• Latest
“Ratu Ratu Queens: The Series” Hadir di Netflix

Ratu Ratu Queens: The Series

18 September, 2025
Disclosure Day

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
The Other Sister, Series Thriller

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

25 May, 2026
Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

22 May, 2026
Review Drama Korea Azure Spring

Review Drama Korea Azure Spring

21 May, 2026
Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

21 May, 2026
Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

20 May, 2026
Review Film Hokum (2026)

Review Film Hokum (2026)

20 May, 2026
Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

19 May, 2026

Maxime Bouttier Jadi Pria Toxic Paling Dibenci? “Bercinta Dengan Maut” Langsung Ramai Dibicarakan Netizen

19 May, 2026
28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

19 May, 2026
Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

15 May, 2026
Citadel Musim 2

5 Alasan Citadel Musim 2 Jadi Serial Prime Video yang Lagi Viral dan Wajib Ditonton Tahun Ini

15 May, 2026
Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

15 May, 2026
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

10 May, 2026
Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

8 May, 2026
Next Step Studio 2026

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan “Kalah” oleh Keluarga Sendiri

Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan Kalah oleh Keluarga Sendiri

7 May, 2026
Review The Bell: Panggilan untuk Mati

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

7 May, 2026
Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

6 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
“Ratu Ratu Queens: The Series” Hadir di Netflix

Ratu Ratu Queens: The Series

Kisah Diaspora Perempuan yang Akhirnya Diberi Panggung

by Nuty Laraswaty
18 September, 2025
in Drama, Movie Kritic, Movie Review
243 13
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai penggemar Ali & Ratu Ratu Queens (film 2021), aku nunggu banget serial ini.

Kenapa? Karena seringkali cerita perempuan diaspora Indonesia itu cuma latar belakang aja—lebih banyak dibicarakan daripada diperlihatkan perjuangannya. Serial Ratu Ratu Queens: The Series datang sebagai jawaban: “bagaimana kalau kita mulai dari awal?” — kisah persahabatan empat perempuan Indonesia yang merantau sekaligus berjuang di Queens, New York, sebelum mereka sempat bertemu Ali.

 

Inspirasi dari Kehidupan Nyata & Wawancara Produser

Dari beberapa wawancara, produser Muhammad Zaidy (Eddy) mengatakan bahwa ide serial ini sebenarnya sudah muncul sejak 2015, jauh sebelum film Ali & Ratu Ratu Queens dirilis. Serial ini diawali karena produser merasa bahwa karakter Biyah, Party, Ance, dan Chinta tidak hanya layak dikenal lewat satu film — tapi punya cerita sendiri yang panjang. (IDN Times)

Dalam konferensi pers, Zaidy menyebut bahwa para karakter itu memang terinspirasi dari kehidupan nyata diaspora perempuan Indonesia — bukan sekadar stereotipe TKI, tapi perempuan 30-40 tahun yang kelas kerja, imigran, punya kehidupan keras, persahabatan, perjuangan tiap hari.

Sutradara Lucky Kuswandi yang kembali dipercaya juga mengatakan bahwa serial ini akan memberikan warna yang berbeda: lebih cerah, lebih penuh harapan di beberapa bagian (karena syuting musim panas), tapi tetap ada sisi duka, kelelahan mental, tekanan menjadi “orang asing” di negeri orang.

Serial ini “bikin ketawa sambil nangis” — karena kenakalannya para Queens, kebiasaan logat, budaya, interaksi lokal yang kerasa “Indonesia banget”, tapi juga karena lapisan emosi yang muncul makin dalam episode demi episode

Contohnya karakter Biyah: lucu, random, suka ngejut, tapi review menyebut bahwa di balik kelakuannya ada kisah berat; kita penasaran background-nya.

“Biyah tuh karakter yang paling nyantol di hati, karena absurd tapi nyeri juga”

Ke chemistry para pemeran senior (Nirina Zubir, Happy Salma, Asri Welas, Tika Panggabean) sangat membantu—mereka bukan cuma “teman imajinatif” untuk Ali, tapi di serial ini mereka jadi pusat cerita, dengan konflik internal masing-masing dan persahabatan yang nggak klise.

