil dari orang tuanya agar dapat memperoleh kesempatan lebih baik, yang tak mampu diberikan oleh orang tuanya, dikarenakan oleh beragam alasan.

Dengan jujur , kamera merekam keseharian kesibukan mereka yang berkutat mempelajari Agama Islam . Mereka terbagi menjadi beberapa tingkatan sesuai usia dan pemahaman secara pemikiran , dan mulai dibekali ilmu dari teori hingga diskusi secara terbuka mengenai kehidupan dan juga bagaimana cara berhubungan dengan manusia lainnya.

Keterbukaan pengajaran yang diberikan pada Pesantren Pondok Kebon Jambu Al-Islamy , tercermin dengan adanya kegiatan-kegiatan yang bisa jadi tak terbayangkan sebelumnya akan diselenggarakan di sebuah pesantren, sebagai contoh, ada kegiatan seni yang menampilkan kesempatan bagi para santri yang menyukai musik, stand up comedy , dan lain-lain hal sedang trend di masyarakat pada umumnya.

Mereka pun juga dididik agar dapat hidup mandiri, kritis serta solutif saat menghadapi masalah , serta dapat membaur menjadi sosok penerang bagi masyarakat di sekelilingnya, namun tetap tak meninggalkan kejenakaan dalam keseharian mereka.

Penonton seolah disapa dan diingatkan bahwa sesungguhnya mereka sama dengan masyarakat lainnya, mengikuti perubahan jaman, tantangan jaman , serta tuntutan mordenisasi , serta tidaklah semata hanya berkutat mempelajari Agama Islam tanpa memperhatikan perubahan yang ada ( menutup diri).

Film Pesantren

Sayangnya dengan keterbatasan dan juga adanya pandemi saat ini, film ini tak dapat tayang secara regular di bioskop dengan pertimbangan satu dan lain hal. Namun bagi yang sempat mengikuti pembukaan Festival Film Madani 2021, telah berkesempatan menyaksikan karya dokumenter dan akan tergerak melihat sisi lain yang bisa jadi selama ini tak terbayangkan sama sekali.

Keseharian yang ditampilkan memang secara jujur menampilkan baik kelebihan maupun kekurangan dari Pesantren Pondok Kebon Jambu Al-Islamy , ditampilkan melalui gambar-gambar wide open menyampaikan pesan banyaknya anak-anak yang berinteraksi dalam ruang pesantren yang terbatas . Suasana penuh juga dengan cepat menyeruak saat kamera terfokus pada dialog antara beberapa santri, hingga suasana dalam ruang kelas, ruang beristirahat dengan banyaknya barang yang memenuhi bidang gambar sejauh mata memandang.

Penonton baru dapat merasakan dan bisa bernafas lega , saat berada di luar pesantren, itupun tetap sesekali diberikan pandangan serupa saat berada dalam pondok pesantren.

Pemilihan gambar-gambar ini terasa , seolah dimaksudkan untuk menyampaikan bahwa walaupun banyak yang belajar di pesantrean, namun secara general , lulusannya masih terasa kurang untuk tampil dan memberikan kontribusi untuk masyarakat pada umumnya.

Dalam beberapa dialog , juga disampaikan kemampuan awal. diri anak-anak yang datang untuk belajarpun terasa semakin rendah , saat mereka masuk tahun ajaran baru , jika dibandingkan tahun-tahun lampau , seolah memperkuat kembali label dan stigma yang telah diberikan selama ini .

Selain tampil sebagai film pembuka di Festival Film Madani 2021, film ini telah tayang perdana di festival dokumenter terbesar di dunia, IDFA 2019 yang telah berlangsung dari tanggal 20 November-1 Desember 2019.

Baca juga :Madani International Film Festival 2021

 

Tags: A Boarding SchoolFestival Film Madani 2021Film PesantrenPondok Kebon Jambu Al-IslamyShalahuddin Siregar
Previous Post

Review The Ice Road, saat aksi Liam Neeson menjadi penentu hidup atau mati

Next Post

Wawancara bersama Cast Grandma’s Kiss , Folklore season 2

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Film Perayaan Pertama
Movie Review

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png
Movie Review

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit
Movie Review

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut
Article

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries
Article

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?
Article

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Next Post

Wawancara bersama Cast Grandma's Kiss , Folklore season 2

Mengenal lebih jauh dinasti Gucci dari sudut pandang film

Review House of Gucci

Film Perayaan Pertama
Movie Review

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

by Nuty Laraswaty
16 October, 2026
0

Bisakah film Perayaan Pertama  dengan perspektif personal dan latar sejarah yang kuat sekaligus menjadi tontonan bioskop yang relatable bagi banyak...

Read more

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In