• Latest
The Hand That Rocks the Cradle

Kritik Feminis The Hand That Rocks the Cradle (2025)

5 January, 2026
Review Macam-Betool-Aja

Review AIU EO, Macam Betool Aja

29 January, 2026
ulasan shelter

Ulasan Shelter

29 January, 2026
MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar

“MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”

27 January, 2026
Kafir Gerbang Sukma

Review Kafir Gerbang Sukma

24 January, 2026
Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

24 January, 2026
Senin Harga Naik

Starvision Rilis Trailer dan Poster Senin Harga Naik, Tayang Lebaran 2026

21 January, 2026
Para Perasuk

Maudy Ayunda Rilis Lagu “Aku yang Engkau Cari”, OST Film Para Perasuk

21 January, 2026
Live Action 5 centimeters

Film 5 Centimeters Per Second Live Action Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 30 Januari 2026

21 January, 2026
Tuhan Benarkah Kau Mendengarku

Review Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? (TBKM)

21 January, 2026
5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

21 January, 2026
Esok Tanpa Ibu

Review Film Esok Tanpa Ibu

21 January, 2026
Penerbangan Terakhir

Review Penerbangan Terakhir

13 January, 2026
Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

13 January, 2026
Review Film Musuh dalam Selimut

Review Film Musuh dalam Selimut

13 January, 2026
Aplikasi VIU

Viu Resmi Luncurkan Viu Shorts, Tayangan Drama Vertikal Pendek untuk Penonton Mobile

13 January, 2026
Ulasan Suka Duka Tawa

Ulasan Suka Duka Tawa

8 January, 2026
Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

8 January, 2026
Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

7 January, 2026
Anaconda 2025 review

Review Anaconda (2025): Film “Horor Komedi” Ular Raksasa yang Konyol tapi Menghibur

6 January, 2026
Review Film The Housemaid (2025)

Review Film The Housemaid (2025)

1 January, 2026
Humor Slapstick Pada Modual Nekad , Jaminan Kamu Tertawa Ngakak

Humor Slapstick Pada Modual Nekad , Jaminan Kamu Tertawa Ngakak

23 December, 2025
Dowajuseyo : Teror Urban Lintas Negara: Indonesia dan Korea Bertemu di Titik Ketakutan yang Sama

Dowajuseyo : Teror Urban Lintas Negara Indonesia dan Korea Bertemu di Titik Ketakutan yang Sama

18 December, 2025
VMS Studio Terbang Tinggi di 2026, Hadirkan Deretan Film Inovatif dari Penerbangan Terakhir hingga Laut Bercerita

VMS Studio Terbang Tinggi di 2026, Hadirkan Deretan Film Inovatif dari Penerbangan Terakhir hingga Laut Bercerita

16 December, 2025
Alur Dokumenter Arfan Sabran dalam Film Jodoh 3 Bujang

Alur Dokumenter Arfan Sabran dalam Film Jodoh 3 Bujang

16 December, 2025
Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air

Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air

16 December, 2025
The Carpenter's Son' Review

Apakah The Carpenter’s Son adalah Film Horor ?

13 December, 2025
Resmi! Paket Bundling HBO Max & Viu Kini Tersedia di Indonesia dengan Harga Lebih Hemat

Resmi! Paket Bundling HBO Max & Viu Kini Tersedia di Indonesia dengan Harga Lebih Hemat

9 December, 2025
Timur: Aksi Intens, Visual Brutal, dan Estetika Sinema

Film Timur: Aksi Intens, Visual Brutal,

8 December, 2025
merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Drama
The Hand That Rocks the Cradle

Kritik Feminis The Hand That Rocks the Cradle (2025)

Ketika Trauma Perempuan Dijinakkan Demi Kenyamanan Penonton

by Nuty Laraswaty
5 January, 2026
in Drama, Movie Kritic, Movie Review, Thriller
251 3
0
Share on FacebookShare on Twitter

The Hand That Rocks the Cradle (2025) hadir sebagai remake dari film thriller psikologis ikonik tahun 1992. Dengan label horror/thriller dan kemasan produksi modern, film ini mencoba mengaktualisasi kisah klasik tentang perempuan, kehilangan, dan infiltrasi domestik.

Namun di balik niat pembaruan tersebut, versi terbaru ini justru memperlihatkan problem yang kerap muncul dalam sinema kontemporer: upaya memanusiakan trauma perempuan tanpa keberanian untuk membiarkannya benar-benar mengganggu tatanan moral penonton.

Jika versi 1992 bekerja sebagai teks yang ambigu, penuh ketegangan laten, dan subur untuk pembacaan feminis, maka versi 2025 memilih pendekatan yang lebih “aman”—secara psikologis maupun ideologis.

Perempuan, Rahim, dan Kontrol Sosial

Dalam perspektif feminis, The Hand That Rocks the Cradle selalu berbicara tentang tubuh perempuan sebagai medan konflik sosial.