Di Balik Glitternya Queens, Ada Sedikit Seretnya

Oke, jujur aja ya—walau Ratu Ratu Queens: The Series disambut meriah, bukan berarti semuanya sempurna. Beberapa penonton sempat bilang, bagian awal serial ini tuh… agak pelan.
Kita disuguhi vibes slice of life banget: mereka ngopi, curhat, kerja, ketawa… tapi konflik besarnya masih malu-malu nongol. Rasanya kayak nunggu drama meledak, tapi malah dikasih senyum dulu. ️

Ada juga yang ngerasa subplot-nya masih aman banget. Belum banyak momen yang bikin dada sesak atau mata berkaca-kaca—kayak tim kreatif masih hati-hati banget, takut ngecewain fans berat film pertamanya. Padahal, justru penonton sekarang haus banget sama cerita yang berani mengguncang emosi

Dan satu lagi: soal identitas. Budaya, logat, dan keseharian kerja serabutan mereka udah dapet banget, tapi masih ada penonton yang berharap bisa lebih dalam menyelam ke sisi mental diaspora: rasa kehilangan, kesepian, alienasi, jadi orang asing di negara orang. Bukan cuma soal kerja di luar negeri, tapi soal rasa hidup jauh dari rumah.


Kenapa Ini Tetap Penting Buat Perempuan Diaspora (dan Kita Semua)

Tapi meski ada seret-seret dikit, serial ini tetap terasa kayak pelukan buat perempuan diaspora Indonesia

Buat aku—dan banyak perempuan yang pernah merantau—serial ini tuh kayak lihat diri sendiri di cermin: perempuan yang harus kuat, harus jalan walau capek, harus ketawa walau hati remuk. Mereka nggak digambarkan sebagai “pahlawan sempurna” tapi manusia biasa yang kadang galau, kadang meledak, kadang cuma mau rebahan.

Dan ini penting banget karena:

  • Representasi: Jarang banget ada cerita yang kasih spotlight ke perempuan usia 30–40-an, tanpa harus jadi karakter pendukung dari kisah cowok muda.

  • ✨ Keaslian: logat, budaya, cara mereka bertahan hidup di New York—semuanya kelihatan hasil riset beneran. Buat yang jauh dari tanah air, ini berasa kayak bilang, “Kita ngerti kamu.”

  • Persahabatan = keluarga baru: Serial ini nunjukin kalau keluarga bisa terbentuk dari sahabat yang saling menopang, walau nggak sedarah.


⚡ Lebih dari Sekadar Hiburan — Ini Tentang Bertahan

Akhirnya, Ratu Ratu Queens: The Series membuktikan bahwa cerita diaspora perempuan nggak harus selalu pahit. Ia bisa lucu, manis, hangat, sekaligus nyesek—dan itu semua valid.

Ini bukan sekadar spin-off dari filmnya, tapi kayak upgrade: kisah mereka jadi lebih panjang, lebih detil, dan lebih jujur. Kita dikasih ruang untuk benar-benar kenal siapa mereka… dan siapa kita saat jauh dari rumah.

Kalau kamu pernah merasa asing di negeri orang, atau sekadar pengen lihat bagaimana perempuan bisa bertahan sambil tetap tertawa—ini tontonan yang nggak boleh dilewatkan

Dan semoga, cerita ini bukan cuma jadi hiburan, tapi juga bahan obrolan—tentang identitas, perjuangan, dan cara kita membangun “rumah” di mana pun kita berdiri.


Penulis Vanya dan Nuty

Tags: cerita inspiratif perempuan Indonesiakehidupan diaspora di New Yorkkisah perempuan Indonesia di luar negeri . review Ratu Ratu Queensperempuan diaspora Indonesiapersahabatan perempuan IndonesiaRatu Ratu Queens The Seriesrepresentasi perempuan Asiaserial Indonesiaserial Indonesia terbaru 2025tentang diaspora
Previous Post

Gen V Season 2: Lebih Brutal, Lebih Baper, dan… Lebih Real dari Sebelumnya

Next Post

Review Film Dokumenter Raminten Universe: Life is a Cabaret

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Disclosure Day
Article

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern
Article

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound
Article

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho
Article

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses
Comedy

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026
Article

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
Next Post
Raminte Universe

Review Film Dokumenter Raminten Universe: Life is a Cabaret

Maureen Dabbagh

Kisah Nyata Maureen Dabbagh & Adaptasi Film Stolen Girl

Air Mata di Ujung Sajadah 2 — Review & Kritik

Air Mata di Ujung Sajadah 2 — Review & Kritik

Disclosure Day
Article

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

by Nuty Laraswaty
29 May, 2026
0

      Kalau dibandingkan langsung, trailer Disclosure Day dan E.T. the Extra-Terrestrial sebenarnya menunjukkan bagaimana gaya Steven Spielberg berubah...

Read more

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Review Serial Hellbound

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In