• Latest

Opini fenomena ungu dan Yuni

31 December, 2021
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

Memburu Pemangsa, Film yang Bikin Deg Degan karena Monster Sebenarnya adalah …

23 September, 2026
Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

Memburu Pemangsa: Film Horor-Crime-Action Umay Shahab Tayang 24 September, Angkat Isu Kekerasan Anak

23 September, 2026
Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

Urang Bunian: Niat Pulang Kampung, Malah Nyasar ke Wilayah Gaib

21 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home movie review

Opini fenomena ungu dan Yuni

by Nuty Laraswaty
31 December, 2021
in Movie Review
242 12
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah film yang bermuasal dari kegelisahan Kamila Andini , saat ini menjadi buah bibir , rata-rata memberikan respon positif akan isyu yang dibawa. Film ini berjudul Yuni.

Deretan penghargaan pun berdatangan baik dari festival-festival Internasional , hingga nasional . Yuni dan warna ungu saat ini telah menjadi fenomena, terlebih juga dengan latahnya beberapa film mulai menggunakan warna ungu sebagai warna dominan pada film tersebut, hingga penonton yang terhanyut dalam warna ungu ini sendiri.

Baca juga :Film Yuni dan kegelisahan Kamila Andini

Piala Citra 2021

Dalam opini kali ini, hendak dibahas beberapa hal.

Apakah isyu yang disampaikan merupakan sesuatu hal yang baru ?

Penulis mengambil contoh satu satu momen , isyu mengenai perempuan yang memiliki kebebasan bertindak menurut dirinya. Sebenarnya ini telah muncul dalam segi lain di novel fenomenal Kabut Sutra Ungu karya Ike Soepomo. Disini karakter yang diceritakan adalah Miranti , ia bebas sebebasnya mempertahankan keteguhan hatinya di tengah perubahan zaman, sehingga gangguan dan gunjingan bertubi-tubi pun ia hadapi dengan tenang. Sosok Miranti terlihat tegar , namun sebenarnya hatinya hancur .

Namun cerita sebenarnya juga mengikuti kondisi dan tuntutan sosial budaya Indonesia di era itu, hingga menyesuaikan dengan tuntutan ini akhirnya Miranti diceritakan luluh hatinya oleh sosok pria yang berhasil mengambil hati anaknya.

Kemudian tahun 1979  oleh sutradara  Sjumandjaya,  diangkat ke layar lebar dengan judul Kabut Sutra Ungu  serta dibintangi oleh Yenny Rachman dan Roy Marten . Film berhasil meraih beragam penghargaan , hingga akhirnya film “Kabut Sutra Ungu” dinobatkan sebagai film nasional yang mengetengahkan psikologi secara berhasil (Rendy Sugiyat dalam Majalah Meia Karya No. 20, 11 Oktober 1985 dalam rubrik Seni dan Budaya).

Masih banyak contoh judul dalam media film lainnya yang dapat diungkapkan, namun untuk mempersempit, fokus adalah pada yang menjadi perhatian utama yaitu wana ungu, isyu dan karakter perempuan.
Kegelisahan Kamila Andini yang telah berlangsung bertahun-tahun
Melihat ke belakang , jauh sebelum film pertama The Mirror never Lies  dan film kedua Sekala Niskala,  terdeteksi dalam suatu postingan , kegelisahannya melihat “nasib” perempuan di tanah air .
Namun saat itu Kamila Andini masih berproses , sebagai puteri dari Garin Nugroho, terasa ia mendapatkan sorotan  serta bisa jadi harapan lebih agar hasil karyanya nanti akan seperti ayahnya. Semua hal ini menjadi suatu hal yang membingungkan, perlu “jam terbang” lagi untuk memahami apa yang sebenarnya ia inginkan.
Yuni sendiri sebagai film yang mencerminkan pemikiran Kamila Andini, mesti dapat berdiri sendiri, film sebagai komoditi hanya dapat berkompromi dalam ruang terbatas, tidak dapat menyentuh pemikiran, kreasi Kamila Andini sebagai seorang kreator, dapat dikatakan dalam ruang ini, ia perlu kebebasan sebebas-besanya, ini terlihat dari pemilihan team yang mengerti dirinya dan mampu bekerjasama sesuai pemahamannya . Kamila Andini harus lepas dari “hantu pakem” yang berada di sekeliling sineas.
Perjuangan untuk  pengenalan proyek Yuni pun , nampak bermunculan di sela-sela promosi film Garin . Kucumbu Tubuh Indahku, serta juga  “road show” Sekala Niskala .Namun pada ajang road show ini sudah mulai terpancar warna semburat ungu , seolah pertanda Yuni sedang berjuang untuk muncul.
Berikut ini adalah contoh pengenalan proyek Yuni