Film 1992 secara gamblang memotret bagaimana perempuan yang kehilangan fungsi reproduktifnya—melalui keguguran dan stigma—perlahan diposisikan sebagai ancaman.

Karakter antagonisnya bukan sekadar “jahat”, melainkan produk dari sistem patriarki yang memuja keibuan namun menghukum perempuan ketika fungsi tersebut gagal. Rahim, dalam film ini, menjadi simbol kontrol: ketika ia tidak lagi “berfungsi”, perempuan tersebut tersingkir, dicurigai, lalu dimonsterkan.

Versi 2025 mencoba mengoreksi pembacaan tersebut dengan memberi latar trauma yang lebih eksplisit dan empatik. Namun justru di sinilah problem muncul. Dengan menjelaskan trauma secara verbal dan psikologis, film ini menjinakkan potensi subversif karakter perempuan.

Ia tidak lagi hadir sebagai gangguan sistem, melainkan sebagai kasus klinis yang bisa dipahami, dikelola, dan akhirnya disingkirkan secara moral.

Berdiskusi dengan teman, dalam kerangka psikoanalitik, film 1992 bekerja sangat kuat melalui konsep the uncanny (Freud): sesuatu yang familiar—ibu, pengasuh, rumah—perlahan menjadi sumber teror. Ancaman tidak datang dari luar, melainkan dari figur yang seharusnya paling aman.

Remake 2025 kehilangan kekuatan ini karena terlalu cepat mengungkap motivasi dan luka batin karakter antagonis. Ketika trauma dijelaskan, ketika niat disuarakan secara eksplisit, maka ketidaknyamanan psikologis penonton berkurang drastis.

Alih-alih merasa “tidak aman tanpa tahu mengapa”, penonton diarahkan untuk memahami, lalu menjaga jarak secara rasional. Ini adalah pendekatan yang lebih terapeutik, tetapi kurang sinematik dalam konteks thriller psikologis.

Hand That Rocks the Cradle, The (1992)

Baik versi 1992 maupun 2025 masih beroperasi dalam dikotomi klasik sinema patriarkal:

  • ibu biologis = aman, bermoral, sah

  • perempuan non-biologis = berbahaya, tidak stabil, mengancam

Namun versi lama setidaknya membiarkan dikotomi ini tidak nyaman dan problematik. Film tidak sepenuhnya mengabsahkan sistem nilai tersebut, melainkan memperlihatkan konsekuensinya yang kejam.

Versi 2025, sebaliknya, tampak ingin “membereskan” ketegangan itu. Dengan memberikan resolusi moral yang lebih jelas, film ini menempatkan kembali tatanan keluarga sebagai pusat stabilitas, tanpa benar-benar mempertanyakan struktur kuasa yang membuat trauma itu muncul sejak awal.

Dalam konteks kritik feminis, ini adalah kemunduran. Film tampak progresif di permukaan, tetapi tetap setia pada logika lama: perempuan bermasalah harus dipahami, lalu dieliminasi agar sistem kembali normal.

 

Kesimpulan: Progresif di Permukaan, Konservatif di Inti

The Hand That Rocks the Cradle (2025) tampak lebih empatik, lebih sadar trauma, dan lebih “ramah penonton”. Namun dalam pembacaan feminis dan psikoanalitik, film ini kehilangan kekuatan utama versi aslinya: keberanian untuk membuat penonton tidak nyaman terhadap sistem yang mereka anggap normal.

Versi 1992 menghantui karena ia mempertanyakan makna keibuan.
Versi 2025 menenangkan karena ia menegaskannya kembali.

Dan dalam genre thriller psikologis,
ketenangan sering kali adalah kegagalan terbesar.

Tags: diskursus feminismeThe Hand That Rocks the Cradle (trauma perempuan
Previous Post

Review Film The Housemaid (2025)

Next Post

Review Anaconda (2025): Film “Horor Komedi” Ular Raksasa yang Konyol tapi Menghibur

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Review Macam-Betool-Aja
Article

Review AIU EO, Macam Betool Aja

29 January, 2026
ulasan shelter
Drama

Ulasan Shelter

29 January, 2026
MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar
Article

“MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”

27 January, 2026
Kafir Gerbang Sukma
Horror

Review Kafir Gerbang Sukma

24 January, 2026
Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater
Article

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

24 January, 2026
Senin Harga Naik
Article

Starvision Rilis Trailer dan Poster Senin Harga Naik, Tayang Lebaran 2026

21 January, 2026
Next Post
Anaconda 2025 review

Review Anaconda (2025): Film "Horor Komedi" Ular Raksasa yang Konyol tapi Menghibur

Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Review Macam-Betool-Aja
Article

Review AIU EO, Macam Betool Aja

by Nuty Laraswaty
29 January, 2026
0

Film AIU EO, Macam Betool Aja menjadi salah satu karya komedi Indonesia yang patut diperhitungkan karena lahir dari semangat sineas...

Read more

Ulasan Shelter

“MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”

Review Kafir Gerbang Sukma

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In