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kamila Andini (@kamilandini)

Hingga akhirnya setelah proses pembuatan dan pemutaran di beragam festival di dunia disertai keberhasilan memperoleh penghargaan, Yuni mencatatkan prestasi di Indonesia melalui ajang FFI ,Arawinda Kirana pemeran Yuni mendapat penghargaan sebagai Pemeran Utama Perempuan Terbaik. Berlanjut pada putusan Komite Seleksi Oscar Indonesia (The Indonesian Oscar Selection Committe)  memilih film “YUNI” sebagai wakil resmi Indonesia untuk berlaga di ajang Piala Oscar ke-94 tahun 2022 untuk kategori The International Feature Film Award.

Mengenai banyaknya warna ungu diterapkan pada film Yuni, dengan lugas telah disampaikan oleh Kamila Andini bahwa , ” Kehadiran Ungu sebagai hantu, obsesi dan kepemilikan Yuni sebagai perempuan kemudian bukan sekedar treatment , tapi juga kata dalam dialog, cerita dalam karakter, keperempuanan dalam masyarakat dan juga emosi dalam perjalanan Yuni menuju sebuah kata yang asing:dewasa”

Jika kembali pada isyu kebebasan ala Kabut Sutra Ungu di atas, nampaknya karakter perempuan dalam masing-masing film ini menuju dalam suatu proses ke depan yaitu pendewasaan.

Namun bisakah jika sejenak ini disederhanakan saja, bahwa warna ungu sebenarnya adalah warna personal dari sosok Kamila Andini sekeluarga , sehingga menjadi sesuatu yang wajar jika pemilihan warna pada suatu cerita yang personal akan termunculkan saja mengalir apa adanya.

Kembali ke perjalanan Yuni, walaupun film ini tidak berhasil masuk ke dalam ajang bergengsi Oscar, harapan pun telah tumbuh akan pintu yang kembali telah dibuka lebih lebar.

Tinggal ke depannya, bagaimana sineas-sineas melepaskan diri sebebas-bebasnya , ini juga mencakup para penonton film di Indonesia yang juga dapat membuka diri sebebas-beasnya dari “hantu pakem” film Indonesia yang selama ini membelenggu pemikiran dan selera menonton. Sehingga jika ada sebuah film yang melanggar “hantu pakem” tersebut, labelisasi pun segera bermunculan dan viral , membuat sineas yang membuatnya merasa seperti bertemu dengan tembok kasat mata.

Pada akhir penutup artikel yang terpangkas ini, (karena artikel panjang akan terasa melelahkan dibaca ) , harapan penutup tahun 2021 ini film Yuni dapat menjadi suar untuk kebebasan para kreator dan penikmat film di tahun-tahun mendatang.

(nuty laraswaty)

 

Tags: Kamila AndiniUnguYuni
Previous Post

Mencuri Perhatian di The Red Sleeve, Ini Fakta tentang Kang Hoon

Next Post

Serial Horor Korea All of Us Are Dead Tayang 28 Januari di Netflix

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/
Horror

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama
Movie Review

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png
Movie Review

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit
Movie Review

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut
Article

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries
Article

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Next Post

Serial Horor Korea All of Us Are Dead Tayang 28 Januari di Netflix

Kamu sudah nonton Ron’s Gone Wrong ?

Seputar Rewind Indonesia 2021

https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/
Horror

Review Beware BOIÚNA

by Nuty Laraswaty
21 October, 2026
0

 Ular Raksasa yang Menakutkan, Tapi Ceritanya Kurang Menggigit "Pendapat saya: Visualnya menarik, tetapi membangun ketegangan horor ternyata tidak cukup hanya...

Read more

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In